cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perpustakaan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): April 2016" : 37 Documents clear
PEMANFAATAN JURNAL TERCETAK DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA S-1 MANAJEMEN ANGKATAN 2012 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO Fitra Ayu Ayu Kusuma; Ana Irhandayaningsih
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini berjudul “Pemanfaatan Jurnal Tercetak dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa S-1 Manajemen Angkatan 2012 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan jurnal tercetak dalam pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa S-1 manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif berbentuk deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengambilan informan pada penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal mahasiswa memanfaatkan jurnal tercetak yaitu untuk memenuhi kebutuhan informasi dengan motif sebagai bahan referensi dalam mengerjakan tugas kuliah dan skripsi. Kemudian minat mahasiswa terhadap jurnal tercetak masih kurang maksimal dengan rata-rata kunjungan selama satu minggu yaitu satu sampai dua kali, waktu yang diperlukan dalam memanfaatkan jurnal tercetak dalam sekali kunjungan yaitu satu sampai dua jam dan jumlah koleksi yang dimanfaatkan yaitu tiga sampai empat jurnal tercetak. Sedangkan faktor eksternal mahasiswa memanfaatkan jurnal tercetak yaitu koleksi jurnal tercetak yang cukup lengkap dan tersedianya fasilitas pencarian temu kembali informasi. Sedangkan tipe kebutuhan informasi yang paling dibutuhkan ketika memanfaatkan jurnal tercetak yaitu current need approach yaitu kebutuhan informasi yang mutakhir dan catching-up need approach yaitu informasi yang ringkas namun lengkap. Walaupun koleksi Perpustakaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro cukup lengkap tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan informasi, sebab mahasiswa masih mencari referensi lain seperti buku dan jurnal online.
PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS AKTIF DI BAGIAN KEPEGAWAIAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO Ria Indriani; Lydia Christiani
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Pengelolaan Arsip Dinamis Aktif di Bagian Kepegawaian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan arsip dinamis aktif di bagian Kepegawaian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara kepada informan yang ditentukan dengan metode purposive sampling dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penciptaan arsip dinamis aktif di bagian Kepegawaian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro sudah sesuai dengan Tata Naskah Dinas Universitas Diponegoro yang terdapat pada Peraturan Rektor Nomor 13 Tahun 2013. Adapun untuk proses pengelolaan arsip dinamis di bagian Kepegawaian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro belum mengalami keseluruhan daur hidup arsip dinamis karena terdapat satu tahapan yang belum dilaksanakan yakni tahap penyusutan arsip. 
PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DI SLB NEGERI SEMARANG BERDASARKAN IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG TENTANG PERPUSTAKAAN NOMOR 43 TAHUN 2007 PASAL 5 AYAT (3) M. Ibnu Athoillah; Alamsyah Alamsyah
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul skripsi ini adalah “Pengelolaan Perpustakaan di SLB Negeri Semarang Berdasarkan Implementasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 5 Ayat (3)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan perpustakaan di SLB Negeri Kota Semarang berdasarkan implementasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 5 Ayat (3). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah siswa SLB Negeri Semarang, petugas perpustakaan SLB Negeri Semarang, dan guru SLB Negeri Semarang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung dengan mengamati kegiatan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa idealnya standar perpustakaan SLB berdasarkan Permendiknas Nomor 33 Tahun 2008 adalah memiliki sarana prasarana khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan para siswa SLB.Namun, pengelolaan perpustakaan SLB Negeri Semarang yang sudah berjalan masih memiliki beberapa permasalahan. Diantaranya, yaitu dari segi SDM yang jumlahnya terbatas dan tidak punya kompetensi sebagai pustakawan, jumlah koleksi khusus yang sedikit, kondisi koleksi yang kurang tertata dan tidak terawat, layanan sirkulasi dan referensi yang berjalan tidak maksimal, dana operasional perpustakaan yang yang sedikit, letak ruang perpustakaan tidak strategis, serta manajemen operasional perpustakaan yang yang kurang memiliki perhatian terhadap kondisi perpustakaan menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan SLB Negeri Semarang belum sepenuhnya mengimplementasikan isi dari Undang- Undang Nomor 43 tahun 27 Pasal 5 Ayat (3).
ANALISIS SITIRAN PADA SKRIPSI BERTOPIK PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN SEKOLAH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO (FIB UNDIP) TAHUN 2011-2014 Yesi Ratna Putri; Ana Irhandayaningsih; Amin Taufiq Kurniawan
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis sitiran merupakan suatu kajian atau mengenai area bibliometrika yang mempelajari tentang sitiran atau kutipan dari sebuah dokumen (Diadoto dalam Fatmawati, 2012: 13). Tujuan dari penelitian ini adalah unuk mengetahui jenis literatur, usia literatur, peringkat pengarang, dan jenis subjek yang disitir dalam skripsi bertopik perpustakaan sekolah di Program Studi Ilmu Perpustakaan FIB UNDIP tahun 2011-2014. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskritif dengan menggunakan jenis penelitian analisis sitiran. Teknik pengambilan sampel purposive sampling atau judgmental sampling dengan kriteria tertetu, yaitu hanya skripsi yang memiliki keyword “perpustakaan sekolah” dan “perpustakaan (nama sekolah)”. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam penelitian ini terdapat 922 sitiran yang didapat dari 34 skripsi yang dijadikan sampel untuk mengetahui jenis literatur, pengarang, dan subjek dari literatur yang disitir. Jenis literatur berupa buku banyak digunakan dalam menyusun skripsi dengan prosentase 79.39% atau 732 sitiran. Keusangan literatur yang disitir dari skripsi berobjek perpustakaan sekolah yang disitir adalah 7 tahun.  Sulistyo-Basuki (58 atau 6.29%), Sugiyono (40 atau 4.34%), dan Ibrahim Bafadal (32 atau 3.47%) merupakan pengarang yang paling sering disitir untuk dijadikan referensi oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan FIB UNDIP yang menyelesaikan skripsi bertopik perpustakaan sekolah. Untuk subjek yang paling sering disitir yaitu perpustakaan sekolah (17.7%), metode penelitian (15.2%), dan ilmu perpustakaan (9.9%). 
SOFTWARE OPENBOOK SEBAGAI JEMBATAN KESENJANGAN INFORMASI PADA TUNANETRA DI YAYASAN KOMUNITAS SAHABAT MATA MIJEN SEMARANG Hafidzatul Wahidah; Athanasia O.P. Dewi
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan informasi yang terjadi diakibatkan oleh keterbatasan penglihatan. Keterbatasan penglihatan menyebabkan tunanetra kesulitan untuk mengakses informasi, sehingga tunanetra membutuhkan alat bantu untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana software OpenBook dapat menjadi jembatan kesenjangan informasi pada tunanetra di Yayasan Komunitas Sahabat Mata Mijen Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan informasi masih terjadi pada tunanetra akibat dari keterbatasan penglihatan dan software OpenBook dapat dijadikan alat bantu dalam mengurangi kesenjangan informasi tersebut. Peran software OpenBook dalam membantu tunanetra mengakses informasi dari sumber tercetak, yaitu mengalihmediakan informasi dari bentuk tercetak ke bentuk elektronik. Selain itu, peran OpenBook dalam akses informasi ke sumber elektronik, yaitu untuk mengedit informasi, mengalihmediakan ke bentuk audio agar mudah didengarkan, sebagai alat untuk memperbesar dan mewarnai huruf untuk pengguna low vision. Software OpenBook dapat dijadikan sebagai alat bantu tunanetra dalam memperoleh informasi untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Oleh karena itu, software OpenBook dapat menjadi jembatan kesenjangan informasi yang terjadi pada tunanetra.
