cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
tabularasa.psikologi@unmer.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Raya Dieng 62-64 Malang. Telp. 0341-568395
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Tabularasa
ISSN : 16937007     EISSN : 2541013X     DOI : 10.26905
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Tabularasa is a scientific periodical journal issued by the Faculty of Psychology, University of Merdeka Malang. It is published twice a year, in April and October. The journal's scopes include clinical psychology, developmental psychology, educational psychology, and industrial & organizational psychology. This scientific periodical journal is aimed to foster, develop, and enhance knowledge in the field of psychology through scientific communication. Authors are encouraged to submit complete, unpublished, original, full-length articles that are not currently being reviewed in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024" : 8 Documents clear
Mengapa ibu bekerja mengalami stres pengasuhan? literatur review pada ibu bekerja di Asia Hermin Nurbaity Asri; Wiwin Hendriani
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.10986

Abstract

ABSTRACTThis is the Parenting and work can be burdens that cause parenting stress. Parenting stress is a set of processes that lead to aversive psychological and physiological reactions arising from attempts to adapt to the demands of parenthood. (Deater-Deckard, 2004). This literature review aims to determine the sources of parenting stress for working mothers in Asia. The literature review was carried out on the Researchgate and Pubmed databases. Inclusion in journals with non-quantitative research methods, with subjects working mothers and having children, and conducted in the Asian region. The results indicated that parenting stress of working mothers in Asia comes from individual, child and environmental factors. Individual factors include guilt, fatigue, and anxiety and time constraints. The child factor is related to the number of children, the age of the child, and the health problems of the child. Environmental factors include the work environment, relationships with family members, and culture. Thus, strategies need to be given to working mothers to help and support them dealing with and managing their parenting stress. ABSTRACTMengasuh dan bekerja dapat menjadi beban yang menyebabkan stres pengasuhan. Stres pengasuhan merupakan serangkaian proses yang membawa pada kondisi psikologis dan fisiologis yang tidak disukai dan muncul dalam upaya beradaptasi dengan tuntutan peran sebagai orangtua (Deater-Deckard, 2004). Literatur review ini bertujuan untuk mengetahui sumber-sumber stres pengasuhan pada ibu bekerja di Asia. Teknik literatur review dila- kukan pada database Researchgate dan Pubmed. Inklusi pada jurnal dengan metode penelitian non-kuantitatif, subyek ibu bekerja dan memiliki anak, serta dilakukan di wilayah Asia. Hasil menunjukkan bahwa stres pengasuhan ibu bekerja di Asia bersumber dari faktor individu, anak dan lingkungan. Faktor individu meliputi rasa bersalah, kele- lahan, serta kecemasan dan keterbatasan waktu. Faktor anak berkaitan dengan jumlah anak, usia anak, dan masalah kesehatan anak. Faktor lingkungan meliputi lingkungan kerja, hubungan dengan anggota keluarga, dan budaya. Dengan demikian, strategi- strategi penanganan perlu diberikan pada ibu bekerja untuk membantu dan mendukung ibu bekerja menghadapi serta mengelola stres pengasuhan yang dialaminya.
Penggunaan criminal profiling dalam menentukan typology penjahat konvensional dan penjahat siber:systematic literature review Dewi Purnama Sari; Yusti Probowati; Marry Philia Elisabeth; Ayuni Ayuni
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.12154

