cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 20 Documents clear
FAKTOR FAKTOR PENYEBAB TERDEGRADASINYA PERSINGA NGAWI PADA KOMPETISI LIGA 2 INDONESIA TAHUN 2017 AGUNG PRASETYO, LUKMAN; SYAFII, IMAM
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan fisik dapat dilakukan dengan olahraga salah satunya adalah sepak bola dengan tujuan pencapaian kebugaran, potensi-potensi jasmani, dan peningkatan prestasi yang diinginkan. pencapaian prestasi dalam sepak bola harus memerhatikan faktor dalam meningkatkan prestasi, diantaranya yaitu seluruh tim harus melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penurunan prestasi dalam sepak bola. Sasaran penelitian ini adalah semua elemen yang tergabung dalam tim persinga ngawi. metode penelitian yang digunakan dalam analisis adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan dalam pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan dan wawancara. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap faktor penentu terdegradasinya tim persinga ngawi yaitu sarana dan prasarana yang kurang baik, keterlaksaan program kurang maximal, proses rekrutmen pemain, regulasi dari PSSI. Kata kunci : Faktor-faktor, terdegradasi, Persinga Ngawi.
EVALUASI PEMBINAAN CLUB ATLETIK PT PETROKIMIA GRESIK SABRIYANTI PUTRI, PRAMADHONA; MINTARTO, EDY
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembinaan club atletik PT Petrokimia Gresik dengan cara mengetahui struktur organisasi, rekrutmen atlet, pelatih, dan asisten pelatih, sarana dan prasarana, pendanaan, dan prestasi. Sasarana penelitian ini adalah club atletik PT Petrokimia Gresik yang meliputi: pengurus, pelatih, asisten pelatih, atlet, dan wali atlet. Analisis yang digunakan bersifat kualitatif. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah SWOT (strength, weakness, opportunity, threat). Sumber data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dengan pengurus, pelatih, asisten pelatih, atlet, dan orang tua wali atlet club atletik PT Petrokimia Gresik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui, (1) kekuatan (strength) meliputi: sarana dan prasarana yang memadai, memiliki pelatih berlisensi IAAF, (2) kelemahan (weakness) meliputi: kurang adanya kaderisasi atlet karena minimnya event yang diadakan, kurangnya motivasi atlet untuk berprestasi, kurangnya minat berlatih atlet, pembinaan yang berdiri sendiri oleh perusahaan, (3) peluang (opportunity) meliputi: pembinaan yang mendukung atlet untuk event kejuaraan hingga tingkat internasional, peluang mencetak atlet yang berprestasi dengan pembibitan atlet yang lebih baik, peluang meraih prestasi yang lebih baik, (4) ancaman (threat) meliputi: latihan atlet yang tidak rutin, kurangnya pengawasan pengurus terhadap atlet dan pelatihKata Kunci : Biomekanika, Tolak peluru
PENGARUH LATIHAN SCULLING HIGH ELBOW TERHADAP TEKNIK RENANG GAYA BEBAS ATLET KU 4 HA AQUATIC SURABAYA RENDIYANTO, NAUFAL; MARSUDI, IMAM
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga renang menjadi salah satu olahraga populer di Indonesia, hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya klub atau pembinaan untuk usia dini hingga usia dewasa yang sudah mengarah pada prestasi. Pencapaian prestasi olahraga renang membutuhkan beberapa faktor dominan diantaranya adalah faktor fisik, teknik, taktik dan mental. Dalam olahraga renang terdapat beberapa macam gaya dan memiliki karakteristik yang berbeda, salah satunya adalah karakteristik renang gaya bebas. Gaya yang benarakan menghasilkan daya dorong yang jauh dengan demikian penggunaan teknik yang benarakan memberikan keuntungan bagi atlet. Beberapa model latihan untuk menguasai teknik renang gaya bebas adalah finger tip drag, 3 stroke and glide, glide rotate glide, underwater recovery, dan sculling high elbow. Dalam penelitian ini mengkaji tentang teknik renang gaya bebas atlet KU 4 HA Aquatic Surabaya dengan melakukan model latihan sculling high elbow. Latihan sculling high elbow merupakan model latihan yang fokus pada teknik renang. Latihan sculling yang berfokus pada pengulangan kayuhan lengan, gerakaan lengan yang efektif digunakan untuk meningkatkan kekuatan lengan dalam stroke. Latihan sculling memberikan cara yang praktis untuk berlatih sudut kayuhan, perkuat tangan, lengan bawah dan pergelangan tangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan sculling high elbow terhadap kemampuan renang gaya bebas KU 4 HA Aquatic Surabaya dan besarnya pengaruh sculling high elbow terhadap kemampuan renang gaya bebas KU 4 HA Aquatic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di HA Aquatic Surabaya dengan menggunakan pengambilan teknik purprosive sampling dan terkelompok sebanyak 10 subjek penelitian KU 4. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 hari dalam seminggu yaitu hari senin, rabu dan sabtu dan diluar dari pre-test dan post-test. Setelah melakukan pre-test selanjutnya membagi kelompok dengan menggunkan teknik ordinal pairing dan dilanjutkan dengan pengambilan post-test. Hasil peneltian ini menggunakan bantuan aplikasi statistik SPSS 23 dengan hasil Sig. (2-tailed) 0,022 < 0,05 ada pada latihan sculling high elbow dan Sig. (2-tailed) 0,242 > 0,05 pada kelompok kontrol. Peningkatan presentase kelompok sculling high elbow dari pre-test ke post-test adalah 0,17% dan peningkatan presentase kelompok control dari pre-test keĀ­ post-test adalah 0,03%. Kesimpulannya adalah latihan sculling high elbow berpengaruh pada kemampuan renang gaya bebas KU 4 HA Aquatic Surabaya dan memiliki peningkatan sebesar 0,17%. Kata kunci: teknik renang, latihan sculling high elbow, renang gaya bebas.
ANALISIS KONDISI FISIK TIM FUTSAL JOMBLO FC U-23 PONOROGO AGASSI BARASAKTI, BRYAN; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi fisik sangat dibutuhkan dalam setiap peningkatan prestasi atlet. Ini merupakan dasar yang harus diperhatikan untuk pencapaian prestasi yang maksimal. Karena hampir semua aktivitas gerak dalam olahraga selalu mengandung unsur-unsur kekuatan, durasi, kecepatan, dan gerak komplek yang memerlukan perluasan gerak persendian. Dalam permainan futsal, komponen kondisi fisik yang dominan adalah daya tahan (endurance), daya ledak otot tungkai (explosive power), kecepatan (speed) dan kelincahan (agility). Untuk itu dalam penelitian ini akan mengangkat judul ?Analisis Kondisi Fisik Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo?, yang mana komponen kondisi fisik yang diukur adalah mengukur kekuatan otot tungkai, mengukur kelentukan, mengukur kecepatan, mengukur daya tahan aerobic dan mengukur kelincahan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rata-rata tingkat kekuatan otot tungkai, kelentukan, kecepatan, daya tahan aerobic dan kelincahan pemain Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo. Metode dalam analisis ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes kekuatan otot tungkai, kelentukan, kecepatan, daya tahan aerobic dan kelincahan. Sasaran penelitian ini adalah pemain Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo sebanyak 14 orang. Berdasarkan hasil analisis maka, dapat diambil kesimpulan yaitu: bahwa tim Futsal Jomblo FC Ponorogo mempunyai rata-rata tingkat kekuatan otot tungkai sebesar 130,07 kg berkategori cukup/sedang, rata-rata tingkat kelentukan sebesar 36,71 cm berkategori sangat baik, rata-rata tingkat kecepatan sebesar 4,69 detik berkategori cukup/sedang, rata-rata tingkat daya tahan aerobic sebesar 38,96 mL/kg/min atau Level (Tingkatan) 7 Balikan 7 berkategori kurang, dan rata-rata tingkat kelincahan sebesar 41,36 kali berkategori kurang. Kata Kunci: Analisis, Kondisi Fisik, Futsal.Physical conditions are needed in order to improve athlete?s performance. This is the basis that must be considered for maximum achievement. Because almost all of motion activities in sports always contain elements of strength, duration, speed, and motion that require complex expansion of joint motion. In futsal games, the components of the dominant physical condition are endurance, explosive power, speed and agility. Therefore, in this study the title "Analysis of the Physical Condition of the Jombo FC U-23 Ponorogo Futsal Team", which is component of the physical condition measured is measuring leg muscle strength, measuring flexibility, measuring speed, measuring aerobic endurance and measuring agility.The aim of the study was to determine the average level of leg muscle strength, flexibility, speed, aerobic endurance and agility of the Jomblo FC U-23 Ponorogo Futsal Team. The method in this analysis uses quantitative descriptive method, while the data collecting process is done by carrying out tests of leg muscle strength, flexibility, speed, endurance aerobic and agility. The target of this study was 14 players from the Jomblo FC U-23 Ponorogo Futsal Team.Based on the results of the analysis, it can be concluded that: Jombo FC U-23 Ponorogo Futsal team has the average level of limb muscle strength of 130.07 kg in sufficient / moderate category, the average level of determination of 36.71 cm is categorized very good, the average speed level of 4.69 seconds is sufficient / moderate, the average aerobic endurance level of 38.96 mL / kg / min or Level 7 turn it over 7 is categorized as less, and the average level of agility is 41.36 times in less category. Keywords: Analysis, Physical Condition, Futsal.
ANALISIS KONDISI FISIK TIM FUTSAL JOMBLO FC U-23 PONOROGO AGASSI BARASAKTI, BRYAN; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi fisik sangat dibutuhkan dalam setiap peningkatan prestasi atlet. Ini merupakan dasar yang harus diperhatikan untuk pencapaian prestasi yang maksimal. Karena hampir semua aktivitas gerak dalam olahraga selalu mengandung unsur-unsur kekuatan, durasi, kecepatan, dan gerak komplek yang memerlukan perluasan gerak persendian. Dalam permainan futsal, komponen kondisi fisik yang dominan adalah daya tahan (endurance), daya ledak otot tungkai (explosive power), kecepatan (speed) dan kelincahan (agility). Untuk itu dalam penelitian ini akan mengangkat judul ?Analisis Kondisi Fisik Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo?, yang mana komponen kondisi fisik yang diukur adalah mengukur kekuatan otot tungkai, mengukur kelentukan, mengukur kecepatan, mengukur daya tahan aerobic dan mengukur kelincahan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rata-rata tingkat kekuatan otot tungkai, kelentukan, kecepatan, daya tahan aerobic dan kelincahan pemain Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo. Metode dalam analisis ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes kekuatan otot tungkai, kelentukan, kecepatan, daya tahan aerobic dan kelincahan. Sasaran penelitian ini adalah pemain Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo sebanyak 14 orang. Berdasarkan hasil analisis maka, dapat diambil kesimpulan yaitu: bahwa tim Futsal Jomblo FC Ponorogo mempunyai rata-rata tingkat kekuatan otot tungkai sebesar 130,07 kg berkategori cukup/sedang, rata-rata tingkat kelentukan sebesar 36,71 cm berkategori sangat baik, rata-rata tingkat kecepatan sebesar 4,69 detik berkategori cukup/sedang, rata-rata tingkat daya tahan aerobic sebesar 38,96 mL/kg/min atau Level (Tingkatan) 7 Balikan 7 berkategori kurang, dan rata-rata tingkat kelincahan sebesar 41,36 kali berkategori kurang. Kata Kunci: Analisis, Kondisi Fisik, Futsal.Physical conditions are needed in order to improve athlete?s performance. This is the basis that must be considered for maximum achievement. Because almost all of motion activities in sports always contain elements of strength, duration, speed, and motion that require complex expansion of joint motion. In futsal games, the components of the dominant physical condition are endurance, explosive power, speed and agility. Therefore, in this study the title "Analysis of the Physical Condition of the Jombo FC U-23 Ponorogo Futsal Team", which is component of the physical condition measured is measuring leg muscle strength, measuring flexibility, measuring speed, measuring aerobic endurance and measuring agility.The aim of the study was to determine the average level of leg muscle strength, flexibility, speed, aerobic endurance and agility of the Jomblo FC U-23 Ponorogo Futsal Team. The method in this analysis uses quantitative descriptive method, while the data collecting process is done by carrying out tests of leg muscle strength, flexibility, speed, endurance aerobic and agility. The target of this study was 14 players from the Jomblo FC U-23 Ponorogo Futsal Team.Based on the results of the analysis, it can be concluded that: Jombo FC U-23 Ponorogo Futsal team has the average level of limb muscle strength of 130.07 kg in sufficient / moderate category, the average level of determination of 36.71 cm is categorized very good, the average speed level of 4.69 seconds is sufficient / moderate, the average aerobic endurance level of 38.96 mL / kg / min or Level 7 turn it over 7 is categorized as less, and the average level of agility is 41.36 times in less category. Keywords: Analysis, Physical Condition, Futsal.
ANALISIS KONDISI FISIK TIM FUTSAL JOMBLO FC U-23 PONOROGO AGASSI BARASAKTI, BRYAN; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi fisik sangat dibutuhkan dalam setiap peningkatan prestasi atlet. Ini merupakan dasar yang harus diperhatikan untuk pencapaian prestasi yang maksimal. Karena hampir semua aktivitas gerak dalam olahraga selalu mengandung unsur-unsur kekuatan, durasi, kecepatan, dan gerak komplek yang memerlukan perluasan gerak persendian. Dalam permainan futsal, komponen kondisi fisik yang dominan adalah daya tahan (endurance), daya ledak otot tungkai (explosive power), kecepatan (speed) dan kelincahan (agility). Untuk itu dalam penelitian ini akan mengangkat judul ?Analisis Kondisi Fisik Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo?, yang mana komponen kondisi fisik yang diukur adalah mengukur kekuatan otot tungkai, mengukur kelentukan, mengukur kecepatan, mengukur daya tahan aerobic dan mengukur kelincahan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rata-rata tingkat kekuatan otot tungkai, kelentukan, kecepatan, daya tahan aerobic dan kelincahan pemain Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo. Metode dalam analisis ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes kekuatan otot tungkai, kelentukan, kecepatan, daya tahan aerobic dan kelincahan. Sasaran penelitian ini adalah pemain Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo sebanyak 14 orang. Berdasarkan hasil analisis maka, dapat diambil kesimpulan yaitu: bahwa tim Futsal Jomblo FC Ponorogo mempunyai rata-rata tingkat kekuatan otot tungkai sebesar 130,07 kg berkategori cukup/sedang, rata-rata tingkat kelentukan sebesar 36,71 cm berkategori sangat baik, rata-rata tingkat kecepatan sebesar 4,69 detik berkategori cukup/sedang, rata-rata tingkat daya tahan aerobic sebesar 38,96 mL/kg/min atau Level (Tingkatan) 7 Balikan 7 berkategori kurang, dan rata-rata tingkat kelincahan sebesar 41,36 kali berkategori kurang. Kata Kunci: Analisis, Kondisi Fisik, Futsal.Physical conditions are needed in order to improve athlete?s performance. This is the basis that must be considered for maximum achievement. Because almost all of motion activities in sports always contain elements of strength, duration, speed, and motion that require complex expansion of joint motion. In futsal games, the components of the dominant physical condition are endurance, explosive power, speed and agility. Therefore, in this study the title "Analysis of the Physical Condition of the Jombo FC U-23 Ponorogo Futsal Team", which is component of the physical condition measured is measuring leg muscle strength, measuring flexibility, measuring speed, measuring aerobic endurance and measuring agility.The aim of the study was to determine the average level of leg muscle strength, flexibility, speed, aerobic endurance and agility of the Jomblo FC U-23 Ponorogo Futsal Team. The method in this analysis uses quantitative descriptive method, while the data collecting process is done by carrying out tests of leg muscle strength, flexibility, speed, endurance aerobic and agility. The target of this study was 14 players from the Jomblo FC U-23 Ponorogo Futsal Team.Based on the results of the analysis, it can be concluded that: Jombo FC U-23 Ponorogo Futsal team has the average level of limb muscle strength of 130.07 kg in sufficient / moderate category, the average level of determination of 36.71 cm is categorized very good, the average speed level of 4.69 seconds is sufficient / moderate, the average aerobic endurance level of 38.96 mL / kg / min or Level 7 turn it over 7 is categorized as less, and the average level of agility is 41.36 times in less category. Keywords: Analysis, Physical Condition, Futsal.
ANALISIS KONDISI FISIK TIM FUTSAL JOMBLO FC U-23 PONOROGO AGASSI BARASAKTI, BRYAN; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi fisik sangat dibutuhkan dalam setiap peningkatan prestasi atlet. Ini merupakan dasar yang harus diperhatikan untuk pencapaian prestasi yang maksimal. Karena hampir semua aktivitas gerak dalam olahraga selalu mengandung unsur-unsur kekuatan, durasi, kecepatan, dan gerak komplek yang memerlukan perluasan gerak persendian. Dalam permainan futsal, komponen kondisi fisik yang dominan adalah daya tahan (endurance), daya ledak otot tungkai (explosive power), kecepatan (speed) dan kelincahan (agility). Untuk itu dalam penelitian ini akan mengangkat judul ?Analisis Kondisi Fisik Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo?, yang mana komponen kondisi fisik yang diukur adalah mengukur kekuatan otot tungkai, mengukur kelentukan, mengukur kecepatan, mengukur daya tahan aerobic dan mengukur kelincahan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rata-rata tingkat kekuatan otot tungkai, kelentukan, kecepatan, daya tahan aerobic dan kelincahan pemain Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo. Metode dalam analisis ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes kekuatan otot tungkai, kelentukan, kecepatan, daya tahan aerobic dan kelincahan. Sasaran penelitian ini adalah pemain Tim Futsal Jomblo FC Ponorogo sebanyak 14 orang. Berdasarkan hasil analisis maka, dapat diambil kesimpulan yaitu: bahwa tim Futsal Jomblo FC Ponorogo mempunyai rata-rata tingkat kekuatan otot tungkai sebesar 130,07 kg berkategori cukup/sedang, rata-rata tingkat kelentukan sebesar 36,71 cm berkategori sangat baik, rata-rata tingkat kecepatan sebesar 4,69 detik berkategori cukup/sedang, rata-rata tingkat daya tahan aerobic sebesar 38,96 mL/kg/min atau Level (Tingkatan) 7 Balikan 7 berkategori kurang, dan rata-rata tingkat kelincahan sebesar 41,36 kali berkategori kurang. Kata Kunci: Analisis, Kondisi Fisik, Futsal.Physical conditions are needed in order to improve athlete?s performance. This is the basis that must be considered for maximum achievement. Because almost all of motion activities in sports always contain elements of strength, duration, speed, and motion that require complex expansion of joint motion. In futsal games, the components of the dominant physical condition are endurance, explosive power, speed and agility. Therefore, in this study the title "Analysis of the Physical Condition of the Jombo FC U-23 Ponorogo Futsal Team", which is component of the physical condition measured is measuring leg muscle strength, measuring flexibility, measuring speed, measuring aerobic endurance and measuring agility.The aim of the study was to determine the average level of leg muscle strength, flexibility, speed, aerobic endurance and agility of the Jomblo FC U-23 Ponorogo Futsal Team. The method in this analysis uses quantitative descriptive method, while the data collecting process is done by carrying out tests of leg muscle strength, flexibility, speed, endurance aerobic and agility. The target of this study was 14 players from the Jomblo FC U-23 Ponorogo Futsal Team.Based on the results of the analysis, it can be concluded that: Jombo FC U-23 Ponorogo Futsal team has the average level of limb muscle strength of 130.07 kg in sufficient / moderate category, the average level of determination of 36.71 cm is categorized very good, the average speed level of 4.69 seconds is sufficient / moderate, the average aerobic endurance level of 38.96 mL / kg / min or Level 7 turn it over 7 is categorized as less, and the average level of agility is 41.36 times in less category. Keywords: Analysis, Physical Condition, Futsal.
ANALISIS KARAKTERISTIK PERMAINAN BULUTANGKIS (FOOTWORK, RALLY TIME, REST TIME) SEMIFINALIS DAN FINAL KATEGORI TUNGGAL PUTRA PADA KEJUARAAN BULUTANGKIS ASIAN GAMES TAHUN 2018 MUMTAHAN, NURIL; PURNOMO, MOCHAMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS KARAKTERISTIK PERMAINAN BULUTANGKIS (FOOTWORK, RALLY TIME, REST TIME) SEMIFINALIS DAN FINAL KATEGORI TUNGGAL PUTRA PADA KEJUARAAN BULUTANGKIS ASIAN GAMES TAHUN 2018Asian Games merupakan salah satu even olahraga terbesar dikawasan Asia. Pertandingan bulutangkis tunggal putra merupakan partai yang bergengsi, hal ini dikarenakan beberapa atlet bulutangkis top dunia yang memiliki peringkat teratas bertanding. Kemampuan footwork, rally time, dan rest time sangat dimanfaatkan untuk meraih kemenangan. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif, sedangkan pengambilan data menggunakan analisis vidio pertandingan atlet tunggal putra bulutangkis semifinal dan final Asian Games tahun 2018. Dari hasil penelitian diketahui bahwa rata rata gerakan footwork depan sebanyak 114 kali per pertandingan. Lebih banyak dari footwork belakang dan footwork samping yang sejumlah 109 dan 44 kali. Waktu istirahat atau rest time pemain bulutangkis tunggal putra dalam partai semifinal dan final memiliki waktu rata-rata selama 23,51 detik, sedangkan waktu rally atau rally time pemain bulutangkis tunggal putra dalam partai semifinal dan final memiliki waktu rata-rata selama 10,97 detik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan footwork, rally time, dan rest time atlet tersebut sesuai dengan kemampuan atlet profesional. Kata Kunci : Bulutangkis, Tunggal Putra, Asian GamesABSTRACT ANALYSIS OF BADMINTON GAME CHARACTERISTICS (FOOTWORK, RALLY TIME, REST TIME) SINGLE PLAYERS SEMIINALISTS AND FINAL CATEGORIES IN BULUTANGKIS CHAMPIONSHIP ASIAN GAMES IN 2018 The Asian Games are one of the biggest sporting events in the Asian region. Mens singles badminton match is a prestigious party, this is because some of the worlds top badminton athletes who have the highest ranking compete. Capability of footwork, rally time, and rest time are utilized to achieve victory. The method in this analysis uses quantitative descriptive statistical methods, while the data collection uses video analysis of the semi-final and final badminton mens singles athletes and the 2018 Asian Games. From the results of the study it was known that the average footwork movement averages 114 times per match. More than rear footwork and side footwork totaling 109 and 44 times. The rest time or rest time of male singles badminton players in the semifinal and final parties has an average time of 23.51 seconds, while the time of the rally or rally time of male singles badminton players in the semifinal and final parties has an average time of 10.97 seconds . Based on the results of these studies, it can be concluded that the ability of footwork, rally time, and rest time of athletes is in accordance with the ability of professional athletes. Keywords: Badminton, Mens Singles, Asian Games
EVALUASI PROGRAM LATIHAN ATLET PUSLATDA CABANG OLAHRAGA RENANG NTB MASYHURY OEMAR, TRIYONO; MARSUDI, IMAM
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program latihan adalah sebuah sistem latihan yang dibuat oleh seorang pelatih untuk meningkatkankemampuan sang atlet. Bentuk dari program latihan ada yang berupa harian, mingguan, bulana, hingga tahunan tergantungpada lama persiapan sang atlet menuju sebuah even. Dalam olahraga renang, program latihan sangat dibutuhkan untukmencapai target atau tujuan yang direncanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar skalapersentase penilaian program latihan atlet PUSLATDA NTB menurut para ahli di Jawa Timur. Hasil dari penelitian inidapat digunakan menjadi bahan evaluasi untuk merancang program latihan yang lebih bagus untuk memajukan prestasiatlet NTB. Metode dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah program latihan atlet PUSLATDA sudahterencana dengan baik pada fase pra pertandingan. Pada penelitian ini program latihan pra pertandingan atlet PUSLATDANTB akan dinilai oleh 7 pakar program latihan renang di Jawa Timur menggunakan indikator yang telah dibuat.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan dihitung menggunakan SPSS versi 23 untuk mencarirata ? rata nilai program latihan pra pertandingan, diperoleh kesimpulan bahwa rata ? rata nilai dari program latihan prapertandingan atlet PUSLATDA NTB adalah 56%. Dimana nilai persentase ini masuk dalam kategori ?CUKUP?.Kata kunci: PUSLATDA, pra pertandingan, evaluasi
ANALISA BALL POSSESSION DAN SHOOTING TERHADAP KEMENANGAN AFF SUZUKI CUP 2016 (STUDI KASUS THAILAND DAN INDONESIA) SYAHRUL MUHARRAM, AFRISAL; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ball possession adalah beberapa lama waktu atau presentase bola jatuh ke kaki total seluruh pemain dari sebuah klub dalam sebuah pertandingan. Jadi ball possession adalah bagaimana sebuah tim mampu menguasai bola atau menahan bola selama dan sebanyak mungkin dengan kerjasama satu tim. Menurut Setiawan (2005:3) penguasaan bola merupakan usaha menahan bola dengan kerjasama satu atau dua sentuhan. Tujuannya untuk menghindari tekanan lawan yang berlebihan dan menciptakan peluang didepan gawang lawan. Menendang merupakan gerakan dasar yang paling dominan dalam sepakbola. Dengan menendang saja seseorang sudah bisa bermain sepakbola. Dalam sepakbola gerakan shooting sangat diandalkan terutama mencetak gol ke gawang lawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ball possession dan shooting setiap pertandingan negara Thailand dan Indonesia di AFF Suzuki Cup 2016. Untuk pengambilan data ini menggunakan metode deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari www.labbola.com berupa data statistik Thailand dan Indonesia. Adapun yang diteliti adalah ball possession dan shooting negara Thailand dan Indonesia pada saat pertandingan AFF Suzuki Cup 2016. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata ball possession tiap pertandingan negara Thailand adalah 62% dan rata-rata jumlah shooting tiap pertandingan 9,8 kali shooting serta rata-rata gol yang tercipta dari shooting tiap pertandingan 2,1 gol. Sedangkan rata-rata ball possession tiap pertandingan negara Indonesia adalah 41% dan rata-rata jumlah shooting tiap pertandingan 9,1 kali shooting serta rata-rata gol yang tercipta dari shooting tiap pertandingan 1,7 gol. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ball possession dan shooting tidak berkontribusi positif terhadap kemenangan negara Thailand dan Indonesia. Dua finalis AFF Suzuki Cup 2016 tersebut memiliki presentase ball possession dan jumlah shooting berbeda daripada lawan tetapi berhasil menembus babak final. Faktor lain yang mempengaruhi kemenangan kedua tim tersebut adalah efektifitas bermain dan pemanfaatan momentum ketika menguasai bola tertutama dalam hal penyelesaian akhir yang baik terhadap peluang mencetak gol. Kata kunci : Ball Possession, Shooting, Kemenangan, Thailand, Indonesia, AFF Suzuki Cup. ABSTRACT Ball possession is a term for how long the time or precentage for a ball to fall on all of the members?s feet from a club in a competition. So, ball possession is how a team can master or restrain a ball for many times with help of teamwork. Setiawan (2005 : 3) started that ball mastering is an effort to restrain ball with a teamwork of two contacts. The purpose is for avoiding the pressure from the opponent and for creating an oppurtunity in front of a goal post. Moreover, kicking is a base movement which is dominant in football. By kicking, a person has already can playing football. In football, shooting is really important especially for creating a goal. The purpose of this study is to know ball possession and shooting for every match of Thailand and Indonesia in AFF Suzuki Cup 2016. The researcher used descriptive with secondary data from www.labbola.com in statistical data of Thailand and Indonesia. The data studied is ball possession and shooting during AFF Suzuki Cup 2016. The result of this research shows that the ball possession for each match of Thailand is 62% and the shooting for each match is 9,8 shoots. Moreover, the goal from shooting for each match is 2,1 goal. Futhermore, the ball possession for each match of Indonesia is 41% and the shooting for each match is 9,1 shoots, and also the goal made from each match is 1,7 goal. In conclusion, ball possession and shooting did not have any positive contribution to Thailand and Indonesia winning. Those two finalist of AFF Suzuki Cup 2016 has a precentage of ball possession and shooting is different than the rival, but they still went to final. Another factor that made them win are their effectivities in playing and utilization of momentum especially in making goal. Keyword: Ball Possession, Shooting, Victory, Thailand, Indonesia, AFF Suzuki Cup

Page 2 of 2 | Total Record : 20