cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2017)" : 15 Documents clear
PERAN DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN DALAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI TAMAN ABHIRAMA KABUPATEN SIDOARJO Rizky RifaI
Publika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n2.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu masalah yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo yaitu kurangnya ketersediaan ruang terbuka hijau yang belum mencapai angka 30%. Berdasarkan data Dinas Kebersihan dan Pertamanan dimana Kota Sidoarjo hanya memiliki 9,67% untuk RTH publik ,sedangkan RTH privat 6,74% sehingga ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat dinikmati masyarakat masih minim dibandingkan dengan luas wilayah Kota Sidoarjo sekitar 634,38 km. Tujuan penelitian skripsi ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan Peran Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Taman Abhirama Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan adalah tugas pokok dan fungsi Dinas Kebersihan dan Pertamanan seksi pertamanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa peran Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau(RTH) di Taman Abhirama (1) Menyiapkan penyusunan program masalah pertamanan. Hasil temuan dilapangan sesuai dengan teori manajemen normatif dalam hal planning. (2) Menyiapkan bahan koordinasi dan pelaksana teknis pertamanan. Hasil temuan dilapangan sesuai dengan teori manajemen normatif dalam hal coordinating. (3) Melaksanakan pembinaan personil dalam pertamanan. Hasil temuan dilapangan kurang sesuai dengan teori manajemen normatif dalam hal staffing. (4) Menyiapkan bahan perencanaan, melaksanakan, mengawasi, dan mengendalikan pembagunan dan pemeliharaan taman dan tanaman. Hasil temuan dilapangan sesuai dengan teori manajemen normatif dalam hal reporting. (5) Mengelola dan memelihara peralatan dan perlengkapan pertamanan. Hasil temuan dilapangan sesuai dengan teori manajemen normatif dalam hal budgeting. (6) Menyiapkan, meneliti, melaksanakan dan mengawasi pembibitan tanaman. Hasil temuan dilapangan sesuai dengan teori manajemen normatif dalam hal planning dan reporting. (7) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang sesuai dengan bidang tugasnya. Hasil temuan dilapangan sesuai dengan teori manajemen normatif dalam hal directing. Dari ketujuh hasil tersebut perlunya memaksimalkan tugas pokok dan fungsi dari seksi pertamanan agar dapat mewujudkan peningkatkan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau(RTH) di Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci : Peran, Kabupaten, Terbuka Hijau
EFEKTIVITAS PROGRAM KARTU PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN) SEHAT DI PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR MOHAMMAD NURCAHYO
Publika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n2.p%p

