cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 48 no 3 (2014)" : 6 Documents clear
Desain Formulasi Semen Ringan (Light Weight Cement) untuk Mitigasi Kerusakan Formasi Akibat Penyemenan pada Sumur GMB Budi Saroyo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 3 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.3.1218

Abstract

Penyemenan dalam lubang sumur gas metana batubara (GMB) yang tidak sempurna sangatberpengaruh terhadap proses awal produksi air (dewatering), sehingga mempengaruhi produksi sumurtersebut (LEMIGAS 2010). Dalam pelaksanaan komplesi, penggunaan semen ringan dalam penyemenansumur GMB sangat diperlukan karena formasi produktif batubara merupakan formasi yang rapuh danmudah runtuh (SPE 96108, 2005). Bubur semen yang digunakan harus mempunyai densitas yang rendahuntuk menghindari tercapainya tekanan rekah formasi dari batubara tersebut, serta mengurangi terjadinyakerusakan formasi tetapi memiliki kualitas penyekatan yang baik dan mudah dalam perforasi sertaperekahan. Untuk itu diperlukan desain formulasi semen ringan yang sesuai. Untuk mendesain, bahanyang dipakai sebagai aditif adalah dalam kategori extender yang berfungsi untuk menurunkan densitasdari bubur semen. Pengamatan dilakukan terhadap kualitas material aditif dan berbagai indikator sifat􀂿 sik bubur semen seperti sifat aliran, keterlulusan 􀃀 uida, kadar air bebas, waktu pengejalan bubur semen,dan kuat tekan. Hasil akhir desain formulasi laboratorium untuk semen ringan adalah formula yangmenghasilkan densitas 9.50 ppg yang setara dengan (speci􀂿 c gravity 1.14). Dengan mengacu pada APISpeci􀂿 cation 10&10A (Speci􀂿 cation for Cements and Materials for Well Cementing) dan SNI-BSN, makadapat disimpulkan bahwa desain telah menghasilkan formula yang tepat dan memenuhi spesi􀂿 kasi.
Analisis Laju Pengurasan Produksi Minyak Lapangan-Lapangan Sumatera Selatan Jatmianto Jayeng Sugiantoro
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 3 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.3.1219

Abstract

Cadangan minyak terbukti Indonesia terus menurun, dengan rata-rata tingkat penurunan per tahunsebesar 2%. Penurunan cadangan terbukti ini karena rasio pengembalian cadangan (reserve replacementratio) minyak sebesar 52%. Ini berarti cadangan minyak yang ditemukan lebih sedikit daripada yangdiproduksi. Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah penghasil minyak terbesar ke dua di wilayahSumatera setelah Riau, namun lapangan yang ada sebagian besar lapangan tua dengan laju produksi yangrendah. Indikatornya adalah faktor perolehan minyak (recovery factor) masih relatif rendah, yaitu antara11% dan tertinggi 48%. Angka laju pengurasan (withdrawal rate) sebagai salah satu indikator kinerjalapangan juga masih rendah, jauh dibawah rata-rata nasional 8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuilapangan-lapangan minyak di Sumatera Selatan yang masih potensial ditingkatkan produksinya denganmenggunakan metode statistik. Kriteria yang digunakan adalah cadangan minyak tersisa (oil remainingreserves) masih relatif besar sekitar 20 juta barrel dan laju pengurasan masih rendah antara 0.3-2.4 %.Berdasarkan cadangan minyak tersisa lebih besar 20 juta barrel, lapangan-lapangan minyak SumateraSelatan yang masih mempunyai potensi untuk peningkatan produksi adalah lapangan Gunung Kemala,Jirak, Ramba dan Talang Akar/Pendopo. Lapangan-lapangan tersebut masih mempunyai tingkat lajupengurasan yang rendah berkisar 0.3-2.2%.
Pemetaan Migas pada Cekungan Frontier Memberamo dengan Citra Satelit dan Didukung Data Subsurface Regional Tri Muji Susantoro; Suliantara Suliantara
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 3 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.3.1220

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memetakan potensi hidrokarbon pada Cekungan Frontier Memberamodengan data citra satelit dan didukung data regional bawah permukaan. Interpretasi citra satelit LandsatTM dan Shuttle Radar Topographic Mission (SRTM) dilakukan untuk memperoleh gambaran geologipermukaan dan strukturnya. Hasil interpretasi menunjukkan 13 satuan satuan batuan, dari tua ke mudaadalah unit A, B, C, D, K, G, F, E, I, Q, J, M, dan H. Struktur yang berkembang berdasarkan interpretasiLandsat TM dan SRTM adalah struktur lipatan, kekar dan sesar yang terlihat jelas dibagian Selatan danUtara. Pusat dalaman dari peta gaya berat memperlihatkan potensi adanya batuan sumber di bagian Timur,yaitu area yang mempunyai sedimen paling tebal, berkisar antara 6.000-7.000 meter dan mempunyainilai 2.0 HFU. Hal ini memberikan harapan akan peluang terbentuknya migas di lokasi kajian. Buktiterbentuknya hidrokarbon dengan dijumpainya rembesan minyak yang mengalir di sepanjang sungai Teer.Batuan sumber diperkiraan berumur Miocene Tengah - Akhir, yaitu Formasi Makat dan berumur Plioceneawal yaitu Formasi Hollandia atau Mamberamo B. Batuan reservoar adalah formasi Memberamo C danMemberamo D yang berumur Pliocene Akhir. Batuan Tudung (Seal) diperkirakan terdiri atas formasiMakat dan Memberamo E.
Pengaruh Waktu Milling LiOH Terhadap Karakteristik Gemuk Lumas Bio untuk Aplikasi Temperatur Tinggi Milda Fibria; Anne Zulfia
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 3 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.3.1221

Abstract

Penggunaan litium hidroksida (LiOH) sebagai bahan thickener dalam proses pembuatan gemuk lumas sangat umum digunakan. Gemuk sabun litium merupakan gemuk sabun sederhana yang banyak digunakan untuk aplikasi tujuan umum di mana suhu tidak melebihi 130°C dengan nilai dropping point biasanya 180°C. Dalam proses pembuatan sabun litium, LiOH tidak dapat larut dalam minyak, sehingga dibutuhkan air untuk melarutkannya. Sementara banyaknya air yang digunakan dalam pencampuran LiOH dapat berpengaruh terhadap ketidakstabilan gemuk lumas. Oleh sebab itu LiOH perlu dihaluskan untuk dapat menghasilkan suspensi LiOH dalam air yang jumlahnya terbatas. Penghalusan LiOH dilakukan dalam variasi waktu milling 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 5 jam dan 10 jam yang menghasilkan gemuk lumas dengan karakteristik yang berbeda-beda. Dari hasil-hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan waktu milling selama 3 jam, diperoleh nilai karakteristik gemuk lumas yang optimum. Dengan perlakuan milling terhadap serbuk LiOH selama tiga jam, gemuk lumas bio mampu diaplikasikan pada suhu tinggi. Pada kondisi ini, gemuk lumas tersebut mempunyai dropping point sebesar 222o C dan scar diameter 0,39 mm.
Karakteristik Pembakaran Campuran LPG – DME pada Mesin Pembangkit Listrik Kapasitas 5 KVA Maymuchar Maymuchar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 3 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.3.1222

Abstract

Dimethyl ether (DME) merupakan salah satu energi alternatif yang potensial untuk menggantikan LPG dimasa yang akan datang baik untuk rumah tangga maupun pembangkit listrik. Kemiripan karakteristik DME dengan LPG memungkinkan DME dapat dicampur dengan LPG sebagai bahan bakar mesin pembangkit listrik. Pengujian telah dilakukan pada mesin terhadap beberapa variasi campuran LPG - DME yaitu 10%, 20% dan 30% DME dengan kondisi pembebanan 500 - 4500 watt. Pengamatan dilakukan terhadap emisi CO, CO2 dan HC untuk menganalisis pembakaran yang terjadi dalam ruang bakar mesin pembangkit. Emisi CO dan HC yang dihasilkan campuran LPG - DME cenderung mengalami penurunan dibanding dengan yang dihasilkan bahan bakar LPG, sedangkan emisi CO2 mengalami sebaliknya. Pada batas tertentu , unsur oksigen yang terkandung pada DME mempengaruhi perbandingan bahan bakar-udara (AFR) yang dibutuhkan oleh mesin sehingga membantu proses pembakaran yang lebih baik. Hasil pengamatan lainnya, mesin pembangkit listrik masih dapat beroperasi dengan stabil pada campuran 10%, 20% dan 30% DME.
Analisa Water Based Mud dengan Aditif Barit dan KCl Berdasarkan Analisa Toksisitas: Pengujian TCLP dan LC50-96 Jam N L Miranti; S S Moersidik; C R Priadi; P Wahyudi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 3 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.3.1223

Abstract

Lumpur bor berbasis air dengan aditif Barit (B) dan KCl (K) berpotensi toksik terhadap lingkungandan makhluk hidup. Berdasarkan hal tersebut, LEMIGAS berupaya melakukan pencegahan kontaminasidengan pengujian TCLP dan LC50-96 jam terhadap Penaeus monodon. Kondisi uji disesuaikan denganSumur Bangau #1 di Sesulu PSC, Selat Makssar sebagai tolak ukur kondisi lingkungan pengeboran lepaspantai. Dengan kombinasi Bmin, Bmax, Kmin, dan Kmax, konsentrasi Cu pada setiap formula (Bmin-Kmin:26,17 ppm; Bmin-Kmax: 39,74 ppm; Bmax-Kmin: 21,47 ppm; Bmax-Kmax: 31,7 ppm) dan Pb pada Bmin-Kmin (9,37 ppm) melewati baku mutu lingkungan. Nilai LC50 dari Formula Bmin-Kmin memenuhi bakumutu lingkungan (44.058 ppm), sedangkan Formula Bmax-Kmax tidak memenuhi baku mutu lingkungan(13.269 ppm). Hal ini dipengaruhi oleh komposisi logam berat, toksisitas KCl, dan kondisi lingkungan.WBM jenis ini lebih baik digunakan pada pengeboran lepas pantai.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue