cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 7 (2015)" : 15 Documents clear
STRATEGI PELAYANAN PADA KLINIK ( UMKM ) USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DINAS KOPERASI PROVINSI JAWA TIMUR YUERNA ATMA ROFIDA
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Peningkatan Kesadaran Publik akan pentingnya pelayanan membuat masyarakat menuntut setiap lembaga public/ swasta memberikan pelayanan optimal di segala aspek kehidupan. Dinas koperasi (UMKM) Provinsi Jawa Timur mempunyai strategi pelyanan masyarakat agar optimal salah satunya dengan meningkatkan sumberdaya manusia dengan membangun Klinik (UMKM) sebagai bentuk berbagai strategi pelayana pada masyarakat dalam pengembangan ketramplan/ pemberdayaan. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif yang menggambarkan objek penelitian (Moleong, 2009) penelitian menekankan pada kualitatif yang memandang realitas sosial. Penelitian di klinik UMKM dinas koperasi dan usaha mickro kecil menengah provinsi jawa timur. merupakan pionir percontohan dinas koperasi jawa timur, dan profesionalisme pelayanan award 2008-2013. Fokus pada strategi Osborn, strategi pengembangan struktur, penyederhanaan prosedur, infrastruktur, budaya, dan kwirausahaan. Pengumpulan data penelitian pengukuran terhadap fenomena sosial, melalui wawancara, dokumentasi, buku dan catatan (Sugiyono, 2004). Hasil penelitian Klinik UMKM Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur terdapat Lima, Strategi pelayanan pengembangan struktur organisasi struktur jabatan yang berbelit di rubah menjadi lebih efisien. Startegi pengembangan prosedur perubahan prosedur pelayanan yang tidak jelas digambarkan alur lebih mudah dipahami, dijalankan mengatur secara detil tahapan pelayanan, maka sistem dan prosedur inilah yang seringkali menjadi sumber penyebab sistem pelayanan menjadi berbelit, kaku, dan tidak efisien. Strategi pengembangan infrasruktur menyangkut penyediaan sarana dan prasaranan pelayanan yang mendukung penyediaan fasilitas. Strategi pengembangan budaya menyangkut perubahaan karakter prilaku. Strategi pengembangan kewirausahaan menumbuhkembangakan jiwa kewirausahaan membuka ruang kesempatan menggali sumber pendapatan. Kata Kunci : Strategi Pelayanan, Klinik UMKM Dinas Koperasi Jawa Timur.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KAPAL TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA JASA PT. PELABUHAN INDONESIA III (Persero) CABANG TANJUNG PERAK (Studi pada jasa pemanduan kapal)
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Masalah kepadatan pergerakan kapal melebihi kapasitas masi terjadi, mengingat sekarang ini merupakan jaman pasar global menjadikan kegiatan perdagangan dalam dan luar negeri (export-import) semakin meningkat dan menjadi PR terpenting bagi Pelabuhan Tanjung Perak yang berdampak pada kondisi kelancaran dan kecepatan kapal sandar di pelabuhan tersebut cukup mengganggu. Salah satu jasa kepelabuhanan yang memiliki peranan vital dalam aktifitas kapal di pelabuhan adalah pelayanan pemanduan yang dilaksanakan oleh Pandu dalam membantu Nahkoda agar olah gerak kapal dapat terlaksana dengan aman, tertib dan lancar. Dalam pelaksanaannya masi ditemui kendala sehingga penyelenggaraan pemanduan kapal belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan yang diharapkan berdampak pada kepuasan pelanggan dan untuk mendukung kelancaran pergerakan kapal semua itu perlunya kualitas pelayanan prima dalam menghindari penumpukan kapal. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh antara kualitas pemanduan kapal terhadap kepuasan pengguna jasa PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian assosiatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, kuesioner (angket) dan observasi. Sampel penelitian ini adalah pengguna jasa atau pelanggan PT.Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak, berjumlah 98 responden. Data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner untuk ditanggapi dan melalui beberapa data yang diperoleh dari PT.Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak. Analisis data dilakukan dengan metode kuantitatif dan untuk mencari pengaruh variabel independen dan dependen menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian regresi berganda menunjukan bahwa adapun pengaruh kualitas pelayanan pada pemanduan kapal terhadap kepuasan pengguna jasa/pelanggan terlihat dari nilai (Adjusted R2) sebesar 0,665 dapat diartikan bahwa secara bersama-sama besarnya kontribusi variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada pelayanan pemanduan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak adalah sebesar 66,6% sedangkan sisanya 33,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan pada uji F, Fhitung > Ftabel = (39,496) > (2,313) Artinya secara bersama-sama variabel kualitas pelayanan berpengaruh terhadap variabel kepuasan pelanggan. Sedangkan pada uji t, variabel responsiveness dan assurance tidak berpengaruh signifikan namun memiliki arah yang positif terhadap kepuasan pengguna jasa/pelanggan dalam pelayanan pemanduan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, reliability dan empaty tidak berpengaruh signifikan dan tidak memiliki arah yang positif terhadap terhadap kepuasan pengguna jasa/pelanggan dalam pelayanan pemanduan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak dan variabel tangibel memiliki pengaruh yang signifikan dengan arah positif terhadap kepuasan pengguna jasa/pelanggan dalam pelayanan pemanduan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak diterima yang memiliki pengaruh paling besar (dominan) dibanding variabel lainnya. Kata kunci : Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, Kepuasan pelanggan.
TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PENERBITAN STNK DI KANTOR SATUAN ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) KECAMATAN TUBAN KABUPATEN TUBAN ZENDY PERMANA
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

STNK adalah tanda bukti pendaftaran dan pengesahan suatu kendaraan bermotor berdasarkan identitas dan kepemilikannya yang telah didaftar. STNK diterbitkan oleh SAMSAT. Salah satu Samsat yang memfasilitasi pelayanan penerbitan/pengesahan STNK yaitu Samsat Kabupaten Tuban, disana masyarakat dapat mengajukan permohonan pembuatan STNK sebagai syarat legalitas dalam kepemilikan kendaraan bermotor. Dalam memberikan pelayanan STNK, Samsat di tuntut untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat untuk terciptanya kepuasan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah mengatur aspek penilaian kepuasan itu melalui Survey Kepuasan Masyarakat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2014 yang memuat Sembilan aspek penilaian yakni Persyaratan, Prosedur, Waktu pelayanan, Biaya/Tarif, Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan, Kompetensi Pelaksana, Prilaku Pelaksana, Maklumat Pelayanan dan Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif- kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel 97 wajib pajak dari populasi 3.679 menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, wawancara, dan observasi. Teknik analisisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan STNK di kantor Samsat Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban secara garis besar sudah berjalan dengan baik karena perolehan nilai pada setiap indikator prosedur memperoleh persentase sebesar 62,8%, persyaratan 64,8%, waktu pelayanan 67,3%, biaya/tarif 65,3%, produk spesifikasi jenis pelayanan 63,4%, kompetensi pelaksana 64%, perilaku pelaksana 64%, maklumat pelayanan 64,4%, penanganan pengaduan, saran dan masukan 64,4%. Dalam hasil yang telah dipaparkan terdapat indikator terendah yaitu pada indikator prosedur yakni sebesar 62,8% sementara persentase tertinggi sebesar 67,3% pada indikator waktu pelayanan. Kata Kunci: STNK, Pelayanan Publik, Kepuasan Masyarakat, Survey Kepuasan Masyarakat.
