cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4 (2019): Oktober" : 10 Documents clear
PERBEDAAN KADAR ASAM URAT PADA WANITA LANSIA DENGAN PERSEN LEMAK TUBUH OBESITAS DAN NON-OBESITAS Andarbeni, Larasati; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.106 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25836

Abstract

Latar Belakang : Obesitas adalah suatu kelainan metabolisme, dimana terjadi ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar. Obesitas pada lansia merupakan salah satu masalah kesehatan paling serius didunia. Pada penderita obesitas, resiko untuk mengalami penyakit gout lebih tinggi. Penyakit gout lebih sering menyerang pada orang yang mengalami kelebihan berat badan lebih dari 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat pada wanita lansia obesitas dan non obesitas.Metode :Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Jumlah subjek penelitian adalah 56 orang wanita dengan usia 60-74 tahun. Kadar asam urat diperoleh menggunakan metode enzimatik, sedangkan status obesitas diperoleh menggunakan alat BIA (Bioelectrical Impedance Analyser).Hasil :Kadar asam urat sebagian besar kadar asam urat subjek (78,6%) berada dalam rentang normal, yaitu antara 2,6 – 6 mg/dl, sementara 12 orang subjek (21,4%) mengalami hiperurisemia. Pada subjek obesitas  ditemukan 7 orang subjek hiperurisemia (> 6mg/dl), sedangkan pada subjek non obesitas ditemukan 5 orang subjek hiperurisemia ( 6mg/dl). Hasil statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar asam urat antara subjek obesitas dan non obesitas (p>0,05).
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA Hermawan, Febriyanti; Widyastuti, Nurmasari; Tsani, A Fahmy Arif; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.283 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25841

Abstract

Latar Belakang : Jumlah penduduk lanjut usia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan kuantitas lanjut usia harus diseimbangkan dengan peningkatan kualitas hidupnya. Status gizi dan kualitas tidur menjadi masalah yang dialami oleh lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lanjut usia.Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Berdasarkan hasil skrining 254 lanjut usia didapatkan 44 subjek menggunakan metode simple random sampling. Data Status gizi didapatkan melalui pengukuran langsung menggunakan timbangan digital dan alat pengukur tinggi lutut. Data kualitas tidur dan kualitas hidup diperoleh melalui wawancara menggunakan form Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF). Hasil : Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kualitas hidup (r = 0,251; p = 0,101) dan tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur  dengan kualitas hidup (r = 0,027; p = 0,862).Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara status gizi dan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lanjut usia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP GIZI DENGAN PERILAKU MAKAN DARI LUAR RUMAH PADA REMAJA DI KOTA SURAKARTA Setyawan, Fajar; Panunggal, Binar; Nuryanto, Nuryanto; Syauqy, Ahmad; Rahadiyanti, Ayu
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.895 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25832

Abstract

Latar Belakang: Perilaku makan dari luar rumah meningkat pada periode remaja dan perilaku ini sering dikaitkan dengan obesitas. Pada derajat tertentu pengetahuan dan sikap merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku makan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan, sikap, dengan perilaku makan dari luar rumah pada remaja.Metode: Penelitian ­cross-sectional dilakukan pada 262 subjek remaja berusia 15-17 tahun di SMAN 3 Surakarta yang dipilih secara acak. Data pengetahuan, sikap, dan perilaku makan remaja diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Rank Spearman dan Uji U Mann-Whitney.Hasil: Sebanyak 61% subjek memiliki tingkat pengetahuan gizi sedang dan 13% subjek tergolong memiliki tingkat pengetahuan gizi tinggi. Subjek memiliki nilai median 5,3 dari 7 skala likert untuk motivasi makan sehat. Median frekuensi makan dari luar rumah subjek sebanyak 8 kali dalam seminggu terakhir. Ada hubungan antara sikap motivasi makan sehat (= -0,131, p=0,034), uang jajan (=0,166, p=0,007), dan lama di luar rumah ketika hari libur (=-0,215, p=0,000) dengan frekuensi makan dari luar rumah. Ada beda signifikan (p=0,016) frekuensi makan dari luar rumah antara laki-laki dan perempuan.Simpulan: Terdapat korelasi negatif antara sikap motivasi makan sehat dengan frekuensi makan dari luar rumah. Ada korelasi positif lama di luar rumah ketika hari libur dan uang jajan dengan frekuensi makan dari luar rumah. Ada beda frekuensi makan dari luar rumah antara laki-laki dan perempuan.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) DIABETES Arifani, Rochanisa Sita; Widyastuti, Nurmasari; Nissa, Choirun
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.917 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25837

