cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas" : 11 Documents clear
Warisan Islam Nusantara Darajat, Zakiya
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.393 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3827

Abstract

AbstrakDi tengah perbenturan dua arus utama yang saling tarik menarik antara arus sekulerisme-liberal Barat dan arus fundamentalisme-radikal Timur Tengah, Islam Nusantara—dengan berbagai macam karakteristiknya—berhasil mempertahankan warna kemoderatannya. Sikap mengambil jalan tengah dalam segala dimensi kehidupan keberagamaan sangat selaras dengan watak dan karakteristik umat Islam Indonesia yang sangat fleksibel, toleran dan terbuka dalam menerima dan mensikapi segala perbedaan tradisi, pandangan dan keyakinan keberagamaan, sehingga melahirkan kearifan lokal (local wisdom), serta corak dan warna Islam Nusantara yang sangat khas, berupa Islam yang ramah, toleran, dan pluralistik. Karakteristik Islam Indonesia yang toleran, ramah, smiling, dan flowering ini bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba, akan tetapi merupakan hasil sebuah proses panjang yang telah dilalui umat Islam Indonesia, menyangkut profil para tokoh pendakwah Islam, metode yang digunakan dalam penyebaran Islam di Nusantara, sarana dan media penyebaran Islam, juga relasinya dengan kekuasaan politik. Beberapa hal inilah yang turut mempengaruhi begitu kokohnya warna moderatisme Islam di Nusantara. Kini, Islam Nusantara telah banyak melahirkan warisan peradaban sebagai harta peninggalan yang tak ternilai harganya, sekaligus sebagai bukti otentik betapa Islam telah ikut  memberi corak dan warna bagi kemajuan peradaban masyarakat Muslim Indonesia maupun dunia---AbstractIn the midst of the clash between two mainstreams; ‘liberal-secularism’ of the West mainstream and radical-fundamentalism of Middle East mainstream, Islam Nusantara—with its various characteristics—managed to maintain its moderate color. The attitude to choose moderate way in every dimension of religious life is in line with the nature and characteristics of Indonesian muslim community which is flexible, tolerant, and open minded to receive and respond with the various of traditions, views, and religion belief to create local wisdom, characteritistics, and the distinctive type of Islam Nusantara that shows friendly, tolerant, and pluralistic Islam. The characteristics of Indonesian muslims which are tolerant, friendly, smiling, and flowering do not suddenly appear, but it is the result of a long process experienced by Indonesian muslim community, including the profile of Islamic figures, method used to spread Islam in Nusantara, infrastructure and media of spreading Islam, and its relation with political power. These factors influence the strength of moderation of Islam in Nusantara. Currently, Islam Nusantara has created civilization heritage as precious inheritance, as well as authentic evidence showing that Islam has contributed to the civilization progress of Indonesian muslim community specifically, and the world population generally.
Peranan Komunitas Arab dalam Bidang Sosial-Keagamaan di Betawi 1900-1942 Muhammad Haryono
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.401 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3832

