cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2017)" : 15 Documents clear
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KELOMPOK USAHA BERSAMA (Studi Kasus Pada Pemberian Bantuan Mesin Jahit Kelompok Usaha Bersama Bunga Sejahtera Desa Ngampungan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang) Kurnia Vinda
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan yaitu dengan pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Usaha Bersama. Kelompok Usaha Bersama ini diberikan bantuan stimulant untuk melakukan kegiatan usaha ekonomi. Kelompok Usaha Bersama Bunga Sejahtera Desa Ngampungan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang merupakan salah satu Kelompok Usaha Bersama yang telah diberikan bantuan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jombang berupa mesin jahit. Bantuan ini digunakan untuk menghasilkan produk berupa tas yang terbuat dari bahan kain. Dalam pelaksanaanya terdapat permasalahan yang terjadi yaitu kurangnya modal untuk membeli bahan baku dan pemasaran sehingga kelompok tersebut bergantung pada pengepul. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas program pemberdayaan masyarakat dalam Kelompok Usaha Bersama di Desa Ngampungan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun informan penelitian ini terdiri dari Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Usaha Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jombang, Kepala Desa Ngampungan, Pendamping, Ketua dan 5 anggota Kelompok Usaha Bersama Bunga Sejahtera. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk keefektifan dari program pemberdayaan masyarakat dalam Kelompok Usaha Bersama di Desa Ngampungan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang belum dapat dikatakan baik. Hal ini dilihat dari empat indikator efektivitas program bahwa hanya dua indikator yang bisa dikatakan baik yaitu pada indikator ketepatan sasaran dan sosialisasi program. Kondisi yang terjadi pada Kelompok Usaha Bersama Bunga Sejahtera sampai saat ini dalam pemanfaatan bantuan mesin jahit yang diberikan oleh pemerintah masih bergantung pada pengepul. Hal ini menyebabkan program ini dalam pelaksanaannya belum dapat memberdayakan masyarakat karena masyarakat belum dapat mandiri sepenuhnya. Saran yang diberikan penulis yaitu dilakukannya sosialisasi untuk awal pelaksanaan program, lebih diadakan pertemuan antara penyelenggara dan pelaksana program, dibuatkan laporan hasil dari pemantauan secara tertulis oleh pendamping dan memaksimalkan peran pendamping. Kata Kunci : Efektivitas, Pemberdayaan, Masyarakat
IMPLEMENTASI PROGRAM ZERO WASTE  DI KABUPATEN SIDOARJO Ratna Ilmi Anggraini
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Sampah masih menjadi masalah yang tidak bisa dianggap remeh termasuk di Sidoarjo. Meningkatnya volume sampah dipengaruhi berbagai faktor, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kurangnya kepedulian masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui strategi dan kebijakan dalam menjadikan lingkungan bersih dan hijau. Dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih hijau. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membuat program Zero Waste yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat khususnya generasi muda serta meminimaisir sampah di Sidoarjo. Program Zero Waste dilakukan selama 18 kali. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi program Zero Waste di Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan pendekatan menurut Van Meter dan Van Horn, terdiri dari enam indikator yaitu Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumber Daya, Karakteristik Organisasi, Sikap, Komunikasi Organisasi, Lingkungan Sosial Ekonomi dan Politik. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program Zero Waste telah berjalan baik, perlu adanya perbaikan. Diperlukan sikap nyata dari remaja untuk memberi perubahan. Ukuran dan tujuan kebijakan dilihat dari segi kuantitas adalah peserta 1.000 orang. Jumlah ini tidak selalu sama dalam setiap kegiatan. Faktor yang mempengaruhi adalah cuaca dan jarak. Sumber daya diperlukan untuk pelaksanaan program sudah cukup mumpuni. Karakteristik pelaksana berdasarkan peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Sikap pelaksana dalam menjalankan program adalah tercermin dengan antusiasme serta komitmen menjalankan program. komunikasi yang dilakukan oleh pelaksana dilakukan dalam bentuk formal dan non formal. Komunikasi ini dilakukan untuk mengurangi kesalahpahaman. Implementasi program Zero Waste mendapatkan dukungan dari lingkungan politik yaitu Bupati, Camat serta Kepala Desa. Dukungan ekonomi derasal dari APBD Kabupaten Sidoarjo. Dalam pelaksanaan program kurang mendapat dukungan dari lingkungan sosial, hal ini dikarenakan rendahnya tingkat kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar. Adapun saran yang diberikan peneliti adalah melakukan sosialisasi secara maksimal dan mengembangkan konsep pelaksanaan program serupa di tahun yang akan datang tanpa menghilangkan tema anak muda. Kata kunci: Implementasi, Program Zero Waste.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENGOLAHAN ADMINISTRASI DESA SECARA ELEKTRONIK (PADE) DI DESA MANTUP KECAMATAN MANTUP KABUPATEN LAMONGAN ENI ZAHROTIN INDRAYANI
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Desa merupakan pemerintah yang berada di tingkat bawah, namun memiliki peranan yang sangat penting dalam perubahan perbaikan layanan. Pelayanan Desa yang buruk akan memberikan dampak terhadap pembangunan nasional. Untuk menata administrasi desa secara baik dan benar Pemerintah Kabupaten Lamongan membuat Program Pengolahan Administrasi Desa Secara Elektronik (PADE). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Administrasi Desa kepada masyarakat yang berfokus pada dampak perubahan positif terhadap masyarakat maupun Aparatur Desa. Desa Mantup merupakan salah satu Desa di Kecamatan Mantup yang menggunakan program PADE serta dinobatkan sebagai desa terbaik nomor satu pelaksanaan program PADE di Kabupaten Lamongan. Metode penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teori yang digunakan yaitu efektivitas program menurut Sutrisno (2007) terdiri dari 5 (lima) indikator antara lain: Pemahaman Program, Tepat Sasaran, Tepat Waktu, Tercapainya Tujuan, dan Perubahan Nyata. Teknik analisis data menurut Sugiyono (2013) yang terdiri dari 3 (tiga) tahap yaitu pengolahan, pengorganisasian, dan penemuan hasil. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Pelaksanaan Program Pengolahan Administrasi Desa (PADE) di Desa Mantup Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan sudah berjalan efektif. Nilai presentasi skor jawaban dari kuesioner Efektivitas Program Pengolahan Administrasi Desa Secara Elektronik (PADE) di Desa Mantup Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan sebesar 77,13 % yang termasuk kedalam kriteria efektif. Sehinggan dengan kata lain dapat dikatakan bahwa secara keselurahan pelaksanaan Program Pengolahan Administrasi Desa Secara Elektronik (PADE) di Desa Mantup Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan sudah berjalan secara efektif. Pada indikator pemahaman program nilai presentasi skor jawaban sebesar 77,45%, presentasi ini berada pada kelas interval 60,6% - 80,5 % dengan kriteria Efektif. Indikator tepat sasaran jumlah presentase sebanyak 82,88 % yang berada pada kelas interval 80,6% - 100 % dengan kriteria Sangat Efektif. Indikator tepat waktu jumlah presentase sebanyak 82,60% yang berada pada kelas interval 80,6% - 100% dengan kriteria Sangat Efektif. Indikator tercapainya tujuan jumlah presentase sebanyak 81,43% yang berada pada kelas interval 80,6 % - 100 % dengan kriteria Sangat Efektif.indikator perubahan nyata jumlah presentase sebanyak 81,40% yang berada pada kelas interval 80,6% - 100% dengan kriteria Sangat Efektif. Kata Kunci : Efektivitas, Pengolahan Administrasi Desa secara Elektronik.
MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN TAMAN REMAJA SURABAYA SEBAGAI DESTINASI WISATA KOTA SURABAYA AJENG TANWINDA
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah Kota Surabaya memiliki program pengembangan destinasi wisata untuk meningkatkan potensi pariwisata dan jumlah wisatawan. Taman Remaja Surabaya merupakan salah satu destinasi wisata Kota Surabaya yang berdiri tahun 1971. Pemerintah memiliki rencana penutupan Taman Remaja Surabaya yang disebabkan oleh kurangnya pengembangan Taman Remaja Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan manajemen strategi pengembangan Taman Remaja Surabaya sebagai destinasi wisata Kota Surabaya. Fokus penelitian menggunakan proses manajemen strategi menurut J. David Hunger and Thomas Wheelen, yaitu pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamatan lingkungan Taman Remaja Surabaya menunjukkan bahwa kekuatan Taman Remaja Surabaya adalah sumber daya anggaran, sumber daya manusia serta potensi Taman Remaja Surabaya yang menyediakan fasilitas pentas seni. Kelemahan Taman Remaja Surabaya berupa kurang memadainya fasilitas parkir. Taman Remaja Surabaya berpeluang untuk menjadi icon pariwisata yang memajukan kebudayaan daerah. Taman Remaja Surabaya memiliki ancaman berupa persaingan dengan obyek wisata lain. Perumusan strategi pengembangan Taman Remaja Surabaya diarahkan untuk meningkatkan daya tarik serta memberikan fasilitas pentas seni. Pengembangan Taman Remaja Surabaya juga melibatkan masyarakat dalam memberikan penampilan kesenian maupun kritik dan saran. Implementasi strategi pengembangan Taman Remaja Surabaya dilakukan dengan promosi serta menambah wahana kecil, perawatan maupun dekorasi. Tahap evaluasi dan pengendalian menunjukkan bahwa pengembangan Taman Remaja Surabaya memiliki kendala berupa perizinan dari pemerintah. Saran yang yang diberikan peneliti adalah meningkatkan fasilitas lahan parkir dan toilet, menjalin kerjasama dengan dewan kesenian, membuat program-program kegiatan yang baru dan menarik bagi masyarakat di berbagai usia dan mengatasi kendala yang menghambat pengembangan Taman Remaja Surabaya, seperti perizinan. Kata Kunci: Strategi, Pengembangan, TRS
UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PENGELOLAAN RETRIBUSI PELAYANAN PASAR (Studi di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Nganjuk) DEWI LINGGARWATI
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Otonomi Daerah merupakan hak, wewenang yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam menjalankan kewajibannya menghasilkan, meningkatkan serta mengelola sumber penerimaan pada setiap daerah yang berasal dari daerah itu sendiri. Sumber penerimaan daerah yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD) salah satunya adalah retribusi daerah. Adapun jenis retribusi daerah adalah Retribusi Pelayanan Pasar. Berdasarka hal tersebut, maka perlu mendiskripsikan bagaimana upaya untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui Pengelolaan Retribusi Pelayanan Pasar yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Nganjuk (DPPKAD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pengdekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun Fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan model prinsip dasar manajemen penerimaan daerah dengan indikator perluasan basis penerimaan, pengendalian atas kebocoran pendapatan, peningkatan efisiensi administrasi pendapatan, serta transparansi dan akuntanbilitas. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan yaitu evaluasi tarif dilakukan setiap tahun mengacu dan pada kemampuan pedagang atau wajib retribusi, melakukan audit secara rutin baik dari Dinas atau UPTD, peningkatan moralitas dilakukan dengan memberikan pembinaan langsung oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pasar Nganjuk, laporan penerimaan retribusi pelayanan pasar dapat diketahui melalui kantor DPPKAD karena tidak tersedianya website dalam transparansi.Namun, perlu adanya perubahan peraturan daerah mengingat kenaikan tarif setiap tahunnya, pentingnya media informasi seperti website untuk memberikan transparansi kepada masyarakat luas, serta perlunya evaluasi yang dilakukan agar pengunjung pasar tetap ramai bukan hanya pada hari pasaran saja agar pasar daerah mampu meningkatkan pendapatan melalui penerimaan retribusi pelayanan pasar. Kata Kunci: Upaya peningkatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Retribusi Pelayanan Pasar.
STRATEGI KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA CANGGU KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI Dhea Nurmayasari
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Strategi pengembangan pariwisata dapat dilakukan dengan membentuk mitra pemerintah dalam pengembangan pariwisata. Terkait hal tersebut strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan pemerintah Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dengan tujuan menjadi mitra pemerintah desa dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Canggu. Persoalan yang terjadi wisata Desa Canggu tidak dikenal oleh masyarakat luas, sehingga kunjungan wisatawan masih rendah, hal tersebut terlihat dari data pengunjung wisata Desa Canggu 2014-2016, dan menurut wawancara dengan Ketua Pokdarwis menyatakan bahwa kunjungan wisata di Desa Canggu sangat rendah jika dibandingkan wisata lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kelompok sadar wisata dalam mengembangkan pariwisata di Desa Canggu. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskripstif dengan pendekatan kualitatif. Adapun narasumber penelitian ini terdiri dari Kepala Desa Canggu, Ketua pokdarwis Desa Canggu, pedagang di area wisata sebanyak 2 orang, dan pengunjung wisata sebanyak 6 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumenstasi dan triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pokdarwis dalam mengembangkan wisata Desa Canggu dilakukan di 4 bidang yaitu pertama strategi pengembangan indutsri pariwisata dengan mengembangkan pedagan di tempat wisata dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Canggu. Kedua strategi pengembangan destinasi pariwisata dengan menyediakan sarana dan prasarana bagi pengunjung seperti toilet, mushola, dan kantin. Ketiga strategi pemasaran dan promosi pariwisata dengan membuat sebuah blog Desa Canggu yang berisi informasi pariwisata Desa Canggu. Keempat strategi pengembangan sumber daya pariwisata dalam hal ini pokdarwis sudah berperan secara baik dalam pengembangan pariwisata di Desa Canggu. Kata Kunci : Strategi Pengembangan, Pariwisata
PARTISIPASI PEDAGANG DALAM PENGEMBANGAN SENTRA IKAN BULAK (SIB) DI KECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA EKA NOVIA SARI
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Partisipasi masyarakat dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan dari program pembangunan daerah yang dilakukan pemerintah daerah, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap evaluasi. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan memberikan opini tentang permasalahan yang sedang terjadi ataupun tentang apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga, dalam perencanaan program pembangunan dapat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari masyarakat. Begitu pula harapan yang ingin dicapai pemerintah Kota Surabaya terhadap program pembangunan, khususnya program pembangunan Sentra Ikan Bulak (SIB) di Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Dalam pelaksanannya, terdapat permasalahan yang muncul terkait kurangnya partisipasi pedagang dalam proses pengembangan SIB dan banyaknya pedagang yang berdagang di bahu jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi pedagang dalam pengembangan Sentra Ikan Bulak (SIB) di Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun informan penelitian ini terdiri dari Koordinator SIB, pedagang yang menempati SIB dan pedagang yang berdagang di bahu jalan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pedagang dalam pengembangan Sentra Ikan Bulak (SIB) di Kecamatan Bulak Kota Surabaya belum dapat dikatakan baik. Dari empat indikator tahap pelaksanaan program partisipasi, menunjukkan bahwa hanya ada satu indikator yang bisa dikatakan baik yaitu pada indikator pengambilan manfaat. Kondisi yang terjadi di Sentra Ikan Bulak (SIB) saat ini adalah kurangnya partisipasi pedagang untuk menempati stan yang sudah disediakan di SIB dan masih adanya pedagang yang berdagang di bahu jalan yang tidak mau dipindahkan ke dalam stan yang telah disediakan di SIB. Hal ini menyebabkan terhambatnya pengembangan Sentra Ikan Bulak (SIB). Saran yang dapat diberikan penulis dalam penelitian ini yaitu perlu adanya pendampingan secara bertahap untuk pedagang yang masih berdagang di bahu jalan, diperlukannya penertiban dan pemindahan pedagang secara menyeluruh, dilakukannya pertemuan antara pengelola SIB dengan pedagang dan diberikannya sanksi untuk pedagang yang masih berdagang di bahu jalan. Kata Kunci: Partisipasi, Pengembangan, Sentra
PENERAPAN WEBSITE DESA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN MASYARAKAT  DESA PULOSARI KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG AIZZATUN NABILAH
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

