cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2013)" : 34 Documents clear
EFEKTIVITAS PELATIHAN PENGENDALIAN MASSA DI KEPOLISIAN RESOR (POLRES) TUBAN AYU RAHMAWATI CIPTONINGTYAS
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

ABSTRAK Berbagai fenomena aksi massa yang kerap terjadi di Indonesia mengisyaratkan bahwa peran Kepolisian dalam melindungi dan menjaga stabilitas keamanan sangat kurang. Hal tersebut dibuktikan saat terjadi unjuk rasa di berbagai kota besar dan daerah di Indonesia tidak terkecuali Jawa Timur (Jatim). Polres Tuban yang berada dibawah Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menjadi salah satu pihak yang pernah menjadi penanggungjawab kerusuhan politik massa pada tahun 2006 silam. Belajar dari kejadian tersebut, pihak kepolisian melaksanakan pelatihan pengendalian massa sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauhmana efektivitas pelatihan pengendalian massa di Polres Tuban. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 60 anggota Dalmas dan sampelnya 52 responden. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berasal dari sumber data primer melalui kuesioner dan observasi nonparticipant dan sumber data sekunder yaitu diperoleh dari literature serta arsip-arsip milik Polres Tuban. Teknik analisi data yang digunakan melalui pengolahan data yang terdiri dari editing, coding, dan scoring. Selanjutnya dilakukan pengorganisasian data dengan cara menghitung jumlah skor item kuesioner, membuat kelas interval serta menghitung skor jawaban dari responden. Hasil dari seluruh penghitungan berupa prosentase angka yang nantinya dinyatakan efektivitasnya berdasarkan kelas interval, kemudian dideskripsikan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa hasil tiap dimensi pengukuran efektivitas masing-masing ialah dimensi reaksi dan belajar termasuk pada kategori sangat efektif dengan mencapai prosentase 84,32% dan 83,33%. Dimensi perilaku dan hasil termasuk pada kategori efektif dengan mencapai prosentase 77,31% dan 75%. Dari keempat dimensi tersebut, dimensi reaksi yang sangat berperan besar dalam pelaksanaan pelatihan karena mencapai skor tertinggi. Secara keseluruhan, pelatihan pengendalian massa di Polres Tuban dikategorikan sangat efektif dengan prosentase 82,94%. Hasil tersebut diperkuat dengan prestasi yang diraih oleh anggota Dalmas saat lomba Dalmas di Polda Jatim pada 2012 lalu dalam peringatan HUT Bhayangkara ke-66. Selain itu, kinerja Dalmas di lapangan juga baik terbukti Dalmas Polres Tuban dapat meredam aksi massa yang sempat ricuh pada November 2012 di Kantor Pemerintah Kabupaten Tuban. Kata kunci: Efektivitas, Pelatihan Pengendalian Massa
Evaluasi Implementasi Program Layanan Rakyat untuk Sertipikasi Tanah (LARASITA) Di Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo(Studi Pada pelaksanaan Program LARASITA di Kelurahan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin - Kabupaten Sidoarjo) AYU MEGAWATI
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

