cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BUNGAMPUTI
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Elektronik Prodi PG PAUD
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016)" : 7 Documents clear
Hubungan Kegiatan Montase dengan Kemampuan Motorik Halus Anak di Kelompok B1 TK Alkhairaat Tondo palu Munawara, Raodatul
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.778 KB)

Abstract

Masalah dalam tulisan ini adalah apakah ada hubungan kegiatan montase dengan kemampuan motorik halus. Sehubugan dengan masalah tersebut penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan Montase, untuk mengetahui pengembangan motorik halus pada anak, dan untuk mengetahui hubungan kegiatan montase dengan kemampuan motorik halus anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya. Subyek penelitian ini adalah anak didik di Kelompok B1 di TK Alkhairaat Tondo Palu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kegiatan montase dengan kemampan motorik halus anak, telihat dari peningkatan jumlah anak pada setiap aspek yang diamati dari seiap minggunya. Kekuatan jari jemari dalam menggunting terdapat 3 anak (15%) kategori BSB, ada 6 anak (30%) kategori BSH, ada 7 anak (35%) kategori MB, dan 4 anak (20%) kategori BB. Selanjutnya, ketepatan menempel, terdapat 3 anak (14%) kategori BSB, ada 7 anak (37%) kategori BSB, ada 7 anak (34%) kategori MB, dan ada 3 anak kategori BB, dan pada aspek kesesuaian hasil karya, terdapat 3 anak (13%) kategori BSB, ada 6 anak (32%) kategori BSH, ada 7 anak (34%) kategori MB, dan 4 anak (19%) kategori BB. Kemudian, hasil rekapitulasi hasil penelitian terdapat 15% kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), ada 33% kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), ada 34% kategori Mulai Berkembang, dan ada 18% kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan montase ada hubungan antara kegiatan montase dengan kemampuan motorik halus anak.Kata kunci : Kegiatan Montase, Kemampuan Motorik Halus
Pengaruh Metode Eksperimen Sains Sederhana terhadap Minat Belajar Anak di Kelompok B5 TK Aisiyah I Palu Afriani, Juwita Nur
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.466 KB)

Abstract

Rumusan masalah pada artikel ini adalah tentang kurangnya minat belajar anak pada saat pembelajaran di dalam kelas. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen sains sederhana terhadap minat belajar anak. Untuk menjawab masalah diatas, peneliti melakukan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok B5 TK Aisyiyah 1 Palu tahun Ajaran 2015/2016.Subjek pada penelitian berjumlah 20 anak.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengamatan sebelum diberi perlakuan rekapitulasinya diperoleh rata-rata, yaitu rata-rata 0% anak dalam kategori Sangat Tinggi (ST), 3,33% anak dalam kategori Tinggi (T), 13,33% anak dalam kategori Sedang (S), dan 83,33% anak dalam kategori Rendah (R), pada aspek pengamatan rasa ingin tahu, ketertarikan anak dan keterlibatan anak Dan pengamatan setelah diberi perlakuan diperoleh rata-rata 35,28% anak yang tergolong kategori Sangat Tinggi (ST), Selanjutnya untuk kategori Tinggi (T) diperoleh rata-rata 17,61%. Untuk kategori Sedang (S) diperoleh rata-rata 20,28%, dan untuk kategori Rendah (R) diperoleh rata-rata 26,83%, pada aspek pengamatan rasa ingin tahu, ketertarikan anak dan keterlibatan anak.Kata kunci : Metode Eksperimen Sains Sederhana, Minat Belajar Anak
Pengaruh Pola Asuh Primisif terhadap Perilaku Sosial Anak di Kelompok B PAUD Kartika XX-32 Palu Istiqomah, Ainur
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.647 KB)

Abstract

Masalah dalam tulisan ini adalah perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku sosial anak. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun subyeknya adalah orang tua dari 8 anak di kelompok B1 PAUD Kartika XX-32 Palu. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perilaku sosial kemurahan hati kategori BSB terdapat 1 anak (12,5%), BSH ada 2 anak (25%), MB ada 2 anak(25%), dan BB ada 3 anak (37,5%). Sedangkan perilaku sikap tidak mementingkan diri sendiri BSB terdapat 1 anak (12,5%), BSH ada 1 anak (12,5%), MB ada 3 anak (37,5%), dan BB ada 3 anak (37,5%). Selanjutnya perilaku hasrat akan penerimaan sosial BSB terdapat 1 anak (12,5%), BSH ada 2 anak (25%), MB ada 2 anak (25%), dan BB ada3 anak (37,5%). Dengan demikian dapat diketahui ada pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku sosial anak, pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan dalam hal kemurahan hati, sikap tidak mementingkan diri sendiri dan hasrat akan penerimaan sosial.Kata kunci : Pola Asuh Permisif, Perilaku Sosial
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Minat Belajar Anak di Kelompok B TK Kartini Lalundu Kecamatan Rio Pakava Martini, Ni Made Dwi
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.404 KB)

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk pola asuh yang diterapkan orang tua? Bagaimana minat belajar anak? Apakah ada hubungan anatara pola asuh orang tua dengan minat belajar anak? Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B TK Kartini Lalundu Kecamatan Rio Pakava yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan Melalui observasi, angket dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan dengan teknik persentase, yaitu dalam aspek Perhatian, Aspek Ketertarikan dan Apek Rasa Suka. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis deskriptif, Dalam Aspek Perhatian Terdapat 4 anak (27%) dalam kategori Sangat Tinggi, ada 10 anak (66%) dalam kategori Tinggi, ada 1 Anak (7%) dalam kategori Sedang . Aspek Ketertarikan terdapat 8 anak (54%)dalam Kategori Sangat Tinggi, ada 7 anak (46%) dalam kategori Tinggi, Aspek Rasa Suka terdapat 6 anak (40%) dalam kategori Sangat Tinggi, ada 9 anak (60%) dalam kategori Tinggi dan tidak terdapat anak dalam kategori Sedang maupun Rendah Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Minat Belajar anak dapat Meningkat Melalui Pola Asuh Orang Tua. Oleh karena itu, ada Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Minat Belajar Anak.Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Minat Belajar
Peranan Metode Pemberian Tugas terhadap Kemandirian Anak di Kelompok A TK Widyatama Tadulako Yunita, Fitra
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.419 KB)

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan metode pemberian tugas?Bagaimana kemandirian anak?dan apakah ada peranan metode pemberian tugas terhadap kemandirian anak? Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya, kemudian ditarik kesimpulan.Adapun subyek penelitian ini adalah seluruh anak kelompok A TK Widyatama Tadulako yang berjumlah 14 anak.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek pertama memiliki sikap gigih, ada 6 anak (43%) kategori BSB, 5 anak (36%) kategori BSH, 2 anak (14%) kategori MB, dan 1 anak (7%) kategori BB. Kemudian Inisiatif terdapat 6 anak (43%) kategori BSB, 5 anak (36%)kategori BSH, 2 anak (14%) kategori MB, dan 1 anak (7%) kategori BB. Mengurus diri ada 5 anak (36%) kategori BSB, 5 anak (36%) kategori BSH, 3 anak (21%) kategori MB, dan 1 anak (7%) kategori BB. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemandirian anak dapat meningkat melalui metode pemberian tugas.Kata Kunci: Metode Pemberian Tugas, Kemandirian
Hubungan Metode Bercerita dengan Kemampuan Anak Berbicara di Kelompok B PAUD Madamba Palu Kristiani, Niluh Dewi
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.495 KB)

Abstract

Masalah pokok dalam tulisan ini adalah kemampuan anak berbicara belum berkembang sesuai harapan dalam hal mengenal kosa kata, menjawab pertanyaan, dan mengajukan pertanyaan.Upaya meningkatkan kemampuan anak berbicara telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan metode bercerita dengan kemampuan anak berbicara di kelompok B PAUD Madamba Palu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian seluruh anak di kelompok B PAUD Madamba Palu yang berjumlah 19 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan anak berbicara terbukti minggu terakhir dalam aspek mengenal kosa kata kategori BSB 1 (5,26%), kategori BSH 2 (10,52%), kategori MB 3 (15,78%), dan kategori BB 13 (68,42%) menjadi kategori BSB 5 (26,31%), kategori BSH 6 (31,57%), kategori MB 7 (36,84%), dan kategori BB 1 (5,26%). Dalam aspek menjawab pertanyaan kategori BSB 1 (5,26%), kategori BSH 2 (10,52%), kategori MB 2 (10,52%), dan kategori BB 14 (73,68%) menjadi kategori BSB 5 (26,31%), kategori BSH 8 (42,10%), kategori MB 5 (26,31%) dan kategori BB 1 (5,26%). Dalam aspek mengajukan pertanyaan kategori BSB 1 (5,26%), kategori BSH 2 (10,52%), kategori MB 3 (15,78%), dan kategori BB 13 (68,42%). Meningkat menjadi kategori BSB 6 (31,57%), kategori BSH 7 (36,84%), kategori MB 5 (26,31%). Dan kategori BB 1 (5,26%).Kata Kunci : Metode Bercerita, Kemampuan Anak Berbicara
Pengaruh Percobaan Sains Sederhana terhadap Kreativitas Anak di Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal I Palu Hidayana, Ririn Tri
Bungamputi Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.35 KB)

Abstract

Permasalahan pada artikel ini adalah kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya untuk mengatasi dengan melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh percobaan sains sederhana terhadap kreativitas anak. Jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di kelompok B3 TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Palu tahun Ajaran 2015/2016. Subjek pada penelitian berjumlah 21 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui ada perbedaan dari data sebelum dan setelah penelitian. Data sebelum penelitian kreativitas mewarnai pasir, diperoleh 9.52% kategori BSH, 33.33% kategori MB dan 57.14% kategori BB. kreativitas membuat kolase dari pasir warna, diperoleh 9.52% kategori BSH, 38.09% kategori MB, dan 52.38% kategori BB. Kreativitas dalam bertanya, diperoleh 4.76% kategori BSH, 33.33% dalam kategori MB, dan 61.90% kategori BB. Dan data setelah penelitian terjadi peningkatan yaitu kreativitas mewarnai pasir diperoleh 23.80% kategori BSB, 42.85% kategori BSH, 28.57% kategori MB dan 4.76% kategori BB. Kreativitas membuat kolase dari pasir warna diperoleh 23.80% kategori BSB, 42.85% kategori BSH, 23.80% kategori MB, dan 9.52% kategori BB. Dan kreativitas dalam bertanya diperoleh 19.04% kategori BSB, 52.38% kategori BSH, 19.04% kategori MB, dan 9.52% kategori BB. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh percobaan sains sederhana terhadap kreativitas anak.Kata kunci : Percobaan Sains Sederhana, Kreativitas Anak

Page 1 of 1 | Total Record : 7