cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
OSEATEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "No 03 (2008): April" : 9 Documents clear
PENGGUNAAN ANALISIS DIMENSI UNTUK PENGALIHAN PENGUJIAN SHEDDING FREQUENCY PADA UJI TEROWONGAN ANGIN KE UJI TEROWONGAN AIR Wibowo, Agus
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.078 KB)

Abstract

Shedding frequency yang terjadi pada komponen struktur jembatan yang panjang perlu diketahui besarnya, karena komponen struktur yang mengalami beban dinamik akan lebih cepat mengalami patahan, Shedding frequency yang besar  akan mengakibatkan getaran dan menjadikan beban dinamis semakin besar untuk itu perlu dilakukan pengujian terhadap besarnya suatu Shedding frequency Pengguanaan analisis dimensi akan memudahkan dalam menganalisis dan membuat langkah eksperimen lebih cepat dan terarah. Dengan data  struktur komponen jembatan yang mempunyai penampang   D = 0,1 m,  H = 0,3 m, kecepatan angin bekerja pada kecepatan  50 km/jam dan standar udara ditentukan. Serta  Shedding frequency yang akan diuji dengan model pada terowongan air pada  suhu air 20ºC. Hasil pehitungan didapat untuk model D = 20 mm dan H = 60 mm, untuk  pengujian model diterowongan air menggunakan kecepatan V = 4,79 m/s dan untuk perkiraan shedding frequency pada prototype = 0,58Hz atau  shedding frequency pada prototype besarnya 0,58 kali hasil pengukuran shedding frequency model didalam terowongan air. Kata Kunci : Dimensi, Shedding Frequency, Model, Prototype
OPERATOR YANG BEKERJA PADA RUANG FUNGSI TERINTEGRAL BOCHNER ., Munadi; ., Isnani
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.757 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan sebagian sifat-sifat jika suatu operator bekerja pada ruang fungsi terintegral Bochner. Untuk itu dibahas terlebih dahulu teori-teori yang mendukungnya, antara lain definisi fungsi yang terintegral Bochner dan primitivenya. Metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah metode studi pustaka, yaitu berdasarkan penelitian yang mendalam terhadap literatur-literatur yang berkaitan, kemudian hasilnya dijabarkan dan disajikan dalam bentuk artikel berupa teori tentang sifat-sifat operator yang bekerja pada ruang terintegral Bochner. Teori tersebut memuat definisi, lemma dan teorema beserta buktinya.Dari kajian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut : Jika diberikan interval I Ì Â dan ruang Banach X dan Y, maka dua pernyataan berikut berlaku : (i) Jika T : X ® Y merupakan operator linear terbatas dan f : I ® X terintegral Bochner, maka T O f : t ® T ( f ( t ) ) terintegral Bochner dan (ii) Jika A operator linear tertutup pada X dan f : I ® X terintegral Bochner, dengan f(t) Î D(A) untuk setiap t Î I serta A O f : I ® X terintegral Bochner, maka dan Kata Kunci : Ruang Banach, Operator, dan Fungsi Terintegral Bochner.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPAK PADA BAJA ST Santosa, irfan
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2046.565 KB)

Abstract

Dibidang produksi dewasai ini mendapat porsi perhatian lebih dari pemerintah, apalagi disektor logam. Tentu peluang ini harus ditangkap danditindaklanjuti dengan peningkatan mutu dan efisiensi, salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pada logam khususnya pada baja adalah tahannya jenis logam ini pada kekuatan tarik dan keuletannya . Baja ST 41 meruakan jenis logam medium carbon, artinya logam ini terdiri dari campuran ferrite dan pearlite yang kandungannya sama-sama besar atau setara dengan baja S 40 C (JIS, G4051), dengan komposisi panduan 0,37-0,43 % C, 0,5-0,35% Si, 0,60-0,90% Mn. Daya tahan baja ST 41 ini memiliki kekuatan dan keuletan yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek perlakuan panas terhadapkeausan abrasive dan ketangguhan impak pada baja ST 41. Dengan memperbandingkan antara ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa dengan ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan annealing, normalizing dan quenching . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : baja ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa termasuk baja yang mempunyai kekuatan tarik dan  kekenyalan yang cukup tinggi. Tetapi setelah diberi perlakuan panas mengalami perubahan pada kekuatan tarik dan kekenyalannya. Pada baja ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan cara annealing, kekuatan tariknya menurun. Ini bisa dilihat dari nilai kekuatan tariknya yang hanya 29,87 kgf/mm2. Tetapi nilai kekuatan impaknya meningkat yaitu 68,86 kg/mm. Dengan kata lain semakin lunak dan kenyal. Begitu juga dengan di normalizing, kekuatan tariknya lebih tinggi dibandingkan dengan annealing yaitu 32,22 kgf/mm2 dan kekenyalannya juga meningkat yaitu 61,13 kg/mm. Pada baja ST 41 yang dihardening (quench) dengan menggunakan air garam atau air laut mempunyai kekuatan tarik yang tinggi dibandingkan dengan annealing dan normalizing yaitu sampai 43,97 kgf/mm2, tetapi nilai kekuatan impaknya menurun. Dengan katalain sifat baja yang dihardening akan semakin keras tetapi rapuh Kata kunci : annealing, Normalizing, Quenching
PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK DALAM PERANCANGAN PADA PT.MENTARI MASSEN TOYS INDONESIA-JOMBANG Luthfianto, Saufik; ., Zulfah
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.461 KB)

