cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
tabularasa.psikologi@unmer.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Raya Dieng 62-64 Malang. Telp. 0341-568395
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Tabularasa
ISSN : 16937007     EISSN : 2541013X     DOI : 10.26905
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Tabularasa is a scientific periodical journal issued by the Faculty of Psychology, University of Merdeka Malang. It is published twice a year, in April and October. The journal's scopes include clinical psychology, developmental psychology, educational psychology, and industrial & organizational psychology. This scientific periodical journal is aimed to foster, develop, and enhance knowledge in the field of psychology through scientific communication. Authors are encouraged to submit complete, unpublished, original, full-length articles that are not currently being reviewed in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2022): April 2022" : 7 Documents clear
Hubungan empati dengan resiliensi relawan tim tanggap darurat bencana Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang Sultan Takdir Alisabana
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.045 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8068

Abstract

A volunteer is someone who has a high commitment, ability and challenge to help a problem, especially in natural disaster management. Volunteers must have high empathy in helping victims of natural disasters. Empathy makes volunteers able to survive in a difficult situation and be able to withstand stress is called resilience. The purpose of this study was to determine the relationship between empathy and volunteer resilience in the process of natural disaster management. The method in this research is using cross- sectional quantitative, saturated sample technique (census) with a sample size of 30 respondents. The measuring instrument uses an empathy scale and a resilience scale. Data analysis using SPSS 22.0 for windows software. The results of the bivariate study obtained p = 0.000 with a value of r = 0.793 with a positive correlation direction, so there is a relationship between empathy and resilience which is very significant in the strong category and is directly proportional. So it can be said that the higher the level of empathy of a volunteer, the higher the level of resilience. Relawan merupakan seseorang yang memiliki komitmen, kemampuan dan tantangan tinggi untuk membantu suatu masalah, khususnya dalam penanggulangan bencana alam. Relawan harus memiliki empati yang tinggi dalam menolong korban bencana alam. Empati membuat relawan mampu bertahan didalam suatu situasi yang sulit dan mampu bertahan dalam sebuah tekanan disebut resiliensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara empati dengan resiliensi relawan dalam proses penanggulangan bencana alam. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif crossectional, teknik sampel jenuh (sensus) dengan jumlah sampel 30 responden. Alat ukur menggunakan skala empati dan skala resiliensi. Analisis data menggunakan software SPSS 22.0 for windows. Hasil penelitian bivariat didapatkan p = 0,000 dengan nilai r = 0,793 dengan arah korelasi positif, maka terdapat hubungan antara empati dengan resiliensi yang sangat signifikan dengan kategori kuat dan berbanding lurus. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi tingkat empati seorang relawan maka semakin tinggi tingkat resiliensinya.
Hubungan efikasi diri (self efficacy) dengan prokrastinasi akademik dalam penyelesaian skripsi pada mahasiswa Yana Anggita Venanda
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.727 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8090

