cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 4 (2017)" : 15 Documents clear
EVALUASI KEBIJAKAN PONDOK KESEHATAN DESA (PONKESDES) DI DESA KEDUNG PELUK KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO Dita Luksiana Putri
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

Abstrak Pondok Kesehatan Desa (PONKESDES) merupakan salah satu kebijakan terkait layanan kesehatan yang disahkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Pondok Kesehatan Desa di Jawa Timur. Adanya Ponkesdes di Jawa Timur bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan untuk masyarakat desa/kelurahan agar masyarakat dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi – tingginya. Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang telah menerapkan Ponkesdes salah satunya adalah Desa Kedung Peluk. Ponkesdes Kedung Peluk telah berjalan selama 7 tahun, dan telah terdapat 7 jenis kegiatan dengan 38 indikator kinerja. Pada pelaksanaan kegiatan di Ponkesdes masih banyak ditemukan berbagai permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Evaluasi Kebijakan Pondok Kesehatan Desa di Desa Kedung Peluk Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini dilihat dari 6 Indikator kriteria evaluasi kebijakan yang dikemukakan oleh William N. Dunn yaitu: Efektifitas, Efisiensi, Kecukupan, Kesamaan, Responsiveness, dan Ketepatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan.Pada kriteria efektifitas, setelah berjalan selama 7 tahun beberapa kegiatan di Ponkesdes Kedung Peluk masih banyak yang belum memenuhi target capaian kegiatan. Seperti kegiatan rumah sehat, Ibu hamil resiko tinggi, Neonatus Komplikasi, Pneumonia Pada Balita, TB Paru, Pemberian Kapsul Vitamin A biru pada bayi. Pada kriteria efisiensi Ponkesdes Kedung Peluk tidak memiliki anggaran dana yang dikelola sendiri, sehingga input untuk melaksanakan kegiatan diberikan pemerintah melalui alat – alat kesehatan dan obat - obatan, namun besarnya input belum bisa mengembangkan output kebijakan. Pada kriteria kecukupan ditemukan bahwa adanya kekurangan tenaga teknis pada Ponkesdes sehingga seluruh layanan kesehatan sangat terbatas. Pada kriteria kesamaan seluruh pelayanan belum dapat dirasakan karena adanya jarak Ponkesdes yang jauh sehingga pendistribusian layanan kesehatan tidak maksimal, serta adanya pemberian layanan kesehatan yang terbatas kepada masyarakat. Pada kriteria responsiveness ditemukan bahwa sebagian masyarakat berlaku pasif dalam partisipasi kegiatan Ponkesdes, sehingga program tidak dapat berjalan maksimal. Pada kriteria ketepatan peneliti menemukan bahwa dalam pelaksanaan Ponkesdes Kedung Peluk masih belum dibentuk kader – kader guna membantu pelaksanaan program kegiatan Ponkesdes.Saran peneliti untuk kebijakan Ponkesdes Kedung Peluk yakni : 1) pemerintah seharusnya memberikan anggaran 2) Ponkesdes harusnya membentuk kader khusus Ponkesdes untuk kualitas dan kuantitas pelaksanaan kegiatan, 3) Pengembangan layanan kesehatan dan jam operasional Ponkesdes Kedung Peluk, 4) Pemilihan langsung tenaga ahli Ponkesdes Kedung Peluk yang berdomisili di Desa Kedung Peluk. Kata Kunci: Evaluasi, Kebijakan, Pondok Kesehatan Desa
DAMPAK KEBIJAKAN RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KABUPATEN SIDOARJO  (Studi Pada Relokasi PKL Alun-alun Ke GOR Delta Sidoarjo) Riza Irma Arfiani
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

