cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2020)" : 15 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM DESA PERCONTOHAN (Studi Pada Desa Duduksampeyan Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik) MUKHARROMAH RAHAYU INDRIYANTO; WENI ROSDIANA
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

AbstrakPemberdayaan masyarakat melalui Program Desa Percontohan adalah program yang diciptakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gresik untuk menggali potensi yang ada disetiap desa, pada Desa Duduksampeyan potensi yang dikembangkan yakni pada pengembangan UMKM dan Pengembangan Pasar Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui Program Desa Percontohan di Desa Duduksampeyan Kecamatan Duduksameyan Kabupaten Gresik. Jenis penelitian yang digunakan yakni deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan terdiri dari 4 variabel yaitu Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan, dan Bina Kelembagaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pada Bina Manusia, sudah berjalan dengan baik, Pengembangan UMKM Jahit sudah berjalan dengan maksimal dengan cara sosialisasi yang diberikan oleh pelaksana UMKM dan juga pelatihan menjahit telah memberikan dampak yang baik pada peningkatakan kualitas SDMnya, namun dalam Pengembangan Pasar Desa pelatihan yang diberikan kepada masyarakat untuk dapat membuka usaha baru belum dilaksanakan secara maksimal, pemerintah desa hanya fokus dengan pembangunan pasar desa, namun tidak memberikan pelatihan cara membuka usaha dan pemilihan usaha yang cocok kepada masyarakat. 2) Pada Bina Usaha, sudah berjalan dengan baik, namun hanya terdapat kendala berupa kurangnya mesin jahit untuk UMKM Jahit, dan untuk pengembangan pasar desa masyarakat masih kurang berani untuk membuka usaha sendiri karena keterbatasan modal. 3) Bina Lingkungan, sudah berjalan sangat baik, pemerintah desa dan masyarakat sudah bersinergi dan bergotong-royong dalam upaya pelestarian lingkungan. 4) Bina Kelembagaan, sudah berjalan dengan sangat baik, karena interaksi dan komunikasi antara pemerintah desa dan lembaga kemasyarakat desa berserta masyarakat telah menunjukkan sikap saling bahu membahu dalam upaya mencapai kesuksesan pada Program Desa Percontohan. Saran yang dapat diberikan adalah Pemerintah Desa dapat menambah alat berupa mesin jahit dan juga gedung untuk pelaku UMKM Jahit, dan pemerintah Desa dapat membangunkan stand/kios khusus untuk para UMKM Jahit, serta UMKM Jahit dan Pasar Desa dapat dikermbangkan agar menjadi BUMDES dan nantinya dapat menambah Pendapatan Asli Desa. Kata Kunci: Pemberdayaan, Masyarakat, Desa Percontohan Abstract Community Empowerment through the Pilot Village Program is a program created by the Office of Community Empowerment and the Village of Gresik Regency to explore the potential that exists in each village, in the village of Bangksampeyan the potential developed is in the development of MSMEs and the Village Market Development. This study aims to find out how community empowerment through the Pilot Village Program in Duduksampeyan Village, Duduksameyan District, Gresik Regency. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The focus of the study consisted of 4 variables, namely Human Development, Business Development, Environmental Development, and Institutional Development. The results of this study indicate that 1) In Human Development, it has been going well, the Development of Sewing UMKM has been running optimally by means of socialization provided by the implementers of MSME and also sewing training has given a good impact on improving the quality of its human resources, but in the Development of Village Markets the training given to the community to be able to open new businesses has not been carried out to the fullest, the village government only focuses on the development of the village market, but does not provide training on how to open a business and select a business that is suitable for the community. 2) In Business Development, it has been running well, but there are only obstacles in the form of a lack of sewing machines for sewing MSMEs, and for the development of village markets the community is still lacking the courage to open their own businesses due to limited capital. 3) Community Development has been going very well, the village government and the community have synergized and worked together in efforts to preserve the environment. 4) Institutional Development, has been going very well, because the interaction and communication between the village government and village community organizations along with the community has shown mutual assistance in an effort to achieve success in the Pilot Village Program. Suggestions that can be given are the Village Government can add tools in the form of sewing machines and also buildings for perpetrators of MSME Sewing, and the Village Government can build a stand / kiosk specifically for MSMEs Sewing, and MSMEs Sewing and Market Village can be developed to become BUMDES and later can add Original Village Income. Keywords: Empowerment, Community, Pilot Village.