Abstract

Abstrak Kesehatan merupakan hal yang terpenting supaya manusia dapat melakukan aktivitas dan mampu bertahan hidup. Dalam upaya peningkatan kesehatan, dibutuhkan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang baik adalah melayani setiap individu dengan kedudukan yang sama. PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur merupakan salah satu perusahaan yang memberikan layanan kesehatan kepada pegawai. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat banyak kelemahan yaitu tidak adanya data verifikasi tagihan yang diterima operator perusahaan, tidak adanya monitoring terhadap pegawai, tidak adanya database yang mendukung proses pelayanan dan prosedur pengelolaan masih dilakukan dengan cara manual. Menanggapi permasalahan tersebut, PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur membuat suatu inovasi dengan membentuk program baru yaitu Kartu PLN Sehat (KPS). Dalam pelaksanaan program Kartu PLN Sehat tersebut, perlu diukur keefektifannya dengan menggunakan indikator-indikator dari Ghozali (dikutip Sakti, 2015:3) yang terdiri dari Input, Proses, dan Output. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskrptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kuesioner, observasi, dan wawancara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 69 karyawan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis data kuantitatif dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari masing-masing indikator termasuk dalam indikator efektif yaitu indikator Input (78,17%), Proses (76,77%) dan Output (78,78). Sehingga diperoleh prosentase rata-rata efektivitas program Kartu PLN Sehat sebesar 77,81% yang berada pada kategori efektif, yang artinya program Kartu PLN Sehat di PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur telah berjalan dengan baik dan efektif. Kata Kunci : Efektivitas, Kartu, PLN
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KARCIS PARKIR BERHADIAH DI JALAN WALIKOTA MUSTAJAB Dheny Iswan Roesnanda
Publika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n2.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu inovasi Dinas Perhubungan Kota Surabaya dalam mengoptimalkan PAD retribusi parkir adalah dengan dikeluarkannya kebijakan baru berupa kebijakan karcis parkir berhadiah. Kebijakan karcis parkir berhadiah ini memiliki sedikit perbedaan dengan karcis parkir biasa pada umunya, dimana dalam setiap karcis parkir yang resmi dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya ini terdapat kolom hologram yang nantinya dapat digosok. Dari beberapa karcis parkir berhadiah yang berhologram tersebut tersedia beberapa hadiah menarik yang nantinya dapat diambil di Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun fokus penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model implementasi Merilee S. Grindle, yang terdiri dari dua variabel yaitu isi kebijakan dan lingkungan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi kebijakan karcis parkir berhadiah di Jalan Walikota Mustajab secara umum telah dilaksanakan sesuai dengan indikator-indikator dari variabel isi kebijakan dan lingkungan kebijakan tetapi dalam implemetasinya masih ditemukan beberapa kendala yaitu sikap juru parkir yang dirasa masih kurang dalam menjalankan tugas untuk melayani pengguna jasa parkir dan keterlambatan sistem pendistribusian karcis parkir kepada pihak juru parkir. Saran dari peneliti yaitu harus diadakannya sistem perekrutan juru parkir untuk mendapatkan SDM yang lebih baik, melakukan inspeksi mendadak ke kawasan parkir untuk peninjauan dan pengecekan, serta melakukan penindakan secara tegas kepada pelaksana kebijakan yang melakukan kecurangan dalam menjalankan kebijakan. Kata Kunci: Implementasi, karcis parkir, berhadiah.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS ANGKUTAN PUBLIK MELALUI PROGRAM ANGKUTAN SEKOLAH GRATIS (STUDI DI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA MOJOKERTO) Istina Dwi Purnamasari
Publika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n2.p%p