KUALITAS PELAYANAN PT. KERETA API INDONESIA DAOP VIII STASIUN GUBENG SURABAYA (Studi Pada Layanan Fasilitas Mesin Cetak Tiket Mandiri) LANANG AKBAR P
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Semakin meningkatnya kebutuhan akan jasa transportasi maka semakin banyak organisasi yang bergerak dibidang transportasi sehingga akan meningkatkan pula persaingan dalam bidang transportasi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Salah satu terobosan layanan PT KAI (Persero) adalah fasilitas Cetak Tiket Mandiri (CTM). Fasilitas CTM berfungsi untuk mencetak tiket bagi calon penumpang tanpa harus antri di loket stasiun KA. Calon penumpang yang telah melakukan transaksi pembelian tiket melalui channel yang bekerja sama dengan PT KAI (Persero) dan telah memperoleh kode booking dapat menukarnya dengan tiket secara mandiri melalui mesin CTM. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP VIII Stasiun Gubeng Surabaya pada layanan fasilitas mesin Cetak Tiket Mandiri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan fasilitas mesin CTM pada PT. KAI (Persero) DAOP VIII Stasiun Gubeng Surabaya, menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan menurut Parasuraman dkk yaitu : Bukti Langsung (tangibles), Keandalan (reliability), Daya Tanggap (responsiveness), Jaminan (assurance), dan empati. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan fasilitas mesin CTM pada PT. KAI (Persero) DAOP VIII Stasiun Gubeng Surabaya sudah dapat dikatakan baik. Hal ini terlihat dari dimensi Bukti Langsung (Tangibles) pengguna layanan sudah terbiasa menggunakan mesin CTM dan jumlah alat CTM sudah memadai untuk digunakan pelanggan, Keandalan (Reliability) dibuktikan dengan pelanggan sudah merasa puas dengan layanan yang diberikan dan petugas Stasiun Gubeng sendiri juga memiliki komitmen untuk memberi pelayanan yang terbaik, Daya Tanggap (Responsiveness) para petugas di Stasiun Gubeng Surabaya tanggap ketika ada pelanggan yang mengalami kesulitan atau bertanya informasi yang dibutuhkan. Stasiun Gubeng Surabaya juga menyediakan sarana seperti kotak saran, call centre 121 dan costumer service untuk lebih mudah menerima keluhan maupun masukan dari masyarakat, Jaminan (Assurance) setiap petugas di Stasiun Gubeng mendapatkan pelatihan, hal ini tentu meningkatkan kompetensi yang dimiliki petugas. Sehingga memudahkan petugas dalam hal melayani pelanggan. Empati dibuktikan dengan adanya petunjuk untuk menggunakan mesin CTM untuk memberi informasi pada penggunanya. Fasilitas mesin CTM sendiri juga hadir setelah sebelumnya masyarakat merasa tidak efisien jika harus antri untuk sekedar menukarkan tiket. Namun masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian mesin CTM ini seperti, mesin CTM yang ada di Stasiun Gubeng Surabaya hendaknya dilakukan perawatan secara berkala dan proses menyobek tiket yang memerlukan kehati-hatian. Kata kunci : Pelayanan publik, kualitas pelayanan
PEMULIHAN LAYANAN DALAM PENANGANAN PENGADUAN PELAYANAN PUBLIK DI DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN PEMATUSAN KOTA SURABAYA YUANA AL ROSA
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Salah satu fungsi pemerintah adalah menyeleanggarakan pelayanan publik. Dalam konsep New Public Service (NPS), pelayanan publik yang baik hendaknya menempatkan pengguna layanan (masyarakat) sebagai pusat perhatian. Salah satu wujud pelayanan yang berpusat pada masyarakat adalah dengan mendengarkan, menerima, dan menjawab keluhan masyarakat. Agar setiap keluhan masyarakat tertangani dengan baik, perlu mekanisme penanganan pengaduan serta pemulihan layanan yang baik. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya menjadi salah satu organisasi publik yang mendapat keluhan terbanyak. Dengan banyaknya keluhan tersebut, maka Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya perlu kerja ekstra untuk menangani pengaduan dan memulihkan layanannya. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemulihan layanan dalam penanganan pengaduan pelayanan publik di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini berdasarkan teori strategi pemulihan layanan dari Bowen dan Johnston (dalam Tjiptono dan Chandra, 2011: 364-365), yaitu respon, informasi, tindakan dan kompensasi. Sumber data diperoleh menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis data model interaktif oleh Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2011: 246). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan layanan di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya belum maksimal. Hal ini dilihat dari segi respon yang belum maksimal karena masih banyak warga yang belum mendapat respon terutama respon berupa tindakan, kecepatan merespon yang belum sesuai standar, serta keterlibatan pimpinan yang belum membawa pengaruh pada kecepatan penyelesaian pengaduan. Dari segi informasi, dinas belum secara aktif memberikan informasi terkait penjelasan keterlambatan; upaya mendengarkan yang belum dibuktikan dengan tindakan di lapangan dan belum bisa meyakinkan bahwa keluhan serupa tidak akan terulang. Dari segi tindakan dapat diketahui bahwa kecepatan tindakan dinas dipengaruhi oleh dua hal yaitu jadwal satgas dan skala prioritas, yang menyebabkan banyak pengaduan mengalami penundaan karena jadwal satgas padat dan bukan termasuk skala prioritas. Sedangkan dari segi kompensasi, dinas hanya menyelesaikan pengaduan yang ada, bukan memberikan kompensasi atas pengaduan tersebut. Kata Kunci: Pengaduan, Pemulihan layanan, Pelayanan publik.
