cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Mintakat: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14117193     EISSN : 26544059     DOI : 10.26905
Core Subject : Social, Engineering,
Mintakat: Jurnal Arsitektur (JAM) dalam versi jurnal online yang terbit di tahun 2017 ini sebenarnya adalah format baru dari penerbitan offline sejak tahun 2000. Jurnal ini diterbitkan oleh oleh Group Konservasi Arsitektur & Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang. Dalam format online JAM merencanakan akan terbit 2 (dua) kali dalam setiap volume pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2004): Maret 2004" : 2 Documents clear
Studi Kenyamanan Termal Pada Rumah Susun Menanggal, Surabaya Mufidah Mufidah
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2004): Maret 2004
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4318.534 KB) | DOI: 10.26905/mintakat.v5i1.583

Abstract

MORFOLOGI DAN TIPOLOGI KOTA TRENGGALEK Rifan Handoko
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2004): Maret 2004
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/mintakat.v5i1.1943

Abstract

Perkembangan kota Trenggalek yang dikaji dengan tinjauan historis dari studi morfologi dan tipologi dikelompokkan ke dalam kawasan pemerintahan, kawasan perdagangan dan kawasan permukiman. Pusat pemerintahan pertama kali dibentuk pada abad 18 sebagai daerah kekuasaan Mataram dan terletak di Surodakan yang berupa kadipaten. Pada pemerintahan kolonial Belanda banyak penambahan di sekitar alun-alun untuk fungsi dan kadipaten menjadi kota kawedanan dari kabupaten Tulungagung. Pada masa kemerdekaan terjadi perluasan alun-alun yang memotong sumbu jalan utama dan perubahan fungsi. Kawasan permukiman berciri tradisional dengan penggunaan toponim Jawa seperti Pandean, Dabangsan, Sasoetan, Tamertan, Jambangan, Ngantru, Ngemplak dan Sawahan. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda dilakukan pembagian menurut tingkatan masyarakatnya yaitu : permukiman bangsawan dan pemerintah, permukiman Belanda, permukiman kaum Cina dan terakhir permukiman pribumi. Saat ini hal tersebut tidak tampak lagi karena dibumihanguskannya pusat kota pada tahun 1949 dan minoritasnya penduduk Cina. Kawasan perdagangan dimulai dengan pasar tradisional yaitu Pasar Pon yang terletak di jalan Panglima Sudirman kelurahan Sumbergedong. Kegiatan perdagangan ini juga diwarnai oleh kedatangan etnis Cina yang bermukim disekitar Pasar Pon. Sampai saat ini perekonomian kota relatif lambat dan cenderung tertarik ke arah Tulungagung.

Page 1 of 1 | Total Record : 2