Abstract

AbstrakKomunitas Arab-Hadhrami di Betawi peranannya dirasa amat besar bagi masyarakat Betawi, tidak hanya terkenal sejak dahulu keahliannya dalam bidang politik dan perdagangan, namun juga dalam bidang sosial-keagamaan. Wujud nyata dari peranan yang dimainkan oleh orang-orang Arab tersebut terlihat sekali ketika memasuki awal abad XX, yakni dengan didirikannya sebuah organisasi modern yang bergerak di bidang sosial-keagamaan yang bernama Jamiat Kheir. Organisasi ini terkenal bukan saja karena keberhasilannya mendirikan sekolah-sekolah modern dan melahirkan tokoh-tokoh Islam penting, tetapi juga karena kegiatan sosial-keagamaannya   yang diwujudkan dalam bentuk pendirian beberapa panti asuhan, Islamic center, majelis taklim, percetakan dan juga fasilitas umum seperti; perpustakaan, masjid, dan rumah sakit. Kegiatan itu pun masih tetap berlangsung hingga kini dalam program kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh ar-Rabithah al-Alawiyyah. Fakta ini cukup menjadi suatu bantahan atas pernyataan seorang tokoh Orientalis Barat yakni, L.W.C Van den Berg yang kemudian diikuti oleh kalangan orientalis lainnya seperti K.A Steenbrink dan C. Snouck Hurgronje, yang menyatakan bahwa motivasi utama orang-orang Arab datang ke Nusantara hanyalah untuk berdagang dan mencari keuntungan materi semata. Oleh karena itu, tujuan penilitian ini adalah untuk membuktikan bahwa tidak semua orang-orang Arab yang datang ke Nusantara khususnya di Betawi, bertujuan hanya untuk berdagang dan mencari keuntungan materi semata.---AbstractHadrami Arab community in Batavia felt immense role for the Betawi people, not only famous since ancient expertise in the fields of politics and trade, but also in the socio-religious. Concrete manifestation of the role played by the Arabs was seen once when entering the early twentieth century, namely the establishment of a modern organization that is engaged in socio-religious named Jamiat Kheir. This organization is famous not only for its success establishing modern schools and gave birth to Islamic figures is important, but also because of the socio-religious activities are realized in the form of the establishment of several orphanages, Islamic centers, taklim, printing and also public facilities such as; libraries, mosques, and hospitals. The campaign was still going on today in the program activities carried out by al-Rabita al-Alawiyyah. This fact is quite become a rebuttal to the statement of a prominent Western orientalists namely, LWC Van den Berg followed by the orientalists such as KA Steenbrink and C. Snouck, which states that the primary motivation of the Arabs came to the archipelago are for trade and looking for material gains alone. Therefore, the purpose of this research is to prove that not all Arabs who came to the archipelago, especially in Betawi, aiming only to trade and seek material gains alone.
Dakwah Kultural Sunan Sendang Duwur Novita Siswayanti
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.458 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3823

Abstract

AbstrakSunan Sendang Duwur salah seorang waliyullah yang peranannya disejajarkan dengan Walisongo dalam menyiarkan Islam di Tanah Jawa. Sunan Sendang berdakwah secara kultural mengakulturasikan budaya yang mentradisi di Desa Sendang Duwur dan menginternalisasikan nya dengan nilai-nilai Islam. Ajarannya tentang “mlakuho dalan kang benar, ilingo wong kang sak burimu” (berjalanlah di jalan yang benar, dan ingatlah pada orang yang ada di belakangmu) hingga kini masih relevan yang berakulturasi dengan budaya setempat adalah tradisi selametan dan sedekahan yang diisi dengan pembacaan tahlil dan bancaan. Selain itu Masjid Sendang Duwur yang arsitekturnya vulnavular Joglo dan berakulturasi dengan budaya Hindu Jawa juga merupakan  jejak dakwah kultural Sunan Sendang Duwur. Dalam penelitian ini berupaya untuk mengkaji dakwah kultural Sunan Sendang Duwur yang penuh kedamaian di mana salah satu metode dakwahnya adalah tut wuri handayani lan tut wuri hangiseni. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan sejarah dengan melihat dan mengkaji seluruh aspek kehidupan sang tokoh. Dengan perspektif ini, diharapkan dapat diungkap keseluruhan sosok Sunan Sendang Duwur, mulai dari latar belakang keluarga, latar sosial, pendidikan, peranannya dalam dakwah kultural di Desa Sendang Duwur Paciran Lamongan yang hingga kini dakwahnya masih terimplimentasi dan diterapkan dalam kehidupan tradisi dan budaya masyarakat Sendang Duwur.---AbstractSunan Sendang Duwur one Waliyullah whose role is aligned with the broadcast Walisongo Islam in Java. Sunan Spring preaching culturally mengakulturasikan mentradisi culture in the village of Spring Duwur and internalize it with Islamic values. His doctrine of "mlakuho role in kang true, ilingo wong kang sak burimu" (walk on the right path, and remember the people who were behind) are still relevant acculturated to the local culture is a tradition selametan and sedekahan filled with readings tahlil and bancaan. Besides the mosque Spring Duwur whose architecture vulnavular Joglo and acculturated by Javanese Hindu culture is also a cultural propaganda trail Sunan Spring Duwur. In this study sought to examine the cultural propaganda Sunan Spring Duwur peaceful where one method of preaching is wuri Handayani lan tut tut wuri hangiseni.Metode in this study is a qualitative method approach by looking at the history and examines all aspects of the life of the hero. With this perspective, is expected to reveal the overall figure of Sunan Sendang Duwur, ranging from family background,social background,education, its role in preaching the cultural village Spring Duwur Paciran Lamongan, which till now his preaching had done implementation and applied in the life of the tradition and culture of the people Sendang Duwur.
Tafsir Al-azhar : Menyelami Kedalaman Tasawuf Hamka Hidayat, Usep Taufik
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.365 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3826

Abstract

AbstrakMistisisme adalah bagian dari ilmu pengetahuan Islam yang menekankan pada nilai-nilai estetika, khususnya berbicara mengenai perilaku terhadap Tuhan dan manusia. Ketika Aisyah ditanya oleh seorang sahabat nabi Muhammad, ia berkata, “perilakunya adalah al-Qur’an”. Hamka dalam tafsirnya menyatakan bahwa hal yang paling penting dalam kutipan tersebut adalah etik (akhlaq). Akhlaq merupakan bagian dari kandungan al-Qur’an yang membuat Islam tersebar di seluruh dunia. Tulisan ini menelusuri konsep Tasawuf Hamka sebagai suatu prototipe kecil dari karyanya tentang tasawuf dalam ‘Tasawuf Modern.’ Selain itu, tulisan ini juga fokus pada biografi Hamka serta hubungannya dengan tasawuf, metode interpretasi, rujukan utamanya, karakteristik ‘Tafsir al-Azhar’, metode penjulisannya, dan pendekatan yang digunakan dalam interpretasinya. Tulisan ini juga bermaksud untuk mengeksplorasi konsep uzlah, wali, mahabbah, dan ilmu ladunni in ‘Tafsir al-Azhar’.---AbstractThe Misthycism is a part of Islamic knowledge emphases the values of estetic, especially talking about attitudes to God and the Human being. When Aisha r.a. was asked by a companion of prophet He said,” His attitude is the Holy al-Qur’an”. In his tafsir, Hamka stated that the most important thing quoted from it was ethic (akhlaq). Even it is one of the amazing of the Holy Qur’an which had spread Islam to the whole of the world. This paper will track the conception of Hamka’s tasawuf as a little prototife from his work about Tasawuf at ‘Tasawuf Modern’. The paper will focus in  Hamka’s bliography and his relate with tasawuf, the methode of interpretating, main references, characteristics Tafsir al-Azhar, methode in writing it, and the approacs used in his interpretations. Also focusing to explore conception of uzlah, sufi saint (wali), mahabbah, ilmu ladunni in ‘Tafsir al-Azhar’.
Kontroversi Doktrin Tarekat dalam Puisi Sufistik Karya Syaikh Isma‘il al-Minangkabawi Hadi, Syofyan
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.658 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3831

Abstract

AbstrakTarekat adalah gerakan dan aktifitas sufistik yang terwujud dalam bentuk lembaga dan organisasi. Sebagai sebuah organisasi keagamaan yang lebih berorientasi pada aktifitas menempuh perjalanan ruhaniyah dan spiritual, maka diperlukan adanya pemimpin, pembimbing ataupun penuntun yang akan mengantarkan para pengikut pada tujuan spiritual yang hendak dicapai. Dalam konteks inilah setiap ajaran tarekat berupaya merumuskan metode dan tata cara menempuh jalan yang hendak dilalui para salik termasuk kriteria para mursyid sebagai pemimpin dan penunjuk jalan tersebut. Hal ini jugalah yang coba dirumuskan Syaikh Isma’il al-Minangkabawi dalam konsep-konsep tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang diajarkan dan dikembangkannya di Nusantara pada awal abad 19 M. Dalam konteks ajaran tarekatnya, Syaikh Isma’il al-Minangkabawi berupaya merumuskan beberapa aturan bagi para penempuh jalan ruhani menuju Tuhan (murid/salik) dan juga merumuskan kriteria pada pemandu jalan (syaikh/mursyid) yang berhak menjadi penuntun bagi para salik. ---AbstractTarekat is movement and activity sufistik embodied in institutions and organizations. As a religious organization that is more oriented to activities ruhaniyah and spiritual journey, it is necessary to have a leader, mentor, or a guide who will lead the followers of the spiritual goal to be achieved. In this context every teaching institute seeks to establish the method and procedure for the path to be traversed the salik including the criteria mursyid as leaders and guides them. It is also likely to try to formulate Shaykh Isma'il al-Minangkabawi in concepts congregation Naqsyabandiyah Khalidiyah taught and developed in the archipelago in the early 19th century AD In the context of the doctrine congregation, Shaykh Isma'il al-Minangkabawi attempt to formulate some rules for facer spiritual path to God (pupil / salik) and also set the criteria on a guide (shaykh / mursyid) eligible to be a guide for the salik.
The Translation Strategy of Slang Expression in Comic Entitled The Punisher Dwi Santika
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.397 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3830

Abstract

AbstraksPenelitian ini membahas tentang strategi penerjemahan ungkapan bahasa slang dalam sebuah komik yang berjudul The Punisher. Komik ini diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia oleh Hindi R. Ibrahim. Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain: pertama, untuk mengidentifikasi jenis-jenis ungkapan bahasa slang yang ada dalam komik The Punisher. Kedua untuk menjelaskan strategi penerjemahan ungkapan bahasa slang dalam komik The Punisher. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sebagai alat pengumpul data, peneliti melakukan beberapa hal, antara lain: membaca komik The Punisher dalam bahasa Inggris dan Indonesia; menandai ungkapan bahasa slang dan menyeleksinya untuk diklasifikasi berdasarkan jenis dan strategi penerjemahannya menurut teori yang ada dalam beberapa sumber. Hasil temuan penelitian ini menyatakan bahwa terdapat empat tipe ungkapan bahasa slang dalam hasil terjemahan komik The Punisher, identifikasi-kelompok, kreatifitas, privasi, dan sekresi, (informalitas dan intimasi, vulgaritas dan ofensif). Adapun strategi penerjemahannya antara lain, penghalusan, secara literal, dan kompensasi stilistika.---AbstractIn this research, the researcher concerns with translation study, that is, the translation strategy of slang expression in comic entitled The Punisher translated by Hindi R. Ibrahim. The objectives of the research are: (1) to identified the type of slang expression based on its function used in the target language, (2) to describe slang translation strategy applied in the translation. The researcher uses qualitative descriptive method in order to reach objectives of the research. The researcher employs herself to collect data; by reading the comic and its translation, marking the slang expressions, classifying, selecting and analyzing them based on the type of slang theory and slang translation strategy theory which are taken from some relevant references. Findings of this research show that: first, the four types of slang expression are used in source language \nc\udegroup-identification and creativity, privacy and secrecy, informality and intimacy, andvulgarity and offensiveness; second, all strategies applied in the translation they are literal softening, literal translation and stylistic compensation.
تحفة الطالب المبتدي ومنحة السالك المهتدي (دراسة فيلولوجية) رحمان فؤادي
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.759 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3833

Abstract

تجريداتخذّ الباحث ذلك الموضوع مادة دراسته العلمية في هذا البحث نظرا تأسيسا على أن تراث هو ما تملكه أمة من تاريخ عريق، وآثارها ومتقيناتها الثقافية قد تكون في صورة كتاب أو تمثال منحوت أو نقش على جدار أو مخطوطة، وهذه تحكي في صمت تاريخ وحياة أجيال هذه الأمة وتحتوي على أخبار ثمينة وتدلّ على الثقافة والحضارة. وتعتبر كل نسخة من المخطوطات القديم شاهدا على وجود الحضارة القديمة وهي تحكي حكاياتها وتسرّ أسرارها. وبالمعلوم أن الإسلام دين كريم يغيّر حضارة الشعوب على سلوكها وأخلاقها وعقيدتها، وكان انتشاره ناجحا بفضل التصوف لأنه يقف موقف التسامح للحضارة المحلّية. وفي مستهلّ القرن السابع عشر، كان تطوّر التصوّف في اندونيسيا يتّجه باتجاه فلسفي وجودي يتأثر بفلسفة ابن عربي الصوفية. وهذه التعاليم لها تأثيرات قوية حول المجتمع ولا ينقرض تطوّرها إلى اليوم. ومن هنا كان لهذا التراث أهمة كبرى وفوائد جمة في حياة الشعوب الطموحة التي تسعى إلى معرفة الحياة بحقائقها.فحدّد الباحث دراسته على النسخة المختارة التي تكون أساسا للتحقيق لأن وجد الباحث ثلاث نسخ لمخطوطة تحفة الطالب المبتدي ومنحة السالك المهتدي التي تحتوي على موضوع التصوّف الفلسفي، وهناك اختلافات بين تلك النسخ. ومن وجود هذه الاختلافات، كان تحديد النسخة التي ستكون أساسا للتحقيق يحتاج إلى مقارنة بين النسخ. ومن التعاليم في هذه النسخة يحتاج إلى كشف محتوياتها. فينهج الباحث في دراسته منهجا أساسيا وديبلوماتيكيا باستخراج المادات المناسبة بها من المراجع.والخلاصة من البحث من هذه الدراسة وجود النسخة المحقق من حيث الكتابة وتقديم محتويات النسخة الواضحة المنظّمة من القفرات لتسهيل فهم النسخة والتعاليم فيها.
Film Indonesia “Do’a untuk Ayah” Tinjauan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Darsita Suparno
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.931 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3824

Abstract

AbstrakTulisan ini menyajikan hasil analisis unsur intrinsik, ekstrinsik dan tinjauan sosial budaya tokoh dalam film “Doa untuk Ayah”. Ada tujuh unsur intrinsik yang ditelaah, yaitu: 1) tema; 2) latar; 3) penokohan; 4) alur; 5) proses kejiwaan; 6) gaya bahasa; 7) sudut pandang.  Untuk memahami unsur ekstrinsik digunakan pendekatan sosiologi melalui dua aspek yaitu: 1) tindakan sosial dan 2) interaksi sosial. Selanjutnya, tinjauan sosial budaya diperlukan untuk mengetahui latar belakang sosial budaya para tokoh dalam film.Kajian ini berargumentasi bahwa karya film merupakan karya yang faktanya diangkat dari kehidupan sehari-hari yang telah dibubuhi imajinasi sutradara pembuat film.Atas dasar itu karya film diidentikan dengan karya sastra. Untuk memahami unsur intrinsik sastra digunakan teori Wellek and Austin (1956), sedangkan cara melihat unsur ekstrinsik digunakan cara yang disarankan oleh Mahayana (2007), demikian pula untuk meninjau latar sosial budaya digunakan Murdiyatmoko (2014). Data menunjukkan bahwa dalam berbagai episode film terdapat ujaran-ujaran berbahasa Indonesia yang menggunakan gaya bahasa personifikasi, ironi dan paradox. Dengan mempertimbangan tiga aspek intrinsik, ekstrinsik dan tinjauan sosiologi setiap karya film dapat diberi makna yang bersifat multitafsir, tergantung dari sudut pandang masing-masing penonton melihat suatu film.---AbstractThis paper presents the analysis of Indonesian film which contains several aspects of education character. The question of this study is how the instrinsic elements, extrinsic and social culture shownin this film? The goal of this research is to find out the element of intrinsic, extrinsic and socio-cultural aspects in the film "A Pray for My Father". The paradigm of this research uses linguistics aspects, especially syntax, to analyze lingual units in this film. The research method is an observation method refers to the technical note (Sudaryanto, 1998). The researcher found seven intrinsic elements, such as 1) the theme; 2) background; 3) characterization; 4) plot; 5) mental process; 6) style; 7) and point of view. To understand the extrinsic elements, the researcher uses sociological approach through two aspects: 1) social action and 2) social interaction. This study argues that the film is in fact out of the real life life. Based on the literature study, this film is identified as literary. To understand the intrinsic elements of the theory of literature, the researcher uses Wellek and Austin (1956) and Mahayana (2007) for the extrinsic elements. To review the socio-cultural background, the writer uses Murdiyatmoko (2014). The data show that some episodes, the language utterances used in this film embody personification style, irony and paradox. It considers three aspects of the intrinsic, extrinsic and review sociological aspects. This film can pose multiple interpretations, depending on the audiences’.
Kemajuan Ekonomi dan Politik Kerajaan Melayu Patani Pada Masa Pemerintahan Raja Ungu (Tahun 1624-1635) Dida Nuraida
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.793 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3829

Abstract

AbstrakPatani memiliki sebuah kerajaan yang berjaya yaitu Kerajaan Melayu Patani, terbentuk di abad ke 16. Sebelumnya kerajaan ini bernama Langkasuka, Kerajaan Langkasuka berada di pedalaman, yang membuat perdagangan dan perniagaan merosot. Dengan hal itu maka Phya Tuk Naqpa atau Sultan Ismail Syah memindahkan ibukota Kerajaan Langkasuka ke pesisir. Ia adalah Raja yang pertama kali memeuluk Islam dan orang yang membuka negeri Patani.Kerajaan Patani bertambah maju perniagaannya dikarenakan memiliki letak yang strategis dan memiliki alam yang sangat mendukung, pelabuhannya membuat kapal-kapal yang datang terlindungi dari ombak dan angin. Kerajaan Patani mencapai puncak kegemilangannya saat dipimpin oleh raja-raja perempuan, salah satunya adalah Raja Ungu (1624-1635). Ia adalah permaisuri dari Sultan Pahang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sejarah kerajaan Patani dan perkembangan Islam di Patani, menguraikan apa saja kemajuan ekonomi dan politik yang dicapai Kerajaan Melayu Patani saat di pimpin oleh Raja Ungu,  dapat mengetahui apa saja hal yang menyebabkan kerajaan Patani mengalami kemunduran. Penelitian ini menggunakan metode historis yang bersifat deskriftif analitis. Tahapan yang di tempuh dalam penelitian ini terdapat 4 tahapan, diantaranya: Heuristik (Pengumpulan data), Verifikasi (Kritik Sumber), Interpretasi (Analisis sejarah) dan Historiografi (Penulisan Sejarah).---AbstractFarmers have a successful government, namely the Malay Kingdom, formed in the 16th century named Langkasuka Earlier this kingdom, the kingdom of Langkasuka is located in the interior, who make trade and business declined. With it then Phya Tuk Naqpa or Sultan Ismail Shah moved the capital of the Kingdom of Langkasuka to coast. It is the King who first memeuluk Islam and people who open Patani. Patani kingdom prospered because its business has a strategic location and natural features that strongly supports, harbors make ships coming protected from waves and wind. Patani kingdom reached the peak of its glory when, led by the kings daughters, one of whom was King Purple (1624-1635). It is the consort of the Sultan of Pahang.This study aims to clarify how the history of the kingdom of Patani and the development of Islam in Patani, outlines whatever economic and political progress achieved Malay Kingdom currently led by Raja Ungu, can know what things cause Patani government suffered a setback. This study uses descriptive analysis of historical nature. The step which is taken in this study there are 4 stages, including: Heuristics (data collection), Verification (Source Criticism), interpretation (of history) and historiography (history writing).
Jejak Budaya pada Nisan Kuna Islam di Kuningan Effie Latifundia
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3825

Abstract

AbstrakKuningan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, dengan ibukotanya Kuningan. Di lihat dari posisi geografis Kuningan terletak di bagian timur Jawa Barat berada pada lintasan jalan regional yang menghubungkan Cirebon dengan wilayah Priangan Timur dan sebagai jalan alteratif jalur tengah yang menghubungkan Bandung-Majalengka dengan Jawa Tengah. Beberapa Kawasan di wilayah Kuningan banyak di temukan sebaran peninggalan arkeologis Islam berupa makam-makam kuna yang perlu di ungkap. Makam tersebut merupakan makam para tokoh-tokoh penyebar Islam lokal maupun dari luar Kuningan pada masa Islamisasi di kawasan tersebut. Data diperoleh berdasarkan hasil penelitian arkeologi Islam di kawasan Luragung, dan Garawangi Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat  yang dilakukan pada tahun 2013 dan 2014. Penelitian melalui metode survei permukaan yang dilengkapi studi kepustakaan berupa buku-buku, laporan penelitian, artikel dan ditambah data hasil wawancara. Berkaitan dengan keberadaan stuktur makam permasalahan yang akan dikaji adalah identitas tokoh yang dimakamkan, bentuk jirat, nisan, dan ragam hias nisan. Tujuan tulisan ini adalah mengungkap budaya masa lalu masyarakat Kuningan pada masa masuk dan berkembangnya Islam. Hasil penelitian menunjukkan nisan pada makam makam kuna di wilayah Kuningan selain memakai nisan batu tegak (menhir), juga terdapat bentuk nisan pipih polos dan nisan pipih berhias. Melalui bentuk nisan tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kuningan masa lalu mendapat pengaruh budaya Jawa Tengah (Demak) dan Jawa Timur (Troloyo). Faktor yang mempengaruhi budaya masyarakat Kuningan masa lalu berkaitan dengan Islamisasi di kawasan tersebut.---AbstractKuningan is one of the districts in West Java Province, with the capital city is Kuningan. Geographically the position of Kuningan is located in the eastern part of West Java is on track Cirebon regional road that connected the region of Priangan Timur and an alternative road in center lane road to connects Bandung-Java with Central Java. In some areas in the Kuningan District , there were many archaeological remains found spread out of Islam in the form of ancient tombs that needs to be disclosed. The tomb is the tomb of the Muslim leaders spreader locally or from outside the Kuningan during the Islamization in this region. Data obtained based on the results of lslam archaeological research in the Luragung area, and Garawangi Kuningan District, West Java Province conducted in 2013 and 2014. Research through the preliminary survey methods that include the study of literature in the form of books, research reports, articles and interview data. Related to the structure of the tomb, the issues to be studied is the identity of the buried figure, shape tomb, tombstone, headstone and ornaments. The purpose of this paper is to reveal the culture of past societies in Kuningan when the entry and development of Islam. The results showed the headstone on the grave of ancient tombs in the Kuningan area, besides shape headstone upright stone (menhir), there is also a form of plain flat headstone and gravestone decorated flat. Through the tombstone shape can be concluded that the Kuningan public in the past received cultural influences in Central Java (Demak) and East Java (Troloyo). Affecting factors in Kuningan cultural in the past were related to the islamization in this region.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue