cover
Contact Name
Nanang Setiawan
Contact Email
mozaik@uny.ac.id
Phone
+628122762804
Journal Mail Official
mozaik@uny.ac.id
Editorial Address
Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Karang Malang, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Indonesia, Kode Pos 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 28089308     DOI : 10.21831/moz
Core Subject : Humanities, Social,
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 1 (2024)" : 6 Documents clear
RRI Purwokerto Rural Broadcasts in 1970-1990s Prabasanti, Mustika Ratna
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i1.71073

Abstract

AbstractThis research explores Rural Broadcasting of RRI Purwokerto in the 1970-1990s. Rural Broadcasting is a program to support the achievement of the national economic development program, particularly in the food security sector. The objective of this research is to reveal (1) the role of RRI Purwokerto as a broadcasting institution in implementing rural broadcasting programs, (2) observe the interest of the community in the Banyumas region and its surroundings towards rural broadcasting programs, and (3) explore the driving factors for success in implementing Rural Broadcasting of RRI Purwokerto, making it a pivotal program. The results of this research are as follows: (1) The implementation of Rural Broadcasting by RRI Purwokerto began on October 1, 1968, despite various limitations. Together with RRI Yogyakarta, RRI Purwokerto succeeded in pioneering the implementation of rural broadcasting in Indonesia. (2) The community's high interest is evident in its response with the formation of "kelompen" or "kelompencapir" as activity forums in various villages in the Banyumas Regency and its surroundings. (3) Creativity in broadcast products, the high work ethic of the managers, as well as collaboration with relevant institutions, are key factors for success, making rural broadcasting a pivotal program for RRI Purwokerto.Keywords: Rural Broadcasting, RRI Purwokerto, creativity, kelompen/ kelompencapir 
Wacana Perempuan Di Koran De Expres Tahun 1912-1914 Dari Aspek Berita Nasional, Internasional, Dan Sastra Rooyackers, Max
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i1.69092

Abstract

Penelitian ini memperdalami bagaimana wacana emansipasi perempuan terwujud dalam surat kabar De Expres yang diredaksi oleh E.F.E. Douwes Dekker dan H.C. Kakebeeke. Tiga aspek diperhatikan dalam keseluruhan wacana perempuan, yaitu berita lokal dan nasional, internasional, serta sastra. Masing-masing aspek memiliki peran tersendiri dalam membentuk wacana perempuan. Berita nasional menawarkan esai kritis dalam konteks lokal, sedangkan berita internasional menawarkan esai kritis dalam konteks yang berbeda. Sastra juga menawarkan konteks lokal, namun dalam bentuk yang lebih ringan dan santai. Meskipun ciri-cirinya berbeda, terdapat hubunga antara ketiga aspek dalam membangun wacana perempuan yang kokoh dan konsisten. Berita dan sastra tidak secara acak digunakan, melainkan dengan tujuan menyampaikan gagasan. Emansipasi perempuan diperjuangkan melalui meningkatkan kedudukan perempuan dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Emansipasi ini harus disesuaikan dengan latar belakang budaya perempuan, baik mereka Eropa, Indo-Eropa, atau Nusantara. Beberapa anggota redaksi seperti Tjipto Mangoenkoesoemo menulis esai kritis untuk menyampaikan itu, sedangkan Douwes Dekker menggunakan komentar terhadap peristiwa di seluruh dunia dan sastra. Penelitian historis mengenai wacana perempuan pada umumnya hanya memperhatikan aspek berita nasional tanpa memperhatikan aspek berita internasional dan sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah Kuntowijoyo untuk mengungkapkan proses dan wujud pembentukan wacana perempuan yang progresif pada zamannya.
Naskah Catatan Harian Abdul Mugni dan Abdul Fatah sebagai Sumber Historiografi Malangbong Garut (1933 – 1990) Nurussalam, Kiki; Darsa, Undang Ahmad; Sopian, Rahmat
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i1.67703

Abstract

Dengan menggunakan tinjauan filologi dan historiografi, tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan deskripsi naskah dan kritik teks Catatan Harian Abdul Mugni dan Abdul Fatah serta mengidentifikasi ungkapan sejarah perkembangan Malangbong Garut tahun 1933 – 1990 yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dari hasil wawancara dan studi pustaka. Dikarenakan naskah ini belum pernah digarap dan disalin, maka metode kajian filologi yang digunakan adalah metode terhadap naskah tunggal edisi standar. Hasilnya, dalam teks naskah catatan harian ini ditemukan beberapa kasus salah tulis yang disebabkan oleh kesalahan dalam menuliskan kosakata yang berasal dari bahasa asing seperti Belanda dan Arab. Di dalamnya banyak rekaman informasi sejarah seperti Kudeta Makkah 1979, masuknya program listrik masuk desa, fenomena pergi haji, keluarga berencana, dan lain sebagainya. Dengan demikian, naskah ini dapat mengungkap sejarah perkembangan unsur-unsur budaya masyarakat Malangbong, Garut dalam kurun waktu 57 tahun berdasarkan perspektif masyarakatnya sendiri.Kata kunci: naskah, catatan harian, filologi, historiografi, Malangbong
Abdul Kahar Muzakkir: Sebuah Biografi Intelektual (1930-an–1970-an) Amini, Mutiah
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i1.74970

Abstract

AbstrakTulisan ini mendiskusikan tentang biografi pemikiran Abdul Kahar Muzakkir, seorang tokoh penting dalam Sejarah Islam Indonesia, yang jarang hadir dalam historiografi Indonesia. Abdul Kahar Muzakkir merupakan salah seorang anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), kemudian aktif dalam MIAI dan Masyumi. Abdul Kahar Muzakkir aktif dalam kegiatan politik sehingga pemerintah kolonial mencatat rekam jejaknya sejak ia berangkat ke Mesir untuk sekolah hingga kembali ke Indonesia. Sebuah pengawasan khusus pemerintah kolonial terhadap tokoh-tokoh berpengaruh. Sepulang dari Mesir, Abdul Kahar Muzakkir aktif pula berkegiatan politik. Akan tetapi, selesai menjadi anggota BPUPKI ia tidak lagi aktif dalam bidang politik. Ia lebih memilih jalan sosio-kultural dalam menyampaikan gagasan politisnya. Ia kemudian menjadi pendidik dengan pengangkatannya sebagai Kepala Sekolah Guru Muhammadiyah (kemudian menjadi Madrasah Mu'allimin) dan turut mendirikan Universiteit Islam Indonesia dan menjadi rektor pertamanya. Berdasarkan riset sejarah yang dilakukan dengan memanfaatkan karya-karya sezaman dan memori, disimpulkan bahwa perubahan pemikiran Abdul Kahar Muzakkir dari politik ke sosio-kultural merupakan jawaban atas ketidaksetujuannya dengan perkembangan politik Islam pada awal kemerdekaan, sekaligus menunjukkan konsistensi pemikirannya tentang Islam. Islam bukan sekadar sebuah ideologi, melainkan sebagai sebuah panduan dalam kehidupan keseharian.Kata kunci: Abdul Kahar Muzakkir, BPUPKI, dasar negara Indonesia, Masyumi, MIAI, dan Universiteit Islam Indonesia 
Pekan Wayang Indonesia dan Pengaruh Orde Baru Dalam Kesenian Wayang Kulit (1969-1993) Hadi, Kuncoro; Murdiyastomo, H.Y. Agus; Dien, Zukhrufa Ken Satya
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i1.75241

Abstract

Kajian budaya khususnya kesenian wayang di Jawa masa Orde Baru menarik untuk diteliti. Mengingat pada masa Orde Baru kesenian wayang dikembangkan tetapi juga dimanfaatkan untuk kepentingan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji  pengaruh kepentingan Orde Baru dalam kesenian wayang melalui berbagai kebijakan, termasuk diselenggarakannya Pekan Wayang Indonesia. Bagaimana keterlibatan Orde Baru dalam  struktur pelembagaan pewayangan. Bagaimana pengaruh kepentingan politik negara melalui penanaman gagasan pembangunan nasional serta Pancasila dalam pentas wayang selama masa Orde Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode sejarah. Ada empat langkah metode sejarah. Pertama, pencarian sumber-sumber yang berkaitan dengan penelitian (heuristik). Kedua, kritik sumber yang meliputi kritik ekstern dan kritik intern (verifikasi). Ketiga, penafsiran fakta-fakta sejarah (interpretasi). Keempat, penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perawatan seni tradisi, dan pengembangannya khususnya wayang, yang sekaligus dimanfaatkan untuk melanggengkan kekuasaan. Kata kunci: Pekan Wayang Indonesia, kesenian, wayang kulit, Orde Baru
Problematika Naskah Sejarah di Dunia Melayu: Antara Mitos dan Realita (Studi Kasus Hikayat Raja Pasai) 'Afifah, Nurul
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i1.71014

Abstract

One of the challenges that historians and philologists face is analyzing historical texts, especially traditional historiographic works like 'babad' and 'hikayat,' which may have been added to or subtracted from in various aspects. Such manuscripts cannot be considered the primary reference source for constructing a chronological history, as they lean more towards historical literature constructed from the author's imagination. This article discusses the challenges posed by Malay manuscripts that contain elements of myth and imagination. The study takes a case example of the manuscript "Hikayat Raja Pasai". The objective is to examine the position and role of hikayat or traditional historiography in general concerning the narration of history and its acceptance as a historical source. The research employs a descriptive-analytical method through several stages, including: 1) manuscript selection, 2) literature review, 3) content analysis and identification of imaginative elements in the manuscript, 4) examination of history to verify the accuracy of information, 5) interpretation of results, 6) writing, and 7) drawing conclusions. From this study, it was found that despite containing myths, hikayat still plays a role as a means to showcase the character of a community, aiding readers in understanding a belief, and myths are often more effective in raising human awareness and guiding them towards improvement. However, in accepting hikayat as a historical source, a critical and selective approach is necessary. Therefore, the application of historical methods is crucial to identify which elements can be used as historical sources and which ones should be considered purely imaginative.

Page 1 of 1 | Total Record : 6