cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Boga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2019)" : 23 Documents clear
PENGARUH PROPORSI TEPUNG KETAN DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK UNTHUK YUYU DENGAN PENAMBAHAN PUREE WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) LAILI ROSYIDA, NAFISA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Unthuk yuyu merupakan kue tradisional Indonesia yang banyak ditemui dibeberapa daerah di Jawa yang mempunyai bentuk dan rasa yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh proporsi tepung ketan dan tepung tapioka terhadap sifat organoleptik unthuk yuyu dengan penambahan puree wortel (Daucus Carota L.) yang meliputi: warna, aroma, rasa, kerenyahan, dan tingkat kesukaan; 2) Mengetahui perbedaan kandungan kimia pada produk unthuk yuyu resep standar dan produk unthuk yuyu terbaik meliputi: protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, ?-karoten, serat dan kadar air. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi melalui uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa) dan tingkat kesukaan oleh 70 orang panelis dengan lembar observasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis varian tunggal SPSS (one way anava) dan uji lanjut Duncan. Setelah itu menentukan produk terbaik kemudian dilakukan uji kandungan gizi di BPKI (Balai Penelitian dan Konsultasi Industri) Surabaya untuk mengetahui kandungan gizi diantaranya proksimat (karbohidrat, protein, lemak, serat dan kadar air), vitamin A dan ?-karoten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Proporsi tepung ketan dan tepung tapioka terhadap sifat organoleptik unthuk yuyu dengan penambahan puree wortel berpengaruh terhadap aroma, tekstur, dan tingkat kesukaan pada panelis, tapi tidak berpengaruh terhadap warna dan rasa. Penggunaan tepung tapioka yang lebih tinggi di banding tepung ketan mengakibatkan tekstur menjadi semakin renyah. Ada satu produk terbaik unthuk yuyu wortel yaitu proporsi tepung ketan dan tepung tapioka 20:80 dengan kriteria warna peanut, mempunyai aroma gurih dan cukup beraroma wortel, tekstur tidak keras, mudah patah dan remah, memiliki rasa manis dan gurih cukup berasa wortel dan disukai oleh panelis.; 2) Hasil kandungan gizi dari dua produk yaitu unthuk yuyu resep standar dan unthuk yuyu wortel terbaik berbeda. Kandungan gizi unthuk yuyu resep standar meliputi protein 8,11%, karbohidrat 82,65%, lemak 4,98%, vitamin A 21,02 mg/100g, ?-karoten 10,18 mg/100g, serat 1,22%, kadar air 3,11%. sedangkan kandugan gizi pada unthuk yuyu wortel terbaik yaitu proporsi tepung ketan dan tepung tapioka 20:80 meliputi protein 12,62%, karbohidrat 73,40%, lemak 6,28%, vitamin A 42,88 mg/100g, ?-karoten 28,11 mg/100g, serat 4,88%, kadar air 2,81%. Kata kunci : Tepung Ketan, Tepung Tapioka, Puree Wortel, Unthuk Yuyu Unthuk yuyu is a traditional Indonesian cake that is commonly found in several regions in Java which have a distinctive shape and taste. This study aims to: 1) Determine the effect of the proportion of glutinous rice flour and tapioca flour on the organoleptic properties of yuyu with the addition of carrot puree (Daucus Carota L.) which includes: color, aroma, taste, texture, and likeness; 2) Knowing the difference in chemical content in products for standard yuyu recipes and the best products for yuyu include: protein, carbohydrates, fats, vitamin A, ?-carotene, fiber and water content. This type of research is experimental research. Data collection was carried out by observation through organoleptic tests (color, aroma, texture, taste) and the level of preference by 70 panelists with observation sheets. Data analysis in this study used the SPSS (one way anava) variant analysis method and Duncans continued test. After that, determining the best product is then carried out a nutritional content test at BPKI (Research and Consulting Industry Center) Surabaya to determine the nutritional content including proximate (carbohydrate, protein, fat, fiber and water content), vitamin A and ?-carotene The results showed that 1). The proportion of glutinous rice flour and tapioca flour on organoleptic properties for yuyu with the addition of carrot puree affects the aroma, texture, and level of preference in the panelists, but does not affect the color and taste. The use of tapioca flour which is higher than glutinous rice flour causes the texture to become more crispy. There is one best product for carrot yuyu which is the proportion of sticky rice flour and tapioca flour 20:80 with peanut color criteria, has a savory aroma and is quite carroty, has a non-hard texture, is easily broken and crumbs, has a sweet and savory taste and is quite carrot-flavored and is liked by panelist; 2) The results of the nutritional content of the two products namely for the standard recipe yuyu and the best carrot yuyu for different. The nutritional content for standard yuyu recipes includes 8.11% protein, carbohydrates 82.65%, fat 4.98%, vitamin A 21.02 mg / 100g, ?-carotene 10.18 mg / 100g, fiber 1.22%, moisture content of 3.11%. while the nutritional content of the best carrot yuyu is the proportion of sticky rice flour and tapioca flour 20:80 including protein 12.62%, carbohydrates 73.40%, fat 6.28%, vitamin A 42.88 mg / 100g, ?-carotene 28, 11 mg / 100g, 4.88% fiber, 2.81% moisture content. Keywords : Glutionus Rice Flour, Tapioca Flour, Puree Carrot, Unthuk Yuyu
KAJIAN PRODUKSI OLAHAN SUWAR-SUWIR PADA USAHA RUMAH TANGGA “VINA MADU” DI DESA KEBON AGUNG KECAMATAN KALIWATES KABUPATEN JEMBER AFTHONUL HAKIM, MUHAMMAD
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi olahan suwar-suwir usaha rumah tangga ?UD. Vina Madu?: 1) Profil usaha rumah tangga UD. Vina Madu, 2) Faktor-faktor pendukung diusaha rumah tangga UD. Vina Madu, 3). Pelaksanaan Produksi di Usaha Rumah Tangga ?UD. Vina Madu? Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif yang mengangkat judul Kajian Produksi Olahan Suwar-Suwir Pada Usaha Rumah Tangga ?Vina Madu? Di Desa Kebon Agung Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Hasil penelitian ini meliputi: 1) Profil usaha rumah tangga ?UD. Vina Madu?: Usaha rumah tangga suwar-suwir ?UD. Vina Madu? adalah produksi suwar suwir salah satu oleh oleh khas Jember. Di Desa Kebon Agung belum ada produksi suwar-suwir tersebut, jenis usaha yang ada di UD. Vina Madu adalah usaha rumah tangga tradisional yang dimiliki oleh pemilik keluarga. 2). Faktor pendukung usaha rumah tangga ?UD. Vina Madu?: Transportasi menggunakan roda 4 untuk mengantar bahan baku tape singkong kepada pemilik usaha dan gula pasir serta bahan lainnya. 3). Pelaksanaan Produksi ?UD. Vina Madu?: Pelaksanaan Produksi ada perencanaan produksi meliputi perencanaan bahan, perencanaan alat, perencanaan tenaga kerja. Pengendalian produksi meliputi pengendalian bahan, pengendalian alat, pengendalian tenaga kerja, pendalian baiaya dan yang terakhir pengawasan produksi. Kata Kunci: Kajian Produksi, suwar-suwir, usaha rumah tangga, UD. Vina Madu
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG UBI UNGU (IPOMOEA BATATAS) DAN PENAMBAHAN PUREE BUAH NAGA (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KUE GAPIT AMALIA, NORMA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kue gapit adalah kue tradisional yang berasal dari Cirebon Jawa Barat. Nama gapit diambil dari proses pencetakan yakni adonan yang sudah jadi digapit oleh dua lempeng besi di atas pembakaran dan memiliki bentuk bermacam-macam seperti kipas, persegi, kotak dan juga ada yang digulung. Kue gapit terbuat dari tepung beras, telur, gula pasir, garam dan santan (bogasari). Kue gapit memiliki tekstur, kering, renyah (crispy), dan sifatnya tahan lama serta mempunyai ciri khas rasa yang gurih, renyah, dan manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung ubi ungu dan penambahan puree buah naga merah terhadap sifat organoleptik kue gapit yang meliputi motif, warna, aroma, rasa, kerenyahan, tingkat kesukaan serta mengetahui kandungan gizi yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, serat, antosianin, betakaroten dalam kue gapit terbaik dari uji organoleptik. Jenis penelitian ini mengunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian dua faktor. Pengumpulan data dengan mengunakan cara observasi oleh 50 orang panelis. Analisis data yang digunakan adalah dengan metode analisis two way anava dan uji lanjut Duncan. Produk terbaik selanjutnya dilakukan uji kimia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) subtitusi tepung ubi ungu ada pengaruh nyata terhadap warna dan aroma kue gapit, tetapi tidak ada pengaruh nyata terhadap motif, rasa, kerenyahan, dan tingkat kesuksaan kue gapit. 2) penambahan puree buah naga merah ada pengaruh nyata terhadap motif, warna, rasa, kerenyahan, tingkat kesukaaan kue gapit, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap aroma kue gapit. 3) interaksi antara subtitusi tepung ubi ungu dan penambahan puree buah naga merah hanya ada pengaruh terhadap motif kue gapit. 4) Kue gapit yang terbaik yaitu kue gapit dengan subtitusi tepung ubi ungu sebesar 60% dan penambahan puree buah naga merah sebesar 70%. Kandungan gizi kue gapit per 100 gram produk kue gapit mengandung karbohidrat 73,60%; protein 11,50%; lemak 8,11%; serat 5,10%; antosianin 38,60 mg/100g; betakaroten 58,65 mg/100g. Kata Kunci : kue gapit, tepung ubi ungu, puree buah naga
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGETAHUAN BAHAN MAKANAN DI SMKN 3 KEDIRI ASNA ZULTIFA, AYU
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan variabel-variabel penelitian sebagai berikut: 1) aktivitas guru; 2) aktivitas siswa; 3) hasil belajar siswa berupa kognitif dan keterampilan siswa; 4) respon siswa, pada mata pelajaran pengetahuan bahan makanan, dengan kompetensi dasar menganalisis telur dan hasil olahannya. Penelitian ini dilakukan di kelas X Jasa Boga 1 SMKN 3 Kediri. Jenis penilitian ini adalah quasi experimental atau eksperimen semu. Penelitian ini diterapkan pada kelas X Jasa Boga 1 dengan jumlah siswa 36 orang. Data dalam penelitian diperoleh dengan beberapa metode yaitu: observasi, tes tulis (pre-test, post-test), dan angket. Teknik analisis data menggunakan Uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran memiliki kategori sangat baik. Aktivitas siswa dalam pembelajaraan memiliki kategori sangat baik. Hasil pre-test dan post-test siswa menunjukkan nilai signifikan 0,00<0,0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara pre-test dan post-test. Hasil belajar keterampilan berada pada kategori baik. Hasil respon siswa memiliki kategori sangat baik. Kesimpulan pada hasil penelitian ini yaitu : 1) aktivitas guru memiliki kategori yang sangat baik; 2) aktivitas siswa memiliki kategori yang sangat baik; 3) hasil respon siswa memiliki kategori yang sangat baik; 4) ada peningkatan hasil nelajar kognitif dengan uji paired t test menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) 0,00<0,0.05, serta hasil belajar keterampilan memiliki kategori yang baik. Kata Kunci : model pembelajaran, problem based learning, hasil belajar
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TAPIOKA DAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KERUPUK IKAN MANYUNG DESSY VIVIT LIFBIA SARI, PUTRI
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kerupuk adalah suatu jenis makanan ringan yang terbuat dari bahan-bahan yang mengandung pati cukup tinggi (Tarwiyah,2001). Dalam penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui pengaruh proporsi tapioka dan tepung kacang hijau terhadap sifat organoleptik kerupuk ikan manyung mentah yang meliputi warna, aroma, kesukaan. Serta kerupuk ikan manyung matang yang meliputi warna, aroma, rasa, kerenyahaan, pengembangan, kesukaan. 2) Untuk mengetahui kandungan gizi terbaik uji organoleptik kerupuk ikan mayung metah dan matang yang meliputi: protein, serat, kalsium dan fosfor. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian eksperimen dengan jumlah proporsi tepung tapioka dan tepung kacang hijau serta pemanfaatan ikan manyung ialah tepung tapioka : tepung kacang hijau 90% : 10%, 85% : 15%, 80% : 20%, 75% : 25%, dan 70% : 30%. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi melalui uji organoleptik kerupuk mentah yang meliputi warna, aroma, tingkat kesukaan. Dan kerupuk matang warna, aroma, rasa, kerenyahaan, pengembangan, tingkat kesukaan. Panelis yang diambil sebanyak 35. Analisis data anava tunggal dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi tapioka dan tepung kacang hijau pada kerupuk ikan manyung kerupuk mentah yang meliputi warna dan aroma, serta berpengaruh terhadap kerupuk matang yang meliputi warna dan pengembangan. Proporsi tapioka dan tepung kacang hijau tidak berpengaruh terhadap warna, aroma, kerenyahan, dan tingkat kesukaan pada kerupuk matang. Kerupuk menunjukkan produk terbaik pada kerupuk dengan proporsi tepung tapioka 90% dan tepung kacang hijau 10%. Kerupuk mentah yang dihasilkan yaitu berwarna coklat kekuingan, beraroma ikan, dan disukai panelis. Adapun kerupuk matang yang dihasilkan yaitu bewarna putih tulang (krem), beraroma ikan, cukup mengembang, cukup renyah, berasa gurih, dan disukai oleh panelis. Hasil uji kimia pada produk kerupuk terbaik menunjukkan kandungan phosphor kerupuk mentah 0,31 %, protein 9,96%, serat 1,18 %, dan kalsium 140,20 mg/kg. Sedangkan kandungan phosphor kerupuk matang 0,41%, protein 7,99%, serat 1,17 %, dan kalsium 137,13 mg/kg. Kata Kunci : Tepung Tapioka, tepung kacang hijau, ikan manyung Abstract Crackers are a type of snack made from ingredients that contain quite high starch (Tarwiyah, 2001). In this study aims 1) to determine the effect of tapioca and green bean flour proportions on the organoleptic properties of raw manyung fish crackers which include color, aroma, preferences. As well as cooked manyung fish crackers which include color, aroma, taste, crispness, development, liking. 2) To find out the best nutritional content of the organoleptic test of mayung metah and mature fish crackers which include: protein, fiber, calcium and phosphorus. This type of research used in this research is experimental research with the proportion of tapioca flour and mung bean flour and the use of manyung fish is tapioca flour: mung bean flour 90%: 10%, 85%: 15%, 80%: 20%, 75% : 25%, and 70%: 30%. Data collection using observation techniques through organoleptic testing of raw crackers which include color, aroma, preference level. And crackers are ripe colors, aromas, flavors, crispness, development, degree of liking. Panelists were taken as many as 35. Analysis of single anava data with Duncan test. The results of this study indicate the proportion of tapioca and green bean flour in raw fish crackers, which include color and aroma, as well as the effect on mature crackers which include color and development. The proportion of tapioca and mung bean flour has no effect on the color, aroma, crispness, and level of preference in ripe crackers. Crackers show the best products in crackers with the proportion of tapioca flour 90% and green bean flour 10%. The resulting raw crackers are yellowish brown, fishy, ??and panelists prefer. The cooked crackers produced are white bone (cream), fish-scented, quite fluffy, quite crispy, tasteful, and preferred by panelists. The results of chemical tests on the best cracker products showed a crude cracker phosphorus content of 0.31%, 9.96% protein, 1.18% fiber, and calcium 140.20 mg / kg. While the phosphorus content of mature crackers is 0.41%, protein 7.99%, fiber 1.17%, and calcium 137.13 mg / kg. Keywords: Tapioca Flour, green bean flour, manyung fish
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEAMANAN PANGAN SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 2 JOMBANG WIDIARY, ROSITA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian berjudul penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar keamanan pangan siswa kelas X di SMK Negeri 2 Jombang adalah untuk menjelaskan secara rinci semua aktivitas serta respon siswa pada mata pelajaran keamanan pangan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Jasa Boga 3 SMK Negeri 2 Jombang dengan jumlah siswa 34 yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dengan dua siklus penelitian. Hasil penelitian berupa aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar yang diukur berdasarkan pada penelitian siklus 1 dan siklus 2, dan respon siswa. Pengukuran hasil belajar pada penelitian siklus 1 diperoleh rata-rata jumlah 61,79% dan pengukuran hasil belajar pada penelitian siklus 2 diperoleh rata-rata jumlah 75,50%. Hasil penelitian membuktikan dengan jelas dengan penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran keamanan pangan. Kata kunci : Model Pembelajaran Inkuiri, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Hasil Belajar, Keamanan Pangan, Siswa Kelas X Jasa Boga.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAMN ILMU GIZI KELAS X JASA BOGA DI SMK NEGERI 3 KEDIRI DHIA AJRINA RAMADHANI, HANIFA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap meningkatkan hasil belajar siswa, serta untuk mengetahui aktivitas guru dan respon siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Gizi pada kompetensi dasar zat gizi sumber zat pengatur yang diperlukan tubuh pada mata pelajaran Ilmu Gizi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Jasa Boga 4 SMK Negeri 3 Kediri. Penelitian ini menggunakan pre eksperimen, Dengan desain eksperimen one group pre-test dan post-test group design. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi aktivitas guru yang digunakan untuk mengetahui aktivitas guru, tes berupa soal multiple choice digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa, dan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan PBL. Pada penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yakni tahap persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan meliputi penyusunan perangkat pembelajaran dan telah melewati uji validasi dengan skor rata-rata 80% Silabus kriteria baik, 76% RPP Kriteria baik, 85% Hand Out kriteria Sangat Baik, 83% LKPD kriteria sangat baik dan Soal 76% kriteria baik, 85% rata-rata angket aktifitas guru kriteria sangat baik, dan 81% rata-rata angket respon siswa kriteria sangat baik. Pada tahap pelaksanaan meliputi kegiatan pengelolaan pembelajaran yang dilakukan 2 kali pertemuan. Hasil aktifitas guru memperoleh rata-rata skor pada pertemuan 1 yaitu 84,86 dan pada pertemuan 2 memperoleh rata-rata skor 95,2 termasuk kedalam kriteria sangat baik dimana pada keterlaksanaan pembelajaran berbasis PBL memiliki interpretasi peningkatan pada aktivitas guru, dan pada hasil belajar siswa pada kompetensi dasar zat gizi sumber zat pengatur yang diperlukan tubuh pada pertemuan 1 mendapat nilai 30,42 pada pretes dan 61,09 pada post test dapat dikatakan nilai posttest lebih tingi daripada nilai pretest pada pertemuan 2 nilai pretes memperoleh rata-rata 57,42 sedangkan posttest 87,09. Dapat dikatakan penerapan PBL sukses pada ketercapaian hasil belajar siswa karena adanya peningkatan yang ditunjukan oleh hasil. Respon siswa selama pembelajaran mendapat presentase rata-rata 90% yang masuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), hasil belajar, kompetensi dasar zat gizi sumber zat pengatur yang diperlukan tubuh.