Abstract

The covid 19 pandemic conditions have had a lot of impacts on the world of education, one of which has caused a delay in the final thesis hearing and led to a setback in graduation time. In psychology, deliberately delaying the completion of a task is called procrastination. Self-efficacy is viewed as one of the factors able to predict the tendency of academic procrastination. This reseacher has to understand corelation of self-efficacy and academic procrastination in the completion of thesis in students. The sample was 99 students of the Faculty of Psychology, in a private University Malang who are active in the odd semester thesis program for the academic year 2020/2021. The measuring instrument used in this study was the academic procrastination (validity of 0.308-0.638) and the self-efficacy scale (validity of 0.311-0.697). A hypothetical processed with the product moment technique and results coefficients of correlation of -0.367, p value of 0.000 (p 0.05). It means that there is a significant negative corelation  between self-efficacy and academic procrastination in the completion of thesis in students. It is interpreted that the higher the level of self-efficacy in students, the lower the tendency for the emergence of academic procrastination behavior in the completion of the thesis, and vice versa. Covid 19 berdampak bagi dunia pendidikan, salah satunya penundaan pelaksaaan sidang akhir skripsi dan menyebabkan kemunduran waktu kelulusan. Dalam psikologi, sengaja menunda penyelesaian tugas akademik disebut prokrastinasi akademik. Efikasi diri dipandang sebagai salah satu faktor yang mampu memprediksi kecenderungan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dalam penyelesaian skripsi pada mahasiswa. Sampel penelitian 99 mahasiswa/i Fakultas Psikologi salah satu Universitas Swasta di Kota Malang aktif program skripsi semester ganjil tahun akademik 2020/2021. Alat ukur berupa skala prokrastinasi akademik (validitas 0,308 - 0,638) dan skala efikasi diri (validitas 0,311 - 0,697). Uji hipotesa rumus product moment menghasilkan koefisien korelasi -0,367 dengan p value 0,000 (p0,05). Bermakna bahwa terdapat hubungan negatif secara signifikan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dalam penyelesaian skripsi pada mahasiswa. Diinterpretasikan semakin tinggi tingkat efikasi diri pada mahasiswa/i maka semakin rendah kecenderungan munculnya perilaku prokrastinasi akademik dalam penyelesaian skripsi, dan sebaliknya.
Efektivitas pelatihan perencanaan karier untuk meningkatkan career decision self-efficacy pada fresh graduate: literature review Dian Novita Ramadani; Abdul Muhid
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.923 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8107

Abstract

Fresh graduate adalah masa dimana karir menjadi fokus utama. Lulusan baru dituntut untuk mendapatkan bidang karir yang sesuai dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh selama studi. Oleh karena itu pentingnya self-efficacy keputusan karir karena self-efficacy keputusan karir merupakan prediktor utama dari kemampuan beradaptasi karir sehingga fresh graduate dapat menentukan bidang karir yang sesuai dengan minatnya. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan salah satu solusi yang efektif yaitu melalui pelatihan perencanaan karir. Studi literatur ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas pelatihan perencanaan karir untuk meningkatkan self-efficacy keputusan karir bagi lulusan baru. Dimana peneliti menggunakan metode tinjauan sistematik kualitatif dengan data yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan perencanaan karir efektif dalam meningkatkan self-efficacy keputusan karir bagi lulusan baru. Dari hasil pelatihan, fresh graduate mampu memilih bidang karir yang sesuai dan menentukan langkah-langkah perencanaan karir. The fresh graduate group is a period where careers are the main focus. Fresh graduates are required to get a career field that is in accordance with the skills and knowledge gained during their studies. Therefore the importance of career decision self-efficacy because career decision self-efficacy is the main predictor of career adaptability so that fresh graduates can determine the career field that suits their interests. Therefore, the researcher proposes one effective solution, namely through career planning training. This literature study aims to reveal the effectiveness of career planning training to improve career decision self-efficacy for fresh graduates. Where the researcher uses a qualitative systematic review method with data obtained through a literature study. The results of this study indicate that career planning training is effective in improving career decision self-efficacy for fresh graduates. From the results of the training, fresh graduates are able to choose the appropriate career field and determine the steps for career planning.
Perilaku social loafing mahasiswa dalam mengerjakan tugas kelompok melalui sistem daring Dinda Rutri Ayang Bestari MP; Siska Oktari; Rozi Sastra Purna
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.455 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8059

Abstract

One of the learning methods provided during the online system is group assignments. But, group assignments which are expected to reduce the workload, without realizing it, can lead to social loafing behavior in students. Social loafing is a decrease in individual performance when working in groups, compared to when working alone. This study aims to get a Desccription of Social Loafing Behavior among Students of Andalas University in Doing Group Assignments through an Online System. This study uses descriptive quantitative methods with a sample of 347 Andalas University students, who meet certain criteria through purposive sampling technique. The measuring instrument used is a modification of the Social Loafing scale made by Purna, Armalita, and Oktari (2021), based on aspects of social loafing that have been proposed by Myers (2012), with a reliability coefficient of 0.972. The results showed that 72,3% or as many as 254 Andalas University students were in the medium category of social loafing. Based on the aspects of social loafing, the highest mean value is found in the aspect of widening of responsibilities, and the lowest mean value is in the aspect passivity. Salah satu metode belajar yang diberikan selama sistem daring adalah tugas kelompok. Namun tugas kelompok dapat memunculkan perilaku social loafing pada mahasiswa. Social loafing merupakan penurunan performa individu selama berkeja dalam kelompok, dibandngkan ketika bekerja secara sendiri. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat gambara perilaku social loafing pada mahasiswa Universitas Andalas dalam mengerjakan tugas kelompok melalui sistem daring. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 347 mahasiswa Universitas Andalas yang memenuhi kriteria tertentu melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah modifikasi dari skala Social Loafing yang dibuat oleh Purna, Armalita, dan Oktari (2021), berdasarkan aspek-aspek social loafing yang telah dikemukkan oleh Myers (2012) dengan koefisien reliabilitas 0,972. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran perilaku social loafing pada mahasiswa Universitas andalas berada kategori sedang dengan persentase 73,3% atau sebnyak 254 responden. Berdasarkan aspek social loafing dengan nilai mean tertinggi yaitu pada aspek pelebaran tanggung jawab, dan nilai mean tererndah pada aspek sikap pasif.
Pengaruh kejenuhan dalam pembelajaran e-learning terhadap prokrastinasi akademik pada siswa kelas tinggi SD Tunas Harapan Malang di era new normal Vena Puspita Maharani
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.697 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8076

Abstract

During the pandemic, people entered thye new normal era. This affects the learning process that is transferred online or e-learning. In the application of online learning, high-grade students at SD Tunas Harapan Malang, which are classified as 3T schools (Lagging, Frontier, and Outermost), are prone to experiencing academic procrastination which can be caused by boredom in learning. The purpose of this study was to determine the effect of learning saturation on academic procrastination by using quantitative methods and psychological scales, namely questionnaires. The sample of this research is the high-grade students of SD Tunas Harapan Malang. The sampling technique used  is the saturation sampling technique and the research hypothesis analysis, namely simple linear regression correlation using the SPSS 20 program. The results showed the there was an effect of 31,5% learning saturation on academic procrastination and another 68,5% influenced by other factors. The influence between the variables X and Y is positive. This indicates that the higher students learning saturation, the higher occurrence of academic procrastination. Masa pandemi membuat masyarakat memasuki era new normal. Hal ini mempengaruhi proses pembelajaran yang dialihkan secara online atau e-learning. Pada penerapan pembelajaran online, siswa kelas tinggi di SD Tunas Harapan Malang yang tergolong sekolah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar),  rentan mengalami prokrastinasi akademik yang dapat disebabkan oleh kejenuhan belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kejenuhan belajar terhadap prokrastinasi akademik dengan menggunakan metode kuantitatif dan skala psikologi yaitu kuosioner. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas tinggi SD Tunas Harapan Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yakni teknik sampling jenuh dan analisis hipotesis penelitian yaitu korelasi regresi linier sederhana dengan menggunakan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh sebesar 31,5% kejenuhan belajar terhadap prokrastinasi akademik dan 68,5% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh antara variabel X dan Y bersifat positif. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kejenuhan belajar siswa maka semakin tinggi terjadinya prokrastinasi akademik.
Studi tentang gambaran subjective well-being pada remaja penghuni panti asuhan di Kota Samarinda Yoga Achmad Ramadhan
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.054 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8177

Abstract

This study aims to determine the description of subjective well being in residents of the orphanage in Samarinda City. This research uses non-experimental research with a quantitative descriptive approach and 123 research sample. The research analysis used is quantitative and qualitative analysis. Quantitative analysis using descriptive quantitative using JASP (Jeffreys's Amazing Statistics Program) software version 0.16.1.0. Qualitative analysis was conducted based on observations and interviews. The results of the normality test of the data are known to be the sig value. (p) = 0.946 ((p) 0.001). The results showed that the research respondents who had subjective well being  in the low category were 60 people (48,8%), the medium category was 38 people (30,9%) and the high category was 25 people (20.03%). It is clear that the majority of respondent (residents of the orphanage in Samarinda) have low subjective well being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran subjective well being pada remaja penghuni panti asuhan di Kota Samarinda. Subjek penelitian ini adalah sejumlah 123 orang remaja penghuni panti asuhan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala subjective well being, wawancara dan observasi. Analisis penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji deskriptif dengan menggunakan software JASP (Jeffreys's Amazing Statistics Program) versi 0.16.1.0. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan observasi dan wawancara. rata-rata (mean) variabel subjective well being  adalah sebesar 37.107 dan standar deviasi sebesar 14,048. Hasil uji normalitas shapiro wilk didapatkan bahwa data terdistribusi secara normal (p = 0.946 atau 0.001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran subjective well being remaja penghuni panti asuhan di Kota Samarinda bervariasi pada kategori rendah, sedang dan tinggi. Subjek penelitian terbanyak dengan kategori rendah berjumlah 60 orang (48,8 %), kategori sedang berjumlah 38 orang (30,9 %), dan kategori tinggi berjumlah 25 orang (20,3 %). Hal ini jelas  bahwa  sebagian besar  remaja penghuni panti asuhan di Kota Samarinda  memiliki subjective well being  yang rendah.
Struktur hierarki motif perilaku memilih pada pemilih pemula Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Muhammad Untung Manara
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.59 KB) | DOI: 10.26905/jpt.v17i1.8349

Abstract

This study aims to reveal the hierarchical motives of voting behavior on young voters. Motives are the reason of each individual behavior. The various motives are interconnected each other hierarchically. This study used laddering approach, technique to reveal tiered motif through open-ended questionnaire adapted from generic-goal laddering questionnaire. The data analysis used five stages: content analysis, implication matrix, cut off level, index prominence, and hierarchical goal map. The participants were 90 people with ages 18 to 22 years. The results showed that the motives that play as subordinate goal were the party figures, the party quality, conformity, and closeness. Motives as focal goals included leadership, caring / understanding people's problems, informational, performance / experience, and problem solving. The last, motives as superordinate goals were the welfare of the nation, the progress of the nation, and the dignity of the nation. Furthermore, the results showed that the motives on young voters tend social motives and common interests such as performance, problem solving, national welfare and national pride than personal and transactional motives Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur hierarki motif perilaku memilih pada pemilih pemula. Motif merupakan alasan dari setiap perilaku individu. Berbagai macam motif ini saling berhubungan satu sama lain yang bersifat hierarkis. Penelitian ini menggunakan pendekatan laddering, yaitu teknik untuk mengungkap motif yang berjenjang  melalui kuesioner dengan pertanyaan terbuka yang diadapatasi dari generic-goal laddering questionnaire. Analisa data menggunakan lima tahapan proses; content analysis, implication matrix, cut off level, index prominence, dan hierarchical goal map. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 90 orang dengan usia 18 hingga 22 tahun. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa motif yang berperan sebagai subordinate goal pada perilaku pemilih pemula adalah tokoh partai, kualitas partai, konformitas, dan kedekatan. Motif focal goal antara lain kepemimpinan, peduli/mengerti masalah rakyat, informasional, kinerja/pengalaman dan penyelesaian masalah. Motif-motif yang menjadi superordinate goal dari perilaku pemula yaitu kesejahteraan bangsa, kemajuan bangsa, dan wibawa negara. Dilihat dari isinya, motif-motif pada penelitian ini lebih mengarah pada motif sosial dan kepentingan bersama seperti kinerja, penyelesaian masalah, kesejahteraan bangsa dan wibawa negara daripada motif-motif pribadi dan transaksional.

Page 1 of 1 | Total Record : 7