cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informatika
  • jurnal-manajemen-informatika
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
APLIKASI PENJUALAN E-VOUCHER DENGAN FITUR TIME LIMIT MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL Ziaraharja, Nur Riza
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia marketing digital sudah berada di masa kejayaan. Penjualan melalui metode konvensional sudah tidak lagi dilirik oleh para pegiat usaha. Kebanyakan dari mereka akan melirik dunia internet yang menyajikan lebih banyak keuntungan yang tidak bisa didapat didalam metode penjualan konvensional. Selain itu, dunia internet juga menawarkan pemasaran produk yang mudah dan murah dari pada menggunakan media konvensional yang di anggap kuno dan memakan banyak biaya dalam melakukan promusinya. Namun, banyaknya saingan usaha pada bidang ecommerce digital yang harus selalu memutar otak agar bisa memberikan pelayanan yang baru dan update untuk para pelanggan. Sehingga hal yang disuguhkan akan senantiasa mendapat perhatian dari para pengguna aplikasi terutama yang menggemari dunia belanja online. Dari permasalahan tersebut munculah gagasan untuk membuat aplikasi e-commerce yang unik sehingga bisa menarik perhatian pasar. Aplikasi ini menggunakan fitur time limit untuk memberi batasan waktu yang tersedia pada kupon yang telah di diskon. Hal ini bertujuan agar kupon yang tersedia harus segera di beli agar menambah suasana belanja menjadi lebih menarik. Metode yang digunakan yaitu metode waterffal serta menggunakan teknologi framework Laravel 5.4 untuk menunjang kinerja dari aplikasi ini. Sehingga aplikasi ini bisa di kembangkan pula oleh developer lainnya. Tak lupa juga untuk media penyimpanan data menggunakan database MySQL. Aplikasi ini digunakan untuk para konsumen yang hendak mencari kupon murah dari berbagai merchant yang telah bekerja sama dengan pihak aplikasi. Selain itu, aplikasi ini juga bisa menjadi pilihan salah satu aplikasi market place yang menarik dan berbeda dari yang lain. Sehingga diharapkan bisa memberikan wajah baru dalam dunia marketing digital Indonesia dan menjadi pilihan baru untuk para pecinta belanja online.Kata Kunci : application, e-commerce, digital marketing, informasi, framework Laravel.
RANCANG BANGUN APLIKASI SIMASDA (SISTEMIINFORMASIISERVISIKENDARAAN RODAIDUA) BERBASIS WEB Kharisma, Bima Wahyu; Kurniawan, Ari
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pelayanan transaksi berbasis online melalui media website telah banyak diterapkan dalam berbagai sektor bisnis. Keuntungan ini akan sangat membantu para pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya termasuk sektor bisnis dalam bidang jasa seperti Sistem Informasi Servis Kendaraan Bermotor Roda Dua (SIMASDA). Aplikasi SIMASDA ini merupakan sebuah sistem informasi yang memberikan pelayanan dalam bidang jasa servis kendaraan bermotor roda dua.Aplikasi ini dibangun menggunakan framework berbasis MVC yaitu framework Laravel dengan metode pengembangan SDLC. Model SDLC yang diterapkan yaitu model waterfall dengan lima tahapan utamanya yaitu tahap analisis kebutuhan, desain, implementasi, uji coba, dan pemeliharaan. Tahapan uji coba pada sistem yang diterapkan menggunakan metode uji Black-Box testing dan menggunakan kuesioner.Rancangan uji coba Black-Box sesuai tabel kebutuhan fungsional menghasilkan prosentase sebesar 100% sesuai, yang berarti fitur yang ada dalam aplikasi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk dijalankan. Hasil pengujian juga ditunjukkan pada pengujian menggunakan metode kuesioner dengan perhitungan Skala Likert. Keseluruhan proses pengujian mendapatkan hasil berupa nilai rata-rata sebesar 80%-100% atau sangat setuju dari setiap pernyataan pada kuesioner tersebut. Berdasarkan hasil pengujian diambil kesimpulan bahwa fiturgtransaksi padasaplikasi SIMASDA telah berhasilidikembangkanidanidiimplementasikan1sesuaiidenganikebutuhanibengkel.Kata Kunci : SIMASDA, Waterfall, servis kendaraan
RANCANG BANGUN APLIKASI SIMASDA (SISTEMIINFORMASIISERVISIKENDARAAN RODAIDUA) BERBASIS WEB Kharisma, Bima Wahyu; Kurniawan, Ari
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pelayanan transaksi berbasis online melalui media website telah banyak diterapkan dalam berbagai sektor bisnis. Keuntungan ini akan sangat membantu para pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya termasuk sektor bisnis dalam bidang jasa seperti Sistem Informasi Servis Kendaraan Bermotor Roda Dua (SIMASDA). Aplikasi SIMASDA ini merupakan sebuah sistem informasi yang memberikan pelayanan dalam bidang jasa servis kendaraan bermotor roda dua.Aplikasi ini dibangun menggunakan framework berbasis MVC yaitu framework Laravel dengan metode pengembangan SDLC. Model SDLC yang diterapkan yaitu model waterfall dengan lima tahapan utamanya yaitu tahap analisis kebutuhan, desain, implementasi, uji coba, dan pemeliharaan. Tahapan uji coba pada sistem yang diterapkan menggunakan metode uji Black-Box testing dan menggunakan kuesioner.Rancangan uji coba Black-Box sesuai tabel kebutuhan fungsional menghasilkan prosentase sebesar 100% sesuai, yang berarti fitur yang ada dalam aplikasi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk dijalankan. Hasil pengujian juga ditunjukkan pada pengujian menggunakan metode kuesioner dengan perhitungan Skala Likert. Keseluruhan proses pengujian mendapatkan hasil berupa nilai rata-rata sebesar 80%-100% atau sangat setuju dari setiap pernyataan pada kuesioner tersebut. Berdasarkan hasil pengujian diambil kesimpulan bahwa fiturgtransaksi padasaplikasi SIMASDA telah berhasilidikembangkanidanidiimplementasikan1sesuaiidenganikebutuhanibengkel.Kata Kunci : SIMASDA, Waterfall, servis kendaraan
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGARSIPAN SURAT DAN DISPOSISI (APSD) BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL (STUDI KASUS: KANTOR DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KOTA MADIUN) Prabowo, Irza Haryo; Kurniawan, Ari
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan surat merupakan hal yang penting bagi sebuah instansi utamanya pada instansi kenegaraan. Pada artikel ini dilakukan penelitian mengenai pengelolaan surat pada Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun bagian kesekretariatan. Pengelolaan Surat yang terdapat pada instansi tersebut berupa surat masuk dan surat keluar masih menggunakan metode pencatatan pada buku register atau buku besar, selama ini proses pengelolaan surat dilakukan secara manual yang membutuhkan waktu yang cukup lama saat pencarian surat ketika diperlukan, dan penyimpanan dalam rak brankas dapat menyebabkan surat-surat fisik tidak terjamin kualitasnya.Maka dibuatlah aplikasi pengarsipan berbasis website laravel pada penelitian ini. Metode pengembangan sistem yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode SDLC waterfall yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap analisis kebutuhan dan sistem lama, tahap perancangan sistem baru, tahap implementasi dan pengujian.Pembuatan website ini menggunakan framework laravel dan database MySQL. Hasil dari perancangan ini yaitu aplikasi Pengarsipan Surat dan Disposisi (APSD) yang diharapkan dapat mempermudah pengarsipan surat masuk dan surat keluar serta proses pendistribusian surat berjalan mudah.Kata Kunci: Surat masuk, Surat keluar, Laravel, SDLC, MySQL
RANCANG BANGUN APLIKASI TENDERS (TEACHER FINDERS) BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL Rovita Van Joost, Sisilia; Nurhidayat, Andi Iwan
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi dan informasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain pada era ini. Dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat lembaga pendidikan dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Banyak permasalahan yang terdapat pada siswa untuk memahami pelajaran dan orang tua kesulitan dalam mencari guru les privat yang telah terdidik dan terjamin untuk membantu anaknya dalam memahami beberapa pelajaran yang kurang dipahami oleh anak di sekolah. Oleh sebab itu sistem ini berfokus kepada pencarian guru les privat terdekat yang akan mempermudah pengguna dalam pencarian. Sistem ini akan digunakan oleh tiga tipe pengguna yaitu admin, guru dan siswa serta aplikasi berbasis web ini akan dikembangkan dengan menggunakan framework Laravel. Analisis sistem ini dilakukan dengan menggambarkan sistem yang lengkap menjadi bagian ? bagian pada komponennya. Dalam hal ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan yang nantinya akan ditemukan kelemahan dan kelebihan dari sistem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pencarian menggunakan Analytical Hierarchy Process(AHP). Kriteria dari penilaian AHP dalam aplikasi TENDERS adalah jarak,bidang minat. Hal ini bertujuan agar tampilan sesuai dengan yang diharapkan oleh pengguna. Hasil rata ? rata dari kuisioner uji coba dari segi positif dan negatif mendapatkan rata - rata 86,29%, nominal tersebut masuk dalam kategori sangat setuju dengan pernyataan yang telah disampaikan oleh responden.Kata Kunci : web application, Goggle Maps, Sistem pencarian, payment gateway
PERBANDINGAN MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN METODE HFSC, PRIQ DAN CBQ PADA PFSENSE HAFIZ SYAHPUTRA, RENDY
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era globalisasi teknologi semakin canggih, seperti halnya teknologi yang memanfaatkan internet. Internet saat ini telah menjadi kebutuhan di beberapa bidang, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan jaringan. Ketika akses ke internet semakin banyak akan muncul permasalahan baru yaitu alokasi sumber daya yang tidak merata untuk semua pengguna atau aplikasi. Diperlukan suatu mekanisme untuk mengelola akses tersebut sehingga semua pengguna mendapatkan alokasi sumber daya seperti bandwidth. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan manajemen bandwidth. Manajemen bandwidth bertujuan untuk menghindari penggunaan bandwidth yang tidak seimbang dan semua pengguna bisa mendapatkan bagian bandwidth masing-masing. Pada penelitian ini mengimplementasikan manajemen bandwidth dengan menggunakan PfSense, dengan metode HFSC,PRIQ dan CBQ. Berdasarkan pengujian dengan perbandingan hasil download dan upload dari tiga user; pada metode HFSC bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user yang menggunakan jaringan, sedangkan pada metode PRIQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai dengan tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah. Untuk metode CBQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah, paket yang lebih rendah dapat meminjam bandwidth lain yang tersedia dari antrian yang lebih tinggi, namun tidak dapat melebihi paket antrian yang lebih tinggi. Kata Kunci: PfSense, Manajemen Bandwidth, HSFC, PRIQ, CBQ. Abstract In the age of globalization, technology is increasingly sophisticated, as is the technology used by the Internet. The Internet has become a necessity in several fields, especially for applications that require networks. When access to the Internet comes more and more new problems, it is the unequal allocation of resources for all users or applications. A mechanism is needed to manage access so that all users obtain a resource allocation such as bandwidth. One solution to this problem is with bandwidth management. Bandwidth management aims to avoid unbalanced use of bandwidth, and all users can get their share of bandwidth. In this study, we implemented bandwidth management using PfSense, with the HFSC, PRIQ, and CBQ methods. Based on tests comparing the results of downloads and uploads of three users; In the HFSC method, the existing bandwidth will be divided for each user who uses the network, while in the PRIQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and highest packet priority level. low. For the CBQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and lowest priority level of the packet, the lowest packet can borrow other available bandwidth from the highest queue, but not may exceed the highest tail packet.. Keywords: PfSense, Bandwidth Management, HSFC, PRIQ, CBQ.
PERBANDINGAN MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN METODE HFSC, PRIQ DAN CBQ PADA PFSENSE HAFIZ SYAHPUTRA, RENDY
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era globalisasi teknologi semakin canggih, seperti halnya teknologi yang memanfaatkan internet. Internet saat ini telah menjadi kebutuhan di beberapa bidang, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan jaringan. Ketika akses ke internet semakin banyak akan muncul permasalahan baru yaitu alokasi sumber daya yang tidak merata untuk semua pengguna atau aplikasi. Diperlukan suatu mekanisme untuk mengelola akses tersebut sehingga semua pengguna mendapatkan alokasi sumber daya seperti bandwidth. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan manajemen bandwidth. Manajemen bandwidth bertujuan untuk menghindari penggunaan bandwidth yang tidak seimbang dan semua pengguna bisa mendapatkan bagian bandwidth masing-masing. Pada penelitian ini mengimplementasikan manajemen bandwidth dengan menggunakan PfSense, dengan metode HFSC,PRIQ dan CBQ. Berdasarkan pengujian dengan perbandingan hasil download dan upload dari tiga user; pada metode HFSC bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user yang menggunakan jaringan, sedangkan pada metode PRIQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai dengan tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah. Untuk metode CBQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah, paket yang lebih rendah dapat meminjam bandwidth lain yang tersedia dari antrian yang lebih tinggi, namun tidak dapat melebihi paket antrian yang lebih tinggi. Kata Kunci: PfSense, Manajemen Bandwidth, HSFC, PRIQ, CBQ. Abstract In the age of globalization, technology is increasingly sophisticated, as is the technology used by the Internet. The Internet has become a necessity in several fields, especially for applications that require networks. When access to the Internet comes more and more new problems, it is the unequal allocation of resources for all users or applications. A mechanism is needed to manage access so that all users obtain a resource allocation such as bandwidth. One solution to this problem is with bandwidth management. Bandwidth management aims to avoid unbalanced use of bandwidth, and all users can get their share of bandwidth. In this study, we implemented bandwidth management using PfSense, with the HFSC, PRIQ, and CBQ methods. Based on tests comparing the results of downloads and uploads of three users; In the HFSC method, the existing bandwidth will be divided for each user who uses the network, while in the PRIQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and highest packet priority level. low. For the CBQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and lowest priority level of the packet, the lowest packet can borrow other available bandwidth from the highest queue, but not may exceed the highest tail packet.. Keywords: PfSense, Bandwidth Management, HSFC, PRIQ, CBQ.
PERBANDINGAN MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN METODE HFSC, PRIQ DAN CBQ PADA PFSENSE HAFIZ SYAHPUTRA, RENDY
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era globalisasi teknologi semakin canggih, seperti halnya teknologi yang memanfaatkan internet. Internet saat ini telah menjadi kebutuhan di beberapa bidang, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan jaringan. Ketika akses ke internet semakin banyak akan muncul permasalahan baru yaitu alokasi sumber daya yang tidak merata untuk semua pengguna atau aplikasi. Diperlukan suatu mekanisme untuk mengelola akses tersebut sehingga semua pengguna mendapatkan alokasi sumber daya seperti bandwidth. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan manajemen bandwidth. Manajemen bandwidth bertujuan untuk menghindari penggunaan bandwidth yang tidak seimbang dan semua pengguna bisa mendapatkan bagian bandwidth masing-masing. Pada penelitian ini mengimplementasikan manajemen bandwidth dengan menggunakan PfSense, dengan metode HFSC,PRIQ dan CBQ. Berdasarkan pengujian dengan perbandingan hasil download dan upload dari tiga user; pada metode HFSC bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user yang menggunakan jaringan, sedangkan pada metode PRIQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai dengan tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah. Untuk metode CBQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah, paket yang lebih rendah dapat meminjam bandwidth lain yang tersedia dari antrian yang lebih tinggi, namun tidak dapat melebihi paket antrian yang lebih tinggi. Kata Kunci: PfSense, Manajemen Bandwidth, HSFC, PRIQ, CBQ. Abstract In the age of globalization, technology is increasingly sophisticated, as is the technology used by the Internet. The Internet has become a necessity in several fields, especially for applications that require networks. When access to the Internet comes more and more new problems, it is the unequal allocation of resources for all users or applications. A mechanism is needed to manage access so that all users obtain a resource allocation such as bandwidth. One solution to this problem is with bandwidth management. Bandwidth management aims to avoid unbalanced use of bandwidth, and all users can get their share of bandwidth. In this study, we implemented bandwidth management using PfSense, with the HFSC, PRIQ, and CBQ methods. Based on tests comparing the results of downloads and uploads of three users; In the HFSC method, the existing bandwidth will be divided for each user who uses the network, while in the PRIQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and highest packet priority level. low. For the CBQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and lowest priority level of the packet, the lowest packet can borrow other available bandwidth from the highest queue, but not may exceed the highest tail packet.. Keywords: PfSense, Bandwidth Management, HSFC, PRIQ, CBQ.
PERBANDINGAN MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN METODE HFSC, PRIQ DAN CBQ PADA PFSENSE HAFIZ SYAHPUTRA, RENDY
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era globalisasi teknologi semakin canggih, seperti halnya teknologi yang memanfaatkan internet. Internet saat ini telah menjadi kebutuhan di beberapa bidang, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan jaringan. Ketika akses ke internet semakin banyak akan muncul permasalahan baru yaitu alokasi sumber daya yang tidak merata untuk semua pengguna atau aplikasi. Diperlukan suatu mekanisme untuk mengelola akses tersebut sehingga semua pengguna mendapatkan alokasi sumber daya seperti bandwidth. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan manajemen bandwidth. Manajemen bandwidth bertujuan untuk menghindari penggunaan bandwidth yang tidak seimbang dan semua pengguna bisa mendapatkan bagian bandwidth masing-masing. Pada penelitian ini mengimplementasikan manajemen bandwidth dengan menggunakan PfSense, dengan metode HFSC,PRIQ dan CBQ. Berdasarkan pengujian dengan perbandingan hasil download dan upload dari tiga user; pada metode HFSC bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user yang menggunakan jaringan, sedangkan pada metode PRIQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai dengan tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah. Untuk metode CBQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah, paket yang lebih rendah dapat meminjam bandwidth lain yang tersedia dari antrian yang lebih tinggi, namun tidak dapat melebihi paket antrian yang lebih tinggi. Kata Kunci: PfSense, Manajemen Bandwidth, HSFC, PRIQ, CBQ. Abstract In the age of globalization, technology is increasingly sophisticated, as is the technology used by the Internet. The Internet has become a necessity in several fields, especially for applications that require networks. When access to the Internet comes more and more new problems, it is the unequal allocation of resources for all users or applications. A mechanism is needed to manage access so that all users obtain a resource allocation such as bandwidth. One solution to this problem is with bandwidth management. Bandwidth management aims to avoid unbalanced use of bandwidth, and all users can get their share of bandwidth. In this study, we implemented bandwidth management using PfSense, with the HFSC, PRIQ, and CBQ methods. Based on tests comparing the results of downloads and uploads of three users; In the HFSC method, the existing bandwidth will be divided for each user who uses the network, while in the PRIQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and highest packet priority level. low. For the CBQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and lowest priority level of the packet, the lowest packet can borrow other available bandwidth from the highest queue, but not may exceed the highest tail packet.. Keywords: PfSense, Bandwidth Management, HSFC, PRIQ, CBQ.
PERBANDINGAN MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN METODE HFSC, PRIQ DAN CBQ PADA PFSENSE HAFIZ SYAHPUTRA, RENDY
Jurnal Manajemen Informatika Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era globalisasi teknologi semakin canggih, seperti halnya teknologi yang memanfaatkan internet. Internet saat ini telah menjadi kebutuhan di beberapa bidang, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan jaringan. Ketika akses ke internet semakin banyak akan muncul permasalahan baru yaitu alokasi sumber daya yang tidak merata untuk semua pengguna atau aplikasi. Diperlukan suatu mekanisme untuk mengelola akses tersebut sehingga semua pengguna mendapatkan alokasi sumber daya seperti bandwidth. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan manajemen bandwidth. Manajemen bandwidth bertujuan untuk menghindari penggunaan bandwidth yang tidak seimbang dan semua pengguna bisa mendapatkan bagian bandwidth masing-masing. Pada penelitian ini mengimplementasikan manajemen bandwidth dengan menggunakan PfSense, dengan metode HFSC,PRIQ dan CBQ. Berdasarkan pengujian dengan perbandingan hasil download dan upload dari tiga user; pada metode HFSC bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user yang menggunakan jaringan, sedangkan pada metode PRIQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai dengan tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah. Untuk metode CBQ, bandwidth yang ada akan terbagi ke setiap user sesuai tingkat prioritas paket yang lebih tinggi dan lebih rendah, paket yang lebih rendah dapat meminjam bandwidth lain yang tersedia dari antrian yang lebih tinggi, namun tidak dapat melebihi paket antrian yang lebih tinggi. Kata Kunci: PfSense, Manajemen Bandwidth, HSFC, PRIQ, CBQ. Abstract In the age of globalization, technology is increasingly sophisticated, as is the technology used by the Internet. The Internet has become a necessity in several fields, especially for applications that require networks. When access to the Internet comes more and more new problems, it is the unequal allocation of resources for all users or applications. A mechanism is needed to manage access so that all users obtain a resource allocation such as bandwidth. One solution to this problem is with bandwidth management. Bandwidth management aims to avoid unbalanced use of bandwidth, and all users can get their share of bandwidth. In this study, we implemented bandwidth management using PfSense, with the HFSC, PRIQ, and CBQ methods. Based on tests comparing the results of downloads and uploads of three users; In the HFSC method, the existing bandwidth will be divided for each user who uses the network, while in the PRIQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and highest packet priority level. low. For the CBQ method, the available bandwidth will be divided for each user according to the highest and lowest priority level of the packet, the lowest packet can borrow other available bandwidth from the highest queue, but not may exceed the highest tail packet.. Keywords: PfSense, Bandwidth Management, HSFC, PRIQ, CBQ.

Page 1 of 1 | Total Record : 10