EVALUASI PROGRAM BANTUAN BERAS MISKIN DAERAH (RASKINDA) DENGAN MODEL E-VOUCHER DI DESA JEMUNDO KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO AINUN KUSUDUR; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Program bantuan Raskinda dengan model e-voucher berpedoman pada Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 40 Tahun 2017 tentang Strategi Pengelolaan Raskinda Melalui Kerjasama Pihak Perbankan dengan Model E-voucher yang berfungsi untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat miskin dan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pokok dalam bentuk beras. Program ini menggunakan kartu e-voucher akan ditukarkan dengan agen penyalur yang diinginkan dan telah tersebar diberbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Evaluasi Program Bantuan Beras Miskin Daerah (Raskinda) dengan Model E-voucher di Desa Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan 6 (enam) kriteria evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn yang meliputi: Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Perataan, Responsivitas dan Ketepatan. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, model data, dan penarikan atau verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian Evaluasi Program Bantuan Beras Miskin Daerah (Raskinda) dengan Model E-voucher di Desa Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, yaitu: 1) Efektivitas telah berjalan sesuai dengan tujuan yaitu penyaluran bantuan beras kepada masyarakat namun masih terkendala belum semua pembagian kartu e-voucher dapat dilakukan. 2) Efisiensi terhambat dari proses pencairan bantuan yang terlambat. 3) Perataan belum terpenuhi karena tidak adanya agen penyalur di Desa Jemundo. 4) Ketepatan ditemukan masyarakat yang telah sejahtera namun masih menerima bantuan. 5) Kecukupan sudah berjalan secara baik dengan melihat kualitas dan kuantitas beras yang ditukarkan. 6) Responsivitas telah berjalan baik dengan sosialisasi dan respons masyarakat. Sedangkan Saran yang dapat diberikan, sebagai berikut Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo diharapkan menyelesaikan pendataan dan verifikasi pada sebagian penerima bantuan supaya segera mendapatkan kartu e-voucher dan agar tidak terjadi lagi keterlambatan pencairan, selain itu juga perlu menambah agen penyalur di desa-desa yang belum memiliki serta meningkatkan intensitas kunjungan di lapangan dalam hal pelaksanaan pengawasan. Kata kunci: Evaluasi, Program Bantuan, Beras Miskin Daerah (Raskinda), E-voucher The Raskinda assistance program using the e-voucher model is guided by Sidoarjo Regents Regulation Number 40 Year 2017 concerning Raskinda Management Strategy Through Banking Collaboration with the E-voucher Model which functions to optimize the distribution of food aid to the poor and reduce the burden of household expenditure through meeting part of the needs staple in the form of rice. This program uses an e-voucher card to be exchanged with the desired distribution agents and has been spread in various regions in Sidoarjo District. This study aims to describe the Evaluation of the Regional Poor Rice Assistance Program (Raskinda) with the E-voucher Model in Jemundo Village, Taman Sub-district, Sidoarjo District. This type of research used descriptive research with a qualitative approach. The focus of the study is based on 6 (six) policy evaluation criteria according to William N. Dunn which include: Effectiveness, Efficiency, Adequacy, Flattening, Responsiveness and Accuracy. Data analysis techniques are performed by data reduction, data models, and drawing conclusions or verification. The results of the evaluation of the Regional Poor Rice Assistance Program (Raskinda) with the E-voucher Model in Jemundo Village, Taman Sub-district Sidoarjo District, namely: 1) Effectiveness has been running in accordance with the objectives of distributing rice aid to the public but is still constrained. Not all e-voucher cards can be distributed. done. 2) Efficiency is hampered by the late disbursement process. 3) Leveling has not been fulfilled due to the absence of channeling agents in Jemundo Village. 4) Accuracy is found in people who are already prosperous but are still receiving assistance. 5) Adequacy has been going well by looking at the quality and quantity of rice exchanged. 6) Responsiveness has gone well with socialization and community response. While suggestions can be given, as follows the Sidoarjo District Social Service is expected to complete the data collection and verification of some beneficiaries to immediately get an e-voucher card and in order to avoid disbursement delays, in addition it is also necessary to add distribution agents in villages that do not yet have and increasing the intensity of field visits in terms of conducting supervision. Keywords: Evaluation, Assisteance Program, Regional Poor Rice (Raskinda), E-voucher.
EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI 30 DETIK DI DESA PANGKAHKULON KECAMATAN UJUNGPANGKAH KABUPATEN GRESIK RISNAWA KARTIKA; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Suatu negara tentunya memiliki tujuan untuk mensejahterahkan masyarakatnya. Untuk mewujudkan tujuannya, pastinya negara memiliki upaya yang akan dilakukan demi terwujudnya tujuan tersebut. Salah satu upaya mensejahterahkan masyarakat yakni dengan menyediakan pelayanan publik. Adapun di Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik mempunyai keunggulan dalam bidang pelayanan yakni administrasi 30 detik yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah dan cepat tanpa harus menunggu lama, karena waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaiannya hanya 30 detik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan Efektivitas Pelayanan Administrasi 30 detik. Dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Fokus penelitian dengan menggunakan teori efektivitas pelayanan dari Peraturan MENPAN Nomor 15 Tahun 2014 meliputi persyaratan, prosedur pelayanan, waktu pelayanan, produk pelayanan, pengelolaan pengaduan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, sarana dan prasarana, jaminan keamanan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi, teknik analisis menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini 543 dengan sampel 84 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling incidental. Sembilan indikator yang telah digunakan oleh peneliti tersebut menunjukkan bahwa penelitian ini dapat dikatakan berhasil, meskipun ada kekurangan dalam pelaksanaannya. persyaratan memperoleh 75,1%, prosedur pelayanan memperoleh 73,6%, waktu pelayanan memperoleh 74,9%, produk pelayanan memperoleh 75,7%, pengelolaan pengaduan memperoleh 76,4%, kompetensi pelaksana memperoleh 75,5%, perilaku pelaksana memperoleh 76,9%, sarana dan prasarana memperoleh 77,2%, jaminan keamanan memperoleh 73,3%. Keseluruhan nilai persentase dari sembilan indikator efektivitas pelayanan memperoleh 73,0% yang berarti “Efektif”.Saran yang dapat peneliti berikan mengenai penelitian yaitu diadakannya sosialisasi mengenai persyaratan, prosedur dan waktu pelayanan yang jelas, untuk alur persyaratan diubah seperti dibuatkannya papan atau banner yang berisi tentang skema pelayanan, penambahan sarana dan prasarana yaitu kursi dan kipas angin dalam ruang pelayanan, ditambahkannya kapasitas memori atau ruang komputer sehingga dapat mencegah kelemotan pada saat pelayanan berlangsung. Kata Kunci : Efektivitas Pelayanan, Administrasi 30 detik Abstract A country must have a purpose for the welfare of the community. In order to realize its objectives, certainly the country has the effort to be made in order to materialize it. One of the efforts to enrich the community is by providing public services. In the village of Pangkahkulon in the district of Ujungpstepping Gresik Regency has an advantage in the field of service namely administration of 30 seconds that aims to provide services that are easier and faster without having to wait long, because the time required in the completion of only 30 seconds. The purpose of the study to know and describe the effectiveness of administrative services 30 seconds. By using quantitative descriptive research type. Research focus using the service effectiveness theory of regulation MENPAN number 15 year 2014 covering requirements, service procedures, service time, service products, complaint management, implementing competence, implementing behavior, facilities and infrastructure, security assurance. Data collection techniques using questionnaires and observations, analytical techniques using quantitative data analysis and descriptive analysis. The population in the study was 543 with a sample of 84 respondents. This research uses incidental sampling techniques. Nine indicators that have been used by the researcher show that this research can be said to be successful, although there is a deficiency in its implementation. Requirements gained 75.1%, service procedures gained 73.6%, service time gained 74.9%, service products gained 75.7%, complaint management gained 76.4%, implementing competence obtained 75.5%, implementing behaviour of 76.9%, facilities and infrastructure obtained 77.2%, security guarantees gained 73.3%. The overall percentage value of the nine service effectiveness indicators gained 73.0% which means "effective". Advice that researchers can give about the research that is holding a socialization of the requirements, procedures and time of service is clear, for the flow of requirements changed such as making it a board or banner that contains about the scheme of services, the addition of facilities and infrastructures that are seats and fans in the service room. Keywords: Effectiveness services, 30 seconds administrations.
