Articles
113 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012"
:
113 Documents
clear
SISTEM OTENTIKASI SINGLE SIGN-ON MENGGUNAKAN ALGORITMA DIFFIE-HELLMAN DAN MENGGUNAKAN DATABASE PARALLEL DENGAN MENGGUNAKAN RMI (REMOTE METHOD INVOCATION)
Ignatius Wijaya Kusuma;
Puspaningtyas Sanjoyo Adi
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.694 KB)
Otentikasi adalah suatu tindakan untuk mengkonfirmasikan suatu kebenaran dari sebuah entitas dan sebuah trusted thirdparty dibutuhkan ketika sebuah transaksi saling membutuhkan kepercayaan antara orang yang bertransaksi dan orangyang ditransaksi. Penelitian ini mengembangkan suatu sistem otentikasi dengan menggunakan pendekatan sistemter distribusi dengan menggunakan paralel database dan alogiritma Diffie-Hellman Ide utama dari parallel DBMS(Database Manajement System) adalah untuk membangun sebuah computer yang sangat kuat dari banyak komputer kecil, yang masing-masing memiliki rasio kinerja dan harga yang sangat baik dengan rasio biaya yang jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan sebuah komputer mainframe. Melalui bantuan metode pemanggilan objek, teknologinya akan digunakan untuk memanggil fungsi dan prosedur secara remote/jarak jauh. Salah satu teknologinya adalah RMI(RemoteMethod Invocation). Hasil utama dari sistem ini berupa sebuah library java yang digunakan sebagai fungsi login pada sistem developer.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengotentikasi seorang user dalam waktu 0,125 detik. Sistem juga tetap berjalan walau ada salah sat mesin database tidak aktif.Kata Kunci : Otentikasi, trusted third-party, Diffie-Hellman key exchange, parallel DBMS(Database Manajemen System),RMI(Remote Method Invocation)
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS PUSH SMS PADA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI DHARMA ISWARA MADIUN
Fadilah Retno Hapsari;
Tomy Dwi Dayanto
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (87.528 KB)
Komunikasi bergerak saat ini menjadi sesuatu tren sebagai akibat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ditandai dengan pertumbuhan layanan internet yang semakin menjamur. Perangkat komunikasi berupa telepon seluler(ponsel) juga turut berkembang lebih maju sehingga mampu berkolaborasi dengan layanan internet. Perangkat ponsel pundapat digunakan dalam mendapatkan layanan informasi sistem akademik bagi mahasiswa. Salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan adalah sistem informasi akademik (SIA) berbasis push Short Messaging Service (SMS). SIA berbasis push SMS adalah sebagai salah satu media interaktif yang menggunakan sarana operator seluler pada saat ini menjadi salah satu kebutuhan penting dalam memberikan informasi dan layanan secara online yang terkait dengan kegiatan akademis bagi mahasiswa dengan tempat tinggal yang relatif jauh dan letak geografis yang kurang memungkinkan dari kampus pendidikan, ternyata belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Dharma Iswara Madiun (STT Dharma Iswara Madiun) maka kami mencoba membuat rancangan desain SIA berbasis push SMS pada STT Dharma Iswara Madiun yang nantinya dapat dikembangkan lebih jauh. Metode analisa yang digunakan menggunakan analisa SWOT (strength,weakness,opportunity,threat). Perancangan Sistem Informasi Akademik Berbasis push SMS pada STT Dharma Iswara Madiun ini digunakan sebagai usulan prototype dalam rangka pembuatan SIA berbasis push SMS di STT Dharma Iswara Madiun.Kata kunci : SIA, Push SMS, SWOT, STT Dharma Iswara
PEMBERIAN PERINGKAT TINGKAT KEMUDAHAN GENDING LELAGON JAWA DENGAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Yuventius Tyas Catur Pramudi;
Karis Widiyatmoko
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (93.447 KB)
Seni gamelan merupakan warisan adi luhur kurang mendapatkan apresiasi dari generasi muda, karena seni gamelan dipersepsikan kuno dan tradisional, tidak praktis karena saat belajar harus melibatkan banyak orang. Selama ini pengajaran seni gamelan hanya menjangkau ranah kognitif, sedangkan untuk ranah affektif dan psikomotorik masih terabaikan. Dari kondisi tersebut maka perlu adanya pemanfaatan multimedia komputer untuk mempermudah pengajarannya dan memberikan nuansa modern.Metode pengajaran yang berbasis multimedia memerlukan desain yang mampu mengatasi masalah-masalah baik guru seni maupun anak didik. Untuk mendapatkan model pembelajaran diperhatikan sikap siswa terhadap gamelan. Sikap siswa diukur dari sikap kognitif, affektif dan psikomotorik. Hasil pengolahan data empiris dengan penilaian skala Likert menunjukan sebagian besar siswa telah memiliki pengetahuan seni gamelan yang baik. Nilai rata-rata cukup terlihat pada sikap affektif, nilai kurang terlihat pada sikap psikomotorik. Untuk memberikan kemudahan dan untuk meningkatkan sikap affektif dan psikomotorik maka perlu adanya urutan-urutan gending yang perlu diikuti dalam proses pembelajaran. Hasil wawancara dan observasi dengan pengajar maka dapat ditentukan 6 lelagon yang sering digunakan dalam pengajaran yaitu Prahu Layar, Suwe Ora Jamu, Gugur Gunung, Ojo Dipleroki, Menthok-menthok dan Jamuran.. Adapun dimensi yang dibandingkan dalam penelitian ini adalah daya tarik yang menimbulkan kesenangan dan kemudahan cara menabuh.Dari interview mendalam kepada guru kemudahan gending dapat dilihat dari variasi atau garapan dan irama. Gending dasar yang pertamakali diajarkan ke siswa biasanya gending yang belum mempunyai banyak variasi. Gending yang belum banyak variasi yaitu gending yang belum ada imbalan dan belum ada mipil. Latihan gamelan yang sering digunakan pertama kali berupa Lancaran yang belum ada imbalan dan mipil, sedangkan ketawang sudah ada variasi mipil tetapi belum ada imbalan. Dengan metode Analytic Hiararchy Process (AHP) didapatkan urutan sebagai berikut: 1. Suwe Ora Jamu; 2. Gugur Gunung; 3. Ojo Dipleroki, 4.Prahu Layar, 5.Menthok-menthok; 6. Jamuran.Kata Kunci: Multimedia, model pembelajaran, gamelan jawa.
PEMODELAN ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS CLOUD COMPUTING UNTUK INSTITUSI PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA
Achmad Solichin;
Zainal A. Hasibuan
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (780.871 KB)
Teknologi cloud computing merupakan teknologi dimana sebagian besar proses dan komputasi terletak di jaringan internet sehingga memungkinkan pengguna dapat mengakses layanan yang diperlukan dari manapun dan kapan pun. Menurut datadari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 3.000 perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Secara umum, seluruh perguruan tinggi tersebut memiliki kesamaan proses bisnis dan kebutuhan sistem informasi. Namun dalam kenyataannya setiap perguruan tinggi membangun arsitektur dan kebutuhan sistem informasinya secara sendiri-sendiri. Hal tersebut menimbulkan beberapa permasalahan yaitu terjadi redundancy sistem informasi, tidak ada standardisasi struktur data, tidak terjadi konsolidasi data antara sistem informasi yang satu dengan yang lainnya dan inconsistency pengembangan sistem informasi. Beberapa permasalahan tersebut menjadi dasar pemikiran untuk merancang suatu model arsitektur teknologi informasi menggunakan konsep cloud computing.Berdasarkan hasil analisis terhadap kondisi perguruan tinggi di Indonesia dan menggunakan framework yang telah dipilih, dihasilkan suatu model arsitektur teknologi informasi berbasis cloud computing yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia. Arsitektur teknologi informasi tersebut terdiri dari arsitektur bisnis, arsitekturdata, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi di Indonesia terutama sebagai acuan dalam merancang arsitektur teknologi informasi.Kata kunci : arsitektur teknologi informasi, cloud computing, perguruan tinggi di indonesia
Teknologi Web Semantik Untuk Bibliografi Perpustakaan
R. Rhoedy Setiawan;
Mukhamad Nurkamid
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.165 KB)
Sumber data yang terbesar dan sangat berharga untuk setiap pengguna karena didalam web kumpulan dokumen-dokumen saling terhubung dan dapat diakses melalui koneksi internet. Setiap individu didunia bebas menambahkan konten dalam web-nya. Makin banyak informasi yang ditambahkan, makin besar ukuran web dan semakin sulit pula untuk mencari informasi yang benar-benar yang diinginkan. Tujuan perpustakaan, pengarsipan, yang ada di institusi adalah untuk memelihara dokumen yang memiliki harga keilmuan yang dapat diakses dimasa depan sama mudahnya diakses pada saatini. Dengan semakin kecilnya media data, penyimpanan menggunakan media digital menjadi sangat menarik.Keuntungan penyimpanan menggunakan media digital adalah pencarian dapat dilakukan tidak hanya di antara masukan katalog elektronik, tetapi dapat menampilkan sepanjang keseluruhan isi dokumen.. Peneliti dan pengembang web mengusulkan tambahan informasi bagi konten web yang sering diistilahkan dengan metadata. Istilah metadata ini sering dipakai dalam semantic web, yang menggambarkan pendekatan dalam menangani dan menyimpan dokumen. Saat ini dokumen mulai disajikan dalam format XML (Extensible Markup Language). Bahasa lain yang digunakan dalam mendukung visi Semantic Web selain XML adalah RDF/OWL, Selanjutnya RDF/OWL dengan kemampuan dan fasilitas yang dimilikinya mampu digunakan untuk merepresentasikan makna istilah dalam web hingga dapat diproses dalam mesin sehingga dapat dikelola dan dicari .Kata kunci : Arsip, Proses, Cari
Multimedia Presentasi Pembelajaran Berbasis Augmented Reality untuk Pengenalan Pancaindra dalam Mendukung Mata Pelajaran IPA Tingkat Sekolah Dasar
Wellia Shinta Sari;
Ika Novita Dewi;
Abas Setiawan
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.013 KB)
Pengembangan multimedia presentasi pembelajaran merupakan salah satu alat bantu guru dalam proses pembelajaran dikelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Multimedia pembelajaran ternyata sangat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman siswa, misalnya dengan aplikasi presentasi seperti Microsoft Power Point, dan bisaditambahkan multimedia linear berupa film dan video serta efek animasi untuk memperkuat pemahaman siswa, misalnya Augmented Reality (AR). Teknologi AR yang dikembangkan akan dipakai untuk membantu mengembangkan multimedia presentasi pembelajaran dalam mendukung proses belajar dan mengajar materi pengenalan pancaindra tingkat Sekolah Dasar sehingga mambantu siswa dalam memahami struktur dan fungsi pancaindra pelajaran IPA tingkat Sekolah Dasar khususnya kelas 4. Aplikasi AR dikembangkan dengan metode problem based learning yang meliputi tahap analisis,perancangan, pengembangan, dan pengujian. Aplikasi AR ini menggunakan gambar animasi 3D yang didesain menggunakan Autodesk 3ds Max dan dibangun menggunakan pemrograman flash dengan library FLARToolkit,Papaervision3D, dan FLARGenerator.Kata kunci : Augmented Reality, Pancaindra, FLARToolkit
USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG)
Yudit Christianta;
Theresia Sunarni
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.712 KB)
PT Pan Panel adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang furniture. Penjadwalan produksi yang diterapkan perusahaan menggunakan sistem produksi First Come First Serve (FCFS). Metode FCFS melakukan pengurutan berdasarkan job yang datang dikerjakan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan waktu penyelesaian seluruh produksi(makespan) menjadi tidak jelas dan memiliki kecenderungan makespan yang lebih panjang. Berdasarkan hal tersebut maka di dalam Tugas Akhir ini diberikan alternatif metode penjadwalan produksi melalui penerapan metode Campbell Dudek and Smith (CDS) untuk meminimumkan makespan.Metode CDS merupakan pengembangan dari algoritma Jhonson yang melakukan penjadwalan produksi berdasarkan atas waktu proses terkecil pada n job dan m mesin. Penjadwalan dengan metode CDS pada penelitian ini menghasilkan 18 iterasi. Iterasi terbaik terdapat pada k = 12, 13, 14 dan 15 dengan urutan penjadwalan produksi 3-5-2-1-4. Nilai makespan yang diperoleh adalah sebesar 261,03 jam. Penjadwalan produksi dengan penerapan metode CDS dapat meminimumkan makespan sebesar 18,05%.Kata kunci: Penjadwalan produksi, Campbell Dudek and Smith (CDS), Makespan
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK AKSES PUSH MAIL VIA YAHOO MESSENGER
Muhammad Aditya Nugraha;
Gede Karya
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.077 KB)
Makalah ini membahas tentang pengembangan aplikasi akses Push Mail (PM) menggunakan Yahoo Messenger (YM).Pengembangan perangkat lunak ini terinspirasi oleh banyaknya layanan paket data murah yang disediakan oleh operator seluler khusus untuk chatting, sementara layanan PM masuk ke dalam paket yang lebih mahal. Aplikasi yang dikembangkan bersifat generik, atas dasar layanan email yang menggunakan protokol Simple Mail Transfer Protocol(SMTP), Post Office Protocol version 3 (POP3) dan Internet Message Application Protocol (IMAP). Komunikasi dengan YM server menggunakan YM SDK (Yahoo Messenger Software Development Kit). Aplikasi dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Java pada lingkungan Java 2 Standar Edition (J2SE). Sedangkan di sisi client, menggunakanaplikasi standar YM Client yang sudah ada. Dengan demikian, semua perangkat yang dilengkapi dengan YM Client dapat digunakan untuk mengakses layanan aplikasi dengan biaya murah.Kata kunci : Push Mail, Yahoo Messenger
SISTEM INFORMASI DOSEN PENASEHAT AKADEMIK PADA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS BUDI LUHUR
Muhammad Ainur Rony;
Putu Utama Sanjaya Putra;
Kalvinly Kalvinly;
Bimby Dara Asmarani
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.586 KB)
Dosen Penasehat Akademik (PA) memiliki tugas untuk membimbing mahasiswa. Tujuan pembimbingan adalah agar mahasiswa dapat menjalani kegiatan perkuliahan dengan baik dan lancar, sehingga dapat lulus tepat waktu dengan nilai yang baik. Permasalahan yang dihadapi oleh Dosen PA adalah tidak adanya sarana yang dapat memonitor perkembangan mahasiswa, sehingga hal ini menyulitkan tugas dari Dosen PA. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah sarana untuk dapat membantu Dosen PA untuk bekerja memonitor perkembangan mahasiswa. Sistem Informasi Dosen Penasehat Akademik harapannya dapat memudahkan pekerjaan Dosen PA untuk bekerja. Sistem informasi ini berbasis web. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalah ini adalah dengan cara identifikasi masalah, analisa kebutuhan dan desain sistem.Kata kunci : Akademik, Sistem Informasi, Dosen PA
KOMPRESI DATA MENGGUNAKAN METODE HUFFMAN
Ari Wibowo
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.947 KB)
Kompresi data (pemampatan data) merupakan suatu teknik untuk memperkecil jumlah ukuran data (hasil kompresi) dari data aslinya. Pemampatan data umumnya diterapkan pada mesin komputer, hal ini dilakukan karena setiap simbol yang dimunculkan pada komputer memiliki nilai bit-bit yang berbeda. Pemampatan data digunakan untuk mengurangkan jumlah bit-bit yang dihasilkan dari setiap simbol yang muncul. Dengan pemampatan ini diharapkan dapat mengurangi (memperkecil ukuran data) dalam ruang penyimpanan. Pengkodean dengan metode Huffman dibangun dari panjang variabel kode-kode yang disusun dari bit-bit. Simbol dengan probabilitas yang tinggi akan memperoleh kode-kode paling pendek sedangkan simbol dengan probabilitas paling rendah akan memproleh kode terpanjang. Kode Huffman mempunyai atribut unik yang sempurna, dalam arti kode-kode tersebut dapat mengembalikan (decoder) kode yang panjang dan decirable dalam arti kode Huffman tersebut tidak menjadi prefik kode Huffman yang lain.Kata Kunci : Pemampatan, kode huffman, simbol