cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Aquaculture Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Aquaculture Management and Technology diterbitkan oleh Program studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip. JAMTech menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan akuakultur, nutrisi pakan ikan, parasit dan penyakit ikan, produksi budidaya, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015" : 22 Documents clear
KAJIAN PERBEDAAN KONSENTRASI LARUTAN GARAM PADA PERENDAMAN rGH DAN VAKSIN TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Bayusetiaji, Achmad Siddiq; Basuki, Fajar; Haditomo, Alfabetian Harjuno Condro
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.921 KB)

Abstract

Berdasarkan data KKP (2013), pencapaian produksi ikan lele pada tahun 2013 mampu melampaui target. Ikan lele merupakan ikan yang mudah dibudidayakan, sehingga banyak dilakukan penelitian agar didapatkan benih lele dengan pertumbuhan dan kelulushidupan yang lebih baik, serta tahan terhadap serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan garam yang berbeda dan konsentrasi yang terbaik pada perendaman rGH dan vaksin terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih lele sangkuriang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 November 2014 – 15 Februari 2015 di Satuan Kerja Pembenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (SATKER PBIAT), Siwarak, Ungaran, Semarang. Ikan uji yang digunakan adalah benih lele sangkuriang umur 12 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: (A) perlakuan tanpa larutan garam, (B) konsentrasi 0,5%, (C) konsentrasi 1,0% dan (D) konsentrasi 1,5%. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 42 hari. Variabel data yang diamati meliputi kelulushidupan, SGR, panjang mutlak, FCR, EPP dan kelulushidupan setelah uji tantang. Analisa data dengan menggunakan anova untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang berbeda nyata, apabila hasil yang didapatkan berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji duncan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perlakuan C, dengan nilai kelulushidupan (87,00±1,00%), SGR (7,79±0,03%), nilai panjang mutlak (6,75±0,15cm), nilai FCR (0,71±0,01) dan nilai EPP (140,28±1,25%), sedangkan untuk kelulushidupan setelah uji tantang didapatkan hasil yang tidak berbeda nyata, dimana: A (93,33±5,77%), B (96,67±5,77%), C (96,67±5,77%) dan D (96,67±5,77%). Kesimpulan dari penelitian ini ialah pemberian konsentrasi larutan garam yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap kelulushidupan, SGR, panjang mutlak, FCR dan EPP, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan setelah uji tantang. Konsentrasi larutan garam terbaik pada penelitian ini adalah 1,0%. Based on data from KKP (2013), the achievement of the production of catfish in 2013 was able of exceeding the target. Catfish  is a fish that easily cultivated, so a lot of research done to get catfish’s seed with better survival and growth, and it can resistant to attack of deseases. This research was aimed to find out the effect of different salt solution concentrations and the best concentration from immersion of rGH and vaccine for survival rate and growth of sangkuriang catfish’s seed. This research was conducted on November 13th, 2014 – February 15th, 2015 at Satuan Kerja Pembenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (SATKER PBIAT), Siwarak, Ungaran, Semarang. The fish that used for this research is sangkuriang catfish’s seed aged 12 days. Completely randomized design (CRD) was used in this research with four treatments and three replication, which treatments are: (A) without salt solution concentration, (B) Using concentration 0.5%, (C) Concentration 1.0% and (D) Concentration 1.5%. The Fishes are maintained for 42 days. Observational variable are survival rate, SGR, absolute length, FCR, EPP and survival rate after challenge test. Data analysis using anova to know the effect of treatment is significantly different, if the result is significantly different, then continue with duncan test to know the best treatment. The best result is treatment C, with survival rate (87.00±1.00%), SGR (7.79±0.03%), absolute length (6.75±0.15cm), FCR (0.71±0.01), EPP (140.28±1.25%), and  for survival rate after challenge test are not significantly different, where: treatment A (93.33±5.77%), B (96.67±5.77%), C (96.67±5.77%) and D (96.67±5.77%). The conclusion of this research is giving of  salt solution with different concentration take significantly effect for survival rate, SGR, absolute length, FCR and EPP, but did not take significantly effect for survival rate after challenge test. The best salt solution concentration is 1.0%.
PERFORMA PRODUKSI IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM BIOFILTER AKUAPONIK DAN KONVENSIONAL Wicaksana, Satria Nawa; Hastuti, Sri; Arini, Endang
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.249 KB)