PENGARUH SUBTITUSI PATI GANYONG (CANNA EDULIS KERR) DAN PENAMBAHAN IKAN GABUS (CHANNA STRIATA) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KERUPUK INDAH SARI AGUSTINA, NUR
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH SUBTITUSI PATI GANYONG (Canna edulis kerr) DAN PENAMBAHAN IKAN GABUS (Channa striata) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KERUPUK Abstrak Kerupuk merupakan produk makanan ringan masyarakat Indonesia yang disukai mulai dari anak-anak, remaja, muda, tua, kaya dan miskin. Tujuan penelitian ini ialah bagaimana pengaruh subtitusi pati ganyong penambahan ikan gabus terhadap sifat organoleptik kerupuk meliputi: warna, aroma, rasa, kerenyahan, pengembangan dan kesukaan. Penelitian yang dilakukan ialah eksperimen menggunakan 9 perlakuan dari 2 faktor dengan 3 tingkat subtitusi pati ganyong yaitu 30%, 40%, 50% dan penambahan ikan gabus 20%, 30%, 40%. Uji kimiawi di laboratorium pangan untuk mengetahui kandungan protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan fosfor. Subtitusi pati ganyong berpengaruh pada semua sifat organoleptik kerupuk. Penambahan ikan gabus berpengaruh pada warna, aroma, rasa, dan kerenyahan, namun tidak berpengaruh pada pengembangan dan tingkat kesukaan. Produk terbaik yaitu subtitusi pati ganyong sebesar 50% dan penambahan ikan gabus 30%. Kandungan gizi pada kerupuk ikan gabus dan pati ganyong per 100g kerupuk matang memiliki kandungan protein 15,81%, lemak 1,66%, karbohidrat 75,90%, kalsium 64,80 mg/100g, dan fosfor 28,50 mg/100g. Kata Kunci: Kerupuk, Pati Ganyong, dan Ikan Gabus.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN GIZI IBU DAN PENGHASILAN ORANG TUA TERHADAP POLA KONSUMSI MAKANAN ANAK SEKOLAH TAMAN KANAK (TK) DHARMA WANITA KEDUNGTURI TAMAN SIDOARJO NUR RAHMAH, BELLA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi ibu terhadap pola konsumsi makan anak dan 2) mengetahui hubungan penghasilan orangtua terhadap pola konsumsi makan anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional yang bersifat cross sectional, Penelitian ini dilakukan di TK Dharma Wanita Kedungturi Taman Kab. Sidoarjo. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh siswa di TK Dharma Wanita (TK A dan B). Metode analisis data menggunakan Correlation Pearson. menunjukkan bahwa: 1) tidak terdapat hubungan antara pengetahuan orangtua dengan pola konsumsi makan anak TK Dharma Wanita Kedungturi Taman, Sidoarjo (signifikansi (p) sebesar 0,59) dan 2) tidak terdapat hubungan antara penghasilan orangtua dengan pola konsumsi makan anak TK Dharma Wanita Kedungturi Taman, Sidoarjo (signifikansiz(p) sebesar 0,329). Kata Kunciz:Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Penghasilan Orang Tua,Pola Konsumsi Makanan. Abstract Intention of this research are to know: 1) Relation of mother knowledge level of nutrition to consumption pattern of eat child, 2) Relation of parent production to consumptionzpattern of eat child. This correlational researchzwas cross sectional, This research was conducted in Dharma Wanita kindergarten Kedungturi Taman Village Sidoarjo. Population and sample research was the all students in Dharma Wanita kindergarten. Data analysiszresearch with Correlation Pearsonzindicated that: 1) There was not relation of mother knowledge level of nutrition with consumption pattern eat of child Dharma Wanita kindergarten Kedungturi Taman Village , Sidoarjo with (significance value (p) as 0,59) and 2) There was not relation income parent with consumption pattern eat of child Dharma Wanita kindergarten Kedungturi Taman Village, Sidoarjo with (significance value (p) as 0,329). Keywords :Mother Knowledge Level of Nutrition, Income Parent, Consumption Pattern of Eat Child.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UMBI GARUT DAN PENAMBAHAN PUREE UBI JALAR UNGU TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK ROTI BAGELEN FAJAR BUDIARTI, TIARA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Roti bagelen terbuat dari roti manis yang dikeringkan. Penelitian tentang pengaruh substitusi tepung umbi garut dan penambahan puree ubi jalar ungu. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung umbi garut dan penambahan puree ubi ungu terhadap sifat organoleptik roti bagelen yang meliputi warna kulit, warna penampang, pori-pori, aroma, rasa, kerenyahan, dan kesukaan, serta nilai gizi roti bagelen dengan hasil organoleptik terbaik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu substitusi tepung umbi garut dan penambahan pureQ jalar ubi ungu. Variabel terikat yaitu sifat organoleptik roti bagelen. Pengumpulan data menggunakan observasi secara organoleptik yang dilakukan oleh panelis. AnalisisQdata menggunakan uji anava two way dilanjutkan dengan uji Duncan. Produk terbaik dari hasil organoleptik dilakukan uji proximate untuk mengetahui kandungan karbohidrat, lemak, protein, energi, vitamin A, vitamin B, kalium, kalsium, fosfor. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh significant substitusi tepung umbi garut terhadap warna kulit, warna penampang, aroma, rasa, keremahan dan tingkat kesukaan.Adanya pengaruh significant penambahan puree ubi jalar ungu terhadap warna kulit, warna penampang, pori-pori, dan aroma. Berpengaruh secara significant interaksi substitusi tepung umbi garut dan penambahan puree ubi jalar ungu terhadapwarna kulit, warna penampang, dan aroma. Hasil terbaik diperoleh dari produk roti bagelen dengan substitusi tepung umbi garut 50% dan penambahan puree ubi ungu 90 gram dengan warna kulit ?Ungu sedikit kekuningan?, warna penampang ?ungu kekuningan?, pori-pori ?sedang dan rata?, aroma ?sedikit beraroma umbi garut dansedikit beraroma ubi ungu?, rasa ?sedikit berasa umbi garut dan sedikit berasa ubi ungu?, kerenyahan cukup renyah?, tingkat kesukaan ?cukup suka?. Kandungan gizi setiap 100 gram roti bagelen meliputi karbohidrat 78,61%, lemak 6,05%, protein 9, 85%, energi 402,50 kkal,Qvitamin A 18, 85 mg, vitamin B 2,05 mg, kalium 21,50 mg, kalsium 16,70 mg, fosfor 98,60 mg. Kata kunci : Roti Bagelen, Tepung Umbi Garut, Puree Ubi Ungu,Uji Organoleptik. Abstract Bagelen bread is made from dried sweet bread. Research on the effect of substitution of arrowroot tuber flour and the addition of purple sweet potato puree. The aim was to determine the effect of substitution of arrowroot tuber flour and the addition of purple sweet potato to the organoleptic properties of bagel bread which included skin color, crossing color, pore, aroma, taste, crispness, and preference, and nutritional value of bagelen bread with the best organoleptic results.This type of research is experimental with two variables namely independent variables and dependent variables. The independent variable is the substitution of arrowroot tuber flour and the addition of purple sweet potato puree. The dependent variable is the organoleptic nature of bagelen bread. Data collection uses organoleptic observations conducted by panelists. Data analysis used two way anava test followed by Duncan test. The best product from organoleptic results is a proximate test to determine carbohydrate, fat, protein, energy, vitamin A, B vitamins, potassium, calcium, phosphorus. The results showed a significant substitution of arrowroot tuber flour on skin color, cross-sectional color, aroma, taste, weakness and level of preference. There is a significant effect of adding purple sweet potato puree to skin color, cross-sectional color, pores, and aroma. It has a significant effect on the substitution interaction of arrowroot tuber flour and the addition of purple sweet potato puree toskin color, cross-sectional color and aroma. The best results were obtained from bagelen bread products with the substitution of 50% arrowroot tuber flour and the addition of 90 grams of purple yam puree to the skin color "Purple slightly yellowish", the color of "yellowishQpurple", "medium and flat" pores, aroma "slightly flavorful arrowroot tubers and slightly purple scented ", taste" slightly flavored arrowroot tuber and slightly purple sweet potato ", crispness" quite crunchy ", the level of preference" quite like ". The nutritional content of every 100 grams of bagelen includes carbohydrates 78.61%, fat 6.05%, protein 9, 85%, energy 402.50 kcal, vitamin A 18, 85 mg,Qvitamin B 2.05 mg, potassium 21.50 mg,calcium 16.70 mg, phosphorus 98.60 mg. Keywords: Bagelen bread, arrowroot tuber flour, purple yam puree, nutritional content.

Page 1 of 3 | Total Record : 23