TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019"
:
14 Documents
clear
PERANCANGAN SISTEM KONTROL OVER/UNDER VOLTAGE RELAY BERBASIS MIKROKONTROLER PADA SALURAN TEGANGAN 220VAC
Arsyad, Billy Mahdianto;
Sofwan, Aghus;
Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (822.918 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.8.1.85-92
Seluruh aktivitas manusia tak terlepas dari penggunaan energi listruk, sehingga apabila terdapat gangguan distribusi listrik akan berakibat terhambatnya aktivitas sehari-hari. Ganguan yang terjadi dapat berbagai macam antara lain adalah lonjakan atau penurunan tegangan listrik (over/under voltage) dan ketidakstabilan tegangan listrik. Untuk itu dibuatlah perancangan sistem kontrol over/under voltage relay ini menggunakan mikrokontroler. Untuk membaca nilai tegangan AC dari keluaran variable transformator atau listrik normal menggunakan sensor ZMPT101B yang menggunakan penundaan T/4OSG (Orthogonal Signal Generator). Pengaturan gain yang dilakukan pada sensor sebesar VPP=0,72V dilakukan pada tegangan terukur VAC=210V, dimana nilai VPP adalah selisih Vmax dan Vmin. Gelombang tersebut berosilasi pada nilai minimum 1,32V dan nilai maksimum 2,040V dengan titik offset VDC sebesar 1,677V. Nilai offset ini tidak bernilai 1,65V dikarenakan menyesuaikan tegangan referensi mikrokontroler. Metode Kontrol yang digunakan adalah metode on/off pada relay. Alat dibagi menjadi 3 kondisi yaitu under voltage dimana tegangan dibawah 216V, normal voltage tegangan 216V-224V, dan over voltage tegangan diatas 224V. Hasil dari pembacaan sensor dan kondisi akan dikirimkan melalui internet ke database dengan mengunakan adalah ESP-01 yang memanfaatkan pada jaringan Wi-Fi.
REDESAIN SISTEM ELEKTRIKAL STADION CITARUM (BAGIAN SISTEM PROTEKSI PETIR)
Yolanda, Vaneza Cindy;
Karnoto, Karnoto;
Hermawan, Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (962.612 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.7.4.1091-1098
Aspek keamanan, kenyamanan dan keselamatan menjadi salah satu faktor untuk mengukur tingkat kelayakan dari Stadion Citarum. Fenomena petir merupakan hal yang patut diperhatikan untuk keselamatan pengguna di Stadion Citarum. Stadion merupakan bangunan yang memerlukan pemasangan sistem proteksi petir karena potensi bahaya akibat sambaran petir. Sistem proteksi petir yang belum memadai mendasari dilakukannya perancangan sistem proteksi petir untuk melindungi bangunan Stadion Citarum. Prosedur perhitungan sistem proteksi petir eksternal menggunakan standar IEC 62305-3, menggunakan radius Rolling Sphere, besar sudut Protection Angle dan lebar Mesh yang mengacu pada standar SNI 03-7015-2004. Sistem proteksi internal ditentukan berdasar kelas arrester/Surge Protective Device, dimana tegangan sisa yang masuk nilainya tidak boleh melebihi BIL Peralatan sebesar 2kV sesuai standar SNI 04-7021.21-2004. Penelitian ini menunjukkan hasil simulasi metode Rolling Sphere memiliki area perlindungan paling baik, dengan radius 60 meter pada bangunan tribun menunjukkan bahwa air terminal yang terpasang sudah melindungi bangunan. Sistem proteksi petir internal menggunakan arrester / Surge Protective Device pada kelas 2.