Abstract

ABSTRACT Criminal profiling in conventional crimes and cybercrimes makes an important contribution to law enforcement officials in finding patterns of criminal behavior, characteristics, and underlying motives for crime. This literature provides a brief overview of the history of the use of criminal profiling as a crime investigation tool and the development of investigative techniques used by investigators. The purpose of this literature study is to describe more broadly the typology used by profilers in categorizing conventional criminals and cybercriminals. The researcher uses the systematic literature review method in analyzing the data. Based on the systematic literature review, it is found that there are differences in the typology of conventional crimes and cyber crimes. This is due to differences in the media or tools used, modus operandi, motivation, and place of occurrence. The implications of the results of this study produce a new understanding of the differences in criminal typology whose function isto assist law enforcement officialsin uncovering criminal acts and preventive measures. ABSTRAK Criminal profiling pada kejahatan konvensional maupun kejahatan siber memberikan kontribusi penting bagi aparat penegak hukum dalam menemukan pola perilaku kejahatan, karakteristik, dan motif yang mendasari tindak kejahatan. Studi literature ini memberikan gambaran singkat tentang sejarah penggunaan criminal profiling sebagai alat investigasi kejahatan serta perkembangan teknik investigasi yang digunakan oleh tim penyelidik. Tujuan studi literature ini untuk mendeskripsikan lebih luas typology yang digunakan oleh para profiler dalam mengkategorikan penjahat konvensional maupun penjahat siber. Peneliti menggunakan metode systematic literature review dalam menganalisa data. Berdasarkan systematic literature review, ditemukan adanya perbedaan typology pada kejahatan konvensional maupun kejahatan siber. Hal ini karena perbedaan media atau alat yang digunakan, modus operandi, motivasi serta tempat terjadinya perkara. Implikasi dari hasil penelitian ini menghasilkan sebuah pemahaman baru terkait adanya perbedaan typology penjahat yang fungsinya membantu aparat penegak hukum dalam mengungkap tindak pidana serta tindakan pencegahan.
Hubungan regulasi emosi dan efikasi diri pada guru pendamping di sekolah Inklusif Padang Rozi Sastra Purna; Weno Pratama; Yoszya Silawati; Fitri Angraini
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.12931

Abstract

ABSTRACT Inclusive education is a form of innovative and strategical education to extend educational access for every child with special needs, especially for children with disabilities. The aim of this research is to know the relationship between emotion regulation and self-efficacy on shadow teachers at the inclusive school, Padang. The method that is used in this research is quantitative method which is kind of correlational research. The instrument research is using a questionnaire which form of Likert scale based on the indicator each variable. The research participants are special caregiver needs teachers at inclusive school in Padang which amounts to 50 people. They are consisting of 6 males and 44 females. The method for obtaining the sample is using the total population technic sampling. The result of research is pointing out there is a relationship between emotion regulation and self-efficacy on special caregiver needs teachers at inclusive school in Padang, with the coefficient values about 0.421.ABSTRACTPendidikan inklusi adalah salah satu bentuk pendidikan yang inovatif dan strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak dengan kebutuhan khusus, terlebih untuk anak dengan disabilitas.. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan efikasi diri pada guru pendamping khusus di sekolah inklusi Kota Padang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif yang termasuk pada penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner dalam bentuk skala likert yang berdasarkan pada indikator masingmasing variabel. Partisipan dari penelitian ini adalah para guru pendamping berkebutuhan khusus di sekolah inklusi Kota Padang dengan jumlah 50 orang yang terdiri atas 6 laki-laki dan 44 perempuan. Metode yang digunakan untuk memperoleh sampel penelitian adalah dengan teknik sampling total populasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan efikasi diri pada guru pendamping berkebutuhan khusus di sekolah inklusi Kota Padang dengan nilai koefisien sebesar 0.421.
Melatih keterampilan interpersonal pada anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) menggunakan boneka jari (finger puppet) Rezki Suci Qamaria; Kafin Trisyafatna; Moh. Irfan Burhani
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.10817

