cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
languagehorizon@unesa.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/language-horizon/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Language Horizon: Journal of Language Studies
ISSN : -     EISSN : 23562633     DOI : -
Core Subject : Education,
Language Horizon is a peer-reviewed academic journal dedicated to publishing high-quality original research articles that explore a wide range of topics related to language and communication, with a particular emphasis on: Linguistics Phonetics and Phonology Morphology and Syntax Semantics and Pragmatics Sociolinguistics Psycholinguistics Corpus Linguistics Language Acquisition Language Typology Historical Linguistics Discourse Analysis Text Analysis Critical Discourse Analysis Conversation Analysis Narrative Analysis Multimodal Discourse Analysis Discourse and Social Interaction Discourse and Power Discourse and Ideology Translation Studies Translation theory and methodology Translation across different languages and contexts Literary translation Audiovisual translation Machine translation Corpus-Based Translation
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017):" : 6 Documents clear
ENGLISH ADAPTATION IN INDONESIAN BANNER: PHONOLOGICAL PERSPECTIVE ARNAS PRAHASTO, ROKHMAD
LANGUAGE HORIZON Vol 5, No 2 (2017):
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini fokus terhadap adaptasi bahasa Inggris dalam spanduk berbahasa Indonesia: perspektif fonologi. Penelitian ini menggunakan teori oleh Jensen (2004), Katamba (1995), dan Yule (2010) untuk menemukan tipe proses fonologi adaptasi bahasa Inggris dalam spanduk berbahasa Indonesia. Oleh karena, data dari penelitian ini diperoleh dari spanduk-spanduk berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Alasan menggunakan pendekatan tersebut karena data berupa kata-kata dari pada ke bilangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima tipe proses fonologi adaptasi bahasa Inggris dalam spanduk-spanduk berbahasa Indonesia, yaitu pemendekan, penghapusan, asimilasi, penambahan, dan disimilasi. Proses lain tidak dianalisis karena proses-proses yang lain tidak ditemukan. Tipe-tipe ini ditemukan dalam spanduk-spanduk berbahasa Indonesia yang digunakan untuk beradaptasi dengan bahasa penerima dan juga untuk membuat penyesuaian pada sistem. Kata Kunci: adaptasi bahasa Inggris, spanduk berbahasa Indonesia, proses fonologi                   Abstract This research focuses on English adaptation in Indonesian banner: phonological perspective. This research uses theory from Jensen (2004), Katamba (1995), and Yule (2010) to find out the types of phonological process of English adaptation in Indonesian banners. Since the data of this research were taken from Indonesian banners. This research used descriptive qualitative approach. The reason using this approach because the data were words rather than number. The results of this research show that there are five types of phonological process of English adaptation in Indonesian banners, they are shortening, deletion, assimilation, insertion, and dissimilation. Other processes are not analyzed because those processes are not found. These types found in Indonesian banners are used to adapt with recipient language and also to make a fit to the system. Key words: English adaptation, Indonesian banner, phonological process
RHETORICAL TECHNIQUES ON REDDIT’S RACIST JOKES LUTFI S, RIZKY
LANGUAGE HORIZON Vol 5, No 2 (2017):
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study will be focus on analyzing the racist jokes in Reddit’s dark humor forum, from rhetorical perspective. This research uses theory of rhetorical technique by Berger (1995) to identify the techniques used by the creator of humor. The data was taken from Reddit, and the research employed descriptive qualitative method, embracing the characteristics of a qualitative texts analysis. The results of this research shows that among the four categories of rhetorical techniques proposed by Berger, there are only three categories that were found in the data, those are; Language-based, Logic-based, and Identity-based. The last category which is Visual-based technique, was not found in the data, since the data was in a form of texts, instead of picture or video. Keywords: Racist Joke, Rhetorical Techniques .   Abstrak Studi ini akan fokus menganalisa lelucon rasis yang ada di forum dark humor Reddit, melalui perpektif retorika. Penelitian ini menggunakan teory teknik retorika oleh Berger (1995) untuk mengidentifikasi eknik-teknik yang digunakan oleh pencipta humor. Data-data diambil dari Reddit, dan penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian deskriptif kualitatif, yang memegang karakteristik dari analisa teks kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan diantara empat kategori dari teknik retorika yang di kemukakan Berger, hanya ada tiga kategori yang diketemukan pada data, di antaranya; Languange-based, Logic-based, dan Identity-based. Kategori terakhir yaitu tenik Visual-based, tidak di ketemukan karena data yang di ambil berbetuk tulisan, bukanlah gambar atau video. Kata Kunci: Lelucon Rasis, Teknik Retorika.
THE USE OF SPEECH ACTS FOR GIVING MOTIVATION IN THE KING’S STUTTERING THERAPY IN THE “THE KING’S SPEECH” MOVIE HADI SYAFII, INDRAWAN
LANGUAGE HORIZON Vol 5, No 2 (2017):
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Speech acts are one of linguistic feature that describes actions performed via utterances which need theory of giving motivation for the further and specific effect of speaker commanding indirectly. The stuttering therapy is kind of psychology disorder. Giving motivation is one of psychology disorder treatment, such as stuttering problem. This study focuses on how the influence of giving motivation elements through speech acts correlating with the successful commanding of Lionel to make The King do the steps of stuttering therapy. This research uses descriptive qualitative method using the main theory of speech acts by J. R. Searle (1972) and theory of giving motivation by Daniel Goleman (1995). The data analysis requires the process of (1) ordering the data based on each sub sections speech acts and giving motivation; (2) explaining the influence of giving motivation through speech acts. The result shows that this study has found elements of giving motivation by using speech acts used by Lionel Logue in the movie. They are initiative, commitment, optimism, and personal drive. Each of the strategies has their own function and effect to interlocutor depending on the topic and meaning.   Keywords: Speech acts, giving motivation, stuttering therapy   Abstrak   Tindak tutur adalah salah satu cabang ilmu linguistik yang menggambarkan tindak tutur dari sebuah percakapan yang membutuhkan teori memberi motivasi untuk efek lebih lanjut dan spesifik terhadap perintah pembicara secara tidak langsung. Terapi kegagapan adalah salah satu macam dari gangguan psikologi. Memberi motivasi adalah salah satu perlakuan penyembuhan untuk pasien dengan gangguan psikologi, seperti contohnya masalah kegagapan. Penelitian ini fokus pada bagaimana pengaruh elemen dari memberi motivasi dengan menggunakan tindak tutur yang berhubungan dengan kesuksesan perintah Lionel untuk membuat The King melakukan tahapan-tahapan terapi kegagapan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori tindak tutur sebagai teori utama oleh J. R. Searle (1972) dan teori memberi motivasi dari Daniel Goleman (1995). Data analisa meliputi proses (1) mengelompokkan data berdasarkan klasifikasi tindak tutur dan memberi motivasi dan (2) menjelaskan pengaruh memberi motivasi dengan menggunakan tindak tutur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian ini telah menemukan elemen-elemen dari memberi motivasi dengan menggunakan tindak tutur yang digunakan oleh Lionel Logue di dalam film. Elemen-elemnt dari memberi motivasi tersebut adalah inisiatif, komitmen, optimis, dan tujuan pribadi. Masing-masing strategi tersebut mempunyai fungsi dan efek terhadap lawan bicara bergantung pada topik dan arti dari tindak tutur tersebut. Kata kunci: tindak tutur, memberi motivati, terapi kegagapan
THE FACE-THREATENING ACTS ANALYSIS: DECLARATION OF LESBIAN, JENNY TOWARD HER FAMILY IN JENNY’S WEDDING MOVIE YUNIKA INGGERANIDIA, SENDY
LANGUAGE HORIZON Vol 5, No 2 (2017):
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa merupakan sesuatu yang penting yang digunakan setiap orang untuk berinteraksi di masyarakat. Setiap kata yang diucapkan oleh penutur memiliki sebuah arti dan tujuan, baik secara langsung atau tidak langsung dan secara jelas atau samar. Setiap ungkapan memiliki potensial untuk mengancam muka. Segala sesuatu yang bertentangan dengan keinginan wajah penutur dan bagian perkataan adalah termasuk dalam tindak mengancam muka. Studi ini bertujuan untuk menganalisa tindak mengancam muka berdasarkan pada teori Brown dan Levinson.  Film “Jenny’s Wedding”adalah film 2015 American independent film yang ditulis oleh Mary Agnes Donoghue yang mengisahkan tentang Jenny, sebagai pemeran utama, seorang lesbian yang ingin mengungkapkan siapa sebenarnya dirinyayang selama ini dia sembunyikan, dan juga dia ingin menegaskan kepada keluarganya bahwa dia akan menikah dengan Kitty. Studi ini menginvertigasi bagaimana pengancaman muka yang dilakukan oleh Jenny terhadap keluarganya ketika dia memberitahukan bahwa dia seorang lesbian dan akan menikah, tujuannya, faktor apa saja yang menyebabkan Jenny menggunakan tindak mengancam muka dan bagaimana respon dari lawan bicaranya. Sebagai hasil, terdapat 24 tindak mengancam muka dari 3 bentuk tindak mengancam muka (tindak mengancam muka positif pendengar, tindak mengancam muka negatif pendengar, dan tindak mengancam muka positif penutur) dan 4 strategi mengancam (secara langsung, kesopanan positif, kesopanan negatif dan secara samar atau tidak langsung) telah ditemukan. Ada 3 faktor yang menyebabkan Jenny menggunakan tindak mengancam muka; kekuatan, jarak dan rangking posisi. Untuk respon dari lawan bicara Jenny, diam adalah respon yang paling banyak ditemukan dalam analisa. Kata Kunci: Tindak Mengancam Muka, Strategi Pengancaman, Jenny’s Wedding Movie  Abstract Language is an important thing that people use to interact in society. Every word has a meaning and purpose, either directly or indirectly. In every speech must have the potential to threaten the face. Any action contrary to the face desired by the speaker and the spoken partner is included in the act of threatening the face. This study in purpose to analyze the face-threatening act based on Brown and Levinson’s theory. “Jenny’s Wedding” movie as a 2015 American independent film written by Mary Agnes Donoghue which is about Jenny as the main character, who is a lesbian coming out that she has been hiding about who she is, also asserts her family that she is going to get married with her partner, Kitty. This study investigated how face threatening constructed when Jenny declare that she is lesbian and going to get married toward her family, what the purpose, what the factor affecting and how the interlocutor’s responses. As the result, there are 24 threatening acts from 3 kinds of face-threatening acts (face-threatening acts the hearer’s positive face, face-threatening acts the hearer’s negative face and face-threatening acts the speaker’s positive face) and 4 main threat strategies (on-record or direct, positive politeness, negative politeness and off-record or indirect) were founded. The factors affecting Jenny’s use of threatening acts: the interlocutor, power, social distance, and ranking of imposition. The interlocutor’s response toward Jenny’s use of threats, silence was the most frequent response. Keywords: Face Threatening Acts, Threat Strategies, Jenny’s Wedding Movie.   
THE USE OF PRESUPPOSITION IN BUSINESS MODEL CANVAS OF START FRIDAY’S WEBSITE CONTENT YOSARIA INDAH, RAFIKA
LANGUAGE HORIZON Vol 5, No 2 (2017):
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pengungkapan elemen-elemen di dalam Business Model Canvas menggunakan teori Osterwalder and Pigneur (2009) dan teori fungsi pragmatik (Ge, 2011) dengan menggunakan teori presaposisi (Yule, 1996) di kalimat-kalimat deskripsi dalam konten website Start Friday. Dalam hal ini, kalimat-kalimat deskripsi di website Start Friday adalah objek utamanya. Metode dari penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa presaposisi existential yang paling banyak digunakan di dalam konten website Start Friday. Yang mana, presaposisi existential tersebut mempunyai fungsi pragmatik untuk meringkas, menekankan, serta menarik keberadaan layanan kepada para pembaca website atau pelanggan. Bagaimanapun, penelitian ini akan memberikan pengetahuan mengenai fungsi pragmatik dalam bentuk presaposisi di dalam konten website Start Friday yang dapat mengungkapkan elemen-elemen Business Model Canvas. Sebagaimana hal itu dapat disimpulkan bahwa presaposisi dan fungsi pragmatik dapat menjadi alat yang hebat untuk membuat perencanaan bisnis yang efektif dalam sebuah konteks bisnis bagi perusahaan dengan menggunakan bentuk Business Model Canvas. Hal tersebut juga menjadi strategi pemasaran untuk mengenalkan layanan-layanan yang ditawarkan dan kemampuan mereka pada para pembaca website maupun pelanggan mereka. Kata Kunci: periklanan, konten website, Business Model Canvas, website Start Friday, presaposisi.   Abstract This research focuses on the revealing the elements of Business Model Canvas (BMC) by Osterwalder and Pigneur (2009) and theory of pragmatics function (Ge; 2011) by using presupposition (Yule; 1996)  in description sentences of Start Friday’s website content. In this case, the description sentences in Start Friday’s website is the main object. The method of this study is using the descriptive qualitative analysis. This research found that the existential presupposition is generally used on the description sentences in website content of Start Friday. In which, the existential presupposition in those description sentences have the pragmatics function to concise, emphasize, and interest toward the service existence to the website readers’ or customers’ view. Furthermore, this research will give knowledge about pragmatics function in form of presupposition used in website content of Start Friday which can reveal the elements of Business Model Canvas (BMC). In which, it can be inferred that presupposition and pragmatics function can be the powerful tool to make the effective business plan in business context for the company by using the form of Business Model Canvas (BMC). It also becomes a marketing strategy for presenting the services offered and their capability to their website readers or customers. Keywords:  advertising, website content, Business Model Canvas, Start Friday website, presupposition.  
BLOCKS ON BERTIE’S STUTTER UTTERANCES IN THE KING’S SPEECH MOVIE NAHRUL HAYAT, MUHAMMAD
LANGUAGE HORIZON Vol 5, No 2 (2017):
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hambatan, yang merupakan salah satu ciri gangguan bicara khusus yang di alami oleh Bertie atau Raja George ke VI akan di teliti secara mendalam dalam penelitian ini. Penelitian dalam tulisan ini di lakukan dengan menganalisa bunyi-bunyi yang terhambat dalam ucapan-ucapan Bertie yang gagap, lalu, bunyi-bunyi tersebut akan di analisa untuk menemukan alasan mengapa bunyi-bunyi tersebut terhambat. Di samping itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk menganalisa dan menjabarkan data. Data tersebut di dapat dari sebuah film berjudul The King’s Speech dengan menggunakan teknik analisa dokumen. Lantas, data terssebut kemudian diteliti dengan langkah reduksi data, analisa data, dan simpulan. Setelah data tersebut di analisa, hasil dari penelitian ini pun ditemukan. Hasil dari penelitian ini adalah di temukan fakta bahwa Bertie mengalami hambatan pada dua belas bunyi-bunyian, bunyi-bunyi tersebut adalah /p/, /m/, /d/, /n/, /k/, /g/, /d?/, /f/, /ð/, /?/, /h/, dan /w/, dan di temukan juga dua alasan mengapa bunyi-bunyi tersebut terhambat dalam ucapan-ucapan Bertie yang gagap. Alasan tersebut adalah penempatan bunyi-bunyi tersebut di dalam kata dan tempat dimana dan cara bagaimana bunyi-bunyi tersebut diucapkan. Kata kunci: ucapan, gagap, hambatan.            Abstract Block, which is one of characteristics of stuttering, that occurred on Bertie or King George VI will be analyzed deeply in this study. The analysis is done by analyzing the speech sounds that got blocked on Bertie’s stutter utterances and then, those speech sounds will be analyzed to find the reasons why those speech sounds got blocked. In addition, this study is using descriptive qualitative method to analyze and describe the data. Moreover, the data in this study is collected from the movie entitled The King’s Speech using analysis document. Then, the collected data is analyzed by data condensation, data analysis, and conclusion. After the analysis was done, the results were found. The results are this study found that Bertie experienced block on twelve speech sounds, those are /p/, /m/, /d/, /n/, /k/, /g/, /d?/, /f/, /ð/, /?/, /h/, and /w/, and this study also found two reasons why those speech sounds got blocked on Bertie’s stutter utterances. Those reasons are the placement of those sounds in a word and the place and the way those speech sounds are produced. Keywords: utterances, stuttering, block.

Page 1 of 1 | Total Record : 6