REDESAIN SISTEM ELEKTRIKAL GEDUNG INSPEKTORAT PROVINSI JAWA TENGAH (BAGIAN PENCAHAYAAN) DENGAN MENGGUNAKAN DIALUX EVO
Fernaldy, Ivan;
Karnoto, Karnoto;
Hermawan, Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/transient.8.1.9-17
Penelitian dilakukan dengan merancang sistem pencahayaan buatan pada Gedung Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, kemudian membandingkan antara desain sistem pencahayaan baru dan desain sistem pencahayaan yang terpasang sekarang dengan menggunakan software Dialux Evo 8.0, mengacu pada SNI 03-6575-2001 dan European Standards (EN) 12464-1 untuk nilai iluminasi dan tingkat silau. Hasil dari simulasi dengan menggunakan berbagai manufaktur lampu seperti Philips, Panasonic, Opple, Yaming, dan Midea Lighting didapatkan bahwa jumlah iluminasi setiap ruang yang memiliki standar pencahayaan 350 lux, dihasilkan nilai iluminasi 351-367 lux. Ruang yang memiliki standar pencahayaan 300 lux, dihasilkan nilai iluminasi 302-315 lux. Ruang yang memiliki standar pencahayaan 250 lux, dihasilkan tingkat pencahayaan sebesar 251-266 lux. Ruang yang memiliki standar pencahayaan 200 lux, dihasilkan nilai iluminasi 200-213 lux. Ruang yang memiliki standar pencahayaan 150 dan 100 lux, dihasilkan nilai iluminasi 153-165 lux dan 100-116 lux. Penelitian dilakukan pada seluruh ruang gedung dikarenakan sistem pencahayaan sebelum perancangan tidak sesuai dengan standar SNI 03-6575-2001.
OVER/UNDER VOLTAGE RELAY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER PADA TEGANGAN 1 PHASA 220VAC
Siringoringo, Fajar Gali;
Sofwan, Aghus;
Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1002.368 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.8.1.93-100
Kualitas/mutu suplai tenaga listrik dalam suatu sistem rangkaian listrik sangat diperlukan. Kualitas suplai listrik buruk dapat  menyebabkan gangguan dan bahkan merusak sistem jaringan tenaga listrik. Salah satu bentuk ganguan tersebut adalah terjadinya over/under voltage. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu alat proteksi yang dapat mendeteksi adanya gangguan over/under voltage serta ambil tindakan untuk mengamankan jaringan tersebut apabila ada gangguan. Dalam kesempatan ini dilakukan perancangan alat yang mampu mengatasi permasalahan tersebut yaitu Over/Under Volatge Relay menggunakan mikrokontroler. Alat dirancang bertujuan untuk mendeteksi adanya ganguan over/under voltage pada tegangan satu fasa 220 V 50 Hz. Dalam peraturan standard batas tegangan jatuh adalah 10% dari tegangan normal dan batas tegangan lebih adalah 5% dari tegangan normal. Tetapi dalam perancangan ini membuat batas tegangan yang berbeda karena faktor pengambilan data dengan mudah Batas tegangan yang ditentukan untuk gangguan under voltage yaitu -5 V dari tegangan normal (220V), sedangkan gangguan over voltage yaitu +5 V dari tegangan normal, dan membuat delay  untuk under/over voltage adalah 3 detik. Output dari relay dihubungkan pada jaringan beban sehingga akan memutuskan aliran listrik apabila terjadi gangguan under/over voltage. Dari hasil pengujian yang dilakukan, relay over/under voltage menggunakan mikrokontroler yang dirancang dapat bekerja dengan baik
REDESAIN SISTEM ELEKTRIKAL STADION CITARUM (BAGIAN SISTEM PENERANGAN)
Sihombing, Andreas Hasian;
Karnoto, Karnoto;
Hermawan, Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1012.849 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.7.4.1099-1105
Sesuai fungsi Stadion Citarum sebagai sarana olahraga, ketersediaan penerangan berguna untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada atlet dalam melakukan kegiatan olahraga, serta bagi para penonton dan penyiar untuk menyaksikan dan merekam pertandingan. Namun sejak tahun 2007, Stadion Citarum tidak dapat menyelenggarakan pertandingan sepak bola akibat adanya keterbatasan dalam nilai iluminasi pada penerangan lapangan. Oleh karena itu, penulis akan merancang sistem penerangan buatan pada lapangan Stadion Citarum, serta membandingkan antara penempatan titik lampu dengan desain 4 titik dan desain melingkar menggunakan software Dialux 4.13 yang mengacu pada SNI 03-3647-1994 untuk nilai iluminasi dan tingkat silau. Hasil dari simulasi dengan menggunakan lampu Philips ArenaVision MVF404 didapatkan bahwa jumlah iluminasi rata-rata pada desain 4 titik (244 lux) lebih kecil dibanding desain melingkar (272 lux), pada kelas 2 jumlah iluminasi rata-rata pada desain 4 titik (406 lux) lebih kecil dibanding desain melingkar (461 lux), pada kelas 3 jumlah iluminasi rata-rata pada desain 4 titik (1333 lux) lebih besar dibanding desain melingkar (1229 lux). Secara keseluruhan nilai iluminasi pada desain 4 titik dan desain melingkar telah sesuai dengan standar SNI 03-3647-1994, yaitu kelas 1 sebesar 200 lux, kelas 2 sebesar 300 lux dan kelas 3 sebesar 1000 lux.
EVALUASI KINERJA RANCANGAN JARINGAN METRO ETHERNET WILAYAH DKI JAKARTA TAHUN 2028 DENGAN TOPOLOGI MULTIRING DAN 100Gbps KAPASITAS LINK
Berlian, Bonaventura;
Sukiswo, Sukiswo;
Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (979.471 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.8.1.18-24
DKI Jakarta merupakan provinsi terpadat dan merupakan daerah utama penunjang perekonomian di Indonesia. Pada jaringan yang meliputi satu kota atau biasa disebut Metropolitan Area Network (MAN) di wilayah DKI Jakarta memerlukan performansi yang maksimal untuk menjaga tingkat QOS. Analisis kinerjai jaringan pada rancangan jaringan metro ethernet menjadi fokus penelitian ini. Parameter kinerja jaringan metro ethernet meliputi round trip delay, jitter, dan packet loss harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh PT Telkom maupun ITU-T. Pada penelitian ini juga dilihat pula kehandalan routing dalam menangani kondisi failure yang terjadi pada link. Penelitian ini dimodelkan dan disimulasikan dengan menggunakan perangkat lunak Riverbed Modeler 17.5 Academic Version. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kinerja dari rancangan jaringan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Untuk nilai RTD yang paling besar terdapat pada link inbound KRT_SKB dengan nilai sebesar 0,452101 ms. Nilai jitter terbesar terdapat pada link inbound KGT_KKO dengan nilai sebesar 0,033937 ms. Nilai packet loss terbesar terjadi pada link PSB_MDS dengan persentase 0.0003747. Untuk perbandingan trafik point to point, galat paling besar yang terjadi antara hasil forecasting dengan simulasi terjadi pada link KGT_KKO dengan persentase sebesar 0.83988.
IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER ARDUINO UNO DAN MINI-COMPUTER RASPBERRY PI 3 DALAM PENGENDALIAN SISTEM GERBANG TOL CERDAS
Afiq, Raihan;
Syafei, Wahyul Amien;
Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1099.924 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.8.1.101-109
Sistem transaksi yang diterapkan pada gerbang tol saat ini masih kurang efektif untuk mengatasi antrean kendaraan terutama saat hari besar ataupun libur panjang. Meskipun sudah berbasis nirkawat dan “contactlessâ€, namun pengguna jalan tol harus mendekatkan kartu RFID e-Toll secara manual selama 4 detik. Hal inilah yang menyebabkan antrean dan kepadatan di beberapa gardu tol. Untuk mengatasi ini, pihak Jasa Marga menggandeng Bank Mandiri untuk mengeluarkan produk On Board Unit sistem e-toll, walau dipasaran kurang laku dimasyarakat karena harganya tidak murah. Pada Penelitian ini akan dirancang suatu sistem Gardu Tol Cerdas yang lebih rendah biaya produksinya, dapat mengidentifikasi kendaraan pengguna jalan tol apakah termasuk pengguna yang terdaftar (RFID) dan belum terdaftar. Sistem yang dirancang ini tidak mengharuskan pengendara untuk berhenti karena proses transaksi akan dimulai ketika mobil memicu sensor ultrasonik pada gardu tol. Pada sistem transaksi sendiri, dilengkapi kecerdasan pembebanan otomatis sesuai jenis kendaraan yang digunakan pengguna jalan tol. Sistem ini juga mengganti bukti pembayaran transaksi gardu tol yang sekarang ini masih berupa kertas menjadi pesan digital melalui Telegram. Direncanakan sistem ini berjalan tidak lebih dari 8 detik untuk memproses pengguna jalan tol mulai dari pengambilan citra mobil hingga sistem notifikasi muncul tanpa harus berhenti.