Abstrak Alun-alun Sidoarjo digunakan sebagai pusat keramaian dan kegiatan ekonomi masyarakat dengan banyaknya para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang banyak berjualan didalamnya. Keberadaan PKL menggeser fungsi Alun-alun sebagai ruang publik yang nyaman dan bersih. Guna mengembalikan fungsi Alun-alun sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka yang hijau, Pemerintah Sidoarjo merelokasi para PKL dari Alun-alun ke GOR Delta Sidoarjo. Pemerintah Sidoarjo menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Sidoarjo karena menganggap bahwa mereka sudah menyalahi aturan yaitu pada Peraturan Daerah No.5 tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun ke GOR Delta Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini dilihat dari 4 unit sosial yang terkena dampak kebijakan yang dikemukakan oleh Finsterbusch dan Motz, yaitu: Individual, Organisasional, Masyarakat, Lembaga dan Sistem Sosial.Pada dampak individual terutama sosial, setelah direlokasi ke GOR Delta terjadi persaingan antar pedagang semakin ketat. Selain persaingan antar sesama pedagang asli juga adanya persaingan antara pedagang asli dengan pedagang musiman yang tiap hari Minggu pagi datang ke GOR Delta. Pada dampak organisasional, kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) mengakibatkan dampak organisasional atau kelompok terhadap para pedagang. Adanya kebijakan relokasi ini dapat dirasakan dampak nya secara langsung oleh kelompok “Paguyuban Pedagang Kaki (PKL) Bersatu” yang berjualan di GOR Delta Sidoarjo. Sedangkan dampak tidak langsung dari kebijakan relokasi adalah adanya semangat kerja dan gotong royong antar kelompok Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Bersatu. Pada dampak masyarakat, dengan adanya kebijakan relokasi tersebut membuat masyarakat pengguna (user) merasa senang karena masih bisa memenuhi kebutuhannya. Serta ada juga masyarakat sekitar GOR Delta yang merasa terganggu dengan adanya relokasi tersebut, karena menurut mereka GOR Delta menjadi tampak semrawut oleh PKL pindahan dari Alun-alun Kabupaten Sidoarjo. Pada dampak lembaga dan sistem sosial, adanya kebijakan ini membuat GOR Delta tampak tidak teratur. Banyak hal yang harus dibenahi yaitu masalah penerangan dan lampu. Penerangan di area Gelora Delta menjadi suram, yang paling tampak disisi barat. Saat malam hari di sisi barat banyak berdiri warung yang terkesan remang-remang. Selain membuat GOR Delta tampak suram karena minimnya penerangan juga membuat pemandangan menjadi kumuh, pedagang membuat taman mati. Dari kesimpulan diatas, terdapat saran terkait penelitian Dampak Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima: Perlu dilakukannya penataan ulang persoalan Pedagang Kaki lima (PKL) dengan cara mencari lahan baru atau membuat sentra-sentra khusus Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di GOR Delta. Kata Kunci: Dampak, Kebijakan, Relokasi.
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN PENDAMPINGAN IBU HAMIL DAN BAYI RESIKO TINGGI (GERDARISTI) DI PUSKESMAS TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK Mohammad Eka Ardhana Putra
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

Abstrak Program Gerakan Pendampingan Ibu Hamil dan Bayi Resiko Tinggi (GERDARISTI) salah satu bentuk respon pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam menanggapi masalah masih banyaknya angka kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Nganjuk. Adanya program Gerakan Pendampingan Ibu Hamil dan Bayi Resiko Tinggi (GERDARISTI) ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, memantau kehamilan resiko tinggi dan meningkatkan peran serta masyarakat dengan mendampingi ibu hamil resiko tinggi di Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program Gerakan Pendampingan Ibu Hamil dan Bayi Resiko Tinggi (GERDARISTI) di Puskesmas Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada implementasi program Gerakan Pendampingan Ibu Hamil dan Bayi Resiko Tinggi (GERDARISTI) di Puskesmas Tanjunganom Kabupaten Nganjuk dengan menggunakan teori dari George Edward III yang memiliki 4 indikator yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor komunikasi, disposisi, dan struktur birokrasi sudah berjalan dengan maksimal. Adapun kendala yang dihadapi yaitu dari faktor sumber daya adalah kurangnya sumber daya fasilitas dan sumber daya anggaran. Upaya ketercapaian program yaitu perlu adanya beberapa perbaikan seperti membuat ruangan khusus untuk kegiatan program Gerakan Pendampingan Ibu Hamil dan Bayi Resiko Tinggi (GERDARISTI) di Puskesmas Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Kata Kunci : implementasi, kebijakan, Gerdaristi
UPAYA PEMERINTAH KABUPATEN NGANJUK DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT TERDAMPAK PENUTUPAN LOKALISASI GUYANGAN DI KELURAHAN GUYANGAN KECAMATAN BAGOR KABUPATEN NGANJUK JEFRI PRASONGKO
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

