cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 26, No 2 (2016)" : 4 Documents clear
Kontaminasi Telur Cacing Soil-transmitted Helmints (STH) pada Sayuran Kemangi Pedagang Ikan Bakar di Kota Palu Sulawesi Tengah Taruk Lobo, Leonardo; Widjadja, Junus; Octaviani, nFN; Puryadi, nFN
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 26, No 2 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v26i2.5442.65-70

Abstract

AbstrakInfeksi cacing usus masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasukIndonesia. Masyarakat perdesaan atau daerah perkotaan yang sangat padat dan kumuh merupakansasaran yang mudah terkena infeksi cacing. Soil-transmitted Helminths (STH) adalah cacing golongan nematoda yang memerlukan tanah untuk perkembangan bentuk infektifnya. Di Indonesia, golongan cacing yang penting dan menyebabkan masalah kesehatan masyarakat adalah Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang yaitu: Necator americanus, dan Ancylostoma duodenale. Penyakit ini sangat erat hubungannya dengan keadaan sosial-ekonomi, kebersihan diri dan lingkungan. Di Kota Palu ditemukan tersebar luas pedagang ikan bakar yang menyajikan jenis sayuran mentah seperti kemangi sebagai lalapan bersama-sama dengan makanan yang kemungkinan terkontaminasi oleh cacing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Penentuan sampel disesuaikan dengan jumlah pedagang ikan bakar yang tersebar di kota Palu, pengumpulan dan pemeriksaan sampel kemangi dengan metode pengendapan NaOH. Sebanyak 93 sampel daun kemangi yang tersebar di wilayah Palu Selatan, Palu Barat, Palu Timur, dan Palu Utara. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jumlah sampel yang terkontaminasi telur cacing Soil-transmitted Helmints pada sebanyak 37 sampel (39,8%). Kontaminasi kemangi yang disajikan di atas meja sebanyak 22 sampel (44%), sedangkan kemangi yang masih stok adalah 15 sampel (34,8%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa daun kemangi yang disajikan sebagai lalapan oleh pedagang ikan bakar di Kota Palu, baik yang telah disajikan di atas meja maupun kemangi yang jadi stok terkontaminasi oleh telur cacing Soiltransmitted Helmints.Kata Kunci: pedagang ikan bakar, kemangi, Soil-transmitted Helmints, kontaminasiAbstractIntestinal worm infection is still a public health problem in developing countries, including Indonesia.People in rural or slump area are often easy to be infected. Soil-transmitted Helminths (STH) is anematode which need soil as the media for the development of infective form. In Indonesia STHsthat are important in public health are Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanusand Anchylostoma duodenale. Intestinal worm infection is closely related to socio-economy, personalhygiene, and environment. This was an observational study with cross-sectional design. The study was started by determining the number of grilled fish seller in Palu municipality. Collection and exmination of basil sample were done by using NaOH sedimentation method. 93 samples were collected from South Palu, West Palu, East Palu, and North Palu. The results showed that 37 samples were positive of STH (39.8%). The contamination of STH, eggs on basil collected from the table was 44% (22 samples positive) in addition, 15 samples (34.8%) from the basil stock were also found positive for STH.Keywords: grilled fish seller, basil, Soil-transmitted Helminths, contamination 
Penentuan Status Kerentanan Nyamuk Anopheles barbirostris terhadap Insektisida Bendiocarb, Etofenprox, dan Lambdacyhalothrin di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah Mustafa, Hasrida; Jastal, nFN; Gunawan, nFN; Risti, nFN
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 26, No 2 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v26i2.5446.93-98

Abstract

AbstrakAnopheles barbirostris merupakan salah satu nyamuk vektor malaria di Sulawesi Tengah. Pengendalian nyamuk tersebut salah satunya dilakukan dengan cara penyemprotan dengan bahan aktif Bendiocarb, Etofenprox, dan Lambdacyhalothrin. Pemantauan status kerentanan nyamuk terhadap insektisida yang umum digunakan di beberapa daerah di Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Tojo Una-una belum pernah dilakukan sehingga status kerentanannya belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui status kerentanan nyamuk vektor malaria terhadap penggunaan insektisida Bendiocarb, Etofenprox dan Lambdacyhalothrin di Kabupaten Tojo Una-una. Nyamuk yang digunakan adalah hasil kolonisasi F1 di lapangan yang kemudian diuji melalui metode standar WHO susceptibility test menggunakan kertas berinsektisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyamuk Anopheles barbirostris di Tojo Una-una telah resisten terhadap insektisida Lambdacyhalothrin (0,05%) dan Etofenprox (0,5%), namun masih terpengaruh oleh Bendiocarb (0,1%). Sebagai solusi, perlu dilakukan penggantian insektisida yang telah resisten atau peningkatan dosis insektisida.Kata Kunci: Anopheles barbirostris, insektisida, kerentanan, Kabupaten Tojo Una-unaAbstractBarbirostris is one of the Anopheles mosquito vectors of malaria in Central Sulawesi. One of the malaria vector control is carried out by spraying with the active ingredient of Bendiocarb, Etofenprox and Lambdacyhalothrin. Monitoring the status of mosquito susceptibility to insecticide commonly used in some areas of Central Sulawesi in particular Tojo Una-una has never been done so that the status is unknown.The objective of this study was to determine the status of the malaria vector mosquito susceptibility toinsecticide Bendiocarb, Etofenprox and Lambdacyhalothrinin Tojo Una-una, Central Sulawesi. Mosquito used is the result of colonization F1 on the field which is then tested through standard WHO susceptibility test method using insecticide-treatedpaper. The results showed that mosquito Anopheles barbirostris in Tojo Una-una resistant to insecticide Lambdacyhalothrin and Etofenprox (0.05%) and (0.5%), but is still affected by Bendiocarb (0,1%). As a solution, it is necessary to replace resistant insecticides or increase the doses of insecticides.Keywords: Anopheles barbirostris, pesticides, susceptibility, Tojo Una-una Regency
Hospital Waste Management in Queensland, Australia, 2010: A Case Study for Sustainable Hospital Waste Management in Indonesia Irianti, Sri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 26, No 2 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v26i2.5448.109-118

Abstract

AbstractA case study was conducted in Queensland State, Australia, in 2010 to gain information about methods and technology practiced in hospital waste management (HWM) that can be adopted by Indonesian hospitals. The method of the study is a qualitative inquiry through in-depth interviews with hospital personnel and observations of HWM practices in The Royal Brisbane and Women’s Hospital (RBWH).The study also elicits information on regulations and policies governing solid waste within QueenslandState. Data were analyzed descriptively based onthe contents of waste managemen thierarchyincluding collection, treatment and final disposal. The study revealed that Queensland hospitals havea comprehensive on-site policy and strong leadership that focus on waste reduction and safe wastehandling to prevent waste management costs as well as preventing waste related diseases and injuries.The State also implements a new strategy to achieve a low-waste Queensland, under a strong legislative framework by an application of resource recovery strategy including reduce, reuse and recycle (3Rs) to significantly reduce the environmental, social, economic, and health impacts of waste, and in turn, enhance sustainability. The study suggests that Queensland’s experience can be adopted by Indonesian hospitals, particularly in implementing 3Rs approach and appropriate waste handling under a clear onsite policy and leadership to minimize the incidence of waste related diseases and injuries.Keywords: case study, good practice, hospital waste management, 3RsAbstrakSuatu studi kasus telah dilaksanakan di Negara Bagian Queensland, Australia tahun 2010 untukmemperoleh informasi tentang metode dan teknologi yang diterapkan dalam pengelolaan limbah rumah sakit (RS) yang berkelanjutan agar dapat diadopsi oleh RS di Indonesia, yang sampai dengan saat ini masih belum mengelola limbahnya secara berkelanjutan. Masih banyak RS yang tidak memilah limbahnya agar limbah medisnya dapat diolah sesuai persyaratan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Teknologi pengolahan limbah di Indonesia yang paling banyak digunakan adalah insinerasi yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Metode dalam pengumpulan data adalah kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengelola limbah RS dan pengamatan terhadap praktik pengelolaan limbah di Royal Brisbane and Women’s Hospital (RBWH).Studi ini juga mempelajari peraturan perundang-undangan dan kebijakan tentang pengelolaan limbah di Queensland tersebut dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan hirarkhi pengelolaan limbah meliputi pengumpulan, pengolahan, dan pembuangan akhir. Hasil studi ini menunjukkan bahwa RBWH maupun RS lainnya mempunyai kebijakan lokal yang menyeluruh dan RBWH mempunyai kepemimpinan yang tegas dengan fokus pada minimisasi limbah dan keamanan dalam penanganan limbah untuk menghemat biaya sekaligus mencegah terjadinya penyebaran penyakit dan kecelakaan karena limbah.Negara bagian ini juga menerapan strategi baru dengan kerangka peraturan yang berorientasi padastrategi “mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur-ulang dalam rangka pemulihan sumberdaya dan mengurangi dampak lingkungan, social, ekonomi menuju kelestarian lingkungan. Studi inimenyarankan bahwa praktik pengelolaan limbah di RBWH ini dapat menjadi contoh untuk pengelolaanlimbah RS di Indonesia, terutama dalam penerapan pengurangan limbah, kebijakan lokal RS danpencegahan penyakit dan kecelakaan karena limbah RS.Kata Kunci: studi kasus, praktik, manajemen pengelolaan limbah, B3
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Orang Tua tentang Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Usia Taman Kanak-kanak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Banten Tahun 2014 Lely Suratri, Made Ayu; Sintawati, FX; Andayasari, Lelly
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 26, No 2 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v26i2.5449.119-126

Abstract

AbstrakPengetahuan dan pendidikan yang diberikan orang tua dan guru sangat membantu pembentukanperilaku anak. Perilaku orang tua (ibu) terhadap pemeliharaan kesehatan gigi anak sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku anaknya. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut anak usia TK. Penelitian dilakukan secara potong lintang pada 564 orang anak Taman Kanak-kanak A di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Banten. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu dari responden mengetahui jenis makanan yang dapat memperkuat dan merusak gigi anak. Pengetahuan terendah tentang makanan berserat bisa memperkuat gigi terdapat di Kabupaten Sleman Provinsi DIY (71%). Pengetahuan Ibu tentang masalah gigi berlubang dan pengaruhnya terhadap selera makan dan tumbuh kembang anak, terendah terdapat di Kabupaten Serang, Provinsi Banten (51%). Sikap tentang perlunya memeriksa kesehatan gigi ke dokter gigi pada anak usia TK, sebagian besar ibu responden menyatakan perlunya memeriksakan kesehatan gigi bila sakit gigi dan perlu check-up rutin dua kali setahun. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu terhadap kesehatan/perawatan gigi dan mulut anak cukup baik akan tetapi perilakunya yang belum sesuai dengan pengetahuan dan sikapnya, ini terlihat pada hanya 50% anak yang sakit gigi dibawa berobat ke pelayanan gigi dan mulut.Kata Kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, kesehatan gigi, anak usia TKAbstractThe knowledge and education given by parents and teachers helps the formation of a child’s behavior.The behavior of the parents (mothers) to health care of children’s teeth are very influential on attitudesand behavior of their children. The aim of the study to determine the knowledge, attitudes, and behaviors of parents about oral health of kindergarden age children. A cross-sectional study was conducted on 564 children of a kindergarten in the Province of Special Region of Yogyakarta (Province of DIY) and the Province of Banten. The results showed that most mothers of respondents know the type of food that can amplify and damage the child’s teeth. Lowest knowledge about fiber foods which can strengthen teeth is in Sleman District of Yogyakarta, Province of DIY (71%). Mothers knowledge about the problem of tooth decay and its influence on appetite and development of the child is 51% in the district of Serang, Banten Province. Attitudes about the need to check the health of the tooth to the dentist at kindergarden age children, most mothers expressed the need for dental health check if toothache and need regular check-up twice a year. Conclusion of this study shows that the knowledge and attitudes of mothers towards medical/dental care and the child’s mouth quite well but their behavior is not in accordance with the knowledge and attitudes, is seen in only 50% of children who toothache brought treatment to dental services.Keywords: knowledge, attitudes, behaviors, dental health, kindergarden age children

Page 1 of 1 | Total Record : 4