cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Aquaculture Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Aquaculture Management and Technology diterbitkan oleh Program studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip. JAMTech menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan akuakultur, nutrisi pakan ikan, parasit dan penyakit ikan, produksi budidaya, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017" : 6 Documents clear
PENGARUH ENZIM BROMELIN DALAM PAKAN TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN TAWES (Puntius javanicus) Delima, Puteri Purwasih Anggi; Subandiyono, - -; Hastuti, Sri
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.323 KB)

Abstract

Pertumbuhan ikan tawes (Puntius javanicus) dapat ditingkatkan apabila pemanfaatan protein pakan oleh ikan digunakan lebih efisien.  Penambahan enzim bromelin dalam pakan dapat meningkatkan kecernaan pakan tersebut.  Bromelin merupakan enzim protease yang dapat diekstrak dari buah nanas.  Enzim bromelin bekerja didalam saluran pencernaan dengan menghidrolisis protein menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti peptida dan asam amino yang lebih mudah diserap kedalam tubuh.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian bromelin dalam pakan terhadap nilai total konsumsi pakan (TKP) efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), pertumbuhan panjang relatif, dan kelulushidupan (SR) ikan tawes (P. javanicus). Ikan uji yang digunakan adalah ikan tawes (P. javanicus) dengan bobot rata-rata individu sebesar 2,47±0,09 g/ekor.  Ikan uji dipelihara dalam wadah plastik volume 20 liter dengan kepadatan 1 ekor/ l selama 35 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah perlakuan A, B, C, D, dan E, masing-masing dengan penambahan enzim bromelin sebesar 0,00; 0,75; 1,50; 2,25; dan 3,00%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim bromelin memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai EPP, PER, RGR, dan pertumbuhan panjang ikan uji.  Namun, tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap nilai TKP dan SR. Perlakuan C memberikan nilai tertinggi pada nilai EPP, PER, RGR, dan pertumbuhan panjang masing-masing sebesar  37,63±5,99%, 1,14±0,18%,  1,94±0,39%/hari dan  0,84±0,13%/hari.    Parameter  kualitas  air  selama penelitian berada pada kisaran yang layak untuk kehidupan ikan tawes.   Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan enzim bromelin dalam pakan mampu meningkatkan nilai EPP, PER, RGR, dan pertumbuhan panjang ikan tawes (P. javanicus). The growth of java barb (Puntius javanicus) could be improved when the utilization of feed protein by the fish was more efficient.  The addition of bromelain in feed was known be able to increase the digestibility of the feed.  Bromelain is an enzyme of proteases that was extracted from pineapple.  Bromelain works in the digestive tract by hydrolyzing protein into simpler compounds, such as peptides and amino acids.   So the absorption processes of the proteins in to the fish body would be easier.  This study aimed to observe the effect of dietary bromelain on total feed consumption (TFC), feed utilization efficiency (FUE), protein efficiency ratio (PER), relative growth rate (RGR), length growth rate, and survival rate (SR) of P. javanicus. The experimental fish used was juvenile P. javanicus with an average individual body weight of 2,47±0,09 g/fish.  The trial fish was reared in 20 l-plastic tanks for 35 days, with the density of 1 fish/l.  This experimental applied completely randomized design (CRD), which consisted of 5 treatments and 4 replicates.  The treatments were treatment A, B, C, D, and E, each by an addition of bromelain 0,00; 0,75; 1,50; 2,25; and 3,00 %, respectively. The results showed that the dietary bromelain provided significantly effect (P<0,05) on FUE, PER, RGR, and length growth rate of the trial fish. However, no significant effects (P>0,05) were occured on the values of TFC and SR. The treatment C showed the  highest  values  on  FUE,  PER,  RGR,  and  length  growth  rate,  that  were  37,63±5,99%,  1,14±0,18%,1,94±0,39%/day and 0,84±0,13%/day, respectively.   Water quality parameters during the study were varied between suitable range for rearing the java barb.  It concluded that dietary bromelain was able to increase the values of FUE, PER, RGR, and length growth rate of java barb (P. javanicus).
PENGARUH SUBSTITUSI SILASE TEPUNG BULU DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN BENIH IKAN LELE ( Clarias gariepinus ) Kurniawan, Andi; Rachmawati, Diana; Samidjan, Istiyanto
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.462 KB)

Abstract

Pakan merupakan faktor penting dalam proses pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Faktor pakan menentukan 60 - 70% biaya produksi dalam usaha budidaya ikan. Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pakan menjadi kendala bagi pembudidaya. Tingginya harga pakan disebabkan oleh mahalnya bahan baku yang digunakan, terutama tepung ikan. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif bahan pakan dengan harga relatif murah dan mengandung nutrisi yang baik untuk mengurangi penggunaan tepung ikan. Salah satu alternatif bahan sumber protein adalah bulu ayam. Bulu ayam mengandung keratin sehingga perlu dilakukan fermenfasi untuk memecah keratin agar lebih mudah dicerna. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dengan silase tepung bulu ayam terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan lele serta mengetahui komposis yang terbaik dalam pakan buatan terhadap laju pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele (Clarias gariepinus) dengan bobot rata-rata 2,27 ± 0,34 g/ekor dan padat tebar 25 ekor/m3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: presentase tepung ikan ; silase tepung bulu ayam 0%;100%, 25%;75%, 50%;50%, 75%;25%, dan 100%;0%. Data yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan  relatif (RGR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan B 25% silase tepung bulu ayam dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap RGR, pertumbuhan mutlak, dan EPP benih ikan lele yaitu 72,26±2,53(W), 2,96±0,11 (RGR), 66,06±2,37 (EPP).The feed is a very important factor in supporting the growth and survival of fish. Feed factor determining the cost of production reaches 60-70% in the cultivation of fish. The high feed prices caused by the high cost of raw materials used, mainly fish meal which is also an obstacle. Therefore, it is necessary to find alternative feed ingredients with a relatively cheap price and deliver good nutrition to reduce the use of fish meal. One alternative protein source material is chicken feathers. Feather meal protein content is high enough, but the feather meal also contains keratin that is hard to digest, so it is necessary to advance the process of fermentation. The purpose of this study to determine the effect of different substitution artificial feed on fish meal with a chicken feather meal silage on growth and survival rate of catfish and know the best composition in artificial feed the growing rate of catfish in the effect of adding silage chicken feather meal. The fish samples used are the seeds of catfish (Clarias gariepinus) with an average weight of 2,27 ± 0,34 g / fish and stocking density 25 fish / m3. This research used experimental method completely randomized design with 5 treatments and 3 repetitions. The treatment in this study: treatment 0%;100%, 25%;75%, 50%;50%, 75%;25% and 100%;0%. Data observed the growth of absolute weight, relative growth rate (RGR), efficiency of feed utilization (EPP),) and water quality. The results showed that treatment B 25% chicken feather meal in artificial diet provides highly significant effect (P <0,01) to RGR, absolute growth, and the EPP catfish ie 72,26±2,53(W), 2,96±0,11 (RGR), 66,06±2,37 (EPP). 
ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN RELATIF, EFISIENSI PEMANFAATAN PAKAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) MELALUI SUBTITUSI SILASE TEPUNG BULU AYAM DALAM PAKAN BUATAN Wibowo, Wahyu Prasetyo; Samidjan, Istiyanto; Rachmawati, Diana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.106 KB)

Abstract

Bahan pakan utama seperti tepung ikan yang digunakan sebagian besar berasal dari impor, kondisi ini mengakibatkan harga pakan ikan menjadi mahal. Salah satu cara untuk menanggulangi masalah ketergantungan bahan baku protein hewani yang mahal yaitu dengan memanfaatan limbah bulu ayam. Limbah bulu ayam dapat dijadikan silase tepung bulu ayam sebagai pengganti tepung ikan yang dapat menekan biaya produksi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dengan silase tepung bulu ayam pada pakan terhadap pertumbuhan relatif dan kelulushidupan ikan gurami (O. gouramy) dan mengetahui komposisi terbaik subtitusi tepung ikan dengan silase tepung bulu ayam pada pakan yang memberikan pertumbuhan relatif dan kelulushidupan terbaik ikan gurami (O. gouramy). Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan gurami (O. gouramy) dengan bobot rata-rata 4,51±0,06 g/ekor dan padat tebar 25 ekor/m3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A (Substitusi 0% silase tepung bulu ayam), perlakuan B (Substitusi 25% silase tepung bulu ayam), perlakuan C (Substitusi 50% silase tepung bulu ayam), perlakuan D (Substitusi 75% silase tepung bulu ayam), perlakuan E (Substitusi 100% silase tepung bulu ayam). Variabel yang diamati meliputi bobot mutlak, laju pertumbuhan  relatif (RGR) dan efisiensi pemanfaatan pakan (EPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa silase tepung bulu ayam dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, RGR, dan EPP. Dosis terbaik perlakuan B 25% silase tepung bulu ayam silase dan 75% tepung ikan dalam pakan mampu menghasilkan bobot mutlak, RGR dan EPP masing-masing sebesar 74,31 g, 1,56%/hari dan 43,44%. The main feed ingredients such as fish meal used mostly from imports, conditions have resulted in the price of fish feed to be expensive. One way to address the problem of dependence on raw materials of animal protein is expensive is by memanfaatan waste chicken feathers. Waste chicken feathers can be used as silage chicken feather meal as a substitute for fish meal which can reduce the cost of production. The purpose of this study was to determine the effect of substitution of fish meal with a chicken feather meal silage on feed relative to the growth and survival rate of carp (O. gouramy) and determine the best composition substitution of fish meal with a chicken feather meal silage on the feed that provides the best relative growth and survival rate gourami (O. gouramy). The fish samples used in this study is the seed of carp (O. gouramy) with an average weight of 4,51±0,06 g/ individual and stocking density 25 fish / m3. This research used experimental method completely randomized design with 5 treatments and 3 repetitions. Treatment A (Substitution 0% silage flour chicken feathers), treatment B (Substitution 25% silage flour chicken feathers), treatment of C (Substitution 50% silage flour chicken feathers), treatment D (Substituted 75% silage flour chicken feathers), treatment E (Substitution 100 % silage chicken feather meal). Variables observed absolute weight, relative growth rate (RGR) and the efficiency of feed utilization (EPP). The results showed that chicken feather meal silage in artificial diet provides highly significant effect (P <0.01) on the growth of absolute weight, RGR, and EPP. Best dose treatment and 25% silage silage chicken feather meal and 75% fish meal in feed capable of producing absolute weight, RGR and EPP respectively by 74,31 g, 1,56% / day and 43,44%. 
PENGARUH KOMUNITAS PERIKANAN BUDIDAYA DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP KUALITAS PEMBUDIDAYA PERIKANAN DI JAWA TENGAH Nugroho, Ari Panggih; Elfitasari, Tita; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.622 KB)

Abstract

Menurut Wijaya (2012), dari total jumlah pengguna media sosial di Indonesia 87% diantaranya merupakan pengguna media sosial facebook. Pengguna media sosial facebook menurut Puskakom UI (2015),  dari seluruh pengguna media sosial facebook 26% diantaranya bekerja sebagai wirausaha, dimana 68% merupakan wirausaha dibidang perdagangan, jasa, dan agroindustri seperti perikanan. Facebook dipilih oleh pembudidaya ikan karena media sosial ini sangat mudah digunakan, jaringan yang luas, dan juga terdapat layanan grup yang memudahkan untuk pembudidaya ikan dapat berinteraksi berdasarkan kesamaan seperti dalam komoditas budidaya dan daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunitas perikanan budidaya di media sosial facebook terhadap peningkatan pengetahuan pembudidaya perikanan dan peningkatan ekonomi pembudidaya perikanan. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif. Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah teknik survei menggunakan angket. Teknik  pengambilan  sampel  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah dengan menggunakan teknik pengambilan Random Sampling. Sampel yang digunakan adalah 60 sampel pembudidaya perikanan budidaya di Jawa Tengah.  Data yang telah didapatkan kemudian diuji statistik menggunakan uji Independent t-test dengan menggunakan program komputer SPSS v.20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas perikanan budidaya di media sosial facebook berpengaruh signifikan (t hitung -7,424 dan sig 0,000) terhadap peningkatan pengetahuan pembudidaya perikanan. Hasil nilai rata-rata pembudidaya perikanan yang tergabung di dalam komunitas perikanan budidaya di media sosial facebook lebih tinggi dibandingkan dengan pembudidaya yang tidak menggunakan media sosial facebook. Aspek ekonomi juga menunjukkan  komunitas perikanan budidaya di media sosial facebook berpengaruh signifikan (t hitung -3,775 dan sig 0,000) terhadap peningkatan ekonomi pembudidaya perikanan. Hasil nilai rata-rata pembudidaya perikanan yang tergabung di dalam komunitas budidaya perikanan di media sosial facebook lebih tinggi dibandingkan dengan pembudidaya yang tidak menggunakan media sosial facebook. According to Wijaya (2012), among total number of social media users in Indonesia, 87% of them are users of social media facebook. Facebook users according Puskakom UI (2015), of all users of social media facebook, 26% of them are working as self-employment, and 68% of them entrepreneur are in the field of trade, services, and agro-industries such as fisheries. Facebook were selected by fish farmers since it is very easy to use, extensive network, and also there is a group of services that make it easier for fish farmers to can interact based on similarities such as the cultivation of commodities and regions. The objective of this study was to determine the effect of aquaculture community on facebook towards farmers knowledge and economic improvement. This research used quantitative approach where data were collected using questionnaire distribution. The sampling technique used were random sampling, and used 60 samples of fish farmers in Central Java. The data obtained were then tested using the test statistic Independent t-test using SPSS v.20. The results showed that the aquaculture community in social media facebook have a significant effect (t -7.424 and sig 0.000) to increase knowledge of the fish farmers. The results of the average value of the aquacultere farmers who joined in the aquaculture community on facebook  were higher than farmers who do not use facebook. The economic aspect also shows the aquaculture community on facebook have a significant effect (t -3.775 and sig .000) towards the economic improvement of fish farmers. The results of the average value of the fishery farmers who are members in the community aquaculture on  facebook higher than farmers who do not use facebook.
PENGARUH PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linn. 1758) PADA SISTEM BUDIDAYA MINAPADI Nugroho, Herwindy Bayu; Basuki, Fajar; Ariyati, Restiana Wisnu
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.611 KB)

Abstract

Minapadi merupakan salah satu bentuk tumpang sari pemeliharaan padi di sawah bersama-sama dengan pemeliharaan ikan. Pemeliharaan ikan dengan sistem minapadi ini disesuaikan antara umur tanaman padi dengan umur ikan. Ikan nila (O. niloticus) merupakan salah satu kultivan yang memiliki pertumbuhan yang cepat, sehingga sangat cocok apabila dibudidayakan di sawah minapadi. Padat tebar ikan yang tinggi dalam sistem budidaya dapat mengalami penurunan kualitas air akibat dari akumulasi sisa pakan dan metabolisme yang dihasilkan ikan, sehingga mampu mempengaruhi pertumbuhan ikan. Padat penebaran yang terlalu tinggi juga dapat mempengaruhi tingkah laku ikan terhadap ruang gerak yang mengakibatkan pada penurunan kondisi fisiologis, pemanfaatan pakan, dan kelulushidupan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil terbaik padat penebaran terhadap laju pertumbuhan relatif, efesiensi pemanfaatan pakan, dan kelulushidupan ikan nila. Penelitian ini dilakukan di Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Metode penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dengan 3 pengulangan. Perlakuan yang diujikan adalah padat penebaran yang berbeda, A (2 ekor/ m2), B ( 4 ekor/ m2), dan C (6 ekor/ m2). Data dianalisis dengan ANOVA dan dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa padat penebaran berpengaruh sangat nyata (F hitung > F table (0,01)) terhadap kelulushidupan dan produksi biomassa ikan, berpengaruh nyata (F hitung > F table (0,05)) terhadap efesiensi pemanfaatan pakan dan laju pertumbuhan relatif. Hasil produksi biomassa padi menunjukan bahwa padat penebaran tidak berpengaruh nyata (F hitung < F table (0,05)).  Hasil memperlihatkan perlakuan C dengan padat penebaran 6 ekor/m2 memberikan hasil terbaik dari semua variabel dengan nilai laju pertumbuhan relatif (725,70 ± 62,30%), Efesiensi pemanfaatan pakan (85,74 ± 2,19 %), produksi biomassa ikan (31,42 ± 1,09 kg), produksi biomassa padi (124,53 ± 4,55 kg), kecuali pada hasil kelulushidupan nilai terbaik terdapat pada perlakuan A dengan kepadatan 2 ekor/m2yang memberikan hasil sebesar 78,44±2,04 % . Kisaran kualitas air masih dalam kondisi layak untuk media budidaya ikan nila. Rice fish farming culture is one form of culturing paddy together with fish. Basically the system is quite good and does not require a lot of expense. Pisciculture with rice fish farming culture system is adjusted between  ages of  paddy with age of fish. One that can be cultivated in rice fish farming culture system are tilapia, tilapia fast growth rate and easily to cultivate. Solid stocking that is too high also can affect behavior fish to flexibility resulting in on the decline in physiological state , the use of feed, and the survival of fish.                 This study aims to determine the effect of stocking density and the best result of the relative growth rate and efficiency of feed utilization, and the survival of tilapia. This research was conducted in the village of Soropadan, District Pringsurat, Temanggung regency, Central Java. Research Methods Randomized Block Design with 3 treatments with 3 repetitions. The treatments tested are different stocking density, A (2 individuals / m2), B (4 individuals / m2), and C (6 individuals / m2). Data were analyzed with ANOVA and Duncan test. The results showed that the stocking density was highly significant (F count> F table (0.01)) on the survival and biomass production of fish, significant (F count> F table (0.05)) on the efficiency of feed utilization and relative growth rate , The results showed that the biomass production of rice stocking density had no significant effect (F arithmetic <F table (0.05)). Results showed treatment with stocking density C 6 tail / m2 gives the best results of all variables with relative growth rate (725.70 ± 62.30%), The efficiency of feed utilization (85.74 ± 2.19%), production of fish biomass (31.42 ± 1.09 kg), rice biomass production (124,53 ± 4,55 kg), except in the survival results are the best value in the treatment of A with a density of 2 fish / m2 which gives a yield of 78.44 ± 2 , 04%. The range of water quality is still in decent condition for media tilapia fish farming.
PRODUKSI Daphnia sp. YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN KOMBINASI AMPAS TAHU DAN BERBAGAI KOTORAN HEWAN DALAM PUPUK BERBASIS ROTI AFKIR YANG DIFERMENTASI Wibisono, Muhamad Ary; Hastuti, Sri; Herawati, Vivi Endar
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.063 KB)

Abstract

Daphnia sp. merupakan alternatif pakan alami  yang seringkali digunakan memenuhi kebutuhan  pertumbuhan benih ikan. Kandungan nutrisi dalam tubuh Daphnia sp.. Bergantung pada pupuk yang digunakan. Nutrisi ini dapat berasal dari bahan organik tersuspensi dan bakteri yang diperoleh dari pupuk yang ditambahkan ke dalam media kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi Daphnia sp. yang dibudidayakan dengan kombinasi ampas tahu dan berbagai kotoran hewan dalam pupuk berbasis roti afkir yang difermentasi serta, kombinasi terbaik  terhadap pertumbuhan dan produksi Daphnia sp.. Padat penebaran Daphnia sp. yaitu 100 ind/l. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan . Perlakuan dalam penelitian ini yaitu Perlakuan A  (0%  kotoran , 50% ampas tahu dan 50% roti afkir), B (25% kotoran ayam, 25% ampas tahu  dan 50% roti afkir),  C (25% kotoran kambing, 25% ampas tahu dan 50 % roti afkir, D (25% kotoran burung puyuh, 25% ampas tahu dan 50% roti afkir) dengan Jumlah total kombinasi yaitu 200 g/l. Data yang diamati meliputi kepadatan populasi, biomassa,kepadatan fitoplankton, kandungan nutrisi dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ampas tahu dengan berbagai kotoran hewan dalam pupuk berbasis roti afkir yang difermentasi menunjukan bahwa Perlakuan D (25% kotoran burung puyuh, 25% ampas tahu dan 50% roti afkir) menghasilkan kepadatan populasi tertinggi yaitu 2270.67 ind/ml pada fase stasioner, dikarenakan pada Perlakuan D memiliki kandungan Nutrisi (NPK) pupuk organik setelah fermentasi sebesar Nitrogen (N): 3,99; Phosphor (P): 1,33; dan Kalium (K): 2,34. Perlakuan D (25% kotoran burung puyuh, 25% ampas tahu dan 50% roti afkir) menghasilkan Biomassa sebesar  389 gram, dan kepadatan fitoplankton tertinggi sebesar 52135 sel/ml.  Daphnia sp. was one of alternative natural feeds that oftenly used to fulfill the needs of fish growth. Nutrition contained on the Daphnia sp. depended on the fertilizer that used. This nutrition could be came from suspended organic matters and bacteria that gained from the fertilizer that added to the culture media. This research was aimed to knew the production of Daphnia sp. which cultured with combined tofu waste and animal feces in the fertilizer based on the fermented bread waste and knew the best treatment according to the growth and Daphnia sp. production. The density of Daphnia sp. was 100 ind/ml.  This research used experimental methods with complete randomize design of 4 treatments and the repetition of counted population as 3 times. Treatments on this research was Treatment A  (0% feces , 50% tofu waste and 50% bread waste), B (25% chicken mannure, 25% tofu waste  and 50% bread waste),  C (25% sheep feces, 25% tofu waste and 50% bread waste, D (25% quail feces, 25% tofu waste and 50% bread waste) with the total ammount of the combination was 200 g/l. Data that observed during this research were population density, biomass, fitoplankton density, nutrition content, and water quality. The result of this research showed that the additition of combined tofu waste with some animal feces on the fertilizer based on fermented bread waste gave Treatment D (25% quail feces, 25% tofu waste dan 50% bread waste) as the best treatment with the population density valued by 2270.67 ind/ml. during the stasioner phase, because Treatmment D had nutrition contain (NPK) on the organic fertilizer after fermentation was Nitrogen (N): 3,99; Phospor (P): 1,33; and Kalium (K): 2,34. Treatment D (25% quail feces, 25% tofu waste dan 50% bread waste) resulted Biomass 385.3 grams, and fitoplankton density was valued 52135 cells/ml.

Page 1 of 1 | Total Record : 6