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif dilatarbelakangi oleh resistensi insulin. Resistensi insulin mengakibatkan peningkatan lemak tubuh yang dapat mengganggu kerja sistem saraf, termasuk sinyal yang mengatur tekanan darah sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik. Mengkonsumsi serealia tinggi serat dan antioksin seperti sorgum dapat menurunkan tekanan darah sistolik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian tepung sorgum terhadap tekanan darah sistolik tikus wistar diabetes.  Metode: Penelitian dengan desain true experimental pre and post test with randomized control group design. Sampel yang digunakan 18 ekor tikus wistar jantan, dibagi dalam 3 kelompok secara acak yaitu kontrol positif (K+), negatif (K-), dan perlakuan tepung sorgum (P). K+ dan P di injeksi STZ 45 mg/kgBB dan NA 110 mg/kgBB. Kelompok K – dan K + diberi pakan standar sebanyak 20 g/hari, sedangkan P diberi pakan yang terdiri dari tepung sorgum 5 g/hari dan pakan standar sebanyak 15 g/hari selama 28 hari. Tiga hari setelah injeksi, hari ke-14 intervensi, dan paska intervensi tikus diperiksa tekanan darah sistolik menggunakan metode pengukuran langsung di ekor tikus secara non invasif menggunakan spyghmomanometer. Intervensi pemberian tepung sorgum pada kelompok P diberikan selama 28 hari. Analisis data menggunakan uji paired t-test, one way anova, dan kruskal wallis.Hasil: Terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sistolik tikus sebelum intervensi (p=0,003) dan setelah intervensi (p=0,001). Kelompok K- dan K+ mengalami peningkatan tekanan darah sistolik dan pada kelompok P terjadi penurunan tekanan darah sistolik. Penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok perlakuan sebesar 89,3 mmHg (43,9%).Simpulan: Tepung sorgum dapat menurunkan tekanan darah sistolik tikus wistar diabetes secara signifikan.
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA YOGHURT DENGAN PENAMBAHAN NANAS MADU (Ananas Comosus Mer.) DAN EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum Burmanni) Kusumawati, Inmas; Purwanti, Rachma; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.751 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25833

Abstract

Latar belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dan aktivitas antioksidan pada yoghurt dengan penambahan nanas madu dan ekstrak kayu manis. Metode : Penelitian eksperimental dengan sampel yoghurt dengan penambahan nanas madu (0%, 20%, 40% dan 60%)  dan ekstrak kayu manis (2% dan 4%). Protein dianalisis dengan metode Bradford, lemak dianalisis dengan metode soxhlet, kadar air dianalisis dengan metode oven, kadar abu dianalisis dengan metode Drying Ash, karbohidrat dianalisis dengan metode Carbohydrate by different, kandungan vitamin C dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode DPPH, sedangkan uji organoleptik dianalisis dengan uji hedonik. Hasil : Pada penelitian ini didapatkan hasil kandungan protein tertinggi sebesar 4,62 mg, kandungan lemak tertinggi sebesar 3,10 mg, kandungan kadar air tertinggi sebesar 84%, kandungan kadar abu tertinggi sebesar 4,54% ,kandungan karbohidrat tertinggi sebesar 19,51%, sedangkan kandungan vitamin C dan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu sebesar 4,29 mg dan 62,4%. Simpulan : Berdasarkan skoring yang dilakukan peneliti dengan mempertimbangkan kandungan yang sesuai dengan SNI dan tingkat penerimaan konsumen yoghurt dengan penambahan nanas madu dan ekstrak kayu manis sebanyak 60% dan 2% (sampel N60K1) adalah yang paling direkomendasikan.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN DAN KADAR PROTEIN AIR SUSU IBU Prastiyani, Lien Meilya Muriasti; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.669 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25838

Abstract

Latar Belakang: ASI merupakan makanan terbaik bayi 0-6 bulan karena mengandung  semua  unsur  zat  gizi yang dibutuhkan bayi serta mengandung antibodi untuk melindungi bayi dari penyakit. Kandungan zat gizi ASI salah satunya dipengaruhi oleh asupan zat gizi. Protein merupakan salah satu zat gizi yang berperan dalam pertumbuhan, pembentukan jaringan dan organ penting dan pertahanan tubuh bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dengan kadar  protein  air susu ibu (ASI).Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 33 orang ibu menyusui bayi 0-6 bulan di wilayah Kecamatan Candisari dan Kecamatan Tembalang yang dipilih secara acak. Asupan protein diperoleh melalui recall 3x24 jam melalui wawancara dengan metode food recall dengan hari yang berbeda. Kadar protein ASI dianalisis dengan metode Kjeldahl. Hubungan antara asupan protein dengan kadar protein ASI diuji menggunakan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Rerata asupan protein ibu menyusui 58,06±10,51gram dan rerata tingkat asupan protein 49,74±9,29%.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan protein dengan kadar protein ASI dengan nilai p= 0,029 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan kadar protein ASI.
ANALISIS KADAR PROTEIN, ASAM AMINO, DAN DAYA TERIMA PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PEMULIHAN BERBASIS LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) UNTUK BATITA GIZI KURANG Widya, Fiona Christina; Anjani, Gemala; Syauqy, Ahmad
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.203 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25834

Abstract

Latar Belakang: Batita dengan status gizi kurang memiliki risiko morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan yang terbuat dengan bahan-bahan bernilai gizi tinggi seperti labu kuning (Cucurbita moschata) dapat menjadi alternatif makanan yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan kandungan protein, asam amino, dan daya terima dari PMT-P berbasis labu kuning dengan tiga macam formulasi.Metode: Tiga macam formulasi—20% biji labu (A1); 25% biji labu (A2); 30% biji labu (A3) —diuji dalam eksperimen rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan, kecuali untuk uji kandungan asam amino yang hanya dilakukan satu pengulangan. Kandungan protein diuji dengan metode Kjeldahl, di mana kandungan asam amino dianalisis dengan metode HPLC. Uji organoleptik dilakukan dengan uji hedonik berskala 5 pada 25 orang panelis. Perbedaan kandungan protein diuji dengan One Way ANOVA dan daya terima dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis pada α = 5%. Sedangkan kandungan asam amino dianalisis secara deskriptif.Hasil: Kadar protein (% w/w) menunjukkan perbedaan signifikan antarformulasi (p = 0,000), dengan kandungan tertinggi pada formulasi A3 (13,87±0,30), diikuti dengan A2 (11,70±0,19) and A1 (9,63±0,23). Formulasi dengan kadar asam amino (% w/w) tertinggi secara keseluruhan adalah pada formulasi A3 (10,00), diikuti dengan A2 (8,65) dan A1 (7,39). Tingkat kesukaan tertinggi dari segi penampilan, warna, dan aroma ditemukan pada formulasi A1 (p = 0,007; 0,000; and 0,028). Simpulan: Formulasi PMT-P berbasis labu kuning dengan 30% biji labu kuning memiliki kandungan protein dan asam amino tertinggi, sedangkan PMT-P dengan 20% biji labu kuning memiliki tingkat kesukaan paling tinggi. Formulasi yang direkomendasikan untuk digunakan adalah formulasi A1.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KERAGAMAN PANGAN PADA ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG 'Aisy, Amalia Rihadatul; Fitranti, Deny Yudi; Purwanti, Rachma; Kurniawati, Dewi Marfu’ah; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.046 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25839

Abstract

Latar Belakang: Anak jalanan mempunyai kecenderungan mengkonsumsi makanan tidak beragam yang dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan dan pertumbuhan serta rentan terhadap masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman pangan pada anak jalanan di kota Semarang.Metode: Penelitian observational dengan rancangan cross sectional. Subjek adalah 58 anak jalanan usia 9-12 tahun diambil dengan cara consecutive sampling. Data pengetahuan gizi, pendapatan rumah tangga, pengaruh teman sebaya dan jumlah anggota rumah tangga diperoleh menggunakan kuesioner penelitian, data ketahanan pangan rumah tangga diperoleh menggunakan Household Food Security Survey Module (HFSSM), serta keragaman pangan dinilai dengan instrument Individual Dietary Diversity Score (IDDS). Data dianalisis statistika secara univariat dan bivariat menggunakan metode Chi-Square.Hasil: Sebagian besar subjek (82,2%) mengkonsumsi makanan yang tidak beragam sedangkan 17,2% lainnya mengkonsumsi makanan beragam. Terdapat hubungan antara pekerjaan pengasuh utama, pengetahuan gizi anak terkait porsi sayur, dan pengetahuan gizi pengasuh utama terkait kandungan sayur dan buah dengan keragaman pangan (p=0,003; p=0,035; p=0,003). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi anak, pengetahuan gizi pengasuh utama, pendapatan rumah tangga, pengaruh teman sebaya, ketahanan pangan rumah tangga dan besar keluarga dengan keragaman pangan (p>0,05). Simpulan: Pengetahuan gizi anak terkait porsi sayur dan pengetahuan gizi pengasuh utama terkait kandungan sayur dan buah merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman pangan pada anak jalanan di kota Semarang
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, ANALISIS KANDUNGAN GIZI, UJI ORGANOLEPTIK SNACK BAR SESAME SEED DAN TEPUNG LABU KUNING SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN DENGAN TINGGI ANTIOKSIDAN Hastuti, Afiyah Ratna; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.919 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25835