Abstrak Masalah sosial merupakan suatu masalah yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berkembang di masyarakat, salah satu bentuk masalah sosial adalah prostitusi, seperti Lokalisasi Guyangan yang dijadikan sebagai tempat praktik prostitusi. Masyarakat banyak yang menggantungkan hidupnya di lokalisasi ini. Setelah Pemerintah Kabupaten Nganjuk resmi menutup kawasan tersebut, warga terdampak merasa terancam kesejahteraan perekonomoianya. Peneliti bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan pada warga terdampak penutupan lokalisasi Guyanngan di Kelurahan Guyangan Kecamatan bagor Kabupaten Nganjuk. Fokus penelitian ini adalah bagaimana proses pemberdayaan yang mencakup 7 tahapan proses pemberdayaan berdasarkan teori yang di kemukakan oleh fahrudin (2011). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini di Lokalisasi Guyangan Kelurahan Guyangan Kecamatan bagor Kabupaten Nganjuk. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder yang di kumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, obervasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di lihat dari teori proses pemberdayaan Fahrudin dengan tujuh tahapan yaitu: 1) Tahap persiapan, dengan sosialisasi tentang pemberdayaan kemudian dilanjutkan pada pembentukan tenaga pendamping dan penyiapan materi pelatihan, 2) Tahap pengkajian, pada tahapan ini pengelompokan peserta pelatihan sesuai dengan minat, 3) Tahap perencanaan alternative program, pemberdayaan pada warga terdampak dengan pemberian pelatihan, 4) Tahap formulasi rencana aksi, warga terdampak dapat menerima manfaat dari adanya pemberdayaan dengan maksud mereka dapat melanjutkan roda perekonomaian mereka, 5) Tahap pelaksanaan program, semua kebutuhan teknis sudah di persiapkan oleh agen pemberdayan, warga terdampak hanya mengikuti arahan kemudian, 6) Tahap evaluasi, agen pemberdaya melakukan rapat koordinasi dan terlibat langsung dalam proses pemberdayaan, 7) Tahap terminasi, warga terdampak belum bisa di lepas sepenuhnya dan pemerintah berharap dapat mengembangkan pemberdayaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pemerintah sudah melakukan pemberdayaan sebagai jawaban atas penutupan lokalisasi Guyangan. Dan peneliti memberikan saran, 1) memonitoring segala bantuan yang di berikan pada warga terdampak, 2) melakukan channeling untuk meningkatkan marketing peserta pemberdayaan, 3) pengawasan agar mereka tidak kembali ke lokalisasi. Kata kunci : Masalah Sosial, Pemberdayan, Lokalisasi
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP) PNPM-MP DI DESA SUMBERKEPUH KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK Donny Setyawan
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