EVALUASI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL DAERAH KUMUH (RSDK) DALAM KEGIATAN PERBAIKAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI  DI KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN TEGALSARI KOTA SURABAYA ALFIORINA HERU ERIZA
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK) dalam kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni ini merupakan bantuan yang diberikan oleh Pemerintahan Provinsi Surabaya kepada masyarakat miskin yang menempati rumah tidak layak huni dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan / atau keluarga miskin utamanya dikawasan permukiman kumuh. Penelitian evaluasi program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh dalam kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni ini dilakukan untuk melihat sejauh mana keberhasilan program tersebut, dengan menggunakan indikator dan tolak ukur berdasarkan kriteria efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Menggunakan metode penelitian deskripyif kuantitatif. Adanya evaluasi program RSDK dalam kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni ini dapat memberikan informasi/ rekomendasi tentang perkembangan program. Hasil dari evaluasi ini menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan program yang sudah cukup sesuai dengan kriteria pelaksanaan program. Tujuan dan sasaran target program tepat sasaran karena syarat target sasaran yang disebutkan di Perwali adalah masyarakat miskin yang mempunyai rumah tidak layak huni. Efisiensi pelaksanaan program , belum sepenuhnya efisien karena masih ada kekurangan terjadi dalam jumlah pekerja perbaikan rumah yang kurang. Serta dana yang diberikan oleh warga kurang mencukupi untuk perbaikan keseluruhan bangunan rumah warga. Seharusnya adanya penambahan pekerja untuk memperbaiki rumah warga. Kecukupan pelaksanaan program yang dinilai dari keberhasilan aspek fisik meningkat tinggi. Perataan dilihat dari sosialisai dan pemerataan dana bantuan sudah dilakukan secara adil. Tingkat responsivitas masyarakat program perbaikan rumah tidak layak huni cukup tinggi karena dari awal pelaksanaan program sampai selesainya program peran masyarakat sangat berpengaruh. Ketepatan pelaksanaan program ini juga sesuai dengan yang diinginkan. Pemahaman masyarakat tentang program perbaikan rumah ini cukup baik. Kata Kunci: Evaluasi Program, perbaikan rumah tidak layak huni
PROSES PENGAWASAN DEWAN PENDIDIKAN SURABAYA DALAM MENCAPAI STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN RENDRA VICKY FIRMANSYAH
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Kerangka desentralisasi pendidikan, diharapkan oleh setiap daerah dapat merealisasikan kebijakan untuk mengakomodir masalah pendidikan. Dimana salah satu masalah pendidikan yang dirasakan kota Surabaya ialah kurang tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan, hal tersebut dapat disebabkan karena lemahnya kontrol, terlebih kontrol melibatkan masyarakat lebih efektif ditekankan untuk mengawal realisasi pelayanan pendidikan. Keterlibatan masyarakat dalam memberikan pengawasananya pada bidang pendidikan, mendorong pemerintah kota Surabaya membentuk Dewan pendidikan yang berperan sebagai wadah aspirasi masyarakat, sehingga penelitian ini terkait proses pengawasan yang dilakukan Dewan Pendidikan kota Surabaya dalam mencapai standar pelayanan minimal pendidikan Jenis penelitian yang digunakan berupa deskriptif kualitatif, dengan teknik triangulasi (gabungan), sementara fokus penelitian ini adalah proses pengawasan Dewan Pendidikan Surabaya dalam mencapai standar pelayanan pendidikan, dengan acuan proses kontrol oleh Siagian (2007), yang meliputi proses penentuan standar, pengukuran, dan koreksi penyimpangan. Hasil penelitian, pada aspek penentuan standar, penentuannya dengan merujuk pada regulasi yang berlaku seperti Perda, Permen. Sementara aspek pengukuran hasil kerja, Dewan pendidikan selalu melakukan sinergitas antara produk hukum yang berlaku dengan penerapan kebijakan, hal tersebut dilakukan dengan cara meninjau data dari Dinas pendidikan serta laporan yang berasal dari masyarakat. kemudian aspek koreksi penyimpangan, dilakukan dengan memberikan peran advice atau memberikan masukan kepada pihak yang melakukan penyimpangan tersebut tanpa adanya intervensi, masukan tersebut disampaikan melalui forum diskusi, seminar, dialog interaktif. Kesimpulannya pengawasan yang dilakukan oleh Dewan pendidikan Surabaya belum optimal, sebab Dewan pendidikan Surabaya jarang melakukan monitoring langsung, monitoring langsung biasanya dilakukan oleh Dewan pendidikan Surabaya hanya ketika muncul permasalahan pendidikan yang terjadi di kota Surabaya, sehingga Dewan pendidikan Surabaya tidak dapat mengidentifikasi secara langsung sebab dan akibat masalah pendidikan yang terjadi di kota Surabaya. Kata kunci : Desentralisasi pendidikan, Dewan Pendidikan
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL MENENGAH MANIK-MANIK KACA  OLEH DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH  KABUPATEN JOMBANG M AGUS BUDI JOKO P
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu potensi usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat ditiap daerah. Salah satu UKM yang menarik untuk disoroti yakni UKM manik-manik kaca yang terdapat di Desa Plumbon Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Keunikan dari UKM manik-manik kaca yaitu UKM ini mampu menembus pasar Internasional, namun UKM ini masih mengalami kelangkaan bahan baku. Melihat kondisi yang dialami oleh UKM manik-manik Kaca, perlu peran dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Jombang untuk segera mengatasi permasalahan yang ada melalui pemberdayaan UKM. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan menggambarkan pemberdayaan UKM yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM dalam memberdayakan UKM manik-manik kaca di Desa Plumbon Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sementara itu, fokus penelitian ini adalah pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Jombang dalam mengatasi permasalahan UKM manik-manik kaca Desa Plumbon Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang yang dilihat dari pendekatan pemberdayaan yakni pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Jombang dalam mengatasi permasalahan UKM manik-manik kaca Desa Plumbon Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang dapat dikatakan sudah baik namun belum optimal yang dilihat dari aspek pemungkinan pengrajin mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari kegiatan studi banding namun pengrajin belum bisa membuat bahan baku sendiri karena keterbatasan alat yang dimiliki, penguatan terkait dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan sudah baik namun pengrajin masih belum bisa menciptakan desain produk yang menjadi ikon atau ciri khas dari produknya, perlindungan terkait sertifikat HAKI yang dimiliki hanya satu sertifikat yang digunakan untuk menaungi 111 pengrajin, penyokongan terkait pameran-pameran yang dilakukan diberikan Dinas Koperasi dan Usaha mikro Kecil menengah sudah cukup baik namun masih belum terdapat pemasaran secara Online, dan pemeliharaan Dinas Koperasi dan UMKM baru akan membangun koperasi mart yang akan digunakan untuk menampung produk-produk dari UKM yang ada di Kabupaten Jombang. Kata kunci : Usaha Kecil Menengah, Pemberdayaan
PENERAPAN SISTEM PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GRESIK) NURUL HIDAYATI
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Analisis penerapan penganggaran berbasis kinerja dalam pengelolaan keuangan daerah akan memberikan gambaran pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja di Pemerintahan Daerah yang akan berdampak bagi perbaikan sistem penganggaran dalam pengelolaan keuangan daerah. Salah satu Pemerintah Daerah yang sudah menerapkan penganggaran berbasis kinerja adalah Pemerintah Kabupaten Gresik yang dimulai sejak tahun 2009. Penerapan penganggaran berbasis kinerja ini didasari oleh UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negaran dan Permendagri No 16 Tahun 2006 yang diperbaharui dengan permendagri No 21 Tahun 2011 tentang pengelolaan keuangan daerah. Di dalam UU dan permendagri tersebut, dijelaskan bahwasanya penyusunan anggaran harus berbasis kinerja. Sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat penerapan penganggaran berbasis kinerja serta kendalanya yang ditemukan dalam pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Gresik. Materi dalam pembahasan disajikan kedalam proses-proses penganggaran yakni perencanaan, implementasi, pengukuran dan evaluasi kinerja serta pelaporan. Disamping itu juga digambarkan kendala-kendala yang dihadapi dalam proses penganggaran melalui analisis terhadap faktor keberhasilan penerapan penganggaran berbasis kinerja. Oleh karena itu jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sementara itu, fokus penelitian ini adalah penerapan penganggaran berbasis kinerja dan kendala yang ditemukan pada pengelolaan keuangan daerah kabupaten Gresik yang dilihat dari lima teori yang digunakan penulis untuk melihat penerapan penganggaran berbasisis kinerja yakni rencana strategis, rencana kerja, indikator kinerja, analisis standart biaya dan evaluasi kinerja. Sedangkan untuk melihat kendala yang menjadi penyebab kurang maksimalnya pelaksanaan anggaran menggunakan lima faktor penyebab keberhasilan penerapan penganggaran berbasis kinerja yakni Kepemimpinan dan Komitmen, Penyempurnaan Administrasi, Sumber Daya, Sistem Penghargaan dan Sangsi dan Keinginan yang kuat untuk berhasil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum Penganggaran Berbasis Kinerja yang ideal belum tercapai, meskipun para pimpinan dan Aparat Sipil Negara, DPRD, SKPD dan LSM memahami makna Penganggaran Berbasis Kinerja. Masih ada kekurangan penerapan PBK dalam dimensi Indikator Kinerja, Pelaksanaan Renja dan Renstra, Pedoman Standart Biaya yang jelas dan Evaluasi Kinerja yang akurat dan menyeluruh disetiap programnya. Lima faktor penyebab keberhasilan penerapan PBK juga masih belum dilaksanakan dengan baik, sehingga menjadi kendala penerapan PBK yang belum maksimal. Kata kunci: Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK), Pengelolaan Keuangan Daerah, Penerapan dan Kendala dalam penerapan PBK.
LAYANAN ANGKUTAN MALAM HARI (AMARI) DI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA MOJOKERTO HAFIDZ BAHTIAR
Publika Vol 3 No 7 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n7.p%p

Abstract

Meningkatnya jumlah kendaraan yang ada di Indonesia khususnya di Kota Mojokerto dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang terjadi. Dengan kondisi seperti itu angkutan umum bisa menjadi salah satu solusi yang diberikan oleh pemerintah sejak dulu hingga sekarang, akan tetapi eksistensi angkutan umum semakin hari semakin berkurang karena bertambahnya jumlah kendaraan pribadi. Masyarakat sekarang lebih senang menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum. Hal ini yang membuat Pemerintah harus memperbaiki kualitas layanan angkutan umum. Melihat kondisi tersebut Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika memberikan layanan yang bertujuan menarik kembali minat masyarakat terhadap angkutan umum. Layanan Amari gratis dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana untuk bepergian ke pusat keramaian di Kota Mojokerto. Layanan Amari beroperasi pukul 17.00 hingga 20.00WIB. Alasan mengapa layanan tersebut diberikan pada malam hari, karena jam operasional angkutan kota ketika menjelang malam hari jarang mendapat penumpang, sehingga angkutan kota sudah tidak beroperasi ketika malam hari. Dengan adanya layanan Amari dapat menarik minat masyarakat terhadap angkutan umum. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus penelitian menggunakan prinsip-prinsip pelayanan publik dari Kepmenpan yang meliputi indikator-indikator: kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, akurasi, keamanan, tanggung jawab, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan kesopanan dan keramahan dan kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan Amari yang beroperasi di Kota Mojokerto sudah cukup baik. Adanya kerjasama yang baik antara pihak penyelenggara layanan dan pemberi layanan membuat layanan Amari berjalan sesuai dengan prosedur. Masyarakat yang menggunakan Amari merasa terbantu dengan adanya layanan Amari gratis tanpa dipungut biaya, akan tetapi kendala dalam layanan Amari ini adalah kurang maksimalnya pemanfaatan layanan Amari ini oleh masyarakat. Tentunya sosialisasi dan penyebaran informasi kembali kepada masyarakat diharapkan dapat membuat masyarakat paham akan layanan Amari dan dapat memanfaatkan Amari dengan maksimal. Kata Kunci: Pelayanan, Angkutan Umum, Amari

Page 1 of 2 | Total Record : 15