cover
Contact Name
Harun Joko Prayitno
Contact Email
hjp220@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
m.syahriandi@ums.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No. 157, Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah 57169
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin KKN Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27160327     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
The scope of the journal study is community service activities in the form of: the application of science, technology, art, and culture to solve various problems that exist in the educational community understanding the conditions of community education in remote educational communities, to foster sensitivity and concern for the education community who need educational assistance training and development of soft skills and character for college or school students training and life-skills development for college or school students preparing the youth to develop Business Charities (especially Muhammadiyah Business Charities) training and development for future leaders training students in developing the ability to live in society in the context of education preparing university graduates as education initiators and education fighters
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol. 1, no. 2, desember 2019" : 10 Documents clear
Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan melalui Kegiatan Penghijauan pada Siswa MIM Derasan Sempu, Boyolali Atiqa Sabardila; Anggi Desatria Budiargo; Galih Wiratmoko; Juan Artha Himawan; Aprilia Triutami; Ayu Intansari; Desti Setiyowati; Dizy Hana Tri Cahyani; Ratnawati Handayani; Suistri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11349

Abstract

Program penghijauan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan adalah kegiatan yang dilaksanakan di MIM Derasan Sempu, Kabupaten Boyolali. Ada dua alasan yang mendasari pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut: (1) lingkungan sekolah yang gersang, dan (2) kurangnya kesadaran siswa tentang lingkungan sekolah. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang membuang sampah sembarangan. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan melalui program penghijauan dan untuk memperkenalkan jenis media tanam kepada siswa. Dua jenis media tanam digunakan dalam program penghijauan ini, yaitu tanah dan hidrogel. Metode dalam kegiatan ini berupa analisis situasi, identifikasi masalah, menentukan tujuan kerja, rencana pemecahan masalah, pendekatan sosial, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan adalah siswa lebih peka terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari kegiatan mereka melakukan penyiraman tanaman setiap pagi yang dilakukan sesuai dengan jadwal piket. Siswa juga dapat bertanggung jawab untuk memelihara dan merawat tanaman.
Pembiasaan Pengelolaan Sampah sebagai Strategi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan bagi Siswa MI Muhammadiyah Cekel, Karanganyar Hernawan Sulistyanto; Iqna Maulidya Syafira; Amalia Quratul Isnaini; Fitroni Hadi Prasetyo; Wafafi Qolby; Esti Pramita; Retno Aruming Tyas; Indhityas Kurnianing Fauziah; Farid Muhammad; Rifki Khusain
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11350

Abstract

Sampah adalah material sisa yang berasal dari kegiatan sehari-hari manusia yang sudah tidak dapat digunakan. Pengelolaan sampah harus dilakukan dengan baik dan benar sehingga tidak menimbulkan dampak-dampak yang dapat merugikan lingkungan sekitar dan dapat merusak ekosistem alam. Tujuan pengamatan ini dilakukan yaitu untuk membiasakan siswa MI Muhammadiyah Cekel dalam pengelolaan sampah, untuk mempermudah dalam pengelompokan sampah saat dibawa ke TPA, dan untuk mengurangi sampah yang dihasilkan di MI Muhammadiyah Cekel. Metode pelaksanaan pada pengabdian ini yaitu: 1) metode ceramah, 2) metode demontrasi, 3) metode tanya jawab, dan 4) pendampingan.Hasil dari pengabdianini yaitu: 1) Kegiatan sosialisasi, pendampingan, dan pengarahan pengelolaan sampah di MI Muhammadiyah Cekel mendapat respon positif dari peserta didik dan 2) Adanya keberlanjutan yang akan dilakukan sekolah untuk membiasakan mengarahkan peserta didik membuang sampah sesuai dengan jenis tempat sampah dan membiasakan peserta didik membawa piring dan gelas plastik untuk mengurangi produksi sampah plastik di sekolah sebagai pendidikan karakter untuk peserta didik agar mencintai lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.
Implementasi Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Munaqosah Tahfidzul Qur’an di MIM Kerten Banyudono, Boyolali Hariyatmi; Marissa Oktavia Prasty; Fitriana Andriyani; Muhammad Adha Bisma Cahyo Nugroho; Qa'ilin Ma'rifah; Nurul Uswatun Khasanah; Dian Tri Wahyuni; Wahyu Tri Budi Raharjo; Ernaningsih Diah Ayu; Monica Elen Dhamayani
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11351

Abstract

Munaqosah adalah penilaian kinerja untuk mengukur. proses dan produk.MunaqosahtahfidzulQur’an merupakan pengukuran yang bertujuan untuk menguji kemampuan siswa dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan munaqosahtahfidzulQur’an di MIM Kerten Banyudono Boyolali bertujuan untuk mengetahui implementasitahfidzAl-Qur’an, dan untuk mengetahui hasil capaian program pendampingan tahfidzAl-Qur’an, dan karakter siswa di MIM Kerten Banyudono melalui ujian munaqosah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dari 107 siswa setelah mengikuti Muraja’ahyang dibimbing guru. Hasil implementasi dan capaian program tahfidzAl-Qur’an terlihat saat ujian munaqosahyang dilaksanakan tanggal 11 Februari 2020 adalah Siswa yang mengikuti ujian munaqosahsebanyak 58%. 50 siswa tersaring untuk hafalan surah An-Naba dan 12 siswa untuk Surah Al-Mulk, serta dua orang tidak bersedia mengikuti ujian. Berdasarkan hasil dan pembahasan, simpulan yang dapat dikemukakan adalah 48 siswa dengan hafalan surah An-Naba dan 12 siswa dengan hafalan surah Al-Mulk dinyatakan lulus oleh TIM Munaqosah sehingga total keseluruhan sebanyak 60 siswa. Karakter yang muncul adalah Jujur, budaya antri, sabar, kreatif, tanggung jawab serta mandiri.
Peningkatan Antusiasme dan Pemahaman Siswa dalam PBM melalui Metode Talking Stick di MIM Jatisari Kedungdowo, Boyolali Atiqa Sabardila; Arif Rahman Fachri; Eric Santoso; Ninik Nur Aini; Mila Safitri; Dita Meinindya Putri; Novita Aisah Damayanti; Linda Hermawati; Adisti Nur Pratiwi; Ria Safira
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11352

Abstract

Proses belajar-mengajar merupakan suatu cara guru dan murid berinteraksi dengan menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menarik minat belajar siswa. Untuk itu, guru sangat penting memilih metode pembelajaran supaya siswa semangat dan termotivasi untuk belajar di sekolah. Metode talking stickyang telah diterapkan di MIM Jatisari, Kedongdowo, Boyolali merupakan metode yang tepat dalam meningkatkan antusiasmedan pemahaman belajar siswa. Aplikasi metode initelah menjadikan siswa dengan mudah memahami apa yang mereka pelajari, membuat siswa aktif di dalam kelas, mendapat kesempatan yang sama karena mendapat giliran memegang tongkat yang mengharuskan mereka menjawab pertanyaan guru,dan berpengalaman mengekspresikan pendapatnya di kelas. Metode ini berbeda dengan metode yang biasa digunakan oleh gurudi MIM Jatisari tersebut. Metode ini lebih santai dan sesuai untuk siswa yang sulit memahami materi, serta dapat merangsang keingintahuan siswa dalam mendalami pengetahuan. Hal tersebut diharapkan mampu mengembalikan fokus siswa dalam belajar dan membuat siswa dapat memahami materi dengan mudah.
Peningkatan Sistem Motorik Anak Usia Prasekolah melalui kegiatan Outbound di KB Aisyiyah Jonggrangan, Klaten Puspita Indra Wardhani; Ardi Ade Sarjono; Faricha Sarah Prahesti; Femilla Aphrodite Wido Hajandi; Wiwik Ariesta; Juanda Ardiansyah; Hanik Noviyanti; Rizka Arti Nurdeni; Yulli Listiawati
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11353

Abstract

Masa prasekolahtermasuk masa-masa bermain untuk anak. Belajar sambil bermain pun dapat berpengaruh terhadap perkembangan sistem motorik anak, terutama pada anak usia prasekolah. Maka, dibuatlah metode pembelajaran yang menarik agar anak merasa senang dan semangat untukbelajar, yaitu metode Outbound. Selain dapat meningkatkan sistem motorik anak, metode ini dibuat untuk mengenalkan anak pada lingkungan sekitar. Pengabdianini bertujuan memaparkan dampak atau pengaruh adanya kegiatan Outbounddan cara mengembangkan sistemmotorik melalui permainan di dalam Outbound. Hasil pengabdianmenunjukkan bahwa adanya permainan dalam kegiatan Outboundyang dilakukan KB Aisyiyah Jonggrangan, Klaten Utara memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajardan perkembangan sistem motorik anak. Pengabdianini penting dilakukan sebagai bentuk upaya yang dapat dilakukan dalam pengembangan metode pembelajaran, karena pada dasarnya pembelajaran bisa dilakukan di mana saja, baik di dalam maupun di luar ruangan atau alam terbuka.
Penerapan Budaya 5S sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Siswa di MTs Muhammadiyah 9 Mondokan, Sragen Yulianto Bambang Setyadi; Tri Oktafia Anggrahini; Nanda Putri Kusuma Wardani; Wahid Nanang Yunanto; Oktadina Tri Setiawati; Ganjar Nur Hidayati; Gita Ristiani Amalia; Meilinda Kurnia Dewi; Nugroho Priyatmojo; Ismiyanto Nugroho
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11357

Abstract

Pendidikan karakter sangat penting dalam membentuk perilaku peserta didik khususnya anak-anak dan remaja yang sangat dipengaruhi oleh dampak negatif perkembangan zaman. Pendidikan karakter yang paling dasar ditanamankan sejak dini khususnnya di bangku sekolah adalah budaya 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun). Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan pendidikan karakter siswa di MTs Muhammadiyah 9 Mondokan, Sragen. Dengan adanya program 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun) ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan berlangsung dengan efektif dan tepat sasaran, apabila seluruh warga sekolah saling memiliki sikap peduli akan pendidikan karakter. Sehingga Tidak hanya siswa yang wajib berperilaku baik, tetapi guru sebagai salah satu faktor pendukung juga harus mampu menjadi suri tauladan bagi siswanya. Kegiatan 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun) paling tidak mencerminkan pengembangan karakter religius, bersahabat atau komunikatif, dan peduli sosial. Kesemuanya ini akan lebih baik jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Pengenalan Kebudayaan Tradisional melalui Pendidikan Seni Tari pada Anak Usia Dini di BA Aisyiyah Ngadirejo, Sukoharjo Arief Cahyo Utomo; Lisa Widyawati; Rika Supyanti; Nanda Guntur; Lely Aprillia Arin Dhita; Ayu Rahmadhanti; Ervha Arien Pratama; Akmalia Riskiana Safitri; Nadia Yuni Amilia; Muhammad Marwan
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11358

Abstract

Anak usia dini dapat dikatakan sebagai masa keemasan (GoldenAge), masa keemasan ini lebih mudah untuk menerima rangsangan positif yang dapat meningkatkan perkembangan kecerdasan yang baik. Media ber-peran penting memberikan rangsangan positif yang dapat menjadikan anak merasa nyaman dan senang. Salah satu media itu didapat melalui seni tari. Perkembangan kebudayaan saat ini perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang semakin maju. Maka dari itu, diperlukan pengenalan kebudayaan sejak dini yang inovatif, kreatif, dan edukatif agar anak-anak memiliki ketertarikan untuk mempelajari kebudayaan. Seni tari memiliki ragam yang sangat banyak, oleh karenanya memilih ragam tari yang memiliki gerakan sederhana namun akan sarat akan makna. Maka dipilihlah Tari Semut dari Jember sebagai pengenalan ke-budayaan pada anak usia dini di BA Aisyiyah Ngadirejo. Tari semut memiliki makna untuk memperkenalkan kebudayaan daerah kepada anak, sehingga anak sudah mengenal kebudayaannya sejak dini, kemudi-an selain itu tujuan pelaksanaan kegiatan untuk membantu mengem-bangkan rasa percaya diri anak
Penerapan Permainan Origami untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di MIM Pepe, Klaten Puspita Indra Wardhani; Agusta Aulia Urrochman; Anisa Nur Alimah; Ida Fatmawati; Ika Rifngatin; Nur Baiti Sukma Dewi; Rizki Hendrawan Wibisono; Rossy Andriani; Sendy Pratiwi
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11359

Abstract

Kreativitas anak tidak didapatkan sejak peserta didik lahir, namun krea-tivitas anak dapat dikembangkan melalui sebuah kegiatan atau pelatihan yang terbimbing. Meningkatkan kreativitas pada siswa sebagai suatu upaya untuk mengembangkan keterampilan dan memacu rasa ingin tahu anak. Peran Pendidikan formal di sekolah cukup besar dalam hal ini, dimana sekolah menjadi sarana pengembangan kreativitas anak yang tentunya tidak lepas dari peran pendidik. Oleh karena itu, pendidik ber-peran penting dalam pengembangan keterampilan siswa MIM PEPE da-lam berkreativitas, didukung dan dikelola dengan baik. Hal ini dapat dicapai jika siswa dan guru dapat berkolaborasi secara baik untuk men-capai suatu tujuan yang dirancang bersama. Data menunjukkan bahwa banyak siswa MIM PEPE yang belum semua dapat mengembangkan krea-tivitas dan skillnya. Faktor utama yang mendorong keberanian siswa un-tuk meningkatkan kreativitasnya adalah bimbingan guru dan fasilitas yang memadai untuk pengembangan siswa. Rasa percaya diri pada siswa dalam meningkatkan skillpersonalnya merupakan tanggung jawab siswa itu sendiri dan tentunya didampingi oleh peran guru. Tujuan dari pengabdianini adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan kreativitasnya. Subjek dalampengabdianyaitu siswa kelas 1, 2 dan 3. Adapun objek pengabdiannya adalah kemampuan krea-tivitas peserta didik. Hasil pengabdianini menunjukkan bahwa kreativi-tas anak dapat berkembang disertai dengan peran guru.
Pengembangan Psikomotorik Peserta Didik melalui Kegiatan Outing Class di BA Aisyiyah Bulakrejo 2, Sukoharjo Choiriyah Widiasari; Humaam Almahi; Dewi Prasetyoningrum; Nisa Laili Rohmatika; Evera Niara Sendy; Yudhistira Laksamana Satria; Jati Ayu Nurma Permatasari; Rosalia Tunika Grandis; Ara Reda Astara; Muhammad Edi Kurniawan
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11360

Abstract

Pendidikan merupakan poin utama dalam memajukan suatu bangsa dan negara, sesuai dengan tujuan pendidikan yang terdapat pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia. BA Aisyiyah Bulakrejo 2 merupakan suatu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Aisyiyah yang berfokus pada pendidikan anak usia dini. Pen-didikan anak usia dini merupakan usia yang sangat penting dalam per-tumbuhan dan perkembangan seorang anak usia dini. Perkembangan anak usia dini meliputi lima ranah, yakni kognitif, fisik motorik, bahasa, emosi sosial dan Seni. Perkembangan psikomotorik merupakan perkem-bangan yang penting untuk dikembangkan, salah fungsinya untuk mengasahkemampuan mototik halus dan kasar seorang anak. Salah satu program pembelajaran yang dapat dilakukan untuk mengembangkan perkembangan fisik motorik khususnya motorik kasar pada anak adalah dengan kegiatan outingclass. Kegiatan outingclasscukup efektif dalam mengoptimalkan perkembangan psikomotorik anak. Kegiatan outingclassdilakukan dengan kegiatan outbound. Lokasi pelaksanaan outbounddil-akukan didekat sekolah. Kegiatan Outbounddirancang untuk mengem-bangkan motorik kasar anak, selain itu juga bermanfaat untuk mengem-bangkan aspek yang lain yakni perkembangan kognitif, emosi, sosial, bahasa dan juga seni. Aspek yang dikembangkan dalam permainan psikomotik tersebut meliputi pengembangan nilai kerja keras, mandiri, berpikir cepat, dan kerjasama anak usiadini.
Revitalisasi Perpustakaan untuk Meningkatkan Minat Literasi Siswa di SD Muhammadiyah Nurul Ilmi, Klaten Lina Agustina; Arief Arffianto; Salsabila Hasna Khalishah; Lusi Indarwati; Dwindi Roseana Putri; Sheila Erdi El-Majid; Kartina Setia Rahayu; Dicki Yustika Nurleli; Wahyu Agung; Imroatus Sholihah
Buletin KKN Pendidikan Vol. 1, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v1i2.11361

Abstract

Salah satu keterampilan yang harus dimiliki di abad 21 ialah keterampilan literasi. Penyediaan bahan bacaan melalui perpustakaan merupakan upaya yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan minat literasi siswa. Kegiatan revitalisasi perpustakaan dilaksanakan di SD Muhammadiyah Nurul Ilmi, desa Karangdowo, kecamatan Karangdowo, kabupaten Klaten. Fungsi awal perpustakaan digunakan untuk menyimpan buku SD dan SMP, buku administrasi alat olah raga, peralatan Hizbul Wathan, dan alat peraga pembelajaran. Kondisi yang tidak terawat membuat siswa enggan berkunjung ke perpustakaan. Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan ini ialah mengfungsikan perpustakaan dan meningkatkan minat baca siswa. Tujuan pengabdian ini ialah melaksanakan proses revitalisasi perpustakaan dan meningkatkan minat baca siswa. Metode pengumpulandata dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Pengabdian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil pengabdian ini: 1) Revitalisasi perpustakaan, dilakukan dengan mendekorasi ulang perpustakaan, menyortir buku SMP dan mengklasifikasikan dan melabeli buku, dan membuat buku kunjungan perpustakaan. Berdasarkan klasifikasi, terdapat 156 buku bacaan siswa, 27 ensiklopedia, 314 buku penngetahuan umum, 89 buku guru, dan 814 buku pelajaran KTSP dan kurikulum 2013; 2) Minat baca meningkat dengan rata-rata jumlah siswa yang menginjungi perpustakaan setiap harinya ialah 30 siswa; 3) Perpustakaan difungsikan sebagai tempat alternatif pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa revitalisasi perpustakaan dapat meningkatkan minat baca siswa dan perpustakaan berfungsi sebagaimana mestinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10