cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 10 (2016)" : 15 Documents clear
Efektivitas Layanan Perizinan Online Surabaya Single Window di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Surabaya FERDIAN PASKAL RAMADHAN
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

Abstrak Kebutuhan masyarakat yang kompleks menuntut adanya pelayanan publik yang baik, perlu adanya keseriusan penyelenggara pelayanan publik untuk mewujudkan pelayanan yang baik. Oleh sebab itu pemerintah Kota Surabaya menghadirkan Surabaya Single Window atau yang biasa disebut SSW merupakan program layanan perizinan online yang ada dibawah naungan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Surabaya yang resmi dirilis pada tahun 2013. Adanya Surabaya Single Window bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah layanan perizinan di Kota Surabaya, karena selama ini pelayanan perizinan di Kota Surabaya banyak dikeluhkan oleh warga Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis efektivitas layanan perizinan online Surabaya Single Window di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah masyarakat yang memanfaatkan layanan Surabaya Single Window dengan menggunakan teknik pengumpulan data Sampling Insidental. Sedangkan indikator yang digunakan adalah teori pengukuran efektivitas oleh Budiani. Hasil penelitian efektivitas layanan Surabaya Single Window dinyatakan sangat efektif. Persentase akhir yang diperoleh sebesar 87,02% jika dilakukan klasifikasi ke nilai interval maka akan masuk pada nilai 81%-100% atau dapat dinyatakan sangat efektif. Saran yang dapat diberikan yaitu: 1) layanan full online untuk semua jenis perizinan; 2) menanggapi semua keluhan masyarakat dan disertai memberikan pemecahan masalah atau solusi yang terbaik; 3) memberikan sarana yang representatif supaya tidak ada lagi masalah seperti server yang mengalami gangguan. Kata kunci: Efektivitas, Pelayanan, Surabaya Single Window
Evaluasi Kebijakan Ruang Terbuka Hijau di Kota MadiunĀ  (Studi pada Kawasan Aloon-Aloon Kota Madiun) YUNITA DEBY INDRAWATY
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian Kebijakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Madiun merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kota Madiun yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 6 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wwilayah Kota Madiun Tahun 2010-2030 pada pasal 31. Salah satu pengembangan RTH publik berupa taman Aloon-aloon Kota Madiun. Tujuan dari RTH di Aloon-aloon Kota Madiun adalah untuk menciptakan lingkungan yang asri, nyaman, segar, lebih indah dan bersih, juga menciptakan ruang interaksi bagi masyarakat kota Madiun. Pengelolaan RTH di Aloon-Aloon Kota Madiun berupa perawatan rutin setiap hari, penanaman tanaman hijau, penambahan fasilitas, serta perbaikan fasilitas yang kondisional. Pelaksanaan kebijakan RTH di Aloon-aloon kota Madiun sendiri memiliki manfaat sebagai sarana hiburan, tempat bermain, tempat berolahraga, dan juga sebagai tempat interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan kebijakan ruang terbuka hijau di Aloon-aloon Kota Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu menggunakan 6 kriteria evaluasi menurut William N. Dunn yaitu efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, ketepatan. Narasumber penelitian ini terdiri dari Kepala Sie Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Madiun, Staf Sie Pertamanan dan pengunjung Aloon-aloon sebanyak 4 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan RTH di Aloon-aloon Kota Madiun sudah efektif namun belum maksimal dalam pelaksanaannya selama ini. Pengelolaan Aloon-aloon pada segi efisiensi sudah baik. Dalam hal kecukupan masih belum tercukupi karena belum adanya pedoman teknis yang mengatur sanksi bagi PKL dan pengemis yang masuk ke area Aloon-aloon. Dalam hal perataan seluruh lapisan masyarakat dapat menggunakan fasilitas yang ada. Pada responsivitas keberadaan Aloon-aloon mendapat respon yang positif dari pengunjung namun masih kurang dalam hal partisipasi. Dalam pelaksanaannya sudah sesuai dengan isi peraturan daerah namun dalam hal pengelolaan masih berpedoman dengan tujuan pokok dan fungsi dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Madiun. Saran dari penelitian ini adalah mengajukan usulan pedoman teknis pengelolaan Aloon-aloon Kota Madiun serta peraturan yang mengatur sanksi bagi pedagang dan pengemis yang masuk area Aloon-aloon Kota Madiun, menertibkan pedagang kaki lima dan pengemis yang memasuki Aloon-aloon Kota Madiun. Kata kunci : evaluasi kebijakan, ruang terbuka hijau
EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM SOLID WASTE APPLICATION TRANSPORTATION (SWAT) DI DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA SURABAYA WAHYU PUJI LESTARI
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

ABSTRAK Sistem Solid Waste Application Transportation (SWAT) merupakan suatu sistem aplikasi berguna untuk mempermudah monitoring pergerakan sampah mulai dari inisialisasi kendaraan sampah, pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), pengambilan sampah di TPS dan pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui Jembatan Timbang.dan verifikasi data secara online. Diterapkannya sistem Solid Waste Application Transportation (SWAT) berawal dari banyaknya temuan akan kurangnya pengawasan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya akan pergerakan kendaraan sampah yang membuang sampah ke TPA melalui Jembatan Timbang.. pada awal penerapan sistem tersebut, sopir kendaraan sampah menganggap bahwa sistem Solid Waste Application Transportation (SWAT) itu terlalu rumit dan tidak adanya penjaga loket Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya di Jembatan Timbang Benowo pada hari jumat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengukur efektivitas penerapan sistem Solid Waste Application Transportation (SWAT) di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya yang mengacu pada variabel pengukuran efektivitas menurut DeLone dan McLean yang meliputi kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), kualitas layanan (service quality), penggunaan (use), kepuasan pengguna (user satisfaction) dan keuntungan perusahaan (net benefit) Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 30 orang dari populasi 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, obervasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan sistem Solid Waste Application Transportation (SWAT) di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dapat dikatakan sangat efektif dengan skor 84,42%. Hal ini dapat dilihat dari penelitian setiap sub variabel dengan rincian skor System Quality 83,50%, Information Quality 86,67%, Service Quality 81,73%, User 83,73%, User Satisfaction 83,07%, dan Net Benefits 87,07%. Berdasarkan hasil prosentase nilai responden tersebut maka bahwa efektivitas penerapan sistem Solid Waste Application Transportation (SWAT) di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dapat dikatakan sangat efektif. Kata Kunci: Efektivitas, Electronic Government, Solid Waste Application Transportation (SWAT)
EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN NIKAH (SIMKAH) DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN SAWAHAN KOTA SURABAYA Rr RIZADIAN MAYANGSARI
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

Abstrak Kantor Urusan Agama Kecamatan Sawahan Kota Surabaya merupakan salah satu Kantor Urusan (SIMKAH) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sawahan Kota Surabaya yang mengacu pada variabel efektivitas sistem informasi menurut DeLone & McLean (2013) dan Muraharwaty (2013) yang meliputi System Quality (Kualitas Sistem), Information Quality (Kualitas Informasi), Service Quality (Kualitas Pelayanan), Use (Penggunaan), User Satisfaction (Kepuasan Pengguna), dan Net Benefits (Keuntungan Bersih). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah pengguna SIMKAH yang terdiri dari 09 orang pegawai pencatat nikah dan 142 pendaftar nikah dalam kurun waktu 2 bulan terakhir (Mei-Juni 2016). Sedangkan teknik pengambilan sampel nya menggunakan purposive Agama di Kota Surabaya yang menerapkan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) pada tahun 2013. SIMKAH merupakan inovasi terbaru dalam mengoptimalkan kinerja Kantor Urusan Agama dalam menangani pelayanan pernikahan dengan memanfaatkan fungsi dari internet. SIMKAH juga memudahkan dalam menjaga keamanan data yang masuk, menghindarkan dari kesalahan/manipulasi data serta memudahkan untuk pelaporan data nikah rujuk ke Kementrian Agama. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen Nikah sampling dengan sampel 60 pengguna yang terdiri dari 09 pegawai pencatat nikah dan 51 pendaftar nikah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner (angket), observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sawahan Kota Surabaya dapat dikatakan sangat efektif. Hal ini dapat dilihat dari prosentse skor tiap su-variabel yang menunjukkan bahwa System Quality (Kualitas Sistem) memperoleh prosentase skor sebesar 81,7 % (sangat efektif), sub variabel Information Quality (Kualitas Informasi) memperoleh prosentase skor sebesar 82 % (sangat efektif), sub variabel Service Quality (Kualitas Pelayanan) memperoleh prosentase skor sebesar 80,8 % (sangat efektif), sub variabel Use (Penggunaan) memperoleh prosentase skor sebesar 81 % (sangat efektif), sub variabel User Satisfaction (Kepuasan Pengguna) memperoleh prosentase skor sebesar 83,6 % (sangat efektif) dan sub variabel Net Benefits (Keuntungan Bersih) memperoleh prosentase skor sebesar 82 % (sangat efektif) . Maka penerapan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sawahan Kota Surabaya dapat dinyatakan sangat efektif dimana termasuk dalam rentang nilai 81-100%. Kata Kunci: Efektivitas, Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH)
PENERAPAN LAYANAN ELECTRONIC HEALTH (E-HEALTH) DI PUSKESMAS PENELEH KECAMATAN GENTENG KOTA SURABAYA NUR MAS AMMAH
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh pemerintah. Pelayanan publik sangatlah beragam satu diantaranya adalah pelayanan kesehatan. Guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat maka terbentuklah suatu inovasi pelayanan kesehatan melalui electronic government (e-gov). Pelayanan kesehatan melalui e-governement ini diwujudkan dalam bentuk e-health. Aplikasi e-health ini mengintegrasikan data dari puskesmas, rumah sakit, dispendukcapil Kota Surabaya dan Dinkes Kota Surabaya. Aplikasi ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah proses pendaftaran awal pasien dengan mengurangi waktu antrian. Memudahkan sistem pencacatan pasien yang datang berobat, serta mempermudah proses rujukan online melalui resume medik pasien. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang bagaimana penerapan layanan electronic health (e-health) di Puskesmas Peneleh Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Dengan fokus penelitian berdasarkan delapan elemen sukses proyek e-government yang dikemukakan oleh Indrajit. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam kepada pihak yang telibat dalam penerapan proyek e-health dan kepada masyarakat. Selain itu digunakan juga teknik observasi untuk memperoleh data kualitatif tentang proses penerapan e-health di Puskesmas Peneleh, sedangkan teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data valid atau gambaran yang di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan layanan e-health di Puskesmas Peneleh belum memperoleh hasil yang maksimal. Hal ini dikarenakan faktor teknologi yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, inovasi dari para pegawai dan staff Puskesmas peneleh yang sangat rendah dalam penerapan layanan e-health. Faktor kepemimpinan yang hanya terlihat pada staff IT saja, perencanaan yang kurang matang, dan minimnya transaparansi terkait layanan e-health yang diberikan oleh Puskesmas Peneleh kepada masayarakat di wilayah kerja mereka. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Electronic Government
Penerapan Aplikasi Elektronik Tata Naskah (E-Taka) di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur RAHMAWATI TRI MAHARANI
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

Abstrak Semakin dituntutnya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kinerjanya dalam melaksanakan tatanan pemerintahan, hal tersebut menjadi pendorong pelaksanaan serta penerapan electronic government (e-gov) yakni sebagai sistem pelayanan berbasis elektronik yang memanfaatkan teknologi informasi pada instansi pemerintahan. Oleh karena itu, E-Government wajib diterapkan di instansi-instansi pemerintahan termasuk di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur. Penerapan aplikasi elektronik tata naskah (E-Taka) merupakan aplikasi yang menghimpun dokumen kepegawaian, mengubah bentuk fisik dokumen menjadi bentuk digital dan dimuat dalam satu data base agar dapat lebih mudah dikelolah dan ditemukan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan aplikasi elektronik (E-Taka) di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan fokus yang bdigunakan dalam penelitian penerapan aplikasi elektronik tata naskah (E-Taka) di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur ialah Indikator-indikator dalam penerapan E-Government yaitu data infrastruktur, infrastruktur legal, infrastruktur institusional, infrastruktur manusia, infrastruktur teknologi, dan strategi pemikiran pemimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi elektronik Tata Naskah (E-Taka) di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur sudah berjalan dengan baik meskipun belum maksimal karena terdapat beberapa kendala. Hal ini dilihat dari data infrastruktur yaitu adanya tahapan proses kerja yang berjalan baik, meski tidak lengkapnya dokumen yang dimiliki, infrastruktur legal yaitu adanya adanya landasan hukum yang menjadi pedoman pelaksanaan, infrastruktur institusional yaitu adanya koordinasi antara staf BKD dan SKPD di lingkungan Provinsi Jawa Timur, infrastruktur manusia yaitu adanya 6 orang staf yang bertugas mengelola dokumen, infrastruktur teknologi yaitu adanya sarana prasarana yang sudah cukup terpenuhi, dan strategi pemikiran pemimpin yang meski baru terjadi pergantian kepala bagian akan tetapi mampu berperan dengan baik. Kata Kunci : electronic government, E-Taka
Evaluasi Peningkatan Produksi, Produktivitas Dan Mutu Produk Hortikultura Di Desa Maliran Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar DZUHANADA SYAIFUL WINATA
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

Abstrak Pembangunan nasional yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat secara keseluruhan harus disertai dengan pembangunan yang merata dalam segala bidang serta menyeluruh kepada semua golongan masyarakat termasuk bidang pertanian. Salah satu bentuk pembangunan nasional dalam mensejahterakan masyarakat khususnya petani perkebunan yaitu program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk hortikultura oleh Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jendral Hortikultura dengan menerbitkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Hortikultura salah satu daerah yang dijadikan sebagai tempat dilaksanakanya program tersebut adalah Desa Maliran Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Kegiatan dari program ini termasuk pemberian bantuan bibit tanaman nanas dan pemberian penyuluhan mengenai cara tanam dan penolaan tanaman nanas berdasarkan system usaha agribisnis yang benar. Sehingga dapat membantu meningkatkan hasil dari produksi dan pendapatan bagi petani nanas di Desa Maliran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi, produktifitas, dan mutu produk hortikultura serta meningkatkan ketahanan pangan dan terciptanya pelestarian kawasan hortikultura di Desa Maliran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskritif dengan metode kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kantor Dinas Pertania Kabupaten Blita dan Desa Maliran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni meliputi, pengumpulan data, pengeolahan data, penyajian data, pemaparan atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan program produksi, produktifitas dan mutu produk hortikultura di Desa Maliran Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar telah memberikan peningkatan hasil produksi petani nanas di Desa Maliran sehingga masyarakat meberi respon yang positif dengan diselenggarakannya program produksi, produktifitas dan mutu produk hortikultura yaitu dari peran masyarakat umum sebagai pengawas penerapan program ini di lapangan. Namun dalam kegiatanya masih terdapat beberapa permasalahan seperti pada sektor pemberian bantuan kepada petani nanas yang hanya berupa bantuan bibit nanas tanpa adanya bantuan pada proses perawatan tanaman nanas yang baik dan benar, hal ini menjadikan masyarakat Desa Maliran kurang berminat menjadikan tanaman nanas sebagai komoditas yang diunggulkan bagi petani Desa Maliran Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Dalam pelaksanaan program tersebut dapat diberikan rekomendasi mengenai bantuan pada proses perawatan tanaman nanas seperti pemberian pupuk, pembasmi hama tanaman nanas dan pemebrian penyuluhan seharusnya lebih intensif. Kata kunci : evaluasi, produksi, produktifitas, hortikultura.
Dampak Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) (studi tentang program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Dusun Wedani Desa Wedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik) DWITA NOVIANANDA PUTRI
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

Abstrak Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM) adalah program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan yang berkelanjutan. Program PNPM Mandiri Perdesaan terbagi dalam dua sub program yaitu program Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) yaitu berupa peminjaman dana bergulir dan program non SPP yaitu berupa bantuan pembangunan sarana prasarana. Kegiatan Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) bertujuan untuk mengembangkan potensi kegiatan simpan pinjam perdesaan, kemudian akses pendanaan usaha skala mikro, pemenuhan kebutuhan sosial dasar, dan memperkuat kelembagaan kegiatan kaum perempuan serta mendorong pengurangan rumah tangga miskin dan penciptaan lapang kerja. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Dampak Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Di Dusun Wedani Desa Wedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualititatif, yaitu sebuah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Adapun subyek penelitian dari data diperoleh langsung dari beberapa pihak yang menjadi subjek penelitian, yaitu: Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Kepala Desa Wedani, Kepala Dusun Wedani, Ketua Kelompok Program Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP), Pemanfaat dan masyarakat Dusun Wedani Desa Wedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Fokus dalam penelitian ini yaitu dampak individual, dampak organisasional, dampak terhadap masyarakat, serta dampak terhadap lembaga dan sistem sosial. Teknik pengumpulan data yaitu dengan dokumentasi, wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yaitu dari pengumpulan data, reduksi data atau pengolahan data, penyajian data, pemaparan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Program Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) memberikan dampak positif baik dari individu, organisasi, masyarakat maupun lembaga dan sistem sosial. Kegiatan tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan dan tingkat kesejahteraan anggota kelompok Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP). Usaha anggota kelompok Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) dapat meningkat karena dana dari Program Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) ini digunakan untuk menjalankan usaha mereka dan anggota Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) ini mempunyai kesadaran membayar angsuran tiap bulan sehingga peminjaman anggota kelompok masih tetap berjalan dengan lancar. Saran dalam pelaksanaan program ini dalam pelaksanaan kegiatan anggota kelompok ditemukan adanya kendala dalam kelompok yaitu kurang adanya pemahaman dari kelompok SPP dalam pembuatan buku kas yang awalnya hanya satu kali dalam 1 tahun, diharapkan UPK menambah jadwal bimbingan sehingga ketercapaian dalam pelestarian dana SPP tercapai. Kata Kunci : dampak kebijakan, program simpan pinjam untuk perempuan
Efektivitas Pengelolaan Air Bersih Oleh Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Studi Di Desa Kesamben Wetan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik FARDIKA WAHYU PUJANGGA
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

Abstrak Air bersih meupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan secara berkelanjutan. Mengingat begitu pentingnya peranan air bagi kehidupan manusia disinilah peranan negara harus hadir dan mampu memberikan pelayanan yang memadai tanpa adanya perbedaan dalam pemberian pelayanan. Di Desa Kesamben Wetan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik masyarakatnya masih kesulitan dalam mendapatkan air bersih hal tersebut dikarenakan perusahaan daerah air minum selaku instansi pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga tidak terjangkau dalam hal pembiayaan, Desa Kesamben ini sendiri letak geografisnya perbukitan sehingga masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapakan sumber air bersih sehingga dibentuklah program pengelolaan air bersih berbasis masyarakat pedesaan dengan membutuhkan organisasi yang mengelola air minum. Contohnya pembentukan himpunan penduduk pemakai air minum (HIPPAM). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan penelitian ini dilakukan di Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) di Desa Kesamben Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik dengan teknik pengumpulan data kuesioner dan observasi Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Efektivitas Pengelolaan Air Bersih Oleh HIPPAM Di Desa Kesamben Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Dalam pelaksanaan pengelolaan air bersih oleh HIPPAM tersebut, perlu diukur keefektifannya dengan menggunakan indikator indikator sesuai dengan keputusan SK Kepala Desa Kesamben Wetan nomor 05 tahun 2011 yaitu (1) penduduk terlayani (2) kapasitas produksi (3) instalansi produksi (4) instalansi distribusi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Insidental. Sampel yang digunakan berjumlah 112 pengguna HIPPAM. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis data kuantitatif dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa indikator yang memiliki nilai persentase tertinggi adalah indikator kapasitas produksi (84,90%) yang kedua adalah indikator penduduk terlayani (83,51%), selanjutnya indikator instalansi distribusi (81,69%), dan yang terakhir indikator instalansi produksi (77,52%),. Sehingga diperoleh persentase rata-rata efektivitas pelayanan sebesar 82,19% yang berada pada kategori sangat efektif, yang artinya pengelolaan air bersih oleh HIPPAM telah berjalan baik dan sangat efektif. Kata Kunci: Efektifitas, Kuantitatif, HIPPAM
ANALISIS REFORMASI BIROKRASIĀ  DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR (Studi Pada Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama PNS Berbasis Sistem Merit) ATIK CHOIROTIN MAWADDAH
Publika Vol 4 No 10 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n10.p%p

Abstract

Abstrak Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk menciptakan birokrasi yang akuntabel dan profesional. Salah satu cara dalam reformasi birokrasi adalah dengan melaksanakan seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama PNS berbasis sistem merit. Tujuan dari seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama PNS berbasis sistem merit ialah untuk memperoleh pegawai yang beritegritas, memiliki kualifikasi dan kompetensi serta mengutamakan budaya pelayanan. Badan Kepagawaian Daerah Provinsi Jawa Timur merupakan instansi daerah yang melaksanakan reformasi birokrasi pada seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Reformasi Birokrasi di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur pada seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama PNS berbasis sistem merit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan penelitian kualitatif. Adapun narasumber penelitian ini terdiri dari sekretaris, Kasubid Jabatan, Pemroses Jabatan Fungsional Bidang Mutasi, Analis Kepegawaian Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur, dan Kasubid Pengendalian Mutu Akademik, Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisa data menurut Miles dan Huberman yakni, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur sudah dilakukan. Reformasi birokrasi ditandai dengan adanya seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama PNS berbasis sistem merit. Menurut hasil analisis berdasarkan Permenpan No 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka Di Lingkungan Instansi Pemerintah, terdapat beberapa tahap yang dijalankan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama PNS seperti tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, semuanya sudah dilaksanakan dengan baik, walaupun ada beberapa kelemahan yang harus diperbaiki. Kelemahan tersebut meliputi, ketidakadanya SOP (Standar Operasional Prosedur) sebagai pedoman, konsep konsep tes yang selalu sama, dan waktu pelaksanaan yang kurang memadai. Diharapkan untuk pelaksanaaan kedepannya, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur dapat membuat SOP sebagai standar yang yang dibakukan, sehingga pada pelaksanaannya tidak kebingungan dalam penyelesaian beban tugas, terkait konsep tes yang selalu sama, sebaiknya konsep tes yang ada harus selalu diperbarui, sehingga dengan adanya tes yang selalu diberbarui, benar-benar dapat menunjukkan kemampuan dari peserta pengisian JPT Pratama. Selanjutnya pada waktu seleksi kompetensi manajerial alangkah baiknya diberikan tambahan waktu, sehingga baik dari pihak Assessment center maupun dari pihak peserta dapat menyelesaikan tugas secara maksimal. Kata Kunci : Reformasi Birokrasi, Pengisian JPT Pratama, Sistem Merit

Page 1 of 2 | Total Record : 15