cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran MIPA
ISSN : 14120917     EISSN : 24433616     DOI : -
Core Subject :
Journal of Mathematics and Science Teaching or Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA) was founded in 1993 and published qualitative and or quantitative research concerning mathematics and science teaching. JPMIPA is published by Faculty of Mathematics and Science Education Universitas Pendidikan Indonesia (FPMIPA-UPI) in association with Indonesian Society for Science Educators (JPII), twice a year in April and October with 16 articles per number or 32 articles per year.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 2, 2003" : 6 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN KONSEP FISIKA DALAM KONTEKS KEHIDUPAN NYATA Suhandi, Andi
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 4, No 2 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 2, 2003
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v4i2.35640

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimen tentang ujicoba penggunaan model pembelajaran kontekstual pada pembelajaran materi Gaya dan Hukum Newton untuk menjajagi efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan mengaplikasikan konsep pada konteks kehidupan nyata. Model pembelajaran kontekstual yang digunakan memiliki lima tahapan yaitu Fase 1, Orientasi siswa pada persoalan kontekstual yang relevan; Fase 2, Demonstrasi untuk mengenalkan konsep dan besaran-besaran fisis yang terlibat dalam fenomena yang ditinjaui; Fase 3, Praktikum secara inkuiri dengan setting kooperatif menggunakan panduan LKM MPK; Fase 4, Penjelasan fenomena alam yang disajikan pada fase 1 dan perluasan pada fenomena yang lain; Fase 5, Refleksi, penguatan dan tindak lanjut kegiatan. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa-siswi kelas VIII pada salah satu SMP di kabupaten Garut dengan menggunakan desain penelitian randomized control group pretest-posttest. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA Fisika lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan mengaplikasikan konsep dibanding penggunaan model pembelajaran konvensional.
MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Setiawan, Wawan
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 4, No 2 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 2, 2003
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v4i2.35641

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektivan dari model pembelajaran generatif terhadap hasil belajar siswa dari aspek pemahaman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan sampel penelitian 2 (dua) Sekolah Menengah Atas dengan desain penelitian Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan terdiri atas tes objektif dan angket. Dari hasil penelitian diketahui bahwa model pembelajaran generatif secara signifikan dapat meningkatan nilai rata-rata hasil pretest dan posttest untuk kelas eksperimen yaitu 13,89 dari nilai rata-rata sebelum pembelajaran yaitu 7,14 dan untuk kelas kontrol yaitu 10,37 dari nilai rata-rata sebelum pembelajaran yaitu 7,11. Dari nilai gain yaitu 0,52 untuk kelas eksperimen dan 0,25 untuk kelas kontrol. Hal ini menunjukan bahwa model pembelajaran generatif efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektivan dari model pembelajaran generatif terhadap hasil belajar siswa dari aspek pemahaman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan sampel penelitian 2 (dua) Sekolah Menengah Atas dengan desain penelitian Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan terdiri atas tes objektif dan angket. Dari hasil penelitian diketahui bahwa model pembelajaran generatif secara signifikan dapat meningkatan nilai rata-rata hasil pretest dan posttest untuk kelas eksperimen yaitu 13,89 dari nilai rata-rata sebelum pembelajaran yaitu 7,14 dan untuk kelas kontrol yaitu 10,37 dari nilai rata-rata sebelum pembelajaran yaitu 7,11. Dari nilai gain yaitu 0,52 untuk kelas eksperimen dan 0,25 untuk kelas kontrol. Hal ini menunjukan bahwa model pembelajaran generatif efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi.
ABSTRAKSI REFLEKTIF DALAM BERFIKIR MATEMATIKA TINGKAT TINGGI Nurlaelah, Elah
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 4, No 2 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 2, 2003
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v4i2.35633

Abstract

Abstraksi Reflektif (Reflective Abstraction) adalah suatu konsep yang dikenalkan oleh Piaget untuk menjelaskan konstruksi struktur logika matematika seseorang dalam pengembangan kognitif pada saat mempelajari suatu konsep. Tujuan penulisan makalah ini untuk menjelaskan konsep Abstraksi Reflektif yang merupakan suatu alat yang berguna untuk mempelajari berfikir matematika tingkat tinggi, dan akan memunculkan suatu teori dasar yang mendukung dan berkonstribusi pada pemahaman kita tentang pemikiran dan bagaimana kita dapat menolong siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam hal ini.
IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI Purwianingsih, Widi
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 4, No 2 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 2, 2003
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v4i2.35635

Abstract

Perkembangan science dan teknologi yang cepat menjadikan bioteknologi menjadi salah satu ilmu/pengetahuan yang harus dikuasai oleh warga negara Indonesia, karena disamping sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari (daily life) juga sangat berhubungan dengan aspek ‘life skill’. Guna memberikan penekanan dan kebermaknaan tentang bioteknologi kepada siswa, guru dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang benar dan dengan cara memberikan pemahaman yang benar pula pada siswanya. Bioteknologi merupakan salah satu topik yang dianggap sulit karena untuk memperoleh pemahaman yang benar dibutuhkan pengusaan konsep-konsep dasar yang seringkali bersifat abstrak. Lesson Study (LS) yaitu suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun ‘learning community’. Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan (merencanakan), Do (melaksanakan), dan See (merefleksi) yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengobservasi dan memperoleh informasi tentang bagaimana usaha guru dan proses yang dilakukan guru dalam perencanaan, melaksanakan dan mengevaluasi secara sederhana pada konsep bioteknologi melalui metode eksperimen/praktikum di SMP. Observasi dilakukan terhadap seorang guru dan 33 siswa IX SMP I Pamulihan Kabupaten Sumedang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik: observasi terhadap aktivitas planing, pelaksanaan proses, dokumentasi bahan ajar (,renpel,silabus dan LKS) dan dokumentasi pelaksanaan pembelajaran,menjaring pendapat guru dan mengikuti kegiatan refleksi yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran untuk mencatat tanggapan guru model, kepala sekolah dan para observer dalam implementasi. Hasil menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sebagai suatu kesatuan dalam strategi pembelajaran bioteknologi di SMP I Pamulihan dengan menggunakan metode praktikum/experiment cukup baik dilakukan oleh guru model. Kendala utama yang dihadapi guru dalam meliputi alokasi waktu, disamping kurangnya buku sumber dan kondisi siswa. Guru dan siswa merasa sangat suka dengan metode yang digunakan tetapi belum terlalu memberi dampak yang berarti pada peningkatan hasil belajar. Masih diperlukan upaya yang lebih keras untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas untuk menyiapkan calon guru dalam membelajarkan Bioteknologi
KEANEKARAGAMAN SERANGGA BERGUNA PADA TANAMAN SAYURAN Sanjaya, Yayan; Dibiyantoro, Anna LH.
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 4, No 2 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 2, 2003
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v4i2.35637

Abstract

Suatu studi mengenai biodiversitas serangga berguna pada komunitas sayuran telah dilakukan pada jenis tanaman Cucurbitaceae, Allium cepa, Cabai Merah di sentra produksi di Jawa Barat dan Brebes-Jawa Tengah. Biodiversitas dan serangga pengendali hayati pada tanaman sayuran sangat langka, status hama Liriomyza huidobrensis dan 'white fly' yang ternyata menjadi petaka besar dapat menjadi pelajaran baik bagi keterlibatan para pakar hama terhadap masalah ini. Studi berikut dilakukan untuk tujuan 1).memperoleh suatu keluaran informasi mutakhir mengenai keanekaragaman hayati pada komunitas sayuran yang belum terdeteksi dan 2).melakukan suatu perbandingan keanekaragaman hayati serangga berguna pada komunitas sayuran yang tercemar pestisida dengan komunitas yang kurang tercemar pestisida, sejalan dengan sistem pertanian berkelanjutan yang harus direalisasikan. Studi biodiversiti pada cakupan 4 tahun secara terpisah dan dilakukan pada beberapa komunitas Cucurbitaceae, Allium cepa, Cabai Merah dan Kentang, dan kubis tanpa insektisida mampu mendedahkan biodiversiti yang sangat berbeda. Indeks keanekaragaman hayati menurut Shannons meingkat dari1.3374 menjadi 3.3335 pada komunitas yang tidak disemprot insektisida. Pada komunitas tercemar insektisida terdapat beberapa variasi indeks biodiversiti yang rendah bagi musuh alami, demikian pula indeks predominansi menurut Simpsons serta indeks kesamaan menjadi sangat berkurang. Pada komunitas sayuran tanpa insektisida stabilitas musuh alami menjadi lebih sinambung. Namun demikian perlu dilakukan studi semacam ini yang lebih sinambung dengan dana dan kelompok kerja yang intensiv diantara para pakar dari universitas dan Balai Penelitian serta Pejabat/petugas PHT.Suatu studi mengenai biodiversitas serangga berguna pada komunitas sayuran telah dilakukan pada jenis tanaman Cucurbitaceae, Allium cepa, Cabai Merah di sentra produksi di Jawa Barat dan Brebes-Jawa Tengah. Biodiversitas dan serangga pengendali hayati pada tanaman sayuran sangat langka, status hama Liriomyza huidobrensis dan 'white fly' yang ternyata menjadi petaka besar dapat menjadi pelajaran baik bagi keterlibatan para pakar hama terhadap masalah ini. Studi berikut dilakukan untuk tujuan 1).memperoleh suatu keluaran informasi mutakhir mengenai keanekaragaman hayati pada komunitas sayuran yang belum terdeteksi dan 2). melakukan suatu perbandingan keanekaragaman hayati serangga berguna pada komunitas sayuran yang tercemar pestisida dengan komunitas yang kurang tercemar pestisida, sejalan dengan sistem pertanian berkelanjutan yang harus direalisasikan. Studi biodiversiti pada cakupan 4 tahun secara terpisah dan dilakukan pada beberapa komunitas Cucurbitaceae, Allium cepa, Cabai Merah dan Kentang, dan kubis tanpa insektisida mampu mendedahkan biodiversiti yang sangat berbeda. Indeks keanekaragaman hayati menurut Shannons meingkat dari1.3374 menjadi 3.3335 pada komunitas yang tidak disemprot insektisida. Pada komunitas tercemar insektisida terdapat beberapa variasi indeks biodiversiti yang rendah bagi musuh alami, demikian pula indeks predominansi menurut Simpsons serta indeks kesamaan menjadi sangat berkurang. Pada komunitas sayuran tanpa insektisida stabilitas musuh alami menjadi lebih sinambung. Namun demikian perlu dilakukan studi semacam ini yang lebih sinambung dengan dana dan kelompok kerja yang intensiv diantara para pakar dari universitas dan Balai Penelitian serta Pejabat/petugas PHT.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN BERPIKIR RASIONAL SISWA SMA Rusniawati, Inge; Kaniawati, Ida
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 4, No 2 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 2, 2003
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v4i2.35638

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada beberapa guru fisika di salah satu SMAN di kota Bandung, diperoleh bahwa selama ini proses pembelajaran di sekolah masih bersifat “teacher centered” serta sebagian besar siswa masih bersikap pasif selama proses pembelajaran dan masih kurangnya keberanian siswa dalam bertanya. Dalam pembelajaran IPA khususnya fisika, erat kaitannya dengan menyajikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari yang menuntut siswa untuk belajar berpikir dan mengembangkan keterampilan berpikirnya sehingga dapat memecahkan suatu permasalahan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui peningkatan kecakapan berpikir rasional siswa dalam pembelajaran fisika di SMA dengan diterapkannya model pembelajaran pemecahan masalah, 2) Mengetahui efektifitas model pembelajaran pemecahan masalah terhadap peningkatan kecakapan berpikir rasional siswa dalam pembelajaran fisika di SMA, 3) Mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian Randomized Control Group Pretes-Postes Design. Sampel penelitian diambil sebanyak dua kelas, sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen dari enam kelas XI IPA pada salah satu SMAN di Bandung, dengan masing-masing kelas berjumlah 37 orang siswa (kelas eksperimen) dan 39 orang siswa (kelas kontrol). Instrumen penelitian yang digunakan adalah: 1) tes kecakapan berpikir rasional, 2) format observasi guru dan 3) angket respons siswa. Setelah dilakukan penelitian, ditemukan bahwa peningkatan kecakapan berpikir rasional siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Efektivitas model pembelajaran pada kelas eksperimen pada kategori sedang dan kelas kontrol pada kategori rendah. Sedangkan berdasarkan hasil angket respons siswa sebesar 51,35 % merasa senang dengan diterapkannya model pembelajaran pemecahan masalah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 30, No 2 (2025): JPMIPA Volume 30, Issue 2, 2025 Vol 27, No 2 (2022): JPMIPA: Volume 27, Issue 2, 2022 Vol 27, No 1 (2022): JPMIPA: Volume 27, Issue 1, 2022 Vol 26, No 2 (2021): JPMIPA: Volume 26, Issue 2, 2021 Vol 26, No 1 (2021): JPMIPA: Volume 26, Issue 1, 2021 Vol 17, No 2 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 2, 2012 Vol 25, No 2 (2020): JPMIPA: Volume 25, Issue 2, 2020 Vol 25, No 1 (2020): JPMIPA: Volume 25, Issue 1, 2020 Vol 25, No 2 (2020): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2020 Vol 25, No 1 (2020): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2020 Vol 24, No 2 (2019): JPMIPA: Volume 24, Issue 2, 2019 Vol 24, No 1 (2019): JPMIPA: Volume 24, Issue 1, 2019 Vol 24, No 1 (2019): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2019 Vol 23, No 2 (2018): JPMIPA: Volume 23, Issue 2, 2018 Vol 23, No 1 (2018): JPMIPA: Volume 23, Issue 1, 2018 Vol 23, No 2 (2018): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2018 Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2018 Vol 22, No 2 (2017): JPMIPA: Volume 22, Issue 2, 2017 Vol 22, No 1 (2017): JPMIPA: Volume 22, Issue 1, 2017 Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2017 Vol 22, No 1 (2017): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2017 Vol 21, No 2 (2016): JPMIPA: Volume 21, Issue 2, 2016 Vol 21, No 1 (2016): JPMIPA: Volume 21, Issue 1, 2016 Vol 20, No 2 (2015): JPMIPA: Volume 20, Issue 2, 2015 Vol 20, No 1 (2015): JPMIPA: Volume 20, Issue 1, 2015 Vol 19, No 2 (2014): JPMIPA: Volume 19, Issue 2, 2014 Vol 19, No 1 (2014): JPMIPA: Volume 19, Issue 1, 2014 Vol 18, No 2 (2013): JPMIPA: Volume 18, Issue 2, 2013 Vol 18, No 1 (2013): JPMIPA: Volume 18, Issue 1, 2013 Vol 17, No 1 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 1, 2012 Vol 16, No 2 (2011): JPMIPA: Volume 16, Issue 2, 2011 Vol 16, No 1 (2011): JPMIPA: Volume 16, Issue 1, 2011 Vol 15, No 2 (2010): JPMIPA: Volume 15, Issue 2, 2010 Vol 15, No 1 (2010): JPMIPA: Volume 15, Issue 1, 2010 Vol 14, No 2 (2009): JPMIPA: Volume 14, Issue 2, 2009 Vol 13, No 1 (2009): JPMIPA: Volume 13, Issue 1, 2009 Vol 12, No 2 (2008): JPMIPA: Volume 12, Issue 2, 2008 Vol 11, No 1 (2008): JPMIPA: Volume 11, Issue 1, 2008 Vol 9, No 2 (2007): JPMIPA: Volume 9, Issue 2, 2007 Vol 9, No 1 (2007): JPMIPA: Volume 9, Issue 1, 2007 Vol 8, No 2 (2006): JPMIPA: Volume 8, Issue 2, 2006 Vol 8, No 1 (2006): JPMIPA: Volume 8, Issue 1, 2006 Vol 6, No 2 (2005): JPMIPA: Volume 6, Issue 2, 2005 Vol 6, No 1 (2005): JPMIPA: Volume 6, Issue 1, 2005 Vol 5, No 2 (2004): JPMIPA: Volume 5, Issue 2, 2004 Vol 5, No 1 (2004): JPMIPA: Volume 5, Issue 1, 2004 Vol 4, No 2 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 2, 2003 Vol 4, No 1 (2003): JPMIPA: Volume 4, Issue 1, 2003 Vol 3, No 1 (2002): JPMIPA: Volume 3, Issue 1, 2002 Vol 2, No 2 (2001): JPMIPA: Volume 2, Issue 2, 2001 Vol 2, No 1 (2001): JPMIPA: Volume 2, Issue 1, 2001 Vol 1, No 1 (1993): JPMIPA: Volume 1, 1993 More Issue