ABSTRAK Website desa adalah sebuah media elektronik yang digunakan oleh pemerintah desa sebagai sarana akuntabilitas dan transparansi publik serta promosi wisata desa. Agar sebuah website desa bukan hanya dijadikan sebagai media informasi dan trasparansi publik, pemerintah Desa Pulosari menciptakan sebuah sistem peningkatan pelayanan melalui menu short massage service (SMS) gateway. Dengan adanya sms gateway tersebut masyarakat yang ingin membuat surat tidak perlu menunggu proses pengetikan surat melainkan bisa mencetak sendiri dirumah surat yang dibutuhkan dan datang ke kantor desa hanya meminta nomor surat dan tanda tangan Kepala Desa. Hal ini menjadi penting diteliti agar inovasi ini dapat diterapkan di seluruh desa di Kabupaten Jombang secara khusus dan seluruh wilayah desa di Indonesia secara umum. Meteode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara tidak terstruktur, observasi, dokumentasi dan triangulasi data. Narasumber dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Desa, Sekertaris Desa, Operator Website Desa, Staf Pembangunan Desa dan 4 orang masyarakat Desa Pulosari. Metode analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa penerapan website Desa Pulosari sudah baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini yakni transparansi dan akuntabilitas publik, namun kurangnya sosialisasi yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Pulosari mengenai peranan dan fungsi website Desa membuat adanya website desa kurang begitu efektif dalam memberikan pelayanan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi dimana sampai saat ini menu inovasi peningkatan pelayanan melalui website desa masih beberapa orang yang mengaksesnya. Selain itu terdapat beberapa permasalahan dalam indikator teknologi, sumber daya manusia, kelembagaan dan sumber daya keuangan. Kata Kunci: Website , Pelayanan Masyarakat
Peran Perpustakaan Daerah dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat  (Studi pada Perpustakaan Umum Taman Ekspresi Kota Surabaya) ADINDA NELLA WISUDAYANTI
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk menghadapi segala tantangan dari globalisasi. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia salah satunya dapat dilakukan dengan cara peningkatan minat baca masyarakat. Namun untuk saat ini di Indonesia minat baca masyarakat masih dalam taraf memprihatinkan, menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara. Kota Surabaya tahun 2014 mendeklarasikan diri sebagai “kota literasi”, dimana literasi yaitu kemampuan membaca dan menulis. Namun pada kenyataanya minat baca dan budaya literasi di kota surabaya masih rendah. Peran pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat melalui perpustakaan dalam UU No.43 Tahun 2007 merupakan salah satu cara yang efektif. Dalam merealisasikan tujuan tersebut sesuai UU No. 23 Tahun 2014 tentang Otonomi Daerah, Pemerintah Kota Surabaya menetapkan dalam Peraturan Walikota No.90 Tahun 2008 yaitu Badan Arsip dan Perpustakaan sebagai lembaga yang mengelola perpustakaan daerah yaitu perpustakaan umum taman ekspresi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Perpustakaan Daerah dalam meningkatkan minat baca masyarakat di perpustakaan umum taman ekspresi Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Daerah yaitu perpustakaan taman ekspresi telah melakukan perannya dengan baik untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kota Surabaya. Hal tersebut dapat diketahui melalui peran perpustakaan sebagai media yang menghubungkan sumber informasi dengan para pengunjung, sebagai sarana untuk menjalin komunikasi dengan pengunjung, sebagai lembaga untuk mengembangkan minat baca, sebagai fasilitator, mediator dan motivator, sebagai agen perubahan, agen pembangunan dan agen kebudayaan, sebagai lembaga pendidikan nonformal, sebagai pembimbing pengunjung perpustakaan, berperan dalam melestarikan koleksi bahan pustaka, sebagai ukuran atas kemajuan masyarakat, berperan untuk mengurangi kenakalan remaja. Namun dalam menjalankan peran tersebut, terdapat beberapa kendala yaitu koleksi buku kurang lengkap, fasilitas pompa air yang sering hilang, jangkauan wilayah kegiatan sosialisasi kurang luas. Kata Kunci: Peran, Perpustakaan, Minat
INOVASI PELAYANAN PUBLIK KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN GRESIK MELALUI RUMAH LAYANAN PERTANAHAN TERPADU DI DESA WOTAN KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK LILIK MAHMUDAH
Publika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik merupakan salah satu instansi pemerintahan non kementerian di Indonesia yang memberikan pelayanan di bidang pertanahan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik melakukan sebuah inovasi pelayanan, salah satunya dengan mendirikan Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Desa Wotan. Inovasi ini dilatarbelakangi jauhnya jarak yang harus ditempuh masyarakat di desa untuk datang ke Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Inovasi Pelayanan Publik Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik melalui Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Desa Wotan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu relative advantage, compatibility, complexity, triabilitty, observability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi Pelayanan Publik Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik melalui Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Desa Wotan Kecamatan Panceng mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat Desa Wotan. Pada atribut relative advantage ditunjukan dimana masyarakat Desa Wotan tidak perlu jauh-jauh ke pusat kota Kabupaten Gresik untuk pendaftaran sertifikat dan pembayaran PBB. Compatibility inovasi- inovasi sebelumnya yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik dilakukan di kantor, tetapi kali ini di desa. Complexity terkait mekanisme dan prosedur tidak ada kerumitan, justru dalam persyaratan pendaftaran sertifikat dipermudah. Triability inovasi yang dilakukan telah melalui proses uji coba dan setelahnya beberapa kali dilakukan sosialisasi, akan tetapi dalam hal ini pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik kurang proaktif dalam memperkenalkan inovasi ini kepada masyarakat. Observability dalam hal ini inovasi dapat dikatakan mudah diamati dan berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat Desa Wotan. Kata Kunci: Layanan, Pertanahan Terpadu.

Page 1 of 2 | Total Record : 15