cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
OSEATEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 01 (2015): Juni" : 24 Documents clear
Aspek Keselamatan Kerja Kapal Purse Seine di Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan Kota Tegal Jasman, Thimotius
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.674 KB)

Abstract

Dalam upaya melindungi dan menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan kerja awak kapal perikanan, maka faktor keselamatan operasional kapal perikanan di laut sangatlah penting untuk diprioritaskan, terutama ketersediaan alat keselematan kapal harus tersedia dan kondisinya baik, sehingga bila terjadi kecelakaan kapal alat keselamatan kerja di kapal siap digunakan. Dengan terciptanya keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik dan tepat akan memberikan ketenangan dan kegairahan kerja yang dapat menunjang terjadinya pertumbuhan dan perkembangan produksi dan produktivitas kerja bagi anak buah kapal, serta dapat memberikan iklim yang baik dalam menimbulkan stabilitas sosial dilingkungan masyarakat ketenagakerjaan. Nelayan purse seine sudah memahami arti penting peralatan keselamatan kerja namun dari kesiapan alat keselamatan kerja di atas kapal belum memenuhi persyaratan pelayaran kapal. Ketersediaan dan kesiapan alat keselamatan kapal pada armada penangkapan purse seine di TPI Pelabuhan sudah tersedia, namun keberadaanya hanya sebagai pemenuhan persyaratanlaik laut. Alat keselamatan kapal yang digunakan pada kapal purse seine di TPI Pelabuhan Kota Tegal terdiri dari peralatan. navigasi : kompas, GPS, dan radio; keselamatan perorangan : life jacket, life bouy, ban dalam, derigen; peralatan kesehatan (P3K); perlengkapan kerja : kacamata kerja, sarung tangan, sepatu kerja; peralatan kerja : derek, capstan, perkakas, tali-tali dan alat bengkelKey word : Keselamatan Kerja, Kapal Purse Seine, Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan
Pemetaan Degradasi Ekosistem Mangrove dan Abrasi Pantai Berbasis Geographic Information System di Kabupaten Brebes-Jawa Tengah ,, Suyono; ,, Supriharyono; Hendrarto, Boedi; Radjasa, Ocky Karna
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.556 KB)

Abstract

Issu degradasi mangrove dan abrasi pantai secara ekologis, sosial, ekonomis senantiasa aktual . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove dan tingkat abrasi pantai di wilayah Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan teknologi GIS (Geographic Information System) dan inderaja melalui interpretasi dan analisis citra satelit Landsat 7 TM. Penentuan model keeratan hubungan dinamika faktor ekologis dengan degradasi mangrove dan abrasi pantai dilakukan melalui analisis system dinamis dengan bantuan soft ware Power Sim 2.0. Hasil intepretasi data satelit menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) menunjukan bahwa luasan mangrove di wilayah pantai Kabupaten Brebes tinggal 243.20 hektar tersebar di wilayah pantai Kecamatan Losari 26.56 ha., di Kecamatan Tanjung 5.60 ha., di Kecamatan Bulakamba 35.42 ha., di Kecamatan Wanasari 14.31 ha. dan di Kecamatan Brebes 161.31 ha.. Nilai kerapatan vegetasi mangrove secara total untuk Kecamtan Losari, Tanjung, Bulakamba,Wanasari dan Kecamatan Brebes (Kaliwlingi dan Randusanga Wetan) berturut-turut 10.79 ; 19.46 ; 18.50 ; 13.03 ; 36.43 dan 22.79 individu/ha. dengan kategori berturut-turut : sangat jarang, jarang , jarang, jarang, sedang dan jarang. Di wilayah penelitian dijumpai tiga jenis vegetasi mangrove dalam jumlah layak hitung yakni : Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata , Avicennia marina dimana Rhizophora mucronata memiliki kepadatan paling tinggi (35.73 individu/ha). di Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.Degradasi mangrove dan abrasi di wilayah pantai Kabupaten Brebes masing-masing 68 ha./tahun dan 63ha./tahunKata Kunci : Degradasi, mangrove, abrasi, NDVI, Rhizophora
Pemetaan Wilayah Tambak Berdasarkan Tingkat Kesuburan Perairan dengan Metode Sistem Informasi Geografis sebagai Model Pengelolaan Tambak Berkelanjutan ,, Nurjanah; Kurniawan, Budi; Hartanti, Ninik Umi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.189 KB)

Abstract

Area pertambakan Kota Tegal telah mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan, industri, pengolahan sampah, pengolahan limbah, yang dibangun di sekitar area tambak. Terjadinya penyempitan lahan tambak dari tahun ke tahun menjadi perumahan, industri, Upaya pemerintah dalam pengembangan pertambakan Kota Tegal lebih ditekan pada pemberian bantuan pada pengadaan bibit dan pelatihan budidaya tambak. Kebijakan pemeritah Kota Tegal terlihat bahwa pengembangan budidaya tambak di Kota Tegal semakin menyempit dan hanya di wilayah Kelurahan Muarareja dan Kelurahan Margadana. Namun bila dilihat dari lokasi budidaya keberadaan tambak berada setelah areal perumahan. Hal ini dapat mengakibatkan proses budidaya tambak menjadi terganggu bila keberadaannya terhimpit oleh perumahan, pengolahan sampah, pengolahan limbah, dan industri.Kata Kunci : Pemetaan Wilayah Tambak, Tingkat Kesuburan Perairan, Sistem InformasiGeografis
Kebiasaan Makan Kerang Kepah (Polymesoda erosa) di Kawasan Mangrove Pantai Pasir Padi Melinda, Mery; Sari, Suci Puspita; Rosalina, Dwi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.03 KB)

Abstract

Kerang kepah is a type of bivalves are commonly found in coastal mangroves areas Pasir Padi beach. Analysis of food habits can give an idea of the role of this species in the waters, and to know that there is a natural food resources in the waters. This aims of this study analyze food and abundance of kerang kepah. The research was conducted in July 2014. The determination of the station done by Purposive random sampling method.. Kerang kepah were taken from three stations by used transects measuring 1x1 meters squared distance between transects is 10 meters. The results of the analysis in the stomach and intestines kerang kepah, it can be concluded that the main meal in the form of phytoplankton as a natural food in the water as well as a group that plays an important role in aquatic ecosystems and can perform photosynthesis, while the food detritus complementary, IP value in the stomach 75.39% in the form of plankton and 24.62 form detritus, IP value in the instestinesl 75.50% in the form of plankton and 24.5 form detritus. Abundance of kerang kepah on the station I of 3 ind/25 m2, station II 1.75 ind/25 m2 and the station III 2 ind/25 m2. Differences in abundance values for each station were allegedly due to differences in the characteristics of each station.Keywords: Kerang kepah, Food Habits, Mangrove, Pasir Padi Beach

Page 3 of 3 | Total Record : 24