Abstrak Negara Indonesia mempunyai permasalahan yang sangat komplek salah satunya ialah kemiskinan, BPS menginformasikan jumlah masyarakat miskin per September 2016 mencapai 10,70% yang disebabkan oleh tingginya angka pengangguran. Pemerintah dalam menangani kemiskinan mengeluarkan Renstra nomor 96 tahun 2015 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan, sehingga terciptanya kebijakan PNPM-MP khususnya SPP yang menjadikan perempuan sebagai pelaku kebijakan dan sasaran. SPP adalah program yang bersifat pemberdayaan masyarakat dan berbasis perkreditan rakyat, namun masyarakat desa kurang paham betul dengan tujuan diadakannya program SPP dan menggunakan dana program untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan evaluasi simpan pinjam perempuan di Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari staff BUMADES Bersama Mandiri Kecamatan Tanjungano Kabupaten Nganjuk, staff Pemerintah Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, dan kelompok sasaran peminjam dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) PNPM-MP. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Evaluasi Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) PNPM-MP di Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk dengan menggunakan metode CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam (1971) yaitu, 1) konteks (context,) tujuan program SPP PNPM-MP menurut PTO PNPM-MP, SPP adalah program kegiatan yang berbasis perkreditan rakyat ialah mengembangkan potensi kegiatan simpan pinjam pedesaan, kemudahan akses skala mikro, pemenuhan kebutuhan pendanaan social dasar, dan memeperkuat kelembagaan kaum perempuan serta mendorong pengurangan jumlah RTM. 2) Masukan (input), Pelaksanaan program SPP di Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk didanai oleh dana BLM yang bersumbber dari APBD dan APBN. Implementor memiliki strategi untuk mendorong keberhasilan program dengan memberikan pendampingan serta pelatihan-pelatihan. 3) Proses (procces), Pelaksanaan program SPP PNPM-MP di Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk berjalan lancar, dibuktikan dengan terpenuhinya target UPK Bumades namun dari sudut pandang tujuan program pelaksanaan program SPP di Desa Sumberkepuh bisa dikatakan belum berhasil karena angka rumah tangga miskin di Desa Sumberkepuh tidak ada penurunan yang signifikan. 4) Produk (product), produk dari pelaksanaan Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk adalah terciptanya kelembagaan kaum perempuan serta terdapatnya Dansos untuk RTM dan penyandang disabilitas, tetapi tujuan program dalam pengentasan kemiskinan belum berhasil. Jadi dapat disimpulkan dalam pelaksanaan program SPP di Desa Sumberkepuh Kecamatan tanjunganom Kabupaten Nganjuk masih terdapat kendala, maka saran peneliti adalah, 1) penyeleksian yang ketat kepada calon peminjam, 2) menjalin kemitraan dengan dinas-dinas yang berhubungan dengan usaha dan potensi yang ada di desa-desa 3) penambahan pegawai BUMADES bersama Mandiri yang diharapkan mampu memaksimalkan kinerja BUMADES. Kata kunci : Evaluasi, SPP, Pemberdayaan, Kemiskinan.
IMPLEMENTASI PROGRAM Campus Social Responsibility DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA (Studi Pada Pendampingan Mahasiswa Asuh Terhadap Anak Bermasalah Sosial)
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

Abstrak Program Campus Social Responsibility merupakan program terkait penanganan sosial yang bertujuan agar anak yang putus sekolah kembali bersekolah dan anak rentan putus sekolah tetap mau bersekolah. Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik Analisis data yang digunakan reduksi data, display data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada kriteria Standart, Tujuan dan Sasaran kebijakan dikatakan berhasil. Standart pendampingan sudah sesuai, tujuan kebijakan sudah tercapai banyak anak yang putus sekolah dan rentan putus sekolah kembali bersekolah dan sasaran program sudah sesuai yaitu pada anak bermasalah sosial namun masih terdapat kendala. Pada kriteria sumberdaya, sumberdaya manusia dan finansial sudah mencukupi dan berkualitas sedangkan sumberdaya waktu terdapat kendala terkait jadwal pendampingan. Pada kriteria karakteristik agen pelaksana terdapat kendala yaitu mahasiswa belum berpengalaman dalam memecahkan permasalahan adik asuh dan keluarga. Pada indikator komunikasi antar organisasi terkait sudah baik dengan diadakannya rapat rutin evaluasi dengan pihak yang terlibat tetapi komunikasi antara mahasiswa dengan adik asuh masih kurang. Pada indikator Lingkungan sosial, ekonomi dan politik yaitu terdapat pengaruh ekonomi dan sosial dalam menghambat keberhasilan program CSR akan tetapi pada lingkungan politik sangat membantu keberhasilan program CSR. Saran peniliti untuk Program Campus Social Responsibility Dinas Sosial Kota Surabaya (Studi Pada Pendampingan Mahasiswa Asuh Terhadap Anak Bermasalah Sosial) yakni: 1)Mahasiswa memberikan pendampingan pembelajaran yang inofatif sehingga anak merasa senang ketika dilakukan pendampingan 2) Mahasiswa harus terus menggali potensi didalam dirinya dan mempunyai pengalaman yang luas dalam kegiatan sosial 3)Dinas Sosial seharusnya menyediakan anggaran khusus untuk membantu perekonomian keluarga adik asuh terutama untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari 4)kakak pendamping harus mengkonfirmasikan ketidak hadiran kepada Satgas TKSK di Kecamatan masing-masing tempat bertugas. Kata Kunci : Implementasi, Program, Campus Social Responsibility
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA(Studi Pada Pasangan Usia Subur (PUS)di Lingkungan Randegan RW 01 Kelurahan Kedundung Kota Mojokerto) Ary Anggraeny
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