DAMPAK PERUBAHAN SISTEM OTOMASI LIMAS KE INLIS LITE BAGI KINERJA PUSTAKAWAN DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN SEMARANG Rizka Noviana; Athanasia O. P. Dewi
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perubahan sistem otomasi LIMAS ke INLIS Lite bagi kinerja pustakawan di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Semarang berdasarkan aspek kebermanfaatan dan kemudahan dalam teori Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan sistem otomasi LIMAS ke INLIS Litebagi kinerja pustakawandi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Semarang terlihat pada pekerjaan pengolahan dan layanan. Pada bagian pengolahan, pekerjaan yang dilakukan menjadi mudah karena pustakawan dapat mengacu pada katalog pusat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) jika terdapat buku dengan identitas yang sama, sehingga pustakawan menjadi lebih terbantu dengan menggunakan INLIS Lite. Performa dan produktivitas pustakawan meningkat karena pekerjaan pengolahan menggunakan INLIS Lite dapat menghasilkan rata-rata sebanyak 90 judul buku, untuk pekerjaan pengolahan menggunakan LIMAS menghasilkan rata-rata 60 judul buku. Sedangkan dampak yang terjadi pada kinerja pustakawan bagian layanan yaitu, pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat karena pekerjaan peminjaman diselesaikan dalam waktu 1 menit dan pengembalian kurang dari 1 menit. Berbeda dengan LIMAS yangmembutuhkan waktu peminjaman 3 menit dan pengembalian 2 menit. Pekerjaan layanan menjadi terbantu karena banyak data yang harus diisi pada pendaftaran anggota, maka data yang didapatkan dari anggota perpustakaan lebih lengkap, hal ini sangat berguna jika anggota tersebut belum mengembalikan buku yang dipinjamnya dalam waktu yang lama. Dengan adanya kelebihan ini, perpustakaan dapat menghubungi data anggota tersebut. Pekerjaan layanan juga dapat dilakukan dengan lebih mudah karena INLIS Lite dapat memberikan fitur informasi mengenai data peminjaman seperti denda dan keterlambatan waktu serta proses pengembalian buku yang hanya dilakukan dengan scan barcode, sehingga pustakawan dapat menghemat waktu dan tenaga dalam bekerja. Kinerja pustakawan menjadi produktif dan efektif. 
ANALISIS PROMOSI PERPUSTAKAAN DI LAYANAN MULTIMEDIAUPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Muhammad Ali Faisol; Amin Taufiq Kurniawan
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analasis Promosi Layanan Multimedia UPT Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang”. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalsis promosi layanan multimedia UPT Perpustakaan menggunakan teori marketing mix. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi informan adalah delapan pengunjung layanan multimedia, dua staf layanan multimedia, satu pustakawan UPT Perpustakaan Unissula dan kepala UPT Perpustakaan Unissula dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan teori Van Kaam. Dalam penelitian ini menggunakan teori marketing mix dari PhilipKotler dan Gary Armstrong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dipromosikan adalah CD local content, e-book, e-jurnal, CD software, CD majalah dan fasilitasnya adalah wifi, scanner, printer, komputer, flipbook, serta repository dengan metode mulut kemulut. Pemustaka dikenakan harga tertentu dalam memanfaatkan fasilitas printer, scanner, dan fotokopi. Tempat layanan multimedia sudah strategis karena lokasinya yang dekat dengan keramaian. Promosi yang sudah dilakukan dengan advertising menggunakan website, sales promotion dengan cara bertatap muka secara langsung dengan pemustaka, public relation dan publicity dilakukan melakukan kordinasi dengan sesama layanan dan karyawan, personal selling dengan metode mulut kemulut dan direct marketing dengan mengirim email kepada pemustaka.
