cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol 43 no 1 (2009)" : 10 Documents clear
Potensi Hidrokarbon Sub-Cekungan Bandarjaya Provinsi Lampung Bambang Wiyanto; Taufan Junaedi; Sulistiyono Sulistiyono; Hendhy Prabawa; Yuli Wibowo; Diana Pratiwi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.121

Abstract

Sub-Cekungan Bandarjaya terletak di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Secara tektonik kawasan ini merupakan bagian dari sub-Cekungan Palembang Selatan yang memanjang berarah baratlaut – tenggara. Stratigrafi sub-Cekungan Bandarjaya secara berurutan sebagai berikut: Batuan dasar berupa batuan metamorf sekis khlorit berumur pra-Tersier, di atasnya diendapkan runtunan batuan Tersier dari Formasi Lahat, Formasi Talang Akar, Formasi Baturaja, Formasi Gumai, Formasi Air Benakat , Formasi Muara dan Formasi Kasai. Potensi hidrokarbon di sub-Cekungan Bandarjaya teridentifikasi dengan ditemukannya beberapa rembesan migas dan dari hasil pemboran sumur eksplorasi (Ratu-1 dan Tujoh-1). Batuan induk hidrokarbon berasal dari serpih Formasi Lemat dan serpih Formasi Talang Akar, dengan tipe kerogen II-III, dan tingkat kematangan awal matang-matang (Ro 0,56-1%). Batuan reservoir utama batupasir dari Formasi Talang Akar dengan porositas antara 13 – 23%, dan Batugamping terumbu-bioklastik dari Formasi Baturaja dengan porositas berkisar antara12 – 18%. Migrasi hidrokarbon secara vertikal melalui bidang-bidang patahan secara umum migrasi dari arah tenggaratimur ke barat-baratlaut dengan tidak menutup kemungkinan terjadinya migrasi lokal. Perangkap hidrokarbon berupa perangkap struktur (antiklin yang berkombinasi dengan blok sesar) dan perangkap stratigrafi (pinch out). Berdasarkan analisis dan interpretrasi data seismik pada sub-cekungan ini dapat diidentifikasi 8(delapan) prospek, yaitu: LAF-1, LAF-2, TAF-1, TAF-2,TAF-3, BRF, GAF-1 dan GAF-2. Hasil perhitungan sumberdaya hidrokarbon pada masing-masing prospek menunjukkan awal isi sumberdaya minyak (original oil resources/OOIP)= 2.460.959,21 MSTB, sedangkan sumberdaya minyak yang dapat diambil (recoverable oil resources) sebesar =615.239,80 MSTB (Tabel 1).
Perubahan Sifat-Sifat Fluida Reservoir pada Injeksi CO2 Sugihardjo Sugihardjo; Hadi Purnomo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.122

Abstract

Injeksi gas CO2 ke dalam reservoir minyak merupakan EOR proven technology untuk menaikkan perolehan minyak. Sifat dasar dari gas CO2 adalah mampu tercampur dengan minyak, sehingga dapat mengubah sifat-sifat minyak. Perubahan sifat-sifat minyak pada injeksi CO2 dapat diamati di laboratorium. Analisis telah dilakukan dengan percontoh minyak diambil dari suatu reservoar undersaturated, dengan oAPI gravity 41.06, dan tekanan saturasinya 835 psig. TTM (tekanan terbaur minimal) fluida ini sebesar 2150 psig. Perubahan sifat-sifat fluida diamati dengan menginjeksikan CO2 secara bertahap. Komposisi CO2 injeksi berkisar antara 26,56 sampai dengan 55,96 persen mol. Sifat-sifat fluida yang diamati meliputi: tekanan saturasi, pengembangan minyak, kelarutan CO2, densitas, viskositas, dan komposisi fluida. Tekanan saturasi naik dari 835 psig menjadi 1850 psig. Faktor pengembangan minyak berkisar 1.10 sampai 1.41. Densitas minyak naik antara 14 sampai 45% pada tekanan saturasinya. Sedangkan harga viskositas minyak turun antara 51 sampai 76% pada tekanan saturasinya dibandingkan dengan harga viskositas mula-mula. Kelarutan CO2 akan naik dengan naiknya tekanan injeksi.
Pengaruh Surfaktan (DBS dan Fael) dan Kosurfaktan Iso-alkil alkohol terhadap Pembentukan Kelakuan Fase dari Campuran Minyak - Surfaktan - Kosurfaktan - Air Injeksi hadi purnomo; Tjuwati Makmur
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.123