Abstract

Kenaikan produksi budidaya di Indonesia diupayakan dengan memanfaatkan lahan secara optimal. Budidaya sistem tertutup akan memproduksi limbah dari hasil metabolisme yang secara berkelanjutan mencapai level yang beracun bagi ikan. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah tersebut yaitu pengelolaan lingkungan budidaya dengan sistem biofilter akuaponik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa produksi seperti pertumbuhan, kelulushidupan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), pertumbuhan kangkung dan mengetahui efektivitas sistem biofilter akuaponik terhadap penurunan amonia. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2014–Maret 2015 di Laboratorium Budidaya Perairan, Universitas Diponegoro, Semarang. Variabel yang dikaji meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR) (%bobot/hari), biomassa mutlak (g), kelulushidupan (SR) (%), tingkat konsumsi pakan (g), rasio konversi pakan (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (%), efektivitas sistem biofilter akuaponik, rata-rata bobot kangkung (g) dan kualitas air. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu perlakuan A (sistem biofilter akuaponik) dan perlakuan B (sistem konvensional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem biofilter akuaponik dan sistem tanpa biofilter akuaponik (konvensional) berbeda sangat nyata (sign<0,01) terhadap SGR, biomassa mutlak (g), FCR dan efisiensi pemanfaatan pakan dan berbeda nyata (sign<0,05) terhadap SR dan tingkat konsumsi pakan. Sistem biofilter akuaponik memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional. Hasil dari sistem biofilter akuaponik yaitu SGR 4,21±0,06 %bobot/hari, biomassa mutlak 29353,0±2417,58 g, SR 92,71±1,88 %, tingkat konsumsi pakan 36166,67±1527,52 g, FCR 1,15±0,02, efisiensi pemanfaatan pakan 81,07±3,30%. Kadar amonia dalam sistem ini masih dalam kisaran yang layak untuk pembesaran ikan lele dumbo hingga minggu ke 8. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa sistem biofilter akuaponik dapat meningkatkan performa produksi ikan lele. The increase in aquaculture production in Indonesia pursued by utilizing land optimally. Closed system culture will produce waste from the metabolism which sustainably reach the level that are toxic to fish. One effort to overcome the problem that the environmental management of aquaculture with biofilter aquaponics system. This study was aimed to know the production performance such as growth, survival of african catfish (Clarias gariepinus), spinach water growth and to know the effectiveness of the biofilter aquaponics system to decrease ammonia. The study was conducted on December 2014-March 2015 in the Laboratory of Aquaculture, Diponegoro University, Semarang.Variables that were examined include the specific growth rate (SGR) (% weight / day), an absolute biomass (g), survival rate (SR) (%), the level of feed intake (g), feed conversion ratio (FCR), efficiency feed utilization (%), the effectiveness of the biofilter aquaponics system, the average weight of spinach water (g) and water quality. Research using a completely randomized design (CRD) with 2 treatments and 3 replications, namely treatment A (biofilter aquaponics system) and treatment B (conventional system).The results showed that the biofilter aquaponics system and the system without a biofilter aquaponics (conventional) highly significant different (sign <0.01) on SGR, an absolute biomass (g), FCR and feed utilization efficiency and significantly different (sign <0.05) on SR and the feed consumption rate. Biofilter aquaponics system gives better results than conventional systems. Results of aquaponics biofilter system that was SGR 4.21 ± 0.06% weight / day, an absolute biomass 29353.0 ± 2417.58 g, SR 92.71 ± 1.88%, the level of feed intake 1527.52 ± 36166.67 g, FCR 1.15 ± 0.02, 81.07 ± 3.30%  efficiency of feed utilization. Levels of ammonia in the system was still in a reasonable range for fish rearing african catfish until week 8. Based on these results it can be concluded that the biofilter aquaponics system can improve production performance of catfish.

Page 3 of 3 | Total Record : 22