PROSES SELEKSI BUKU BIBLIOTERAPI SEBAGAI CURATIVE MEDICINE BAGI PASIEN LANSIA PENDERITA STROKE DI RUMAH SAKIT ISLAM (RSI) BANYU BENING BOYOLALI Alfiana Nurullia Budi Utami; Lydia Christiani
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses Seleksi Buku Biblioterapi sebagai Curative Medicine bagi Pasien Lansia Penderita Stroke di Rumah Sakit Islam (RSI) Banyu Bening Boyolali.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi.Pemilihan  informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses seleksi buku biblioterapi di RSI Banyu Bening Boyolali bagi pasien lansia penderita stroke berdasarkan pada lima kriteria seleksi buku yaitu, tujuan, cakupan dan kelompok pembaca, tingkatan koleksi, otoritas dan kredibilitas pengarang, kemutakhiran dan penyajian fisik buku. Tujuan seleksi buku untuk kegiatan treatment biblioterapi kepada pasien, cakupan seleksi buku sebagai media penyembuhan bagi pasien, dan kelompok pembaca bagi pasien lansia penderita stroke, tingkatan koleksi buku berdasarkan pada jenis ruang rawat pasien, otoritas dan kredibilitas pengarang berdasarkan pada penentuan judul-judul buku untuk mempermudah penyampaian informasi kepada pasien, tingkat kemutakhiran koleksi buku  dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan pihak pendonor buku untuk menyediakan koleksi yang relevan dan update, serta penyajian fisik buku dilakukan agar koleksi yang diberikan mudah dipahami dan dimengerti oleh pasien. 
KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI PAMONG BELAJAR SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Karlina Retno Millasari; Ika Krismayani
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kemampuan Literasi Informasi Pamong Belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purwodadi Kabupaten Grobogan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan literasi informasi pamong belajar sanggar kegiatan belajar Purwodadi dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan purposive sampling dan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan literasi informasi pamong belajar, sudah dapat menentukan jenis dan cakupan informasi dengan cara merumuskan terlebih dahulu informasi yang pamong belajar butuhkan, kemudian dalam mencari informasi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar berpedoman pada pedoman yang telah ditetapkan. Untuk mengakses informasi secara efektif dan efisien pamong belajar merasa kurang efektif dalam proses pencarian informasi karena memerlukan waktu yang cukup lama dalam memperoleh informasi. Di dalam mengevaluasi informasi, pamong belajar  mengevaluasi suatu informasidengan cara mencatat sumber informasi yang mereka dapatkan lalu membandingkan sumber-sumber informasisebelum digunakan kembali, selanjutnyamenyaring informasi yang mereka butuhkan berdasarkan dengan kesesuaian informasi yang dicari dengan cara meringkas informasi yang telah diperoleh,kemudian untuk kemampuan menggunakan danmengkomunikasikan informasi, pamong belajar mengkomunikasikan kembali informasi kepada siswa. Selanjutnya untuk aspek penggunaan informasi secara etis dan legal pamong belajar kurang mengetahui tentang perilaku yang etis dan sesuai dengan etika dalam pengaksesan informasi.
ANALISIS BAURAN PEMASARAN PADA PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN BREBES Sunu Fikri Raharjo; Ika Krismayani
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan dikatakan sebagai perusahaan jasa informasi nonprofit. Pemasaran yang tepat untuk menarik minat kunjung masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemasaran yang digunakan Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan metode observasi nonpartisipatif, studi dokumentasi dan wawancara dengan informan ditentukan dengan metode purposive sampling serta menggunakan indepth interview. Analisis data berdasarkan teori bauran pemasaran menemukan bahwa promosi yang digunakan Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes menggunakan perpustakaan keliling dan pameran buku. Produk yang ditawarkan perpustakaan masih berupa buku-buku bacaan dan buku referensi. Lokasi perpustakaan yang berada di pojok perempatan jalan berakibat pada lahan yang sempit dan tidak bisa diperluas lagi. Tampilan perpustakaan sudah bagus hanya saja perlu perbaikan di bagian depan perpustakaan. Staf perpustakaan jumlahnya cukup banyak , hanya saja belum ada tenaga pustakawan. Pelayanan di perpustaaan masih menggunakan manual belum terotomasi. Upaya otomasi perpustakaan masih terganjal dengan kemampuan dan keinginan sumberdaya manusia yang ada. Kinerja staf perpustakaan juga belum maksimal, atmosfir kerja yang ada belum bisa mendukung staf bekerja secara maksimal. Termasuk koordinasi antar bagian dan antar staf. Tidak adanya pustakawan membuat pengarahan staf perpustakaan menjadi kurang. Namun, pelayanan tetap berjalan dengan baik dan membuat nyaman pemustaka yang ada di perpustakaan. 

Page 3 of 4 | Total Record : 37