Abstract

ABSTRACT Interpersonal skills are skills in dealing with other people. It is important to train interpersonal skills in children who are latein speaking so they can interact properly. One way to practice interpersonal skills is with the finger puppet method. This study aim to determine the application of the finger puppet method in training interpersonal skillsin children who experience speech delays in one of the X inclusion schools in Kediri City. This study uses a type of experimental research with the Single Case Design (SCD). Subjects in this study were children who experienced speech delays and difficulties in interpersonal skills. Data collection techniques using observation and interviews. Data analysis used descriptive statistics by calculating the average value of the subject’s interpersonal skills then presented in the form of diagrams and drawing conclusions. The results of measuring interpersonal skills showed an increase, namely in the baseline phase an average of 32.6 wasin the low category, in cycle 1 of 51 was in the low category, in cycle 2 of 76.4 was in the medium category, and follow-up was 88.5 in the high category. So, it can be concluded that the application of the finger puppet method can improve the interpersonal skills of children who experience speech delays. ABSTRAK Keterampilan interpersonal adalah keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain. Penting melatih keterampilan interpersonal pada anak yang terlambat bicara agar dapat berinteraksi dengan baik. Salah satu cara untuk melatih keterampilan interpersonal adalah dengan metode boneka jari (finger puppet). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode boneka jari (finger puppet) dalam melatih keterampilan interpersonal pada anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) di salah satu sekolah inklusi X Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain Single Case Desain (SCD). Subjek dalam penelitian ini adalah anak yang mengalami keterlambatan bicara dan kesulitan dalam keterampilan interpersonal. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata keterampilan interpersonal subjek kemudian disajikan dalam bentuk diagram dan penarikan kesimpulan. Hasil pengukuran keterampilan interpersonal terdapat peningkatan yaitu pada fase baseline mendapatkan rata-rata sebesar 32,6 berada pada kategori rendah, pada siklus 1 sebesar 51 berada pada kategori rendah, pada siklus 2 sebesar 76,4 berada pada kategori sedang, dan follow-up sebesar 88,5 berada pada kategori tinggi. Maka, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode boneka jari (finger puppet) dapat meningkatkan keterampilan interpersonal anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay).
The depressing nakedness: peran cyberpornography dalam meningkatkan rasa kesepian Devie Yundianto; Hanifah Khairunnisa
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.10855

Abstract

ABSTRACTThis study aims to discover the influence of cyberpornography on loneliness among students. The study hypothesis is to find out the correlation between dimensions of cyberpornography and differences in the loneliness level within the scope of loneliness in terms of gender and relationship status. The researchers implemented quantitative correlational research as the research method in this study. The researchers used purposive sampling as the sampling technique, with 56 respondents (SD = 1.66) of university students aged 18-27 years who had accessed pornographic content in the last six months. Based on the results, the influence of cyberpornography on loneliness has a significance value of 0.002 and a correlation value of 0.41. In addition, the perceived compulsivity dimension that affects loneliness has a significance value of 0.01 and a correlation value of 0.41. Moreover, the significance value of the access effort dimension is 0.73, and the emotional distress dimension is 0.27, where the p-value value, so there is no significant effect of these two dimensions on loneliness. Furthermore, on the test based on gender, the significance value is 0.45, and the relationship status is 0.11, where the p-value alpha means there is no significant difference in loneliness. ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cyberpornography terhadap kesepian di kalangan pelajar. Hipotesis penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara dimensi cyberpornography dan perbedaan tingkat kesepian dalam lingkup kesepian ditinjau dari gender dan status hubungan. Para peneliti menerapkan penelitian kuantitatif korelasional sebagai metode penelitian dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel, dengan 56 responden (SD = 1,66) mahasiswa berusia 18-27 tahun yang pernah mengakses konten pornografi dalam enam bulan terakhir. Berdasarkan hasil, pengaruh cyberpornography terhadap kesepian mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,002 dan nilai korelasi sebesar 0,41. Selain itu, dimensi perceived compulsivity yang mempengaruhi kesepian memiliki nilai signifikansi sebesar 0,01 dan nilai korelasi sebesar 0,41. Sedangkan nilai signifikansi dimensi access effort sebesar 0,73 dan dimensi emotional distress sebesar 0,27 dimana p-value value maka tidak terdapat pengaruh signifikan kedua dimensi tersebut terhadap kesepian. Selanjutnya pada uji berdasarkan jenis kelamin diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,45 dan status hubungan sebesar 0,11 dimana nilai p-value alpha berarti tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap kesepian.
Pengaruh musik instrumental terhadap perhatian belajar mahasiswa psikologi tingkat akhir di UIN Malang Umdatul Khoirot; Haris Maulana Yusuf; Inarotul Aisyah; Sultoni Bagas Alfikri
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.10849

Abstract

ABSTRACT Attention is the mental ability that allows an individual to focus, direct, and sustain their thoughts on a specific object or task. Unfortunately, many students experience difficulties in maintaining their attention while studying, which can lead to a decline in the quality of learning outcomes. This study aims to evaluate the influence of instrumental music on the learning attention of senior-level psychology students at the State Islamic University (UIN) Malang. The research employs an experimental design with a Single Case Experimental Design approach. The study participants consist of 15 6th-semester psychology students who meet the established inclusion and exclusion criteria. The primary observed variable is learning attention, which is measured using the Digit Symbol test from the Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). The data analysis results, utilizing a t-test, reveal an average increase of -4.6 in learning attention scores from the pre-test to the post-test condition. The 95% confidence interval indicates that the actual difference between pre- and post-intervention instrumental music learning attention scores falls within the range of -4.054 to -5.146. From the analysis and interpretation of the data, it can be concluded that instrumental music has a significant influence in enhancing the learning attention of senior-level psychology students. ABSTRAK Perhatian adalah kemampuan mental yang memungkinkan seseorang untuk memusatkan pikiran, mengarahkannya, dan mempertahankan fokus pada suatu objek atau tugas tertentu, Sayangnya, banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mempertahankan perhatian mereka selama belajar, yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh musik instrumental terhadap perhatian belajar mahasiswa psikologi tingkat akhir di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan Single Case Experimental Design. Partisipan penelitian terdiri dari 15 mahasiswa psikologi semester 6 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Variabel utama yang diamati adalah perhatian belajar, yang diukur menggunakan alat tes Digit Symbol dari Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Hasil analisis data menggunakan uji t-test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor perhatian belajar sebesar 4,6 dari kondisi pre-test ke post-test. Interval kepercayaan 95% menunjukkan bahwa perbedaan sebenarnya antara skor perhatian belajar sebelum dan sesudah intervensi musik instrumental berada dalam rentang -4,054 hingga -5,146. Dari analisis dan interpretasi data dapat disimpulkan bahwa musik instrumental memiliki pengaruh yang signifikan dalammeningkatkan perhatian belajar mahasiswa psikologi tingkat akhir.
Kelekatan tidak aman dan cyberchondria pada dewasa awal: kecemasan kesehatan sebagai mediator Putu Angita Gayatri; Atika Dian Ariana
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.12485

Abstract

ABSTRACTEarly adults are the highest internet health information seekers in Indonesia. Some people search the Internet excessively or repetitively for health information, which causes stress and/or anxiety. This phenomenon is called Cyberchondria. Attachment is thought to be at least indirectly related to Cyberchondria This cross-sectional study aims to determine the relationship between Insecure Attachment and Cyberchondria with Health Anxiety as a mediator. A total of 165 participants completed the Experience in Close Relationship-Revised (ECR-R), Short Health Anxiety Inventory (SHAI), and Cyberchondria Severity Scale-12 (CSS-12) questionnaires. Health Anxiety partially mediated the relationship between Anxious Attachment dimension and Cyberchondria (B=0.0430, CI95[0.0122; 0.0683], p=0.003). Health Anxiety did not mediate the relationship between Avoidant Attachment dimension and Cyberchondria (B=0.0200, CI95[-0.0360; 0.0680], p=0.437). However, Avoidant Attachment dimension can directly explain Cyberchondria (B=0.0843, CI95[0.0200; 0.1795], p=0.034). Suggest that each dimension of Insecure Attachment is related and can explain Cyberchondria although by different mechanisms. These results have implications for the development of understanding of the phenomenon of cyberchondria, especially from a developmental theory perspective.ABSTRACTIndividu dewasa awal merupakan pengguna internet tertinggi dalam mencari informasi kesehatan di Indonesia. Sejumlah orang mencari informasi kesehatan secara berlebihan atau berulang-ulang di internet yang kemudian memunculkan tekanan dan/atau kecemasan. Fenomena ini disebut Cyberchondria. Attachment diduga berhubungan setidaknya secara tidak langsung dengan Cyberchondria. Penelitian cross-sectional ini dilakukan untuk mengetahui hubungan Insecure Attachment dan Cyberchondria dengan Health Anxiety sebagai mediator. Sejumlah 165 partisipan melengkapi kuesioner Experience in Close RelationshipRevised (ECR-R), Short Health Anxiety Inventory (SHAI), dan Cyberchondria Severity Scale-12 (CSS-12). Hasil menunjukkan bahwa Health Anxiety memediasi secara parsial hubungan dimensi Anxious Attachment dan Cyberchondria (B=0,0430, CI95[0,0122; 0,0683], p=0,003). Namun, Health Anxiety tidak memediasi hubungan dimensi Avoidant Attachment dan Cyberchondria (B=0,0200, CI95[-0,0360; 0,0680], p=0,437). Walaupun demikian, Avoidant Attachment dapat menjelaskan secara langsung Cyberchondria (B=0,0843, CI95[0,0200; 0,1795], p=0,034). Disimpulkan masing-masing dimensi Insecure Attachment berhubungan dan dapat menjelaskan Cyberchondria meskipun dengan mekanisme berbeda. Temuan ini berimplikasi pada perkembangan pemahaman fenomena Cyberchondria, terutama melalui perspektif teori perkembangan.
Kualitas hidup mahasiswa: tinjauan dari peran dukungan sosial keluarga, teman, dan significant others Dessi christanti; Eli Prasetyo; Detricia Tedjawidjaja
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 19, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.10721

Abstract

ABSTRACTVarious problems and challenges as a student can make individual feels stressed so that ultimately individuals perceive their quality life as low. Quality of life is an individual’s evaluation of the quality of some of his or her functions in the context of the culture and values in which individual lives. One of the factors that affect quality of live is the social support which can come from family, peers, and significant others. Social support is a help from other people for individuals. Social support is needed by individual to be able to deal with the problem well so as not to reduce the level of quality of life. This study aimed to determine the role of social support from family, peers, and significant others on the quality of life of students. The research subject were 148 students (male = 38, female = 109) who were studying in Surabaya. This study used Youth Quality of Life Instrument Short version (YQL-SF) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPPS). The result showed that the three sources of social support together played a role in improving quality of life of students (F = 29,540; p = 0,001). The magnitude of the contribution of the social support is 38,1%. Of the three sources of social support, only family social support significantly affects quality of life. This finding is because most of the research subjects still live with their family. The implication of this research is that it is important for families to support consistently their children to have a good quality of life.ABSTRACTBeragam tantangan dan masalah sebagai mahasiswa dapat membuat individu merasa stres sehingga individu memersepsi kualitas hidupnya rendah. Kualitas hidup adalah evaluasi individu terhadap kualitas beberapa fungsi dirinya dalam konteks budaya dan nilai-nilai di tempat individu tinggal. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah dukungan sosial yang dapat bersumber dari keluarga, teman dan significant others. Dukungan sosial adalah bantuan dari orang lain bagi individu. Dukungan sosial diperlukan indvidu agar mampu menghadapi masalah sehingga tidak menurunkan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dari keluarga, teman, dan significant others terhadap kualitas hidup mahasiswa. Subyek penelitian adalah 148 orang mahasiswa (laki-laki = 39, perempuan = 109) yang sedang kuliah di Surabaya. Penelitian ini menggunakan alat ukur Youth Quality of Life Instrument – Short version (YQL-SF) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MPPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama ketiga sumber dukungan sosial berperan meningkatkan kualitas hidup mahasiswa (F = 29,540 ; p = 0,001). Besarnya sumbangan peran dukungan sosial terhadap kualitas hidup sebesar 38.1%. Dari ketiga sumber dukungan sosial, hanya dukungan sosial dari keluarga yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa (p = 0,001). Temuan ini diduga karena sebagian besar subjek penelitian masih tinggal bersama dengan keluarganya. Implikasi penelitian ini adalah penting bagi keluarga untuk secara konsisten mendukung anaknya agar memiliki kualitas hidup yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8