ABSTRAKEvaluasi implementasi berfungsi untuk memberikan informasi mengenai proses kinerja implementasi suatu kebijakan. Salah satu kebijakan yang dinilai penting untuk dievaluasi adalah program LARASITA. Program LARASITA diimplementasikan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia, salah satunya yakni Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo. Kantor Pertanahan Kabupaten Sdioarjo telah mengimplementasikan program LARASITA di 21 Kelurahan/Desa, salah satunya Kelurahan Kalitengah. Implementasi program LARASITA di Kelurahan Kalitengah telah melayani sebanyak 301 sertipikat warga. Pada proses implementasi, masih terdapat kendala-kedala yang dihadapi terkait faktor komunikasi, faktor sumber daya manusia, faktor sumber daya peralatan, dan faktor disposisi. Berdasarkan alasan tersebut maka proses implmenetasi program LARASITA di Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo penting untuk dievaluasi guna memberikan informasi mengenai implementasi program LARASITA di Kelurahan Kalitengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana evaluasi implementasi program LARASITA di Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Lokasi penelitian adalah Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo dan Kelurahan Kalitenga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni meliputi pencatatan data, pengumpulan dan pemilahan data, serta analisis dan penyajian data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor implementasi yang kurang memenuhi kriteria efektivitas yakni faktor komunikasi, sumber daya manusia, sumber daya peralatan, disposisi dan struktur birokrasi. Faktor-faktor yang kurang memenuhi kriteria efisiensi antara lain komunikasi, disposisi dan struktur birokrasi. Faktor-faktor yang kurang memenuhi kriteria kecukupan antara lain komunikasi, sumber daya manusia, disposisi dan struktur birokrasi. Faktor-faktor yang kurang memenuhi kriteria perataan antara lain sumber daya manusia dan disposisi. Faktor-faktor yang kurang memenuhi kriteria responsivitas adalah komunikasi. Faktor-faktor yang kurang memenuhi kriteria ketepatan antara lain komunikasi. Maka alternatif kebijakan yang diberikan adalah kebijakan program LARASITA perlu diteruskan dengan suatu perbaikan pada kriteria-kriteria yang yang masih kurang dipenuhi.Kata kunci: evaluasi, implementasi, LARASITA
PENGARUH REMUNERASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA TUBAN ANHARUDIN AZIS
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

ABSTRACT Tax Office Primary Tuban is one of the government offices under the Directorate General of Taxation II East Java provincial office is implementing a program of bureaucratic reform. The bureaucratic reform program include improved payroll system (remuneration) granted to employees. In fixing the payroll system intended, implemented through the provision of salaries, honoraria, allowances remain, bonuses, incentives, severance and retirement. Improved remuneration fairer and balanced is expected to improve employee performance and overall agency performance, although in practice there are still some problems both internal and external into the organization. This research aims to examine and determine the effect of remuneration on the performance employee Tax Office Primary Tuban. The research method used is associative with a quantitative approach. Data collection techniques used were enclosed questionnaire. The population in this study were all employees of the Tax Office Primary Tuban with a total sampling is used then this is the overall sample totaling 52 employees. Independent variable in this study was Remuneration (X) and Employee Performance (Y) as the dependent variable. Analysis model of the data in this study are product moment correlation test, t test and simple linear regression as a test of the hypothesis. Confidence level used is 95% (α = 0,05). Test results using product moment correlation coefficient r of 0.860 which indicates that the variable remuneration is very strong and positive effect on employee performance. Whereas the t-test also showed variable remuneration significant effect on employee performance because tvalue > ttable of 11.924 with significance value of 0.000a. The coefficient of determination (R2) obtained 0.739 or 73.9%. With Thus the changes on officer performance caused by salaries, honorarium, allowance, bonus, incentives, severance and pensions with the influence amounting to 73.9% and the rest 26.1% influenced by other variables. While the regression equation in this study is Y = 9.986 +1.252 X. This research proves that there is a positive and significant impact between employee performance to remuneration Tax Office Primary Tuban. Keywords: Remuneration, Employee Performance.
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PT BANK TABUNGAN NEGARATBK (BTN) CABANG KETINTANG SURABAYA DENGAN METODEBALANCED SCORECARD DALAM PERSPEKTIF PELANGGAN
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

ABSTRAK Pengukuran keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari seberapa besar laba/margin yang diperoleh perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Selama ini banyaknya perusahaan dibidang perbankan hanya menggunakan sistem pengukuran kinerja dengan manajemen tradisional yang hanya berfokus pada aspek keuangan saja, sehingga kinerja personal yang diukur hanya berkaitan dengan aspek keuangan. Seperti apa yang terjadi pada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Cabang Ketintang Surabaya yang mengukur pertumbuhan perusahaan hanya dengan acuan kenaikan laba bersihnya disetiap periode.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengukuran kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Cabang Ketintang dengan metode Balanced Scorecard dalam perspektif pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Narasumber penelitian ini terdiri dari Pimpinan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Cabang Ketintang Surabaya, Customer service PT BTN, 4 nasabah perorangan dan 3 nasabah lembaga.Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari analisis penelitian ini adalah kinerja pada PT. Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dengan metode Balanced Scorecard dalam perspektif pelanggan secara keseluruhan menunjukkan hasil yang sedang atau bisa dikatakan baik dan tidak bisa dikatakan buruk. Hal ini didasarkan pada variabel pangsa pasar menunjukkan bahwa sasaran yang ditetapkan perusahan sebagai share market sudah tepat. Pada variabel retensi pelanggan juga menunjukkan hasil yang baik, karena dari bulan Februari sampai Maret tahun 2011, 2012, 2013 tidak ada nasabah yang berhenti. Pada variabel kepuasan pelanggan menunjukkan hasil yang buruk, karena dari 6 narasumber ada 5 narasumber mengatakan layanan dan pelayanannya mengecewakan. Variabel Akuisisi pelanggan menunjukan hasil yang baik karena terjadi penambahan jumlah nasabah dari bulan Februari sampai Maret di tahun 2011 sampai 2013. Terakhir, untuk variabel profitabilitas menunjukkan hasil yang baik, karena terjadi peningkatan kredit sebesar 63,34% di akhir tahun 2012 dibanding tahun 2011. Kata Kunci : Pengukuran Kinerja, Metode Balanced Scorecard, Pelanggan
Efektivitas Program Layanan Rakyat Sertipikat Tanah di Kabupaten Gresik SUHENDRIK KRISWANTO
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

ABSTRAK Program larasita merupakan program unggulan dari BPN untuk melakukan reformasi birokrasi dengan tujuan menciptakan rasa percaya kepada masyarakat terhadap kerja kantor pertanahan untuk mencapai tujuan target sertifikasi tanah di Kabupaten Gresik. Masalah yang sedang terjadi adalah adanya masyarakat kontra larasita dan masih banyaknya tanah di Kabupaten Gresik yang belum mempunyai sertifikat. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah mengukur seberapa efektif program larasita di Kabupaten Gresik. Dalam penelitian ini menggunakan indicator yang digunakan adalah teori pengukuran efektivitas oleh Budiani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah masyarakat Kabupaten Gresik yang menjadi peserta program larasita dengan metode pengambilan sampel yaitu Proportional Stratified Random Sampling. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data penulis menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ukuran efektivitas yang dilakukan diperoleh rata-rata nilai yang dihasilkan sebesar 2,05. Dengan hasil nilai 2,05 maka berada pada interval 1,81-2,6 yang mempunyai arti kurang efektif. Sementara prosentase efektivitas Program Layanan Rakyat Sertipikat Tanah (LARASITA) di Kabupaten Gresik mencapai 41%. Saran yang dapat diberikan diberikan yaitu: 1) meningkatkan ketepatan sasaran program larasita yang sebenarnya yaitu masyarakat yang jauh dari Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik 2) meningkatkan sosialisai 3) melaksanakan program sesuai dengan tujuan dan memenuhi target 4) meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan perhatian kepada pelanggan. Kata Kunci: Efektivitas, Program, LARASITA
PERAN INSTITUSI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN (Studi Pada Bidang Penelitian dan Pengembangan di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik) AVIV SETIAWAN DINWORO
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

ABSTRAK Kegiatan-kegiatan pemerintah baik yang berupa pelayanan masyarakat maupun program-program pembangunan selalu bermula dari kebijakan. Kebijakan yang dirumuskan harus berkualitas, dalam menghasilkan kebijakan berkualitas dimaksud harus didukung data yang valid, informasi yang faktual, dan direkomendasikan atas hasil analisis yang akurat. Masalahnya, tidak sedikit kebijakan yang tidak memecahkan masalah bahkan malah menciptakan masalah baru. Dari itu disadari suatu tahap penting dari kebijakan adalah perumusannya. Dalam proses perumusan kebijakan, diperlukan dukungan pengetahuan seputar kebijakan sebagai bahan pertimbangan, salah satunya melalui hasil penelitian dan pengembangan. Atas dasar inilah peran pentingnya institusi penelitian dan pengembangan dalam perumusan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran institusi penelitian dan pengembangan dalam perumusan kebijakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun narasumber dari penelitian ini adalah Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan dan Staff di Bidang Penelitian dan Pengembangan di Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam menjalankan ketiga peran yang diadaptasi dari teorinya Wahab (1999) tentang peran institusi kebijakan yakni menyuplai informasi untuk proses perumusan masalah, memberikan struktur ilmiah untuk menentukan prioritas, dan membuat rekomendasi. Institusi penelitian dan pengembangan yang ada di Pemerintahan Kabupaten Gresik ini secara umum berjalan dengan baik. Salah satunya proses dan kegiatannya adalah melakukan kajian yang digunakan untuk menyuplai informasi, dijadikan struktur ilmiah, dan memuat rekomendasi untuk dimanfaatkan dalam perumusan kebijakan. Namun, masih terdapat kelemahan yang teridentifikasi, yakni kurangnya sumber daya manusia dan sarana prasarana yang dapat menghambat kinerja Bidang Penelitian dan Pengembangan dalam menjalankan ketiga perannya tersebut. Diharapkan untuk kedepannya, Bidang Penelitian dan Pengembangan yang ada di Pemerintah Kabupaten Gresik ini dapat memperbaiki perannya dalam perumusan kebijakan. Kata kunci : Peran, Institusi, Perumusan Kebijakan.
IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) DI KELURAHAN KEJURON KECAMATAN TAMAN KOTA MADIUN ANITA MUSTIKA DEWI
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

ABSTRAK Kemiskinan membuat masyarakat miskin tidak mampu memenuhi salah satu kebutuhan dasar berupa rumah layak huni. Masyarakat miskin di Kota Madiun membangun rumah jauh dari kriteria layak. Pemerintah Kota Madiun membuat Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni bertujuan meningkatkan rumah yang tidak layak menjadi layak huni. Program berupa bantuan rehabilitasi rumah sebesar Rp10 juta sesuai kebutuhan. Dalam implementasi, ditemukan masalah yaitu rumah yang direhabilitasi tidak sesuai dengan kriteria fisik dan non fisik dari rumah penerima bantuan. Dalam pemeriksaan Inspektorat, ditemukan kekurangan pada rumah yang telah direhab. Dalam merehabilitasi rumah, ditemukan ketidakpuasan kelompok sasaran menerima hasil rehabilitasi dari TPK-K. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi program rehabilitasi rumah tidak layak huni di Kelurahan Kejuron Kecamatan Taman Kota Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Kelurahan Kejuron karena dari tahun 2010-2012 selalu mendapat bantuan karena mayoritas penduduk berprofesi sebagai pedagang/wiraswasta yang rumahnya jauh dari kriteria layak. Fokus penelitian adalah implementasi kegiatan rehabilitasi rumah dengan teori George Edward III. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi program telah mencapai target penerima bantuan tetapi dalam implementasi masih ditemukan masalah. Survei yang dilakukan pelaksana tidak teliti sehingga menyebabkan TPK-K mengalihkan lokasi penerima bantuan. Reward/honor yang diterima TPK-K jumlahnya sedikit sehingga menyebabkan TPK-K kurang serius merehabilitasi rumah sehingga rumah yang direhabilitasi masih ditemui kekurangan. Didukung dengan keahlian yang kurang di bidang pembangunan dari TPK-K. Kurangnya penjelasan dari TPK-K mengenai jumlah bantuan menyebabkan kelompok sasaran tidak puas dengan hasil rehabilitasi TPK-K. Didukung dengan bantuan untuk satu rumah sangat kurang. Dari masalah tersebut, peneliti memberi saran bahwa pelaksana harus teliti dalam menyurvei rumah penerima bantuan agar bantuan yang diberikan tidak salah sasaran. Pemberian honor untuk TPK-K harus disesuaikan kerja keras dan keahlian TPK-K. Perlu diadakan pertemuan RT/RW yang dihadiri seluruh warga di RT/RW setempat untuk menyampaikan program. Anggaran bantuan perlu ditingkatkan. Kata Kunci: implementasi, rehabilitasi, rumah.
EFEKTIVITAS PROGRAM DANA BERGULIR BAGI UKM DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI (Studi Pada UKM Binaan Dinas Koperasi, Kota Surabaya)
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi suatu negara yang tidak menentu memberikan dampak yang signifikan terhadap strategi pembangunan ekonomi masyarakat. Kunci utama dalam menghapuskan kemiskinan menurut Sach (2005) adalah “bagaimana memampukan mereka yang paling miskin dari yang miskin untuk dapat terlibat dalam proses pembangunan”. Hal ini sama dengan berusaha memberdayakan masyarakat agar turut berpartisipasi dalam pembangunan negara. Perkembangan UKM di Kota Surabaya masih dihadapkan pada permasalahan klasik yakni keterbatasan modal usaha dan sumber daya manusia yang masih rendah. Dengan adanya bantuan dana bergulir ini diharapakan akan mampu membantu penguatan modal usaha guna memberdayakan UKM, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan volume usaha UKM dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan semangat berwirausaha dikalangan masyarakat. Kredit macet dan sulitnya UKM mencairkan dana bergulir merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dari adanya implementasi dana bergulir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program dana bergulir bagi UKM dalam pemberdayaan ekonomi khususnya pada UKM binaan Dinas Koperasi, Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian berada di UKM binaan Dinas Koperasi yang menerima dana bergulir. Populasi penerima dana bergulir sejumlah 50 UKM, teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling, jumlah sampel yang diambil ditentukan dari pendapat Roscoe yakni sejumlah 30 UKM. Variabel dalam penelitian ini hanya ada satu variabel saja yakni efektivitas program. Instrumen penelitian menggunakan indikator efektivitas program dari Danim (2004) yakni jumlah hasil yang dapat dikeluarkan, tingkat kepuasan yang diperoleh, produk kreatif, dan intensitas yang akan dicapai. Metode pengumpulan data primer menggunakan kuisioner/angket sementara data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Penghitungan efektivitas menggunakan uji validitas, reliabilitas dan kriteria efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program dana bergulir bagi UKM dalam pemberdayaan ekonomi secara keseluruhan berjalan efektif. Dari pengujian validitas, reliabilitas dan kriteria efektivitas didapatkan masing-masing instrumen menunjukkan tingkat efektivitas yang cukup signifikan. Langkah yang perlu diambil pemerintah selanjutnya yakni mengoptimalkan lembaga penyalur dana bergulir dan sosialisasi status dana bergulir yang bukan merupakan dana hadiah dari pemerintah. Kata Kunci : Efektivitas Program, Dana Bergulir, Efektivitas Dana Bergulir Bagi UKM
ANALISIS PELAYANAN PUBLIK DI KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH (KPID) JAWA TIMUR SEBAGAI LEMBAGA KONTROL INFOTAINMENT ROBY ARIF HIDAYAT
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

Pelayanan publik (public sevice) merupakan suatu sistem yang memberikan pelayanan dengan cepat, murah, mudah, berkeadilan, berkepastian hukum, terbuka, dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan perkembangan dinamikan masyarakat. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur adalah salah satu lembaga independen yang berwenang melayani masyarakat dalam bidang penyiaran publik. Bidang layanan publik KPID Jawa Timur berhubungan dengan permohonan perizinan penyiaran publik dan pengaduan pelanggaran isi siaran baik radio (audio) maupun televisi (audio-visual). Setiap informasi dan hiburan yang disajikan oleh lembaga penyiaran publik memiliki tujuan dan dampak. Bagaimana menciptakan iklim siaran publik yang sehat, bermutu dan mendidik di Jawa Timur menjadi alasan yang menarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk menganalisis pelayanan publik di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur sebagai lembaga kontrol infotainment. Jenis penelitian ini yaitu penelitian diskriptif kualitatif, fokus penelitian berdasarkan teori pelayanan publik oleh Parasuraman, meliputi reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empaty (empati), dan tangibless (produk-produk fisik). Data yang digunakan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kulitatif. Hasil wawancara yang diperoleh akan dianalisis dengan data pendukung yang ada. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa pelayanan publik yang ada di KPID Jawa Timur, mudah diakses dan terbuka bagi semua masyarakat. Hal ini mendukung fungsi utama lembaga dalam menjalankan kontrol infotainment di seluruh Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada pelayanan publik yang ada di KPID Jawa Timur dari penilaian reliability, responsiveness, assurance, empaty dan tangibless, pelayanan yang ada tergolong bagus dan profesional. Kata kunci: Pelayanan publik, kontrol infotainment, KPID
ANALISIS KINERJA PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM)  MANDIRI PERDESAAN  (Studi Pada Kegiatan Simpan Pinjam Perempuan (SPP)  di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik) TATIK PUJIATI
Publika Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v1n2.p%p

Abstract

Tahun 2012 angka penduduk miskin di Indonesia mencapai 29.132.400 orang dan Provinsi Jawa Timur berada di peringkat pertama dengan angka penduduk miskin di kota sebesar 1.630.600 jiwa dan di desa 3.440.300 jiwa. Salah satu kebijakan pemerintah untuk menekan angka penduduk miskin melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Pada implementasinya, terjadi kasus kegagalan dan keberhasilan dalam pengelolaan program tersebut. Kasus kegagalan implementasi terjadi pada beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara. Sedangkan keberhasilan implementasi salah satunya terjadi di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik dengan pencapaian kinerja pengelolaan kegiatan SPP dengan memeroleh jasa kegiatan sebesar Rp 206.428.833; atau 11,22% dari modal. Fenomena dalam implementasi kegiatan pada PNPM Mandiri Perdesaan tersebut menyadarkan pentingnya sebuah analisis kinerja pada pengelolaan kegiatan dalam PNPM Mandiri Perdesaan khusunya terkait dana seperti kegiatan SPP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis kinerja PNPM Mandiri Perdesaan khususnya pada kegiatan SPP di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif, yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selain itu juga dilakukan perhitungan dalam penilaian value for money untuk memeroleh ukuran ekonomi, efisiensi dan efektivitas dari kinerja kegiatan SPP di Kecamatan Cerme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan kegiatan SPP di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik adalah sangat ekonomis, sangat efisien dan juga sangat efektif. Ekonomis diperoleh berdasarkan rasio ekonomi dan penilaian indikator kinerja input. Efisiensi selain diperoleh melalui rasio efisiensi juga didukung oleh efisiensi tenaga kerja, penggunaan alat kerja dan pemanfaatan surplus untuk penambahan modal. Untuk efektivitas diperoleh dari beberapa penilaian yaitu: rasio efektivitas, adanya peraturan selama kegiatan berlangsung dan kedisiplinan pemanfaat dalam angsuran pengembalian dana. Diharapkan kinerja pengelolaan kegiatan SPP di Kecamatan Cerme kabupaten Gresik dapat dipertahankan dan kegiatan dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya. Kata Kunci: Analisis Kinerja, indikator kinerja, value for money.

Page 2 of 4 | Total Record : 34