cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Politic and Government Studies
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Pemerintahan diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020" : 14 Documents clear
ANOMALI PARTAI POLITIK (Studi Komparatif Munculnya Calon Tunggal dalam Pilkada Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak Tahun 2018) Ahmad Muzaki Alwi; Dewi Erowati
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.309 KB)

Abstract

Pilkada langsung memberi ruang kepada setiap warga daerah untuk dipilih maupun memilih kepala daerahnya secara langsung. Disamping itu, partai politik memiliki peran sentral dalam mengusung atau memberikan alternatif pilihan calon yang kapabel dan berintegritas kepada masyarakat namun fakta memperlihatkan bahwa sepanjang pelaksanaan Pilkada serentak dari tahun 2015 sampai 2018 partai politik tidak berhasil menciptakan suasana kompetisi di 23 daerah sehingga muncul calon tunggal. Dua daerah diantaranya yakni Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak yang dalam sejarahnya belum pernah muncul calon tunggal meskipun petahana maju kembali dalam Pilkada. Hal ini menarik untuk diteliti sebab negara dengan multi partai ternyata tidak berhasil memberikan warna dalam demokrasi di aras lokal padahal idealnya partai akan mempertahankan kekuasaan dan menempatkan kadernya di pos-pos jabatan publik.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Studi komparatif. Metode ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral serta membandingkan suatu fenomena untuk mendapatkan jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara, telaah dokumen dan pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah Calon Bupati Tangerang 2018, Calon Wakil Bupati Lebak 2018, tokoh-tokoh partai, bakal calon perseorangan dan Ketua Komisi Pemilihan Umum di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak.Hasil penelitian menunjukan munculnya calon tunggal di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak tahun 2018 karena partai-partai tidak menjalankan peran dan fungsinya, partai politik tidak memberikan rekomendasi kepada bakal calon, bakal calon dari jalur perseorangan (Independent) tidak lolos tahap verifikasi berkas syarat minimal dukungan dan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tidak mengatur batas maksimal jumlah partai dalam satu koalisi dan menghendaki pelaksanaan pilkada tetap dilanjutkan meski hanya ada satu pasang calon. Adapun penyebab Partai politik tidak mengusung calon dari kadernya karena yang pertama pesyaratan bagi partai/gabungan partai untuk dapat mengusung calon semakin berat dari 15 persen menjadi 20 persen kursi dan 25 persen perolehan suara sah pemilihan legislatif terakhir. Kedua, partai yang terkartelisasi yang hanya mementingkan kelangsungan hidupnya dan lemahnya pelembagaan partai dari dimensi kesisteman, identitas nilai, otonomi keputusan, dan pengetahun publik. Selain itu, terdapat faktor lain dalam mempengaruhi preferansi politik partai yakni kuatnya ketokohan Ahmed Zaki Iskandar di Kabupaten Tangerang dan Mulyadi Jayabaya sebagai orang kuat daerah (Local Strongmen) di Kabupaten Lebak.Kata Kunci: Calon Tunggal, Anomali Partai Politik, Pilkada
Optimalisasi Program Cashless Society di Kota Semarang Berdasarkan Kemitraan antara Pemerintah Kota Semarang dan BNI 46 Regional Kota Semarang dalam Wujud Kartu Semarang Hebat Tahun 2019 Dwiani Bramastiti; Teguh Yuwono
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.074 KB)

Abstract

Semarang Hebat Card is a new breakthrough from the City of Semarang which aims to advance the concept of smart city as well as the concept of cashless society. In addition, the Great Semarang Card was created to improve public services to the public in different forms or fields. This is a manifestation of government innovation. This Great Semarang Card is expected to have a good impact for the optimization of public services in the city of Semarang.The research method in this thesis uses a mix-method study and descriptive approach. The author takes a research site in Semarang City with a research informant from the government (Diskominfo as a correspondence) and BNI 46 regional Semarang City (Karangayu Branch as a correspondence). The author uses data validation techniques using data triangulation techniques.Great Semarang card is a form of innovation from the concept of cashless society which is applied to cities that are or are in the process of moving towards the concept of smart city. The Great Semarang Card was created from a partnership between the Semarang City Government and BNI 46. BNI 46 was chosen based on its ability to manage smart cards as well as BNI 46 was the chairman of the HIMBARA (State Owned Bank Association). This program has been running from 2017 in 2019, meaning that the Great Semarang Card is two (2) years old. This partnership is conducive with each actor having a duty and role in this program. As a result the Great Semarang Card has an impact on society in many forms or fields. There are fields of mobilization, transactions, and debit cards. The response from the community looked very good as evidenced by the results of the questionnaire. In addition to the response, the community was also affected by his thoughts on applying the concept of cashless in his daily activities. KEYWORDSSemarang City Government, Cashless Society, Smart City, BNI 46
PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA KARANGTENGAH KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Arya Sidhi Permana; Turtiantoro .
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.166 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk 1) menganalisis proses penyusunan dan penetapan program dan kegiatan Dana Desa, 2) Untuk menganalisis pelaksanaan program dan kegiatan yang direncanakan dan ditetapkan dalm penggunaan dana desa, 3) Untuk menganalisis pengawasan penggunaan Dana Desa, di desa Karangtengah kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Subjek penelitian Kepala Desa, Sekretaris Desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan masyarakat di Desa Karangtengah kecamat Cilongok Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data dengan metode pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi data yaitu dengan tahapan 1) pengumpulan data,  2) reduksi data,  3) penyajian data,  dan 4) penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan,  1) proses penyusunan dan penetapan program dan kegiatan Dana Desa di desa Karangtengah kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas dilakukan dengan perencanaan yang baik dan melibatkan seluruh unsur masyarakat dan berdasar sekala prioritas kegiatan. 2) pelaksanaan program dan kegiatan penggunaan dana desa dilaksanakan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan dan melibatkan seluruh unsur masyarakat, 3) Pengawasan pelaksanaan penggunaan  Dana Desa di desa Karangtengah kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas dilakukan dengan baik,  tidak hanya dari pemerintah desa tetapi juga oleh masyarakat..Simpulan penelitian yang dapat disampaikan bahwa penggunaan dana desa di desa Karangtengah kecamatan Cilongok direncanakan, dilaksanakan dan diawasi dengan baik. Saran yang dapat disampaikan adalah, bahwa dalam penggunaan dana desa harus selalu melibatkan seluruh unsur masyarakat desa dan sesuai priorotas kebutuhan dari masyarakat desa.Kata Kunci: Pengelolaan, Dana Desa, Implementasi Kebijakan
Implementasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Pada Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Semarang Tahun 2018 Anggraini Puspita Sari; Lusia Astrika
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.204 KB)

Abstract

Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru pada jenjang SMAN di Kota Semarang tahun 2018 berpedoman pada Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 64 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Sekolah Menengah Atas Negeri dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Provinsi Jawa Tengah. PPDB tahun 2018 dengan sistem zonasi memprioritaskan pada jarak antara rumah siswa dengan sekolah dan penentuan kuota paling sedikit 20% bagi peserta didik dari keluarga yang kurang mampu.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Semarang Tahun 2018. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori kesenjangan dan teori impelementasi kebijakan Van Metter dan Van Horn yaitu sasaran dan tujuan kebijakan, sumberdaya, karateristik agen pelaksana, sikap/kecenderungan para pelaksana (disposisi), komunikasi antar organisasi, lingkungan ekonomi, sosial, dan politik.        Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Semarang dilihat dari 6 (enam) indikator dalam implementasi kebijakan yaitu sasaran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi antar organisasi, disposisi (sikap pelaksana), kondisi sosial, ekonomi, politik yang telah terlaksana dengan baik meskipun respon sebagian siswa yang kurang mendukung kebijakan siswa miskin karena dapat menggeser siswa lain yang memiliki nilai tinggi.Salah satu rekomendasi yang dapat peneliti berikan kepada pemerintah baik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah adalah melakukan persiapan yang matang terhadap kebijakan yang dibuat serta adanya evaluasi kebijakan PPDB tahun 2018 agar dapat menyesuaikan dengan kondisi di lapangan sehingga dapat dilakukan perbaikan pada pelaksanaan PPDB tahun berikutnya. Kata kunci : Kebijakan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Implementasi
Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Demak dalam Pengembangan Masjid Agung Sebagai Destinasi Wisata Hikmawanto, Noval; Taufiq, Achmad
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.592 KB)

Abstract

Pengembangan dalam kepariwisataan merupakan salah satu sektor yang potensial. Pengembangan pariwisata memiliki kekuatan penggerak  perekonomian yang sangat luas, tidak semata-mata terkait dengan peningkatan kunjungan wisatawan. Adanya pariwisata juga akan menumbuhkan usaha-usaha ekonomi disekitar area wisata dan menunjang kegiatannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam penelitian ini berkaitan dengan peran yang di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Semarang dalam menangkap fenomena tersebut yang kemudian disusunlah serangkaian strategi yang di gunakan untuk mengembangkan pariwisata yang ada khususnya pengembangan Masjid Agung Demak sebagai destinasi wisata,  yang selama ini menjadi letak dari icon pariwisata unggulan Kabupaten Demak.Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah Kualitatif deskiptif dengan teknik pengumpulan data berupa Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dasar peneliti menggunakan pendekatan kualitatif adalah peneliti ingin mengetahui secara mendalam tentang strategi Pemerintah Kabupaten Demak dalam pengembangan Masjid Agung Demak sebagai destinasi wisata. Kemudian apa saja faktor pendukung dan penghambat pengembangan Masjid Agung sebagai destinasi            wisata.Hasil penelitian tersebut adalah peran  yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam pengembangan Masjid Agung sebagai destinasi wisata. pengembangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Demak adalah petama, pengembangan terkait atraksi dan daya tarik wisata wisata di Masjid Agung Demak. Kedua, pengembangan amnenitas dan akomodasi wisata di Masjid Agung Demak. Ketiga, Pengembangan aksebilitas di Masjid Agung Demak. Keempat, pengembangan image (citra wisata) di Masjid Agung Demak. Adanya pengembangan ini juga berdampak pada masyarakat dan pendapatan daerah. Selain itu, faktor pendukung pengembangan pariwisata di Masjid Agung Demak adalah Adanya Dasar Perda No. 05 Tahun 2019 Mengenai Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Masjid Agung Demak Tahun 2019-2029 Yang Menjadi Dasar Dari Pengembangan Masjid Agung Demak Sebagai Destinasi Pariwisata. Faktor penghambat pengembangan Masjid Agung Demak adalah Kurang Optimalnya RIPPERDA No. 5 Tahun 2019 sebagai dasar Pengembangan Masjid Agung Demak Sebagai Destinasi Pariwisata. Kata Kunci : Pariwisata, Pengembangan, dan Destinasi wisata
“MATUR IBU”: ANALISIS BUDAYA DAN POLITIK DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN KLATEN TAHUN 2018 Nabella, Monica Amy; Alfirdaus, Laila Kholid
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.094 KB)

Abstract

Matur Ibu is an innovation program for public service complaints that was inaugurated by Sri Hartini (Regent of Klaten) and Sri Mulyani (Deputy Regent of Klaten). In the implementation of the complaints program, there was a problem because of the corruption case involved the Regent, Sri Hartini. After Sri Mulyani became the executor of the Klaten Regent's task, the Matur Ibu program became the main program and lead a new complaints program namely Sambang Warga. The using of Javanese language is closely related to the culture of the people in Klaten Regency with efforts to come to the community attempt by Sri Mulyani is considered by several parties to have a specific purpose to fulfill Sri Mulyani's personal interests.The purpose of this research is to analyze how the Matur Ibu program explains the political culture approach in the public service of the Klaten government. The various political efforts made by Sri Mulyani by riding on the Matur Ibu complaint program are very close to the culture that grows and is embedded in the lives of the people of Klaten. This research was conducted by using explorative qualitative method where primary data from this study were obtained directly from interviews with sources while secondary data is obtained indirectly through documents, mass media, internet and other literature studies. After choosing the method, the next step taken is to examine the data with data that has been obtained to draw the conclusions and verification. Based on these, it will produce a descriptive data to illustrate the results of the analysis of how the Matur Ibu program explains the approach of political culture in public services.According to data obtained from the results of field research, the word choice in Matur Ibu contains political elements. The word choice using Javanese language aims to form a social bond and affirm submission to Sri Mulyani. The approach strategy through the Sambang Warga program is carried out by Sri Mulyani form a positive image in the community as a good, protective, and solutive leader. The higher level of community participation mobilized will facilitate the transfer of corruption and political dynasties issues that have been inherent in the Klaten government and the figure of Sri Mulyani, so this will become a political investment which capable to facilitate Sri Mulyani's path to the Klaten District Head Election in 2020. Keywords: Matur Ibu program, Political Culture, Political Culture approach in Public Service
Revitalisasi Kawasan Kota Lama sebagai Upaya City Branding di Kota Semarang Natalia Citra Bintang Timur; Priyatno Harsasto
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.556 KB)

Abstract

Pemerintah Kota Semarang mewujudkan tag-line “Semarang Hebat “ dengan merevitalisasi Kota Lama sebagai bagian dari upaya city branding. Pengelolaan aset kebudayaan merupakan arus utama yang ada saat ini dalam menciptakan city branding yang berbasis destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana upaya pemerintah kita Semarang dalam menjadikan Kota Lama sebagai city branding. Pendekatan penelitian ini kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara terstruktur maupun tidak terstruktur. Analisis kualitatif dikuatkan dengan data survey persepsi wisatawan tentang Kota Lama.Penelitian ini menemukan bahwa revitalisasi menekankan pada perbaikan infrastruktur pendukung kawasan Kota Lama, seperti perbaikan jalan, jembatan dan trotoar. Bangunan-bangunan lama tidak mendapatkan dana dan perbaikannya diserahkan kepada pemilik masing-masing. Komunitas budaya berkembang secara mandiri mendukung pencanangan Kota Lama sebagai kawasan budaya. Pengembangan komunitas-komunitas ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Belum ada alokasi dana untuk membantu mereka mengembangkan diri. Oleh karena itu, keberlanjutan aktivitas masing-masing komunitas budaya ditentukan oleh kemampuan mereka untuk mendapatkan dana secara mandiri. Namun demikian, Kota Lama saat ini telah cukup berkembang menjadi ikon Kota Semarang melengkapi ikon-ikon lain seperti Lawang Sewu dan Sam Po Kong. Keberadaan Kota Lama sebagai destinasi wisata diakui masyarakat sebagai destinasi utama.Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini adalah pertama, proses revitalisasi Kota Lama telah berhasil mengaktualisasikan posisi Kota Lama sebagai brand Kota Semarang. Kedua, peran komunitas budaya sangat substansial untuk menguatkan posisi Kota Lama sebagai tujuan wisata utama. Ketiga, pemerintah telah berhasil melakukan city branding dengan menempatkan Kota Lama sebagai brand baru Kota Semarang. Peneliti menyarankan pada Badan Pengelola Kota Lama untuk bekerjasama dengan pemilik bangunan untuk memperbaiki gedung-gedung tua sehingga tidak membahayakan pengunjung dan sekaligus bisa fungsional kembali. Pendanaan bisa dikerjasamakan dengan investor swasta yang memiliki minat pengembangan budaya lokal. Pemerintah juga perlu membantu komunitas-komunitas budaya yang ada agar bisa berkembang dan menghasilkan inovasi aktivitas budaya yang pada gilirannya dapat mendukung keberadaan Kota Lama sebaga brand Kota Semarang. Kata Kunci: Kota lama, Revitalisasi, Komunitas budaya, City Branding
PENGELOLAAN LAYANAN ASPIRASI DAN PENGADUAN ONLINE RAKYAT (LAPOR) MELALUI “LAPOR” HENDI DI KOTA SEMARANG sembodo, odilo yanuar; ., Yuwanto
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.28 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proses pengelolaan laporan dalam LAPOR HENDI Kota Semarang yang dilaksanakan oleh Pusat Pengelolaan Pengaduan Masyarakat (P3M) Kota Semarang. Pengelolaan Laporan ini merupakan upaya P3M dalam  menjawab dan mengatasi setiap laporan yang masuk yang meliputi, pengaduan, penyampaian aspirasi dan permintaan informasi.Tipe penelitian yang dijalankan adalah penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini merupakan hasil dari wawancara dengan narasumber serta mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah puposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan alam penelitian ini ialah dengan wawancara, telaah dokumen dan observasi.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Pemerintah Kota Semarang melalui Program LAPOR HENDI yang dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian Kota Semarang, melalui P3M yang berada dibawah naungan Diskominfo Kota Semarang, terdapat suatu proses pengelolaan laporan yang nantinya akan ditindaklanjuti sebagai upaya penyelesaian laporan, dimulai dari Penerimaan, Penelaahan dan pengklasifikasian, Disposisi pengaduan, Pelaksanaan pemantauan pengaduan yang sudah didisposisi, penyelesaian pengaduan (apabila pengaduan dapat diselesaikan di P3M tidak perlu diteruskan ke OPD dan/BUMD).Terdapat alur dalam proses pengelolaan laporan seperti yang sudah disebutkan diatas, dalam proses pengelolaannya terdapat juga faktor pendukung dan penghambat yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengelolaan laporan yang masuk, seperti hal nya faktor pendukung yang berasal dari struktur birokrasi yang tidak terlalu rumit, disposisi yaitu adanya kesepahaman antara pembuat kebijakan dengan pelaksana kebijakan, selain faktor pendukung terdapat juga faktor penghambat dalam pengelolaan laporan yaitu adalah Ketersediaan sumber daya manusia, dalam hal ini perlu adanya penambahan personel untuk meringankan beban pelaksanaan tugas yang sebelumnya.Kata kunci: Lapor Hendi, P3M, Pengelolaan Laporan
Dampak Kawasan Industri Millenium Terhadap Kondisi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Masyarakat Desa Peusar Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang Fatchurrokhman, Muhammad Furqon; ., Sulistyowati
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.998 KB)

Abstract

Keberadaan Kawsaan Industri Millenium yang dihuni oleh ratusan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor di Desa Peusar Kecamatan Panongan mengakibatkan terjadinya dampak sosial, ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan dampak Kawasan Industri Millenium terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan lingkungan masyrakat Desa Peusar Kecamatan Panongan. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Penghimpunan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Berdasarkan teori Thomas R. Dye yang digunakan dalam penelitian mengenai lima dimensi evaluasi dampak menunjukan bahwa dari segi ekonomi, perkembangan ekonomi masyarakat mengalami perubahan kearah yang lebih positif. Hal  ini dikarenakan terbukanya lapangan kerja yang luas bagi masyarakat Desa Peusar dari perusahaan – perusahaan di dalam Kawasan Industri Millenium dan bertumbuhnya unit – unit usaha baru yang dapat ditekuni masyarakat seperti kontrakan, warung makan, warung kelontong dan sebagainya, serta pengepulan limbah industri yang berasal dari tenant Kawasan Industri Millenium. Selanjutnya, secara sosial, pandangan masyarakat terhadap pendidikan kini sedikit demi sedikit mulai berubah. Mereka mulai membekali diri mereka dengan pendidikan yang lebih tinggi, terlebih untuk menunjang kehidupan karir. Kemudian terkait lingkungan, Kawasan Industri Millenium menimbulkan kerusakan lingkungan berupa polusi udara, sulitnya akses terhadap air tanah, pencemaran Sungai Cimanceuri dan perubahan temperatur udara.Kesimpulan yang dapat ditarik ialah Kawasan Industri Millenium ini berdampak pada kehidupan masyarakat Desa Peusar khususnya dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Saran yang dapat diberikan ialah dalam keberjalanan kebijakan ini stakeholder terkait perlu saling berkordinasi dan bersinergi agar dampak sosial, ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan tidak merugikan masyarakat.        Kata kunci: Dampak, Sosial-Ekonomi-Lingkungan, Kawasan Industri Millenium
Pelaksanaan Pelayanan Administrasi Pertanahan di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang A'yun, Arifha Qurrata; ., Turtiantoro
Journal of Politic and Government Studies Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.293 KB)

Abstract

Semua orang berlomba-lomba ingin menguasai baik itu ilmu pendidikan atau ilmu kesehatan atau dapat pula berupa ilmu sosial dan ilmu politik. Maka jika dikenalkan berbagai macam ilmu, banyak dari masyarakat atau orang-orang yang akan memperebutkan hal-hal itu. Lalu masyarakat mengenal suatu bidang ilmu mengenai administrasi kependudukan atau jika dieratkan dengan ilmu politik sangatlah berkaitan erat. Maka dalam skripsi saya, saya akan menulis tentang suatu ilmu yang mempelajari lebih dalam tentang bidang pelayanan yang ada di sebuah instansi resmi negara yaitu bidang ilmu yang tersimpan di sebuah Kecamatan Banyumanik yang ilmunya berkenaan tentang ilmu pencatatan yang sangatlah mengurusi atau melayani urusan tentang kewarganegaraan setiap masyarakat yang hidup di wilayah Banyumanik. Tahapan-tahapan yang dapat dilakukan  dalam mengurus Administrasi Pertanahan dimulai dari Surat Keterangan Hak Waris (SKHW), yang tinggal menuju Pemerintah Kota setempat untuk mendapatkan Fatwa Waris yang dikeluarkan dan disahkan oleh Bagian Pemerintahan atau dinas yang berwenang. Lalu tahapan mengurus Surat Hibah,Surat Jual Beli Pemindahan Hak Atas Tanah/Bangunan dan yang terakhir Surat Keterangan Tidak Sengketa yang Sesudah terdaftar dan berkas diperiksa kelengkapannya, akan ada peninjauan lokasi dan pengukuran tanah oleh pegawai kantor itu. Kantor pertanahan kemudian akan menerbitkan gambar dan surat ukur tanah untuk disahkan.Proses Pelaksanaan Administrasi Pertanahan Kantor Kecamatan Banyumanik Kota Semarang masih dapat  dikatakan  berhasil dalam  hal  adanya  proses pendaftaran  tanah  yang sesuai atau  selaras  dengan  Undang-Undang No 5 Tahun 1960 (UUPA)  serta  peraturan pelaksana lainnya.Hambatan   Administrasi Pertanahan disebabkan oleh berbagai faktor  yang sangat mempengaruhi  yakni Faktor  Anggapan  Masyarakat  Diperlukan  Biaya  yang  Mahal  Untuk  Melaksanakan Pendaftaran Tanah, menjadi  salah satu  kendala bagi  masyarakat  khususnya masyarakat di daerah Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Key Words   : Administrasi Kependudukan, Administrasi Pertanahan, Pendaftaran Tanah

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025 Vol 13, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2024 Vol 13, No 3 : Periode Wisuda Juli 2024 Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024 Vol 13, No 1 : Periode Wisuda Januari 2024 Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023 Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023 Vol 12, No 2 : Periode Wisuda April 2023 Vol 12, No 1 : Periode Wisuda Januari 2023 Vol 11, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2022 Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022 Vol 11, No 2 : Periode Wisuda April 2022 Vol 11, No 1 : Periode Wisuda Januari 2022 Vol 10, No 1 (2021): Periode Wisuda Januari 2021 Vol 10, No 4: Periode Wisuda Oktober 2021 Vol 10, No 3: Periode Wisuda Agustus 2021 Vol 10, No 2: Periode Wisuda April 2021 Vol 9, No 03 (2020): Periode Wisuda Agustus 2020 Vol 9, No 02 (2020): Periode Wisuda April 2020 Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020 Periode Wisuda Oktober 2020 Vol 8, No 04 (2019): Periode Wisuda Oktober 2019 Vol 8, No 03 (2019): Periode Wisuda Agustus 2019 Vol 8, No 02 (2019): Periode Wisuda April 2019 Vol 8, No 01 (2019): Periode Wisuda Januari 2019 Vol 7, No 04 (2018): Periode Wisuda Oktober 2018 Vol 7, No 3 (2018): Periode Wisuda Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Periode Wisuda April 2018 Vol 7, No 1 (2018): Periode Wisuda Januari 2018 Vol 6, No 04 (2017): Periode Wisuda Oktober 2017 Vol 6, No 03 (2017): Periode Wisuda Agustus 2017 Vol 6, No 01 (2017): Periode Wisuda Januari 2017 Vol 6, No 2 (2017): Periode Wisuda April 2017 Vol 5, No 03 (2016): Volume 5,Number 3, Tahun 2016 Vol 5, No 04 (2016): Periode Wisuda Oktober 2016 Vol 5, No 02 (2016): Periode Wisuda April 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Vol 4, No 3 (2015): VOLUME 4, NOMOR 3, TAHUN 2015 Vol 5, No 4 (2015): Periode Wisuda Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Wisuda Periode Januari 2015 VOLUME 4, NOMOR 2, TAHUN 2015 VOLUME 3, NOMOR 4, TAHUN 2014 VOLUME 3, NOMOR 3, TAHUN 2014 VOLUME 3, NOMOR 2, TAHUN 2014 VOLUME 3, NOMOR 1, TAHUN 2014 Wisuda Periode April 2014 VOLUME 2, NOMOR 4,TAHUN 2013 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Vol 1, No 1 (2012): Journal of Politic and Government Studies More Issue