cover
Contact Name
Agustina Engry
Contact Email
agustina-engry@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalexperientia@ukwms.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalisari Selatan 1, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Experientia : Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26859963     DOI : 10.33508/exp
Core Subject :
Experientia is an open-access, scientifically sound peer-reviewed journal that considers manuscripts from all domains of psychology and also encourages interdisciplinary studies pertaining to the human mind and behaviors. The journal welcomes quantitative and qualitative methods, and also considers non-empirical research (i.e literature reviews, metanalysis). Replication studies and negative results are welcomed.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol. 4 no. 1 (2016)" : 3 Documents clear
Sikap Terhadap Keperawanan dan Intensitas Perilaku Seksual pada Remaja Emanuela Aviana Goenawan; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v4i1.906

Abstract

minat terhadap seks. Budaya sedikit banyak mempengaruhi perilaku seksual, termasuk perilaku seksual remaja. Budaya Indonesia mengharuskan wanita menjaga keperawanannya sampai menikah, hal ini membentuk sikap terhadap keperawanan yang positif yang selanjutnya mempengaruhi perilaku seksual pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara sikap terhadap keperawanan dengan perilaku seksual pada remaja. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA di Surabaya yang terdiri dari 71 orang perempuan dan 72 orang laki-laki (N=143). Sampel dipilih dengan menggunakan metode sampling insidental. Hasil uji hipotesis hubungan antara sikap terhadap keperawanan dengan intensitas perilaku seksual pada remaja laki-laki dan remaja perempuan berdasarkan Kendall tau b menunjukkan nilai r = - 0,431 dengan p = 0,000 (p < 0,05) pada remaja laki-laki dan nilai r = - 0,319 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara intensitas perilaku seksual dengan sikap terhadap keperawanan.
Dinamika Kesurupan Patologis: Studi Kasus di Jawa Tengah Anna Maria Anjaryani; Michael Seno Rahardanto
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v4i1.907

Abstract

Fenomena kesurupan telah diidentifikasi dalam berbagai budaya yang ada di dunia. Sepanjang sejarah, kesurupan dikaitkan dengan hal gaib, mistik, budaya, dan juga gangguan kejiwaan. Fenomena kesurupan dapat dibagi menjadi beberapa tipe, salah satunya adalah kesurupan patologis. Kesurupan patologis memiliki karateristik yang serupa dengan gangguan identitas disosiatif, gangguan depersonalisasi, atau gangguan derealisasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dinamika kesurupan patologis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengambilan data wawancara dan observasi. Tes grafis diberikan untuk menunjang analisis data. Partisipan penelitian adalah individu yang pernah mengalami kesurupan patologis dan significant others. Hasil penelitian mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesurupan, simtom-simtom kesurupan, dan proses kesembuhan.
Coping Stress Penyandang Tunanetra Late-Blind Serafine Hosana Santoso; Erlyn Erawan
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v4i1.908

Abstract

Penyandang tunanetra late-blind adalah seseorang yang menjadi tunanetra ketika berusia diatas 12 tahun. Ketika menjadi penyandang tunanetra, individu mengalami kejadian yang stressful di mana semua aktivitas yang semula bisa dilakukan menjadi tidak bisa dilakukan. Dalam menghadapi stres, individu akan melakukan usaha coping stress, yaitu usaha yang terus menerus berubah dalam menghadapi tuntutan dari luar maupun dari dalam yang menjadi sumber ancaman seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah berusaha mengetahui coping stress dari seorang penyandang tunanetra late-blind terkait dengan kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologis, peneliti melakukan wawancara pada tiga informan yang menjadi penyandang tunanetra setelah usia dewasa. Reaksi stres yang paling umum ditampakkan adalah perasaan marah dan kecewa terhadap keadaan yang menimpa diri para informan. Dalam proses menghadapi kemarahan dan kekecewaan tersebut, para informan mendekatkan diri pada Tuhan dan berdoa. Setelah menemukan komunitas penyandang tunanetra, para informan bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya dan menerima keadaan dirinya. Selama proses coping stress para informan membutuhkan dukungan dari orang lain, baik dalam bentuk materi, informasi, maupun emosi. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi mengenai coping stress yang dilakukan oleh informan terkait dengan kondisinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 3