AbstrakLingkungan Randegan RW 01 dijadikan sebagai Pilot Project pelaksanaan Program Kampung KB di Kota Mojokerto, tujuan dari dibentuknya program kampung KB yaitu “Meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung atau yang setara melalui program kampung KB serta membangun sector terkain dalam rangkan mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas. Pelaksanaan Program Kampung KB dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) non KB. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan Implementasi Program Keluarga Berencana (Studi Pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Lingkungan Randegan RW 01 Kelurahan Kedundung Kota Mojokerto). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. sedangkan teknis analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan teori dari Van Metter dan Van Carl Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Kampung Keluarga Berencana (Studi Pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Lingkungan Randegan RW 01 Kelurahan Kedundung Kota Mojokerto):1) Standar, tujuan dan sasaran kebiajakan diaman tujuan dari program belum sepenuhnya tercapai, Karena masih terdapat PUS yang belum menjadi akseptor KB. 2) Sumber daya dari segi sumber daya dimana baik jumlah dan kemampuan sudah tercukupi, tetapi anggaran finansial dalam kegiatan sosialisasi belum ada. 3) Karakteristik para pelaksanaan program Kampung KB yang memiliki pengaruh paling dominan yaitu Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Mojokerto, dan didukung pihak-pihak yang terlibat yaitu Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, lembaga pemberdayaan masyarakat, Departeman Agama, Lurah Kedundung, tokoh masyarakat, Bidan Puskesmas Kelurahan Kedundung dan kader Lingkungan Randegan RW 01.4) Sikap/Kecenderungan (Disposisi) para pelaksana Program Kampung KB telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, karena adanya kerjasama yang baik dengan pihak terlibat, selain itu implementor juga memiliki tingkat pemahaman terhadap tugas masing-masing. 5) Komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana yang baik pula antar implementor yang terlibat, selain itu komunikasi antara pihak implementor dan kelompok sasaran dilakukan melalui sosialisasi. 6) Lingkungan ekonomi, sosial dan politik dari segi ekonomi dan politik memberikan dukungan, tetapi terdapat penghambat pada faktor sosial karena pola pikir PUS.Kata Kunci : , Implementasi, Pertumbuhan, Kampung KB.
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DI SMA NEGERI 1 CERME - GRESIK
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

Abstrak Program Adiwiyata adalah program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Penghargaan Sekolah Adiwiyata mandiri diberikan untuk sekolah yang mampu mempertahankan progress positif program lingkungan selama tiga tahun bertuturt-turut dan mempunyai 10 sekolah binaan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi Program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Cerme-Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumberdaya, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap Pelaksana, Komunikasi Antar Organisasi Terkait, Lingkungan (Ekonomi, Sosial, Politik). Hasil penelitian menunjukkan, Implementasi di SMA Negeri 1 Cerme-Gresik dapat dikatakan baik dengan beberapa variabel, Ukuran dan Tujuan Kebijakan ditunjukkan dengan prestasi penghargaan sekolah adiwiyata 4 (empat) tahun berturut-turut. Sumberdaya, meliputi sumberdaya manusia, anggaran, dan sarana prasarana. Karakteristik Agen Pelaksana, ditunjukkan dengan warga sekolah yang sangat berantusias dan tanggungjawab untuk dapat meraih Program Adiwiyata. Sikap Para Pelaksana, warga sekolah serta organisasi terkait sangat mendukung program ini dengan menunjukkan bantuan dan pembinaan. Komunikasi Antar Organisasi Terkait, dikatakan sangat baik karena jarak antara sekolah dengan kantor sangat terjangkau dan variabel yang terakhir Lingkungan (Ekonomi, Sosial, Politik). Progam Adiwiyata merupakan kegiatan dimana sekolah dijadikan sebagai faktor pendukung dalam pelestarian lingkungan. Pihak terkait dan pihak sekolah saling memberikan dukungan dan motivasi agar Progam Adiwiyata ini menjadi progam yang tetap berjalan dengan lancar. Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan, Program Adiwiyata
STRATEGI DINAS PERDAANGAN DAN INDUSTRI KOTA SURABAYA   DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) PROGRAM KAMPUNG UNGGULAN (STUDI KASUS KAMPUNG PENJAHITAN PUCANG KELURAHAN KERTAJAYA KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA) RYSKY NOVIANTO
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

Abstrak Program Kampung Unggulan merupakan program yang diupayakan oleh Pemkot Surabaya dari tahun 2010 yaitu upaya pembinaan pada sepuluh kampung unggulan oleh Dinas Perdgangan dan Industri Kota Surabaya yang akan dijadikan sentra IKM. Salah satunya Kampung Unggulan tersebut adalah Kampung Unggulan Penjahitan yang terletak di Kelurahan Kertajaya Kecamatan gubeng Kota Surabaya. Permasalahan yang terdapat di Kampung Unggulan Penjahitan yang merupakan IKM yang pernah jaya di masa orde baru adalah permasalahan turunnya produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dinas perdagangan dan industri dalam pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) program Kampung Unggulan Penjahitan Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities dan Threat). Berdasarkan hasil penelitian bahwa Kampung Penjahitan mempunyai 1.Strenght berupa kemampuan dan pengalaman penjahitan yang memadai dan batuan Dinas Perdagangan dan Industri Kota Surabaya. 2.Weakness berupa kurang karyawan, standard harga tidak sama, promosi kurang gencar, petunjuk akses menuju lokasi kurang. 3.Opportunities yang dapat dimanfaatkan adallah promosi di mall yang banyak di Kota Surabaya, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan melayani pesanan seragam pegawai Pemerintah Kota Surabaya. 4.Thread berupa ancaman dari penjahit bukan anggota Kampung Unggulan, Pola pikir masyarakat lebih menyuai baju jadi, Fashionstyle cepat berubah. Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, UMKM
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM TAMBAH DAYA GRATIS DI PT PLN (PERSERO) RAYON KARANG PILANGSURABAYA AULIYA NADHIROH
Publika Vol 5 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n4.p%p

Abstract

KUALITAS PELAYANAN PROGRAM TAMBAH DAYA GRATIS DI PT PLN (PERSERO) RAYON KARANG PILANGSURABAYA Auliya Nadhiroh 14040674136 ( S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya) auliyanadhiroh@yahoo.com Dra. Meirinawati, M.AP 0021056804S1 (S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya) meirinawati91@unesa.ac.id Abstrak Pelayanan publik merupakan wujud dari aparatur pemerintah sebagai abdi negara dalam melayani masyarakat. Tidak hanya instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara pun dituntut untuk menjadi aparatur pelayanan yang baik untuk masyarakat. Salah satunya adalah PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. PT. PLN (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang memiliki usaha dibidang ketenagalistrikan. PT. PLN (Persero) dituntut maksimal dalam memberikan pelayanan. Seperti pada pelayanan Program Tambah Daya Gratis yang telah menjadi strategi PT. PLN (Persero) dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Dalam pelaksanaan pelayanan Program Tambah Daya Gratis, PT. PLN (Persero) Rayon Karang Pilang Surabaya merupakan salah satu penyedia layanan tersebut. Selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Program Tambah Daya Gratis dimaksudkan untuk memaksimalkan Program Listrik Tepat Sasaran Oleh Pemerintah. Oleh Karena itu, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana kualitas pelayanan Program Tambah Daya Gratis di PT. PLN (Persero) Rayon Karang Pilang Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana fokus penelitian didasarkan pada indikator kualitas pelayanan menurut Tjiptono dan Diana yang memiliki lima dimensi / kriteria kualitas pelayanan yaitu : Kehandalan (Reability), Ketanggapan (Responsivness), Jaminan Kepastian (Assurance), Empati (Emphaty), dan Bukti Fisik (Tangible). Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Program Tambah Daya Gratis di PT. PLN (Persero) Rayon Karang Pilang Surabaya terbilang cukup baik dan memuaskan. Dikatakan cukup baik karena pada setiap indikator sudah menunjukkan bahwa proses pelayanan memberikan kepuasan untuk pelanggan. Akan tetapi, meskipun pada aspek Jaminan Kepastian waktu belum memenuhi standar yang ditetapkan yaitu 3x24 jam sehingga ada beberapa pelanggan yang mengutarakan keluhannya pada pelayanan Program Tambah Daya Gratis ini. Dalam aspek Bukti Fisik masih terdapat kekurangan yaitu bahan bacaan untuk pelanggan yang mengantre agar pelanggan tidak merasa bosan. Sedangkan, dimensi Kehandalan, Empati, dan Ketanggapan sudah memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan Kata Kunci : Kualitas, Pelayanan Publik, Program Tambah Daya Gratis

Page 1 of 2 | Total Record : 15