Abstract

Latar Belakang : Penyakit tidak menural termasuk dislipidemia menjadi masalah yang terus mengalami peningkatan. Hiperlipidemia termasuk dislipidemia mengakibatkan peningkatan produksi reaksi oksigen reaktif (ROS) dan mampu mempengaruhi enzim antioksidan pada reaksi anti-oksidatif serta berperan penting pada respon inflamasi. Snak bar sesame seed dan labu kuning mempunyai kandungan makro dan mikro nutrien yang patut dipertimbangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proksimat, aktivitas antioksidan, total fenol, dan tingkat penerimaan snack bar sesame seed dan tepung labu kuning.Metode : Penelitian ini merupakan jenis eksperimental rancangan acak lengkap satu faktorial dengan 3 variasi persentase sesame seed (95%, 90%, dan 85%) dan tepung labu kuning (5%, 10%,dan 15%). Analisis statistik kandungan energi, karbohidrat, lemak, protein, serat, dan air menggunakan one way anova 95% dengan uji lanjut tukey dan kandungan total fenol, abu, dan aktivitas antioksidan menggunakan uji kruskal wallis dengan uji lanjut mann whitney, sedangkan tingkat penerimaan menggunakan kruskal wallisHasil : Kandungan energi dan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) tidak terdapat perbedaan terhadap formulasi snack bar sesame seed dan tepung labu kuning (p>0,05). Terdapat perbedaan kandungan serat, air, abu, aktivitas antioksidan, dan total fenol terhadap formulasi snack bar (p<0,05). Tingkat penerimaan dengan parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa tidak terdapat perbedaan (p>0,05).Simpulan: Formulasi snack bar terpilih adalah dengan persentasi 85% sesame seed dan 15% tepung labu kuning.
KANDUNGAN GIZI DAN DAYA TERIMA COOKIES BERBASIS TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus sp) SEBAGAI PMT-P UNTUK BALITA GIZI KURANG Ramadhan, Rahmawati; Nuryanto, Nuryanto; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.449 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25840

Abstract

Latar Belakang: Ikan Teri (Stolephorus sp) merupakan pangan lokal di Kabupaten Tegal yang potensial dijadikan  PMT-P untuk balita gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi  tepung  ikan teri terhadap kandungan gizi  dan daya terima PMT-P Cookies Ikan Teri.Metode: Penelitian eksperimental rancangan acak lengkap satu faktor dengan variasi persentase subtitusi tepung ikan teri (n=4) dari  F0= 0% (kontrol), F1= 10%, F2=15% dan F3=20%. Kadar protein diukur dengan menggunakan metode Micro-Kjedahl, karbohidrat dengan metode by difference, lemak dengan metode Soxhlet, energi melalui perhitungan, kadar air dengan metode gravimetri, kadar abu dengan metode pengabuan kering dan  kadar kalsium serta besi diukur dengan menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Daya terima menggunakan uji hedonik. Hasil:  Rata-rata kandungan gizi per 100 gram  PMT-P cookies ikan teri  F0, F1,F2, dan F3 secara berturut-turut adalah energi sebesar 424±0,24; 421±0,97; 413±0,42; 422±0,40; protein sebesar 7,67±0,20; 9,48±0,03; 11,85±0,07; 12,77±0,08 g; lemak sebanyak 9,20±0,04; 10,35±0,18; 9,58±0,12; 10.47±0.11 g, karbohidrat sebesar 77,70±0,17; 72,59±0,16; 70,03±0,25; 69,17±0,17 g; kadar air sebanyak 3,75±0,03; 4,56±0,01; 4,66±0,03; 4,40±0,06 %; kadar abu sebesar 1,66±0,01; 3,01±0,03; 3,86±0,02; 3,18±0,02 %; besi 4,04±0,08; 4,51±0,06; 4,78±0,08; 5,32±0,14 mg; dan kalsium sebanyak 1419±3,02; 2600±1,98; 2880±1,98; 3133±2,29 mg. Semakin tinggi subtitusi  tepung ikan teri semakin rendah  daya terima warna, aroma, dan rasa cookies. Cookies yang mendekati standar permenkes dan daya terimanya baik yaitu F1 dengan subtitusi tepung ikan teri sebanyak 10%.Simpulan: Semakin meningkat subtitusi tepung ikan teri maka semakin meningkat protein, lemak, kadar air, kadar abu,  besi, dan kalsium serta menurunnya karbohidrat juga daya terima warna, aroma, dan rasa cookies ikan teri.

Page 1 of 1 | Total Record : 10