PEMANFAATAN THERMOELECTRIC ENERGY GENERATOR (TEG) SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN BUCK CONVERTER DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN BERBASIS IC TL494
Masaji, Masaji;
Facta, Mochammad;
Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1083.767 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.7.4.1106-1112
Pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkngan terus dikembangkan, selain potensi dari energi surya, air, dan angin terdapat sumber energi lain yaitu panas. Tanpa disadari energi panas terbuang percuma dalam kehidupan sehari-hari, contohnya pada saluran gas buang kendaraan dan cerobong asap pada industri. Energi panas yang terbuang dapat diubah menjadi energi listrik menggunakan thermoelectric energy generator (TEG). Modul termo elektrik bekerja sesuai efek seeback. Tegangan termoelektrik dipengaruhi oleh koefisien seeback dan perbedaan suhu. Oleh karena itu tegangan yang dihasilkan tidak stabil. Untuk itu pada Tugas Akhir ini dirancang pembangkit listrik dengan menggunakan modul termoelektrik kemudian energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk menyuplai beban menggunakan konverter arus searah tipe buck converter dengan umpan balik tegangan berbasis IC TL494 sebagai rangkaian pembangkit sinyal PWM. Umpan balik tegangan berfungsi untuk memonitor tegangan keluaran buck converter, yang akan diumpankan pada komparator yang ada di dalam IC TL494. Hasil pengujian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa tegangan keluaran buck converter dengan umpan balik tegangan cenderung konstan dengan adanya perubahan nilai resistif pada sisi beban. Tegangan keluaran rata – rata buck converter dengan umpan balik tegangan sebesar 5 volt. Efisiensi buck converter dengan umpan balik tegangan rata – rata diatas 60 %.
PERANCANGAN HOME AUTOMATION BERBASIS NodeMCU
Arifaldy Satriadi;
Wahyudi Wahyudi;
Yuli Christyono
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (672.044 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.v8i1.64-71
Kemajuan teknologi kini memicu pola pikir manusia untuk dapat menciptakan inovasi-inovasi untuk memudahkan pekerjaan demi kinerja yang lebih baik. Pada saat ini telah dikembangkan sistem Internet of Things (IoT) yang lebih memudahkan manusia untuk mengakses perangkat-perangkat elektronik melalui jaringan internet. Ketika sedang dalam bepergian, terkadang seseorang lupa untuk mematikan peralatan elektronik seperti lampu, kipas angin, dan air conditioner (AC). Oleh karena itu pada penelitian ini dibuatlah perancangan home automation berbasis NodeMCU yang dapat mengontrol lampu, kipas, AC yang disimbolkan oleh tiga buah lampu, dan juga pintu pagar yang dikendalikan oleh Motor DC melalui web server. Web server menggunakan situs hosting jogjahost.com dan menggunakan bahasa pemrograman web PHP dan menggunakan sinyal HSPA+ dan 4G sebagai koneksi internet pada NodeMCU ESP-12E. Pengujian yang telah dilakukan membuktikan bahwa sistem ini dapat bekerja dengan baik dengan tanggapan waktu yang sangat cepat pada sinyal 4G.
RANCANG BANGUN SISTEM MOBILE SENSOR PADA JARINGAN MULTICELL MENGGUNAKAN RASPBERRY PI 3
Andrian, Deri;
Ismail, Nanang;
Rifa'i, Afaf Fadhil
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1349.117 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.8.1.110-118
Pengiriman informasi pada jaringan Wireless Sensor Network (WSN) menjadi lebih mudah dengan adanya kombinasi antara Controller, Sensor, dan PC. Salah satu manfaat keberadaan WSN adalah penerapan mobile sensor pada sistem multicell. Mobile sensor merupakan perangkat sensor yang bergerak dan mengirimkan data melalui jaringan WSN. Multicell merupakan sistem pemancar sinyal yang terdiri dari beberapa access point. Tujuan dari penelitian ini yaitu menerapkan sistem komunikasi pengiriman data berupa Video Streaming dari WebCam sebagai mobile sensor pada WSN dengan sistem multicell. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 2 node server dan 1 node client yang terhubung dengan WebCam. Dari hasil pengujian dapat diketahui jarak transmisi yang dihasilkan Raspberry Pi 3 sebagai access point yaitu sejauh 160 meter dengan kekuatan sinyal 27% dan RSSI -79 dBm pada pengujian Outdoor. Pada pengujian Indoor Raspberry pi 3 hanya mampu memancarkan sinyal sejauh 30 meter dengan kekuatan sinyal 18 % dan RSSI -81 dBm. Mobile Sensor bergerak melalui rute Blankspot dan rute Handover pada saat melakukan pengiriman data Video Streaming. Kata Kunci: WSN, Mobile Sensor, Multicell, Raspberry Pi 3, WebCam, Blankspot, Handover