Abstract

Abstrak Kendaraan menjadi masalah yang tidak bisa dianggap remeh termasuk di Kota Mojokerto. Meningkatnya jumlah kendaraan yang dipengaruhi beberapa faktor , salah satu faktor yang mempengaruhi adalah mudahnya persyaratan kredit atau beli kendaraan bermotor sehingga dapat mengalami kemacetan dan kecelakaan anak sekolah. Berbagai upaya yang telah dilakukan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas pada anak sekolah dan kemacetan. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto membuat program Angkutan Sekolah Gratis yang bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas pada anak sekolah dan mengurangi beban biaya pendidikan di Kota Mojokerto. Untuk itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan Strategi peningkatan kualitas angkutan publik melalui program Angkutan Sekolah Gratis (ASG) di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Yang diikuti dengan focus penelitian menggunakan 7 strategi menuju pelayanan sukses yang diungkapkan oleh Devry meliputi : self Esteem, Exceed Expectation, Pembenahan dan penemuan kembali berbagai hal, Vision , Improving , Care Empati, Empowerment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto melakukan serangkaian strategi menuju pelayanan sukses dengan baik. Hal tersebut dapat diketahui dari telah dilaksanakannya strategi Self Esteem melalui dukungan kepala dinas yang ditunjukkan dengan mewujudkan pelayanan terbaik, dan telah diterapkan tugas pelayanan yang menjangkau pada perkembangan dan keberhasilan yang akan datang. Strategi Exceed Expectation melalui telah adanya kemauan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto untuk memenuhi harapan pelajar melalui tugas yang dijalankan sesuai peraturan walikota nomor 13 tahun 2016. Pembenahan dan penemuan kembali hal yang ditunjukkan dengan senantiasa menganggap kritik dan saran pelajar sebagai masukkan, menyediakan berbagai sarana sebagai upaya untuk mempermudah pelajar menyampaikan kritik dan saran dan dapat menindak lanjuti masalah yang ada. Vision ditunjukkan dengan pentingnya perencanan terhadap masa depan, dan diikuti dengan tindakan dalam memperlancar pencapaian perencanaan masa depan. Improving ditunjukkan dengan senantiasa tidak ragu untuk melakukan perubahan menjadi yang lebih baik dalam meningkatkan minat pelajar dengan adanya program. Care Empati diketahui dengan kesigapan para pegawai dan bapak sopir dalam memberikan bantuan pemohon. Dan telah adanya tolak ukur standart pelayanan maupun kepuasan pelajar. Serta strategi empowerment yang ditunjukkan dengan telah dilakukan pemberdayaan dengan turut memberikan dukungan terhadap masukan dari pegawai dengan tujuan untuk membuat pegawai mampu memberikan tanggung jawab terhadap segala kegiatan maupun tugas yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto. Kata Kunci : Strategi, Pelayanan, Publik.
IMPLEMENTASI SISTEM PENYELENGGARAAN KETENAGAKERJAAN MELALUI PROGRAM PENEMPATAN TENGA KERJA  ANTAR KERJA ANTAR DAERAH Di DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA DAN TRASNSMIGRASI KABUPATEN MADIUN Rizal Asidiqi
Publika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n2.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu alternatif mengurangi pengangguran di Kabupaten Madiun, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi membuat suatu program Penempatan Tenaga Kerja Antar Kerja Antar Daerah. Program Penempatan Tenaga Kerja Antar Kerja Antar Daerah ini bertujuan untuk menempatkan pencari kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan serta menjalin hubungan industrial yang baik. Sasaran dari program ini adalah siswa-siswi SMA-SMK kelas 12 di Kabupaten Madiun dan pencari kerja yang datang ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kegiatan Penempatan Tenaga Kerja Antar Kerja Antar Daerah ini seperti memberikan informasi pasar kerja, melakukan bimbingan jabatan, dan memberikan pelatihan kepada pencari kerja. Setelah diimplementasikan masih terdapat pengangguran sebesar 6,99% pada tahun 2015. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui dan menganalisis implemelemtasi Sistem Penyelenggaraan Ketenagakerjaan melalui Program Penempatan Tenaga Kerja Antar Kerja Antar Daerah di Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan adalah variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian sosialisasi yang diberikan tidak kepada semua SMA dan SMK di Kabupaten Madiun karena jumlah staf yang kurang memadai dan jangkaun yang luas. Dalam sosialisasi penyampaian materi yang diberikan kepada pencari kerja dapat di mengerti dengan baik walaupun masih ada beberapa yang belum mengerti bisa bertanya kepa pengatar kerja (staf). Untuk konsistensi materi ini sudah cukup konsisten. Sedangkan sumber daya manusia dalam pelaksanaan program Penempatan Tenaga Kerja Antar Kejra Antar Daerah masih kurang karena hanya memiliki empat orang staf di bidang ketenagakerjaan. Informasi yang didapat oleh para pelaksana program sudah cukup baik. Dalam pelaksanaan program Penempatan Tenaga Kerja Antar Kerja Antar Daerah ini, wewenang berada pada bidang Penempatan, Pelatihan dan produktivitas pada seksi penempatan dan perluasan kerja. Alat pelatihan yang ada masih kurang dan tidak dapat memberikan pelatihan kepada semua pencari kerja yang belum memiliki keterampilan. Untuk aspek disposisi, sikap para pelaksana program sudah cukup baik, tetapi para pelaksana program ini tidak di berikan tambahan insentif. Pelaksanaan program Penempatan Tenaga Kerja Antar Kerja Antar Daerah sudah sesuai dengan SOP. Saran peneliti yaitu jumlah staf seharusnya ditambahkan lagi, menggunakan mobil keliling informasi kerja agar lebih luas dalam memberikan informasi, seharusnya bekerja sama dengan pihak swasta atau pihak lain dalam memberikan pelatihan kerja, penambahan alat pelatihan kerja seharusnya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, dan memberikan pelatihan wirausaha baru kepada penacari kerja yang tidak lolos seleksi. Kata Kunci: Implementasi, Penempatan, Kerja.

Page 2 of 2 | Total Record : 15