Abstract

Sebelum dilakukan peningkatan perolehan minyak secara injeksi kimia, terlebih dahulu dilakukan uji pengaruh jenis surfaktan dodecyl benzene sulfonate (DBS) dan fatty alcohol ethoxylated (FAEL) serta konsentrasi kosurfaktan iso alkyl alcohol terhadap pembentukan kelakuan fase dari campuran minyak-surfaktan-kosurfaktan-air untuk keperluan peningkatan perolehan minyak (enhanced oil recovery/EOR). Berdasarkan hasil uji kelakuan fasa, surfaktan DBS dari campuran minyak-surfaktan-kosurfaktan-air injeksi menghasilkan emulsi fase atas. Selanjutnya, surfaktan FAEL menghasilkan makroemulsi berbentuk gumpalan. Dengan terbentuknya emulsi fase atas dan makroemulsi, berarti kedua jenis surfaktan tersebut memperlihatkan peranannya dalam pembentukan kelakuan fase. Surfaktan DBS dapat digunakan dan surfaktan FAEL tidak dapat digunakan sebagai fluida pendesak untuk keperluan EOR dengan menggunakan metode injeksi kimia, karena menghasilkan emulsi fase atas (surfaktan DBS) dan fase makroemulsi (surfaktan FAEL) yang sangat sulit mengalir dalam media berpori.
Stabilitas Oksidasi Castor Oil Sebagai Minyak Lumas Dasar O Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.124

Abstract

Minyak nabati mempunyai sifat pelumasan yang baik, tetapi stabilitas oksidasinya sangat buruk. Stabilitas oksidasi pada minyak lumas adalah salah satu faktor penting yang berpengaruh selama pemakaian. Oleh karena itu meningkatkan stabilitas oksidasi adalah teknologi kunci untuk keperluan ini. Dalam penelitian ini digunakan 2 macam cara yaitu pertama dengan penambahan 4 jenis aditif antioksidan yang berbeda yaitu Octadecyl-3-(3,5-di-tert.butyl-4-hydroxyphenyl)-propionate (P), Pentaerythritol Tetrakis (F), Phenyl-alpha-naphthylamines (A) dan Zinc Dialkyldithiophosphate (Zn). Kedua memodifikasi castor oil menjadi produk COME (castor oil methyl ester) dan ECOME (epoxidyzed castor oil methyl ester). Evaluasi stabilitas oksidasi bahan dasar minyak lumas menggunakan metode microoxidation dengan pemanasan 2000C. Kemudian hasilnya dianalisis dengan penentuan bilangan asam, viskositas dan  massa deposit, untuk melihat pengaruh penambahan aditif dan perbandingannya terhadap hasil modifikasi castor oil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aromatic amine (A) adalah aditif paling baik di antara 4 jenis aditif anti oksidan lainnya. Penambahan sebesar 1%-berat aditif aromatik amine dapat menahan stabilitas oksidasi sampai 69% nilai kenaikan TAN nya, sedangkan untuk data viskositas dan massa deposit kenaikannya meningkat sampai 50%. Sehingga diperoleh data bahwa efektifitas penambahan 1 %-berat aditif antioksidan A (jenis Aromatic Amine) yangditambahkan ke dalam castor oil dapat meningkatkan stabilitas oksidasi. COME Gliserol (Castor Oil Methyl Ester Glycerol) sebagai hasil modifikasi castor oil dapat menaikkan ketahanan oksidasi sampai + 50 %.
Kemampuan Air Kelapa sebagai Nutrisi untuk Pertumbuhan Mikroba Minyak Bumi sri Kadarwati; Witono Basuki; Aris Rudiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.125

Abstract

Pertumbuhan dan aktivitas mikroba di lingkungan minyak bumi dapat berdampak positif yang perlu dimanfaatkan, antara lain dalam pengolahan limbah minyak dan teknologi MEOR (microbial enhanced oil recovery). Metabolit yang dihasilkan tergantung pada komposisi nutrisi, jenis mikroba, dan kondisi lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan air kelapa sebagai nutrisi untuk pertumbuhan mikroba minyak bumi. Percobaan dilakukan pada suhu uji 50oC dan dengan tiga variasi media M1, M2, M3, dan mikroba yang digunakan adalah campuran bakteri hasil isolasi dari Sumur 1. Parameter yang diuji adalah pertumbuhan mikroba, viskositas minyak bumi, tegangan antarmuka medium-minyak, dan derajat keasaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penurunan tegangan antarmuka terbesar terjadi pada media M3 (85,66%), kemudian M2 (47,63%). Sedangkan untuk viskositas minyak bumi, dengan media M3 naik 23,06% dan media M2 turun 33,14%. Untuk media M1 tidak ada penurunan dari keduanya. Derajat keasaman untuk ketiga media masih dalam batas kisaran pertumbuhan mikroba. Dari hasil ini menunjukkan bahwa media M2 dan M3 mempunyai prospek untuk teknologi MEOR.
Pengaruh Penambahan Kultur Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus lentimorbus terhadap Aktivitas Mikroorganisme Indigenus yang terkandung di Air Terproduksi pada Reduksi Kandungan Hidrokarbon dalam Lumpur Minyak Skala Laboratorium Moch Fierdaus
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.126

Abstract

Kultur mikroba indigenus dalam air terproduksi dari suatu sumur minyak dengan diberi aerasi dapat tumbuh baik. Pertumbuhan populasinya akan meningkat bila ke dalam air terproduksi ditambahkan unsur N dan P dengan ratio 5 : 1. Bila mikroba indigenus dalam media air terproduksi ditambahkan kultur tunggal Pseudomonas aeruginosa, Bacillus lentimorbus, dan campuran keduanya ternyata mampu mendegradasi hidrokarbon yang terkandung dalam lumpur minyak dengan cukup signifikan. Degradasi tertinggi bila ditambahkan kultur campuran dari kedua bakteri tersebut. Biodegradasi hidrokarbon dalam media air terproduksi selama inkubasi 120 jam uji mencapai 48 s/d 54%. Apabila ke dalam media air terproduksi tersebut ditambahkan unsur N dan P dengan ratio 5 : 1, biodegradasi hidrokarbon meningkat menjadi 53 s/d 64% dari kandungan awal sebesar 5 gram.
Penerimaan Negara Bukan Pajak Dari Hasil Jasa Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agus Salim
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.127

Abstract

Undang-Undang No. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)dirasakan oleh lembaga litbang pemerintah sebagai penghambat lajunya pelaksanaan kegiatan usaha pelayanan jasa teknologi, setidaknya bila dibandingkan dengan ketentuan sebelumnya, yakni Keppres Nomor 38 Tahun 1991 tentang Unit Swadana dan Tata Cara Pengelolaannya. Atas dasar banyaknya keluhan dari berbagai pihak, lahirlah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Penelitian dan Pengembangan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan. Kedua peraturan tersebut merupakan lex specialis dari rezim PNBP. Artinya, semua PNBP yang khusus berasal dari alih teknologi kekayaan intelektual dan kegiatan pelayanan jasa iptek dapat digunakan langsung oleh perguruan tinggi dan lembaga litbang pemerintah tanpa harus disetor terlebih dahulu ke Kas Negara.
Pengaruh dari Kompresibilitas Rekahan pada Estimasi Volume Awal Gas di Tempat Bambang Widarsono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.128