EVALUASI KEBIJAKAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERKOTAAN (Studi Pada Kampung Herbal Nginden Surabaya) WAHYU PURWANTI; WENI ROSDIANA
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Kebijakan ruang terbuka hijau merupakan suatu kebijakan yang mengatur penyelenggaraan ruang terbuka hijau. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan sebagai dasar pengelolaan RTH. Ruang Terbuka Hijau adalah ruang atau area yang berada dalam kota, dengan wilayah yang cukup luas baik dalam bentuk kawasan maupun jalur memanjang. Salah satu bentuk ruang terbuka hijau ialah Kampung Herbal Nginden Surabaya, yang terletak di Jalan Nginden Gang 6i RT 9 RW 5, Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi kebijakan ruang terbuka hijau di Kampung Herbal Nginden Surabaya. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada penelitian Kampung Herbal Nginden. Peneliti menggunakan jenis alternatif menetapkan fokus berdasarkaan teori, yang merujuk pada teori kriteria evaluasi kebijakan menurut Willian N. Dunn yang terdiri dari: Efektifitas, Efisiensi, Kecukupan, Perataan, Responsivitas, Ketepatan. Teknik analisis data yang dipergunakan berdasarkan teknik menurut Creswell. Hasil penelitian Evaluasi Kebijakan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan (Studi Pada Kampung Herbal Nginden Surabaya), yaitu: 1) Efektivitas, tujuan dari Kampung Herbal Nginden dapat menjadi sebagian kecil paru-paru kota dan sebagai lingkungan binaan yang berguna bagi kepentingan masyarakat. 2) Efisiensi, sumber daya pengelolaan Kampung Herbal Nginden berasal dari swadaya warga tetapi belum ada pembukuan keuangan, sehingga pemaksimalan pengguna dana yang tersedia tidak dapat diukur dari tingkat efisinsi. 3) Kecukupan, Kampung Herbal Nginden Surabaya belum sepenuhnya mencukupi menjadi Kampung Wisata Herbal. 4) Perataan, Pemerataan RTH di wilayah Nginden Jangkungan masih belum merata. Pemasaran produk Kampung Herbal Nginden dilakukan secara online dan offline. 5) Responsivitas, masyarakat di luar wilayah RT 9 RW 5 Nginden Jangkungan belum peduli dengan adanya Kampung Herbal Nginden di wilayah Nginden Jangkungan Surabaya. 6) Ketepatan, banyak pihak yang tidak keberatan menjadikan lahan fasum yang berada di Kampung Herbal Nginden Surabaya sebagai sarana ruang terbuka hijau. Pengelolaan Kampung Herbal Nginden belum sepenuhnya tepat dalam pelaksanaannya. Kata Kunci: Evaluasi, Ruang Terbuka Hijau, Kampung Herbal Nginden Surabaya Abstract Green open space policy is a policy that regulates the implementation of green open space. Regulation of the Minister of Public Works Number: 05/PRT/M/2008 concerning Guidelines for Provision and Utilization of Green Open Space in Urban Areas as the basis for managing RTH. Green Open Space is a room or area within a city, with a fairly wide area both in the form region and pathway extends. One form of green open space is Nginden Herbal Village in Surabaya , which is located on Jalan Nginden Gang 6i RT 9 RW 5, Nginden Jangkungan Village, Sukolilo District, Surabaya City . This study aims to describe the evaluation of green open space policies in Surabaya Nginden Herbal Village. Researchers used a descriptive study with a qualitative approach to the Nginden Herbal Village research. Researchers use alternative types to set focus based on theory, which refers to the theory of policy evaluation criteria according to Willian N. Dunn which consists of: Effectiveness, Efficiency, Adequacy, Flattening, Responsiveness, Accuracy. The data analysis technique used is based on the technique according to Creswell. The results of the Green Open Space Policy Evaluation in Urban Areas (Study of the Surabaya Nginden Herbal Village), namely: 1) Effectiveness, the goal of the Nginden Herbal Village can be a small part of the lungs of the city and as a built environment that is useful for the interests of the community. 2) Efficiency, the management resources of Nginden Herbal Village come from community self-help but there is no financial accounting yet, so the maximization of available funds users cannot be measured from the level of efficiency. 3) Adequacy, Surabaya Nginden Herbal Village is not yet fully sufficient to become Herbal Tourism Village. 4) Alignment, Green Equity Distribution in the Nginden Jangkungan area is still uneven. Marketing of Nginden Herbal Village products is done online and offline. 5) Responsiveness, people outside the RT 9 RW 5 Nginden Jangkungan area do not care about the existence of Nginden Herbal Village in the Nginden Jangkungan area of Surabaya. 6) Accuracy, many parties who do not mind making public facilities land in Nginden Herbal Village Surabaya as a means of green open space. The management of Nginden Herbal Village is not yet fully appropriate in its implementation. Keywords: Evaluation , Space Open Green , Kampung Herbal Nginden Surabaya
Kualitas Pelayanan Pendaftaran Pasien Melalui Sistem Informasi Antrian di Puskesmas Tarik (SIAP TARIK) Kecamatan Tarik-Sidoarjo PUTRI NOVIA AZHARI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik dapat di artikan sebagai suatu bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah atau aparatur negara. Untuk memberikan pelayanan yang baik berupa jasa ataupun barang, yang digunakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam menyelesaikan kepentingan yang dibutuhkan oleh masyarakat, karena pelayanan publik sangat di perlukan dalam suatu negara untuk dapat membantu dan mengukur kesejahateraan masyarakat melalui pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada publik. Adapun salah satu pelayanan yang diberikan oleh pemerintah yaitu berupa pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan sendiri dapat berupa kemudahan pendaftaran antrian seperti halnya yang di lakukan oleh Puskesmas Tarik. Pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Tarik yakni berupa aplikasi untuk mempermudah pendaftaran pasien yang dinamai dengan SIAP TARIK (Sistem Informasi Antrian di Puskesmas Tarik), aplikasi ini bertujuan untuk dapat mempermudah pasien mendapatkan nomor antrian secara online tanpa harus mengantri di puskesmas. Tujuan dari penelitian ini yaitu Kualitas Pelayanan Pendaftaran Pasien Melalui Sistem Informasi Antrian Di Puskesmas Tarik (Siap Tarik) Kecamatan Tarik-Sidoarjo. Dengan teori Parasuraman (2005) yang memiliki empat model untuk mengukur kualias pelayanan dengan menggunakan metode E-S-Qual oleh yaitu: Efficiency, Fullfilment, System Availability, dan privacy. Dari empat indikator yang digunakan pada penelitian ini menunjukan hasil dari kualitas pelayanan pendaftaran menggunakan SIAP TARIK sudah sesuai dengan standar pelayanan yang seharusnya. Hal tersebut dapat didukung oleh hasil perhitungan setiap indikator sebagai berikut : indikator Efficiency (Efisiensi) dengan jumlah prosentase sebesar 89,17%, indikator Fulfillment (Penyelesaian) dengan jumlah prosentase sebesar 83,85%, indikator System Availability (Ketersediaan sistem) dengan jumlah prosentase sebesar 81,17%, indikator Privacy (Rahasia Pribadi) dengan jumlah prosentase sebesar 86,90%. Dari hasil pada setiap item indikator tersebut dapat di ketahui jumlah keseluruhannya dengan hasil prosentase yaitu sebesar 85,54% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, E-S-Qual, SIAP TARIK, Puskesmas

Page 2 of 2 | Total Record : 15