cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 6 (2017)" : 15 Documents clear
DAMPAK PROGRAM BROADBAND LEARNING CENTER (BLC) DI KELURAHAN DUKUH MENANGGAL, KECAMATAN GAYUNGAN, KOTA SURABAYA MEGA MULYASARI
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

Saat ini, era globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi menuntut Pemerintah untuk berinovasi dengan mengintegrasi pelaksanaan pemerintahan dengan teknologi informasi dan komunikasi atau dikenal dengan E-government. Pemerintah Kota Surabaya merupakan salah satu pemerintahan yang berhasil menjalankan pemerintahan berbasis elektronik, salah satu keberhasilan Kota Surabaya dalam bidang E-goverment adalah program Broadband Learning Center (BLC). Program BLC merupakan penyediaan sarana dan prasarana pelatihan komputer gratis bagi warga Surabaya yang bertujuan agar masyarakat Kota Surabaya melek teknologi informasi (IT) serta sebagai salah satu upaya mewujudkan visi Kota Surabaya yaitu menuju Surabaya Multi Media City (SMMC). Program BLC telah dilaksanakan sejak tahun 2012 hingga saat ini dan memiliki lokasi sebanyak 35 lokasi salah satunya di Kelurahan Dukuh Menanggal, Surabaya. Pelaksanaan pelatihan di BLC Kelurahan Dukuh Menanggal tidak terlepas dari munculnya kendala. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu mendeskripsikan bagaimana dampak program Broadband Learning Center (BLC) Di Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dampak terhadap beberapa unit-unit pedampak antara lain dampak terhadap individual, dampak organisasional, dampak masyarakat, dampak lembaga dan sistem sosial. teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verivikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa programBroadband Learning Center (BLC) di Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya memberikan dampak terhadap unit-unit sosial yang meliputi dampak individu dengan semakin meningkatknya tingkat melek teknologi informasi dan komunikasi masyarakat Kelurahan Dukuh Menanggal, dampak organisasional dengan tercapainya visi kota Surabaya menuju Surabaya Multi Media City, dampak terhadap masyarakat berupa meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta terpenuhinya akses internet kelurahan Dukuh Menanggal, dan untuk dampak terhadap lembaga dan sistem sosial lebih memberikan dampak terhadap system pendidikan dengan semakin meningkatknya kemampuan tekonologi informasi dan komunikasi masyarakat. Kata Kunci:Dampak, Program, Teknologi Informasi
Pemberdayaan Masyarakat Petani Melalui Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) di Kabupaten Nganjuk. (studi di Desa Pelem Kecamatan Kertosono) ANISA RAHADINI
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Kabupaten Nganjuk sebagai kawasan Agropolitan yang telah di tetapkan pengembangan agribisnis tidak terbatas pada pertanian holtikultura mampu menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu upaya pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat petani ialah melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). PUAP diawali dengan proses peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai pelaksana kegiatan PUAP di lapangan. Melalui PUAP dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dari aspek permodalan, akses pasar dan teknologi serta masih lemahnya manajemen usaha tani yang menyebabkan ketidakberdayaan pada masyarakat petani di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat petani melalui program PUAP di Desa Pelem dapat dilihat dari aspek sasaran, teknik dan tujuan. Dari aspek sasaran yaitu masyarakat petani yang tergabung dalam kelembagaan Gapoktan yang berada pada desa miskin sesuai dengan data Badan Pusat Statistik dan PNPM-Mandiri. Dari segi teknik, Gapoktan masih belum mampu mengembangkan usaha pengolahan produk pemberi nilai tambah dari Dinas Pertanian karena kurangnya kesadaran masyarakat petani dan kecilnya intensitas pemberian pelatihan dari tenaga pendamping. Peningkatan kemampuan dan keterampilan tidak terjadi pada semua masyarakat petani anggota Gapoktan dan hanya terjadi pada masyarakat petani tertentu saja yaitu pengurus kelembagaan Gapoktan.Dari aspek tujuan menunjukkan bahwa peningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani dapat pengembangan usaha agribisnis di Gapoktan Margo Makmur sudah baik, namun tidak semua usaha tersebut dapat berkembang dengan baik sehingga masih belum mampu meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya kelompok masyarakat petani.Jenis usaha yang dapat berkembang hanya pada unit usaha simpan pinjam saja sehingga hanya dapat memudahkan akses petani terhadap bantuan permodalan saja, sedangkan untuk kontribusi peningkatan produksi dan pendapatan masih sangat kecil dan kurang berkembang. Kata Kunci:Pemberdayaan, masyarakat prtani, program PUAP
Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal Oleh Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (Studi Pada Klaster Ekonomi Unggulan XIV, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan) SITI CHODIJAH
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

PEMBERDAYAAN MASYRAKAT PADA KOMUNITAS ORGANIK BRENJONK DI DESA PENANGGUNGAN KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO Dyah Prawitasari
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

Abstrak Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses dan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatan pada masyarakat yang tidak berdaya untuk dapat mengatasi masalah yang dihadapi denga mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang dimiliki secara mandiri. Salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat terdapat pada Komunitas Organik Brenjonk di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan budidaya pertanian organik.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun Fokus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan CIPOO (Context, Input, Process, Output, Outcome). Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi data.Hasil penelitian jika dilihat dengan pendekatan CIPOO menunjukkan masih terdapat beberapa kendala dalam pemberdayaan masyarakat pada Komunitas Organik Brenjonk. Jika dilihat dari segi aspek kelembagaan, aspek sistem manajemen, aspek organisasi dan aspek penguasaan materi pemberdayaan pada Komunitas Organik Brenjonk sebagai agen pembaharu sudah berjalan dengan baik hal ini ditandai dengan telah tersusunnya program kerja. Berdasarkan input-process dan output-outcome sudah baik hal ini ditandai dengan peningkatan produktivitas, tetapi masih terlihat tidak stabilnya produksi sayuran organik. Di samping itu, pemberdayaan masyarakat petani organik ini berhasil membuka peluang penghasilan baru serta mencukupi kebutuhan pangan keluarga dengan pangan sehat bagi warga di Desa Penanggungan. Sebagai agen pembaharu Komunitas Organik Brenjonk berada pada tahap keberdayaan II, yaitu sebagai mitra/pendamping dalam implementasi program pendampingan masyarakat. Hal ini ditandai dengan terus berjalannya kegiatan pemberdayaan dan telah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta Adapun rekomendasi untuk mempertahankan kesejahteraan masyarakat yang telah dicapai, perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut. Bentuk pembinaan dengan cara memberikan pendampingan secara berkala untuk para petani, agar para petani dapat bertukar pikiran tentang hambatan yang dialami selama proses budidaya pertanian organik. Kata Kunci: Pemberdayaan, Komunitas Organik Brenjonk
KAJIAN IMPLEMENTASI KEPUTUSAN WALIKOTA KEDIRI NO. 188.45/472/419.16.2016 TENTANG SATUAN TUGAS PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (STUDI KASUS DI KELURAHAN KALIOMBO KOTA KEDIRI) Christiana Wahyu Setyaningsih
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

Abstrak Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dan dijaga. Semua elemen masyarakat diharapkan dapat saling bertanggung jawab untuk membuat kehidupan anak menjadi lebih baik. Penyelenggaraan perlindungan anak sudah dilaksanakan sedemikian rupa, akan tetapi pelanggaran terhadap perlindungan hak-hak anak masih saja tetap terjadi. Banyaknya jumlah angka kekerasan seksual anak terlihat di Kota Kediri. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Kediri dalam menangani masalah perlindungan anak dengan membentuk satuan tugas perlindungan anak di setiap kecamatan dan kelurahan. Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) merupakan para relawan yang ada di kecamatan/kelurahan bentukan pemerintah yang berfungsi membantu pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Pembentukan satgas ini diharapkan memberi perlindungan yang maksimal agar anak-anak yang berada di Kota Kediri jauh dari tindak kejahatan yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji implementasi Keputusan Walikota Kediri No. 188.45/472/419.16/2016 tentang Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak di Kelurahan Kaliombo Kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian menggunakan pendekatan menurut George C. Edward III, terdiri dari empat variabel yaitu Komunkasi, Sumberdaya, Disposisi dan Struktur Birokrasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Keputusan Walikota Kediri No. 188.45/472/419.16/2016 tentang Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak di Kelurahan Kaliombo Kota Kediri telah berjalan. Akan tetapi masih ditemukan kendala dalam pelaksanaannya. Yaitu jadwal sosialisasi yang tidak intens, anggota Satgas yang mengalami overlapping karena benturan pekerjaan masing-masing, belum tersedianya fasilitas untuk menunjang kegiatan Satgas, tidak adanya anggaran khusus untuk pelaksanaan Satgas PPA. Pelaksanaan tupoksi anggota Satgas PPA di Kelurahan Kaliombo masih belum maksimal. Pembagian tugas dalam pelaksanaan Satgas PPA di Kota Kediri yang melibatkan banyak aktor masih ditemui kendala didalamnya. Kata Kunci: Implementasi, Perlindungan, Perempuan dan Anak
ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN REKLAMASI TELUK LAMONG DI KELURAHAN TAMBAKOSOWILANGUN KELURAHAN BENOWO KOTA SURABAYA Muhammad Roikhan
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

Abstrak Kebijakan reklamasi Teluk Lamong merupakan salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh PemerintahPusat melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 1997 tentang Pemberian Izin Kepada PT.Pelindo III untuk Pengurugan (Reklamasi) Perairan Pantai Di Daerah Lingkungan Kerja PerairanPelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikanmengenai dampak kebijakan reklamasi Teluk Lamong di Kelurahan Tambak Osowilangun Surabaya.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan teori unit-unit sosialpedampak meliputi dampak individu, dampak organisasional, dampak terhadap masyarakat dan dampakterhadap lembaga dan sistem sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi,wawancara terstruktur dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakanteknik analisis kualitatif menurut Miles dan Huberman meliputi reduksi, data, penyajian data, penarikankesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi dampak terhadap reklamasiTeluk Lamong di Kelurahan Tambak Osowilangun. Dampak tersebut meliputi dampak individual berupapemberian bantuan kesehatan, terciptanya lapangan pekerjaan baru, penurunan pendapatan para nelayandan rasa terganggu akibat aktivitas bongkar muat pelabuhan Teluk Lamong. Dampak organisasi berupapembangunan tempat ibadah dan fasilitas publik yang diberikan kepada Kelurahan Tambak Osowilangun.Untuk HNSI Tambak Osowilangun mendapatkan bantuan berupa pendopo dan kemudahan dalampengajuan permohonan dana untuk kegiatan organisasi. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa reklamasiTeluk Lamong juga berdampak pada berkurangnya jumlah anggota HNSI di Kelurahan TambakOsowilangun. Dampak terhadap masyarakat berupa banjir di jalan raya dan kesulitan dalam membeli ikanlaut, disisi lain beberapa masyarakat merasa diuntungkan dengan tersedianya lapangan pekerjaan baru danbeberapa bantuan dari PT. Teluk Terminal Lamong. Sedangkan dampak terhadap lembaga dan sistemsosial dapat dilihat dari terjadinya perubahan peran HNSI Tambak Osowilangun yang awalnya berperansebagai wadah berkumpulnya nelayan untuk menjual hasil tangkapan nelayan kini bergeser peran menjadilembaga sosial yang memperjuangkan nasib nelayan.Kata kunci : Dampak, Reklamasi, Kebijakan
STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN TRANSPORTASI MELALUI BUS TRANS SIDOARJO ( STUDI PADA PERUM DAMRI CABANG SURABAYA) REDYNA ALFRIAN SINAGA
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

Abstrak Trans Sidoarjo merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit (BRT) di Indonesia. Bus Trans Sidoarjo resmi di buka pada tanggal 21 September 2015. Trans Sidoarjo merupakan sebuah sistem transportasi bus cepat, murah dan ber-ACdi seputar Kota Sidoarjo. Trans Sidoarjo merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit (BRT) yang merupakan bus bantuan dari Kementerian Perhubungan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Sidoarjo. Sasaran utama BTS adalah seluruh kalangan masyarakat sidoarjo baik pengguna kendaraan pribadi maupun tidak, BTS juga diharapkan bisa mengurangi kemacetan terutama di jam berangkat dan pulang kerja. Bus Trans Sidoarjo ini adalah sebuah upaya Pemerintah Sidoarjo untuk meningkatkan pelayanan publik khususnya pada sektor transportasi darat di kawasan perkotaan menggantikan sistem setoran menjadi sistem pembelian pelayanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian menggunakan 7 strategi model pelayanan menuju sukses menurut Devrey (2008) yang meliputi: harga diri (self esteem), memenuhi harapan (exceed expectation), pembenahan dan penemuan kembali berbagai hal (recovery), pandangan kedepan (vision), perbaikan terus menerus (improving), penuh perhatian (care), dan pemberdayaan (empowerement). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perum Damri Cabang Surabaya telah melakukan beberapa strategi dengan baik sesuai dengan 7 strategi yang disebutkan di atas. Hanya saja pada strategi pembenahan dan penemuan kembali (recovery) kurangnya pengetahuannya masyarakat tentang layanan contact center untuk menangani keluhan yang mengakibatkan penumpang tidak dapat dengan baik dalam menyampaikan keluhan dan pada strategi pandangan kedepan (vision) akan menambah halte tapi belum terealisasikan oleh pihak Perum Damri Cabang Surabaya. Kata Kunci: Strategi, Kualitas Pelayanan
SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM TULUNGAGUNG EMERGENCY MEDICAL SERVICE (TEMS) DI RSUD DR. ISKAK TULUNGAGUNG CHOIR
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

Abstrak Semakin kompleksnya permasalahan di bidang kesehatan, menyebabkan dibutuhkannya inovasi layanan kesehatan oleh pemerintah daerah. Inovasi layanan tersebut salah satunya adalah program TEMS yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Tulungagung yang murah namun berkualitas dan siap tanggap dalam menangani kejadian yang terjadi di masyarakat sehingga dapat dijangkau semua lapisan masyarakat dan program ini telah dijadikan program percontohan nasional. Namun, prestasi yang telah didapat ini bukan berarti mengindikasikan program ini bebas dari masalah, dikarenakan hasil survei awal, peneliti menemukan adanya indikasi ketidakpuasan sebagian masyarakat. oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian terkait survei kepuasan masyarakat terhadap keberadaan program ini.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara menyebar angket kepada 75 orang responden dari 296 populasi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan 9 indikator yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 16 Tahun 2014 antara lain persyaratan, prosedur, waktu pelayanan, biaya/tarif, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, maklumat pelayanan, serta penanganan pengaduan saran dan masukan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap program TEMS mencapai persentase 71,81% dan masuk dalam interval 61%-80% dengan kategori puas. Adapun rincian kepuasan per indikator antara lain indikator tarif / biaya dengan persentase sebesar 78%, kemudian diikuti oleh indikator perilaku pelaksana dengan persentase sebesar 75,66%, indikator persyaratan dengan persentase sebesar 73%, indikator produk spesifikasi jenis pelayanan sebesar 72,33%, indikator kompetensi pelaksana sebesar 72,16%, indikator waktu pelayanan sebesar 70,66%, indikator maklumat pelayanan sebesar 70,5%, indikator prosedur sebesar 68,33%, dan indikator terendah yakni penanganan pengaduan saran dan masukan dengan persentase sebesar 65,16%. Kata kunci : Survei kepuasan masyarakat, TEMS.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN DI DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KOTA SURABAYA FARINA AINUR RAKHMA
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

Abstrak SIUP yaitu surat izin untuk bisa melaksanakan usaha perdagangan dan perindustrian yang berfungsi sebagai alat atau bukti pengesahan dari usaha yang dilakukan. Surat izin usaha dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah dan dibutuhkan oleh pelaku usaha perseorangan maupun pelaku usaha yang telah berbadan hukum. Sementara ini dikarenakan SIUP jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan wajib SIUP yang berada diruangan layanan yang lain. Jumlah SIUP yang jauh lebih banyak tersebut tidak diimbangi dengan jumlah teknologi yang tidak memadai, sehingga terjadi ketimpangan dan akibatnya SIUP harus mengantri untuk memperoleh layanan. Permasalahan tersebut jika tidak diatasi akan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Disperidagin Kota Surabaya kepada SIUP. Tujuan penelitian ini untuk mengukur sejauhmana kualitas pelayanan SIUP di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya difokuskan kepada SIUP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. berfokus pada lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu : Tangible (Bukti Fisik), Reliability (Keandalan), Responsiveness (Ketanggapan), Assurance (Jaminan), Empathy (Empati). Sementara itu pengambilan sampel seluruh wajib SIUP yang berjumlah 100 orang dengan menggunakan teknik accidentl sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indikator lima (5) dimensi yang memiliki prosentase sangat baik Jaminan (Assurance) sebesar 5,319%, diikuti dengan Bukti Fisik (Tangible) sebesar 0,051%, Keandalan (Reliability) sebesar 5,077%. Empati (Empathy) sebesar 39,55% dan Tanggap (Responsiveness) sebesar 5,001%. Sesuai dengan skor total rasio seluruh indikator dengan prosentase rata-rata kriteria kualitas pelayanan sebesar ini sebesar 0,197%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rasio antara prsepsi dan harapan wajib SIUP memiliki interval pada 0,8-0,99 dan 1-1>-1, maka wajib SIUP kualitas pelayanan sangat baik. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, SIUP, Disperidagin
PELAKSANAAN PELAYANAN SOSIAL TERHADAP ANAK BALITA TERLANTAR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL ASUHAN BALITA KABUPATEN SIDOARJO SUCI DWI PURWANTI
Publika Vol 5 No 6 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v5n6.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi anak balita terlantar, pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya dalam menanganinya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Kabupaten Sidoarjo yang difungsikan sebagai wadah untuk menampung dan mengasuh anak-anak balita terlantar tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian secara lebih mendalam yang bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan sosial terhadap anak balita terlantar di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Kabupaten Sidoarjo beserta hambatan yang dialami. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahap pelaksanaan pelayanan sosial meliputi bimbingan fisik, bimbingan mental, bimbingan sosial, dan bimbingan keterampilan beserta hambatan yang terjadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan sosial terhadap anak balita terlantar di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo telah berjalan dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan dasar anak balita terlantar yang ditampung. Hal ini dapat dilihat pada tahap pelaksanaan pelayanan sosial yang meliputi kegiatan bimbingan fisik mampu memulihkan kembali kondisi kesehatan anak balita, bimbingan mental mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dan moral pada anak balita, bimbingan sosial mampu mengembangkan interaksi sosial anak balita, serta bimbingan keterampilan mampu melatih kemampuan anak balita dalam belajar membaca, menulis, berhitung, menggambar, dan lain sebagainya. Sedangkan hambatan yang dialami adalah adanya kesulitan dalam mengawasi anak balita autis dan masih kurangnya tenaga pengasuh yang bertugas untuk mendampingi anak-anak. Dengan demikian, disarankan agar pihak UPT memberikan pendidikan atau pelatihan kepada para pengasuh berupa pengenalan terkait dengan autisme dan cara menyikapinya sehingga pengawasan terhadap anak autis dapat dilakukan dengan lebih mudah serta menambah jumlah pengasuh yang ada. Kata Kunci : Pelayanan, Sosial, Anak

Page 1 of 2 | Total Record : 15