Abstract

Estimasi volume awal gas alam di tempat (initial gas in place, IGIP) untuk sebuah resevoir gas adalah suatu kegiatan yang memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kaitannya dengan aspek-aspek ekonomis dan teknis operasional. Salah satu metode yang banyak dipakai adalah material balance, di mana praktek umum dilakukan adalah, demi penyederhanaan, pengabaian pengaruh dari faktor kompresibilitas rekahan. Pengabaian ini disinyalir pada kasus-kasus sesuai dapat menimbulkan kesalahan berarti dalam estimasi IGIP. Studi yang hasilnya dipresentasikan dalam makalah ini bertitik berat pada investigasi atas pengaruh dari faktor kompresibilitas rekahan ini pada estimasi IGIP menggunakan metode straightline P/Z material balance. Sebuak lapangan gas di Sumatera bagian Utara yang memiliki kriteria yang sesuai dipakai sebagai sebuah studi kasus. Hasil dari studi iini menunjukkan bahwa di lapangan tersebut potensi untuk terjadinya kesalahan dalam estimasi IGIP (terlalu optimistik) sampai sebesar 21,4%. Hasil utama lain dari studi ini adalah krusialnya peran data sejarah produksi, tekanan, dan data laboratorium atas gas dan batuan.
Aktivitas Katalis Ni/Zeolit pada Konversi Katalitik Metil Ester Minyak Goreng Jelantah (Mewco) pada Temperatur 450OC Menjadi Senyawa Fraksi Bahan Bakar D Setyawan; Triyono Yono; Morina Rina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.129

Abstract

Aktivitas katalis Ni/Zeolit dalam reaksi konversi metil ester minyak goreng jelantah (MEWCO) menjadi senyawa fraksi bahan bakar cair khususnya fraksi solar dan gasoline telah dipelajari. Reaksi konversi berlangsung dalam kolom reaktor sistem fluidized bed yang dioperasikan pada temperatur 450o C selama 30 menit dengan metanol dan butanol sebagai inisiator. Jenis katalis yang dipelajari adalah Ni-1/ H5 -NZA, Ni-5/ H5 -NZA, Ni-10/ H5 -NZA. Metode preparasi katalis melalui teknik modifikasi zeolit alam yang melibatkan proses dealuminasi melalui perlakuan asam (HF 1%, HCl 6 M dan NH4 Cl 0,1 M), proses hidrotermal, kalsinasi dengan N2 , oksidasi dengan O2 dan pengembanan logam Ni (1%, 5% dan 10%) melalui teknik impregnasi ‘semi basah’. Jelantah sebagai umpan (feed stocks) sebelum digunakan dalam proses katalitik diesterkan terlebih dahulu dengan menggunakan natrium metoksida (CH3 ONa). Metil ester minyak goreng jelantah (MEWCO) yang diperoleh kemudian diproses dalam reaktor sistem fluidized bed dan katalis Ni/ zeolit ditempatkan didalamnya, kemudian uap alkohol (metanol atau butanol) bersama gas nitrogen (carrier gas) dialirkan melalui katalis pada temperatur 450o C. Proses katalitik berlangsung selama 30 menit. Reaksi MEWCO dengan katalis Ni/Zeolit dan alkohol (metanol atau butanol) sebagai inisiator dalam reaktor sistem fluidized bed diperoleh senyawa fraksi bahan bakar cair dalam rentang fraksi solar dan gasoline. Prosen konversi MEWCO menjadi senyawa fraksi bahan bakar cair (total fraksi solar dan gasoline) diperoleh 50,43%. Sedangkan aktivitas katalis yang paling baik dalam reaksi konversi katalitik MEWCO untuk menghasilkan produk selektif terhadap senyawa fraksi solar adalah katalis Ni-5/H5 -NZA dengan inisiator butanol, untuk katalis Ni-10/ H5 -NZA dengan inisiator butanol dihasilkan produk senyawa fraksi gasoline.
Pemanfaatan Phytoremediasi untuk Reduksi Beberapa Komponen Logam yang Terkandung dalam Air Limbah Suatu Mud Pit pada Skala Laboratorium M Udiharto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.205

Abstract

Suatu penelitian phytoremediasi berskala laboratorium, telah dilakukan untuk mereduksi kandungan logam dalam air limbah dari suatu mud pit. Dalam penelitian ini tanaman air dari spesies Azolla microphylla dan Salvina molesta digunakan sebagai absorbernya. Kedua tanaman tersebut dapat menurunkan kandungan logam dengan cukup baik. Selama 12 hari proses phytoremediasi, tanaman air ini dapat mengabsorp kandungan logam tertinggi sebagai berikut Fe, Pb, Cr, Cu, Cd, Co, Ni, Mn, dan Zn sebesar 85,78%, 79.49%, 78.43%, 66.67%, 53.66%, 44,94%, 36.99%,20.45%, 17.76%.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue