cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 5 (2018)" : 15 Documents clear
STRATEGI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) OLEH BADAN PELAYANAN PAJAK DAERAH (BPPD) KABUPATEN SIDOARJO TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN SIDOARJO MAHARFIAN KHALID YANUARDI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 6 No 5 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n5.p%p

Abstract

ABSTRAK STRATEGI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) OLEH BADAN PELAYANAN PAJAK DAERAH (BPPD) KABUPATEN SIDOARJO TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN SIDOARJO Sektor pajak merupakan salah satu pendapatan terbesar negara dan juga di daerah. Dari semua jenis pajak, pajak PBB memiliki permasalahan yang paling kompleks dan juga memiliki dan nilai piutang tertinggi. Begitu pula di Kabupaten Sidoarjo pajak merupakan pendapatan daerah tertinggi dimana pajak PBB juga memiliki nilai piutang dan permasalahan yang kompleks. Sudah seharusnya pemerintah dalam tugasnya melakukan pemungutan pajak memberikan sebuah strategi yang tepat agar pendapatan dari sektor pajak PBB dapat optimal. Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo merupakan instansi pemerintah yang bertugas dalam melakukan pemungutan sembilan macam pajak daerah yang salah satunya merupakan pajak PBB. Langkah BPPD Kabupaten Sidoarjo dalam melakukan strategi pemungutan pajak PBB adalah dengan melakukan strategi memudahkan proses pembayaran pajak PBB dimana pembayaran pajak PBB yang sudah dapat dilakukan melalui Kantor Pos dan berbagai macam Bank seperti diantaranya Bank Mandiri, OCBC NSIP, Bank BTN, Bank BNI, Bank Jatim yang di dukung juga pembayaran melalui melalui E-Banking di bank terkait serta bisa juga membayar melalui waralaba yang telah banyak tersebar berupa Indomart, Alfamart. Strategi pemungutan pajak tersebut merupakan strategi satu-satunya yang diterapkan di Jawa Timur. Selain itu BPPD Kabupaten Sidoarjo juga terus berupaya memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat pengguna jasa serta terus berinovasi sehingga terciptanya sebuah aplikasi E-PBB yang merupakan aplikasi berbasis Android yang dapat di akses di SmartPhone yang berguna untuk mempermudah segala kepengurusan mengenai pajak PBB di Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian yaitu Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, purposive sampling, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan strategi pemungutan pajak PBB-P2 berdasarkan faktor peningkatan pelayanan publik di lingkungan birokrasi menurut Osborne & Plastrik, yaitu: 1) Strategi pengembangan struktur, BPPD Kabupaten Sidoarjo telah melakukan upaya untuk mengembangkan struktur dengan melakukan perampingan struktur organisasi yang mengakibatkan perubahan nilai dan norma, aturan hukum atau kode etik dan budaya pada strategi pemungutan pajak PBB di Sidoarjo. 2) Strategi penyederhanaan sistem dan prosedur, pada strategi ini BPPD Kabupaten Sidoarjo berupaya dengan menyediakan pelayanan yang prima terkait pelayanan PBB, serta dibuatkanya sebuah aplikasi berbasis Android E-PBB, dan inovasi pembayaran yang di permudah. 3) Strategi pengembangan infrastruktur, dalam pengembangan infrastruktur langkah yang telah di ambil BPPD Kabupaten Sidoarjo adalah dengan menyediakan fasilitas fisik berupa peralatan kantor pada umumnya dan peralatan sosialisasi berupa banner, poster dan pemasangan iklan. Menyediakan fasilitas pengembangan telematika berupa pengembangan sistem yang memungkin kan para wajib pajak membayar melalui berbagai bank bahkan dapat melalui indomart serta alfamart. Mengembangkan konsep strategi pemungutan pajak dari yang lama menjadi lebih baru dan terdigitalisasi. 4) Strategi pengembangan budaya dan kultur, yang meliputi membangun citra baik dan kepercayaan masyarakat terhadap instansi, meningkatkan budaya kerja pegawai yang positif, mengembangkan layanan prima sesuai dengan budaya dan jaman yang berkembang di masyarakat. 5) Strategi pengembangan kewirausahaan, pada strategi ini menghasilkan sebuah keputusan yang meliputi, menjalin mitra kerjasama dengan brbagai instansi untuk memperluas peluang pendapatan pajak, menghadirkan kemampuan berfikir kreatif dalam menciptakan solusi yang tepat dari permasalahan yang timbul, menciptakan sebuah inovasi aplikasi E-PBB untuk mempermudah segala kepengurusan mengenai PBB. Kata Kunci: Strategi, Pajak, PBB, Pemungutan, Badan Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Sidoarjo, BPPD, Inovasi ABSTRACT Collection Strategy Of Land And Building Tax By Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo On Original Local Government RevenueThe tax sector is one of the largest income in country and also the regions. Of all types of taxes, the Land and Building (L&B) taxes has a complex problem and also has the highest arrears. Similarly, in Sidoarjo, taxes are regional revenues where the Land and Building (L&B) taxes also has high debts and complex issues. The government who levy L&B taxes should provide the right strategy for the sector of the L&B taxes to be optimal. The Regional Tax Service Board (BPPD) of Sidoarjo is a government institution responsible for local taxes, one of which is the L&B taxes. The step of BPPD of Sidoarjo in implementing L&B taxes strategy is to simplify the process of payment of PBB, so payment can be done through Post Office and various Bank such as Mandiri, OCBC NSIP, BTN, BNI, BANK JATIM, which also through e-Banking in related banks, and can also pay through a franchise that has been widespread in the form of Indomart, Alfamart. That tax collection strategy is the only strategy implemented in East Java. In addition, BPPD Sidoarjo also continues to provide excellent service for the community of service users and continue to innovate to create E-PBB applications. The application is accessed on SmartPhone which helps to facilitate all tax management in L&B taxes in Sidoarjo. The type of research used in this research is descriptive research with qualitative approach. The location of research is the Regional Tax Service Board (BPPD) of Sidoarjo Regency. Data collection techniques consist of interviews, purposive sampling, and documentation. Data analysis technique is done by searching data, data reduction, data presentation, and deduction of conclusion.The result of the research shows the strategy of collecting tax of PBB-P2 based on the improvement factor of public service in bureaucratic environment according to Osborne & Plastrik, that is: 1) Structural development strategy, BPPD Kabupaten Sidoarjo has made efforts to develop the structure by streamlining the organizational structure resulting in changes in values ​​and norms, rules of law or code of ethics and culture on the strategy of tax collection in Sidoarjo. 2) The simplification strategy of the system and procedure, in this strategy BPPD Sidoarjo strives to provide excellent service related to L&B taxes services, and made an ‘E-PBB’ application based on Android who can acces with smartphone, and simplification payment innovation. 3) Strategy of infrastructure development, in infrastructure development step that has been taken by BPPD of Sidoarjo is by providing physical facility it is a office equipment in general and socialization equipment such as banners, posters and advertisement. Providing telematics development facilities in the form of system development that allows the tax payers to pay through various banks even through indomart and alfamart. Also develop the concept of tax collection strategy from the old one to be more recent and digitized. 4) Cultural and cultural development strategies, which include building a good image and public confidence in the institution, enhancing positive employee work culture, developing prime services in accordance with the culture and era that develops in the community. 5) Entrepreneurship development strategy, in this strategy produces a decision that includes, establishing partnerships with various agencies to expand tax revenue opportunities, bringing creative thinking ability in creating the right solutions from emerging problems, creating an innovative E-PBB application to simplify all the stewardship of the L&B taxes. Keywords : Strategy, Tax, Land and Building Taxes, Collection, Sidoarjo, BPPD, Innovation
EVALUASI KEBIJAKAN RUMAH TUNGGU KELAHIRAN (RTK) DI DESA PELEM, KECAMATAN PARE, KABUPATEN KEDIRI KHANIN; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 5 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n5.p%p

Abstract

Abstrak Program Rumah Tunggu Kelahiran merupakan program Mentri Kesehatan Republik Indonesia untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dengan cara mendekatkan akses kesehatan ibu hamil resiko tinggi. Kabupaten Kediri sebagai salah satu daerah yang memiliki AKI dan AKB yang relatif tinggi mencoba melaksanakan Program Rumah Tunggu Kelahiran sebagai langkah konkrit Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mencapai AKI dan AKB zero/nol. Evaluasi Program Rumah Tunggu Kelahiran adalah kegiatan menilai kebijakan yang telah diimplementasikan berdasarkan kriteria tertentu dan mengukur keberhasilan Program Rumah Tunggu Kelahiran sesuai tujuan yang telah ditetapkan, dengan demikian tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan evaluasi Program Rumah Tunggu Kelahiran di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk memperoleh data yang mendalam dari para informan yang meliputi pelaksanaan maupun sasaran Program Rumah Tunggu Kelahiran. Hasil tersebut menunjukkan Program Rumah Tunggu Kelahiran dilihat dari kriteria efektivitas masih tidak efektif karena kurang dimanfaatkan oleh masyarakat. Kriteria efesiensi, dinilai kurang efisien karena dilihat dari finansial dan usaha yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pemanfaatan program. Kriteria kecukupan, dinilai belum cukup karena program belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Dilihat dari kriteria perataan, perataan sasaran sudah diperluas tetapi pemanfaatan program juga belum maksimal. Kriteria responsivitas dari aparatur sudah dilaksanakan dengan baik tetapi responsivitas dari masyarakat masih kurang. Kriteria ketepatan berkaitan dengan dampak yang dirasasakan aparatur dan masyarakat, dampak belum dirasakan maksimal oleh aparatur dan masyarakat karena kurangnya pemanfaatan RTK.Dengan adanya penelitian ini peneliti memberikan saran yaitu, jika pemerintah mempertahankan kebijakan Rumah Tunggu Kelahiran maka perlu evaluasi yang mendalam mengenai penyebab tidak maksimalnya pemanfaatan Rumah Tungu Kelahiran sehingga bisa ditemukan solusinya. Saran lain yaitu, jika pemerintah tidak mempertahankan kebijakan ini, maka pemerintah perlu alternatif kebijakan lain untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Kata Kunci: Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Evaluasi, Rumah Tunggu Kelahiran Abstract Maternity Waiting Home Program is a program of Health Minister of the Replublic Indonesia to reduce maternal mortality and infant mortality rate with closer access health method to pregnant woman high risk. Kediri district as one of the areas with high maternal mortality and high infant mortality tries to implement the Maternity Waiting Home Program as a concrete step of District Government to achieve maternal mortality and infant mortality rate. Maternity Waiting Home Program Evaluation is activity of accessing policies that have been implemented based on certain criteria and measuring the success of the program according to the intended purpose, thus the purpose of this study is to describe the evaluation Maternity Waiting Home Program in Sundistric Pelem, Pare, Kediri.This research method is qualitative with data collecting technique using interview, observation and documentation technique. Data collection technique are used to obtain indepth data from the informations to covering the implementers and targets of the Maternity Waiting Home Program.The result shows that the Maternity Waiting Home Program seen from the effectiveness criterion is still less effective because it is less utilized by society. The criteria of efficiency, considered less efficient because viewed from the financial and business issued is not comparable with the utilization of the program. The criteria of adequacy, considered not enough because the program has not been able to meet the needs of the community. Judging from the criteria of leveling, the target targeting has been expanded but the utilization of the program has not been maximized. Criteria of responsiveness of the apparatus has been implemented well but the responsiveness of the community is still lacking. Criteria of accuracy relating to the impact of the apparatus and the public, the impact has not been felt maximally by the apparatus and the community due to lack of utilization of Maternity Waiting Home.With this research, the researcher gives suggestion that if government keep the Maternity Waiting Home policy it is necessary to deeply evaluate the cause of not maximizing the utilization of Maternity Waiting Home so that solution can be found. Another suggestion is that if the government does not maintain this policy, then the government needs other policy alternatives to reduce the Maternal and Infant Mortality Rate. Keywords: Maternal Mortality and Infant Mortality, Evaluation, Maternity Waiting Home
EFEKTIVITAS PROGRAM SURABAYA HEALTH SEASON SEBAGAI LAYANAN PUBLIK SEKTOR KESEHATAN DI RSUD Dr. MOHAMAD SOEWANDHIE KOTA SURABAYA (Studi Pada Layanan Rawat Jalan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Kota Surabaya) DEWI PUJI LIESTARY; MEIRINAWATI
Publika Vol 6 No 5 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n5.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik saat ini menjadi isu kebijakan yang semakin strategis, salah satu layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah layanan publik sektor kesehatan. Sebagai salah satu rumah sakit milik pemerintah kota Surabaya, RSUD Dr. Mohamad Soewandhie tidak selalu mendapat nilai yang baik dimata masyarakat kota Surabaya sendiri. Banyaknya kritikan negatif yang ditujukan untuk RSUD Dr. Mohamad Soewandhie membuat peneliti tertarik untuk ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pelayanan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie yang diberikan saat ini. Melalui Surabaya Health Season ini diharapkan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Efektivitas Program Surabaya Health Season Sebagai Layanan Publik Sektor Kesehatan di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Kota Surabaya (Studi Pada Layanan Rawat Jalan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya). Jenis penelitian yang dipilih dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif, yaitu penelitian yang memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi (Koentjaraningrat, 1993:89). Fokus dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana Efektivitas Program Surabaya Health Season Sebagai Layanan Publik Sektor Kesehatan Di Kota Surabaya dengan menggunakan teori ukuran efektivitas menurut Sutrisno (2007:125-126) yaitu Pemahaman Program; Tepat Sasaran; Tepat Waktu; Tercapainya Tujuan dan Perubahan Nyata. Adapun teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi bagi pihak pelaksana agar semakin berusaha lebih keras dalam penyebaran informasi program salah satunya dengan mendatangi perkumpulan masyarakat yang paling terkecil yaitu penyuluhan dengan ibu-ibu PKK atau penyuluhan ke Posyandu; rekomendasi kedua yaitu alangkah baiknya apabila program Surabaya Health Season ini disusun kembali dan dijadikan program jangka panjang, mengingat kita tidak dapat menduga datangnya sakit, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu waktu tertentu untuk dapat merasakan manfaat dari program Surabaya Health Season ini. Kata Kunci: Pelayanan, Efektivitas Program, Surabaya Health Season Abstract Public service these day is becoming an increasingly strategic policy issue, one of the public servicess in direct contact with the public is the service in health sector. As one of the hospitals owned by the Surabaya city government, Dr. Mohamad Soewandhie does not always get good value in the eyes of Surabayas own people. Number of negative criticism aimed to RSUD Dr. Mohamad Soewandhie made the researcher interested to want to know more about RSUD Dr. Mohamad Soewandhie is given today. Through Surabaya Health Season is expected RSUD Dr. Mohamad Soewandhie can provide optimal health services for the community. The purpose of this research is to know the level of Effectiveness Program of Surabaya Health Season as Public Service in Health Sector at RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya City (Study on Rawat Jalan servicess RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya). The type that we used for this research is qualitative type. The method of qualitative type that we used for this research is descriptive design, that was a study that gives a careful picture of a partiucular individual or group about the circumtances and symptoms that occur (Koentjaraningrat, 1993:89). The focus in this research is to describe how effectiveness program of Surabaya Health Season as public service in health sector by using theory of measure effectiveness according to Surisno (2007:125-126) that is Understanding the Program, On Target, On Time, Achieving Goals and Real Changes. The data analysis technique used in this research is Interview, Observation and Documentation. This research resulted recomendation of executing party to make more effort in disseminating program information, one of them by reaching the most small society association like counselling with the members of PKK or having counselling at Posyandu; second recomentation is that would be nice if Surabaya Health Season is rearranged and make it into a long-term program, because people can’t predict the illness, so people do not have to waiting for a certain time to be able to get the benefit of this Surabaya Health Season program. Keywords: Servicess, Effectiveness Program, Surabaya Health Season.
Implementasi Aplikasi Pendaftaran Antrian Permohonan Paspor secara Online di Kantor Imigrasi Kelas II Blitar NUR ENGGAR IRIANI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 5 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n5.p%p

Abstract

Absrak Pelayanan publik oleh pemerintah merupakan wujud dari fungsi pelayanan jasa dari aparat negara kepada masyarakat. Tujuan dari pelayanan publik oleh pemerintah dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang semakin canggih, pemerintah berupaya memberikan nilai tambah pelayanan public pada bidang keimigrasian khususnya dalam pembuatan paspor. Untuk mewujudkan hal ini Direktorat Jendral Imigrasi mengeluarkan Surat Edaran No IMI-UM, 01.01-4166 tahun 2017 tentang Implementasi aplikasi pendaftaran antrian permohonan paspor secara online diseluruh Indonesia. Kantor Imigrasi merupakan lembaga pemerintah yang bertugas membuat paspor untuk masyarakat yang akan keluar negeri. Salah satu Kantor Imigrasi yang ada di Indonesia adalah Kantor Imigrasi Kelas II Blitar. Hasil pengamatan awal kondisi dilapangan masih di temukan adanya beberapa permasalahan yaitu, terlihat antrian pembuatan paspor baru yang terlalu panjang, dikarenakan masyarakat belum mengetahui adanya antrian paspor secara online. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Aplikasi Pendaftaran Antrian Permohonan Paspor Secara Online Di Kantor Imigrasi Kelas II Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun fokus yang digunakan dalam penelitian ini adalah model implementasi kebijakan menurut George C Edward II dalam Subarsono (2011:90-92) dengan empat aspek yaitu Komunikasi, Sumberdaya, Disposisi dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi atau pelaksanaan program Aplikasi Pendaftaran Antrian Permohonan Paspor Secara Online di Kantor Imigrasi Kelas II Blitar telah mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Berikut uraian hasil penelitiannya a) Komunikasi, sosialisasi dilakukan secara langsung atau face to face kepada masyarakat yang datang ke Kantor Imigrasi Kelas II Blitar, kemudian dengan melalui sosial media berupa siaran radio dan di website Kantor Imigrasi Kelas II Blitar yang bisa diakses kapan saja dan yang terakhir adalah dengan talkshow.Namun, dilapangan masih ditemui masyarakat yang belum mengerti bahkan tidak mengetahui program pendaftaran paspor online sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih luas lagi. Selain kepada masyarakat juga dilakukan penyampaian program tersebut kepada petugas Kantor Imigrasi Kelas II Blitar dengan dikeluarkannya Surat Edaran tentang Implementasi aplikasi pendaftaran antrian permohonan paspor secara online yang dijadikan dasar pelaksanaan program sehingga sistem kerjanya konsisten. b) Sumber Daya, petugas pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Blitar terbagi dibeberapa bagian yaitu bagian penerimaan berkas, wawancara, pengambilan paspor dan judikator. Jumlah petugas pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Blitar saat ini sudah cukup dan ditunjang dengan kinerja yang baik. Mengenai fasilitas penunjang implementasi diperlukan pengadaan alat scan barcode agar mempermudah masyarakat dalam mencetak jadwal pembuatan paspor. c) Disposisi, pada aspek ini pelaksanaan pendaftaran antrian paspor secara online sistem kerja tetap berdasarkan Surat Edaran Dirjen Imigrasi mengenai pendaftaran antrian papsor secara online, hal ini berpengaruh pada hal insentif yang juga tetap sama. Petugas pembuatan paspor juga berkompeten dalam menjalankan pelayanan namun pada saat ini yang masih menjadi kendala adalah adanya permasalahan jaringan yang trouble yang hanya bisa diselesaikan oleh pusat. d) Struktur Birokrasi, struktur birokrasi Kantor Imigrasi Kelas II Blitar tetap sama pada pelaksanan pendaftaran antrian paspor secara online yang membedakan hanyalah sistem pengambilan nomor antrian pembuatan paspor yang saat ini dilakukan secara online melalui website atau aplikasi. Saran yang dapat diberikan kepada pihak Kantor Imigrasi Kelas II Blitar adalah lebih ditingkatkan lagi mengenai sosialisasi kepada masyarakat agar lebih mengerti mengenai pendaftaran antrian secara online. Selain itu pengadaan fasilitas berupa alat scan barcode untuk mempermudah pendaftaran pemohon. Kata Kunci : Implementasi, Pendaftaran, Antrian Paspor, Online Abstrack Public service by government is a form of service function from state apparatus to society.The purpose of a public service by the government is meant for welfare the society. By utilizing the technology information progress, the government seeks to provide added value of public services in the field of immigration, especially about passports. To realize this, the Directorate General of Immigration issued a Circular Letter of IMI-UM, 01.01-4166 year 2017 about The Implementation of Online Passpor Registration Application in All Around Indonesia. Immigration Office is the government agency in charge of making the passport for people who are going abroad.One of the Immigration Office in Indonesia is Blitar II Immigration Office. The initial observation of the field condition is still found some problem, there is a queue of making a new passport that is too long, because people don’t know about the passport queue online.The purpose of this research is to describe and analyzeThe Implementation of Online Passpor Registration Application In Class Immigration II Blitar. The research uses description research with qyalitative approach. The research focus used in this research is policy implementation model by George C Edward III, that consist of four variables, those are : communication, resource, dispotition and bureaucracy structure. The result of this research shows that implementation of Online Passpor Registration Application In Class Immigration II Blitar gerts good response by the society, there is result of the research a) Communication, socialization is done directly or face to face to the people who come to Blitar II Immigration Office, then through the social media in the form of radio broadcast and on the website of Blitar II Immigration Office that can be accessed anytime and the last is by talk show.However, inthe field is still encountered people who don’t understand even not knowing about the online passport registration program so it takes a wider socialization.In addition to the community is also done to deliver the program information to the officers of the Immigration Office Class II Blitar with the release of Circular Letter about The Implementation of Online Passpor Registration Application in All Around Indonesiawhich serve as the basis for program implementation so that the system works consistently. b) Resource, the passport officer at Blitar II Immigration Office is divided into several sections, there are file reception, interview, passport and judgment.Now the number of officers for a passport at the Immigration Office Blitar Class II is enough and supported by a good performance.Regarding the implementation of the necessary supporting facilities procurement barcode scanning device in order to facilitate the public in print schedule for a passport. c) Dispotition, in this aspect the Implementation of Online Passpor Registration Application In Class Immigration II Blitar based on the Directorate General of Immigration Letters, it affects the terms of the incentives that also remains the same.Passport officers are also competent in running the service, but at this time that is still a constraint is the problem of network trouble that can only be solved by the center. d)Bureaucracy Structure,the bureaucratic structure of Blitar II Immigration Office remains the same in the Implementation of Online Passpor Registration Application In Class Immigration II Blitarthe difference is only that the passport number pickup system is currently done online through the website or app. Advice that can be given to the Class II Blitar Immigration Office isfurther enhanced socialization to the public to better understand the registration of queues online.In addition, the procurement of facilities in the form of barcode scanning tool to facilitate the registration of the applicant. Keywords :Implementation, Registration, Passport Queue, Online
PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA SALAK DESA TANJUNGHARJO KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO SHOFI NINDYA KISWANTI; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 6 No 5 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n5.p%p

Abstract

Abstrak Agrowisata merupakan konsep wisata dengan keindahan alam yang memanfaatkan lahan pertanian maupun lahan perkebunan menjadi objek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri. Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang mengembangkan agrowisata menjadi salah satu sektor wisata andalan yaitu dengan mengembangkan kawasan agrowisata salak pada tahun 2015. Dalam pengembangan kawasan agrowisata salak Desa Tanjungharjo, masih ditemui beberapa hambatan. Sehingga diperlukan upaya-upaya pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan Pengembangan Kawasan Agrowisata Salak di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro dan apa saja Hambatan-hambatan Dalam Pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian ini menggunakan teori Suwantoro (2004) yang meliputi 5 unsur, yaitu : objek dan daya tarik, prasarana wisata, sarana wisata, tatalaksana/infrastruktur, masyarakat/lingkungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun analisis data dari penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yaitu tahap pengumpulan data,reduksi data, display data atau sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam peengembangan kawasan agrowisata salak Desa tanjungharjo dalam sudah cukup baik. Hal ini ditandai dari adanya kerjasama yang baik antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Pemerintah Desa Tanjungharjo dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) “Salak Manis” dan terdapat keterlibatan masyarakat dalam setiap pengembangan kawasan agrowisata salak Desa Tanjungharjo. Selain itu, prasarana dan sarana wisata yang dimiliki kawasan agrowisata salak sudah cukup terpenuhi, namun dalam penyediaan prasarana wisata masih terdapat kendala yakni belum tersedianya kamar mandi yang merupakan salah satu prasarana inti. Ketersediaan prasarana dan sarana wisata didukung dengan adanya infrastruktur dan tatalaksana yang sudah terpenuhi yaitu melalui pembentukan POKDARWIS, adanya pelatihan-pelatihan kepada anggota POKDARWIS maupun kepada masyarakat dan adanya pengembangan infrastruktur pendukung. Namun dalam pegembangan agrowisata salak Desa Tanjungharjo masih ditemui beberapa hambatan yaitu, keterbatasan jumlah anggaran, kuantitas sumber daya manusia, belum maksimalnya jalinan kemitraan. Kata Kunci : Pengembangan, Kawasan, Agrowisata Abstract Agrotourism is a concept with a natural beauty that makes use of farmland as well as plantation into a tourist attraction which has attraction. Bojonegoro regency is one of regencies who develop agro-tourism becomes one of the mainstay tourism sector by developing salak agro tourism region in the year 2015. In the development of agro tourism area of ​​Tanjungharjo Village, there are still some obstacles. Therefore, further development efforts are needed. This study aims to describe the development of agro-tourism area of ​​Salak in the village of Tanjungharjo, Kapas sub-district, Bojonegoro regency and any obstacles in its development. This research uses descriptive research method with qualitative approach. While the focus of this study using the theory Suwantoro (2004) which includes 5 elements, namely: objects and attractions, tourism infrastructure, tourism facilities, management / infrastructure, community / environment. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis of this study using Miles and Huberman model is the stage of data collection, data reduction, data display or data presentation and drawing conclusions. The results of this study show that in the village of salak agro tourism area peengembangan tanjungharjo in already good enough. It is characterized from the presence of good cooperation between the Department of culture and tourism as well as the Government of the village of Tanjungharjo and the Group aware of tours (POKDARWIS) "Sweet Salak" and there is community involvement in the development of each area of the orchard, the village of Salak Tanjungharjo. In addition, the infrastructure and means owned agrowisata, salak is enough but in the provision of tourist infrastructure, there is still a constraint i.e. hasnt been the availability of a bathroom which is one of the core infrastructure. The availability of infrastructures and means of tourism supported by the existing infrastructure and the tatalaksana who have been fulfilled through the establishment of POKDARWIS, the existence of training-training to members of the POKDARWIS as well as to the community and the development of supporting infrastructure. But in the village of salak agro tourism pegembangan Tanjungharjo still encountered several obstacles, namely, limitation of the number of budget, lack of engagement POKDARWIS, inadequate patchwork of partnerships.Keyword : Development, Agrotourism, Agrotourism region

Page 2 of 2 | Total Record : 15