Abstract

PT.Mentari Massen Toys Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi mainan anak dari bahan baku kayu (wooden toys) yang saat ini sedang berusaha meningkatkan produknya agar bisa tetap diterima oleh konsumen. Untuk dapat mengetahui apa yang menjadi keinginan konsumen diperlukan suatu metode, yaitu Quality Function Deployment suatu metode yang digunakan olehperusahaan untuk mengantisipasi dan menentukan prioritas kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut dalam produk yang disediakan bagi konsumen. Dari hasil penelitian terdapat 13 atribut yang dipentingkan oleh konsumen yaitu:Model produk, Nilai Keamanan, Nilai Pendidikan, Warna produk, Harga produk, Kekuatan produk, Tidak Cacat Body, Ketepatan Pemasanngan, Kehalusan Bahan Baku, Kesamaan Ukuran Bahan Baku, Kelurusan Bahan Baku, Pendempulan, dan Kemasan Produk sedangkan atribut yang dipentingkan oleh konsumen adalah Kehalusan Bahan Baku dengan Nilai Importance to Customer 4.63 dan Kekuatan Produk dengan Nilai Importance to Customer 4.59Kata kunci : Konsumen, Kualitas dan Kepuasan Pelanggan.
PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK DALAM PERANCANGAN PADA PT.MENTARI MASSEN TOYS INDONESIA-JOMBANG Luthfianto, Saufik; ., Zulfah
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.461 KB)

Abstract

PT.Mentari Massen Toys Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi mainan anak dari bahan baku kayu (wooden toys) yang saat ini sedang berusaha meningkatkan produknya agar bisa tetap diterima oleh konsumen. Untuk dapat mengetahui apa yang menjadi keinginan konsumen diperlukan suatu metode, yaitu Quality Function Deployment suatu metode yang digunakan olehperusahaan untuk mengantisipasi dan menentukan prioritas kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut dalam produk yang disediakan bagi konsumen. Dari hasil penelitian terdapat 13 atribut yang dipentingkan oleh konsumen yaitu:Model produk, Nilai Keamanan, Nilai Pendidikan, Warna produk, Harga produk, Kekuatan produk, Tidak Cacat Body, Ketepatan Pemasanngan, Kehalusan Bahan Baku, Kesamaan Ukuran Bahan Baku, Kelurusan Bahan Baku, Pendempulan, dan Kemasan Produk sedangkan atribut yang dipentingkan oleh konsumen adalah Kehalusan Bahan Baku dengan Nilai Importance to Customer 4.63 dan Kekuatan Produk dengan Nilai Importance to Customer 4.59Kata kunci : Konsumen, Kualitas dan Kepuasan Pelanggan.
PENGARUH SALINITAS DAN PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) PADA PENDEDERAN II Lisdiyanti, Dian; Nurjanah, Nurjanah; Suyono, Suyono
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.755 KB)

Abstract

Ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang potensial untuk dibudidayakan. Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh faktor lingkungan diantaranya faktor salinitas dan kepadatan ikan selama pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas 1 %o, 2 %o, dan 3 %o serta padat penebaran 40 ekor/m2, 50 ekor/m2, dan 60 ekor/m2 terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) pada tahap pendederan II. Perbedaan salinitas dan padat penebaran berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan bobot individu, tingkat kelangsungan hidup, dan konversi pakan ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) dengan perlakuan salinitas 0 %o dengan padat penebaran 40 ekor/m2 merupakan perlakuan terbaik selama penelitian.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPAK PADA BAJA ST Santosa, irfan
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2046.565 KB)

Abstract

Dibidang produksi dewasai ini mendapat porsi perhatian lebih dari pemerintah, apalagi disektor logam. Tentu peluang ini harus ditangkap danditindaklanjuti dengan peningkatan mutu dan efisiensi, salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pada logam khususnya pada baja adalah tahannya jenis logam ini pada kekuatan tarik dan keuletannya . Baja ST 41 meruakan jenis logam medium carbon, artinya logam ini terdiri dari campuran ferrite dan pearlite yang kandungannya sama-sama besar atau setara dengan baja S 40 C (JIS, G4051), dengan komposisi panduan 0,37-0,43 % C, 0,5-0,35% Si, 0,60-0,90% Mn. Daya tahan baja ST 41 ini memiliki kekuatan dan keuletan yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek perlakuan panas terhadapkeausan abrasive dan ketangguhan impak pada baja ST 41. Dengan memperbandingkan antara ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa dengan ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan annealing, normalizing dan quenching . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : baja ST 41 yang tidak diberi perlakuan apa-apa termasuk baja yang mempunyai kekuatan tarik dan  kekenyalan yang cukup tinggi. Tetapi setelah diberi perlakuan panas mengalami perubahan pada kekuatan tarik dan kekenyalannya. Pada baja ST 41 yang diberi perlakuan panas dengan cara annealing, kekuatan tariknya menurun. Ini bisa dilihat dari nilai kekuatan tariknya yang hanya 29,87 kgf/mm2. Tetapi nilai kekuatan impaknya meningkat yaitu 68,86 kg/mm. Dengan kata lain semakin lunak dan kenyal. Begitu juga dengan di normalizing, kekuatan tariknya lebih tinggi dibandingkan dengan annealing yaitu 32,22 kgf/mm2 dan kekenyalannya juga meningkat yaitu 61,13 kg/mm. Pada baja ST 41 yang dihardening (quench) dengan menggunakan air garam atau air laut mempunyai kekuatan tarik yang tinggi dibandingkan dengan annealing dan normalizing yaitu sampai 43,97 kgf/mm2, tetapi nilai kekuatan impaknya menurun. Dengan katalain sifat baja yang dihardening akan semakin keras tetapi rapuh Kata kunci : annealing, Normalizing, Quenching
OPERATOR YANG BEKERJA PADA RUANG FUNGSI TERINTEGRAL BOCHNER ., Munadi; ., Isnani
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.757 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan sebagian sifat-sifat jika suatu operator bekerja pada ruang fungsi terintegral Bochner. Untuk itu dibahas terlebih dahulu teori-teori yang mendukungnya, antara lain definisi fungsi yang terintegral Bochner dan primitivenya. Metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah metode studi pustaka, yaitu berdasarkan penelitian yang mendalam terhadap literatur-literatur yang berkaitan, kemudian hasilnya dijabarkan dan disajikan dalam bentuk artikel berupa teori tentang sifat-sifat operator yang bekerja pada ruang terintegral Bochner. Teori tersebut memuat definisi, lemma dan teorema beserta buktinya.Dari kajian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut : Jika diberikan interval I Ì Â dan ruang Banach X dan Y, maka dua pernyataan berikut berlaku : (i) Jika T : X ® Y merupakan operator linear terbatas dan f : I ® X terintegral Bochner, maka T O f : t ® T ( f ( t ) ) terintegral Bochner dan (ii) Jika A operator linear tertutup pada X dan f : I ® X terintegral Bochner, dengan f(t) Î D(A) untuk setiap t Î I serta A O f : I ® X terintegral Bochner, maka dan Kata Kunci : Ruang Banach, Operator, dan Fungsi Terintegral Bochner.
PENGGUNAAN ANALISIS DIMENSI UNTUK PENGALIHAN PENGUJIAN SHEDDING FREQUENCY PADA UJI TEROWONGAN ANGIN KE UJI TEROWONGAN AIR Wibowo, Agus
OSEATEK No 03 (2008): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.078 KB)

Abstract

Shedding frequency yang terjadi pada komponen struktur jembatan yang panjang perlu diketahui besarnya, karena komponen struktur yang mengalami beban dinamik akan lebih cepat mengalami patahan, Shedding frequency yang besar  akan mengakibatkan getaran dan menjadikan beban dinamis semakin besar untuk itu perlu dilakukan pengujian terhadap besarnya suatu Shedding frequency Pengguanaan analisis dimensi akan memudahkan dalam menganalisis dan membuat langkah eksperimen lebih cepat dan terarah. Dengan data  struktur komponen jembatan yang mempunyai penampang   D = 0,1 m,  H = 0,3 m, kecepatan angin bekerja pada kecepatan  50 km/jam dan standar udara ditentukan. Serta  Shedding frequency yang akan diuji dengan model pada terowongan air pada  suhu air 20ºC. Hasil pehitungan didapat untuk model D = 20 mm dan H = 60 mm, untuk  pengujian model diterowongan air menggunakan kecepatan V = 4,79 m/s dan untuk perkiraan shedding frequency pada prototype = 0,58Hz atau  shedding frequency pada prototype besarnya 0,58 kali hasil pengukuran shedding frequency model didalam terowongan air. Kata Kunci : Dimensi, Shedding Frequency, Model, Prototype

Page 1 of 1 | Total Record : 9