TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control)
Submitted papers are evaluated by anonymous referees by single blind peer review for contribution, originality, relevance, and presentation. The Editor shall inform you of the results of the review as soon as possible, hopefully in 10 weeks. Please notice that because of the great number of submissions that TELKOMNIKA has received during the last few months the duration of the review process can be up to 14 weeks. Communication Engineering, Computer Network and System Engineering, Computer Science and Information System, Machine Learning, AI and Soft Computing, Signal, Image and Video Processing, Electronics Engineering, Electrical Power Engineering, Power Electronics and Drives, Instrumentation and Control Engineering, Internet of Things (IoT)
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 3: December 2007"
:
9 Documents
clear
KINERJA PERPADUAN DETEKSI DATA DAN ESTIMASI KANAL ITERATIF PADA SISTEM KOMUNIKASI NIRKABEL ANTENA JAMAK
Muladi Muladi
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1367
In iterative data-detection and channel-estimation algorithms, the channel estimator and the data detector recursively exchange the information order to improve the system performance. In this paper, maximum a posteriori based iterative data detection and pilot symbol assisted channel estimation of the single parity check product code for multiple antenna wireless communication is studied. Results show the algorithm can converge at a few iteration numbers and improve error probability performance of the system.
PROTOTIPE SISTEM KEAMANAN PINTU RUANGAN MENGGUNAKAN BARCODE PASSWORD DAN PIN PASSWORD
Imam Riadi;
Suprihatin Suprihatin;
Ervin Setyobudi
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1361
Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat, salah satunya adalah dibidang keamanan yaitu penggunaan Barcode Passoword dan PIN Password. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah Prototipe Sistem Keamanan Pintu Ruangan Menggunakan Barcode Password dan PIN Password. Metode yang digunakan untuk membuka dan menutup pintu adalah metode penyesuaian label barcode yang terdapat pada Kartu ID dan PIN dengan data yang terdapat pada database. Sistem Keamanan Pintu Ruangan berkerja apabila label barcode yang discan dan PIN yang dimasukkan sesuai dengan data yang terdapat pada database, sehingga pintu dapat terbuka otomatis. Hasil penelitian ini adalah Prototipe Sistem Keamanan Pintu Ruangan menggunakan barcode password dan PIN Password, Output yang dihasilkan berupa pintu dapat terbuka dan tertutup secara otomatis pada saat label barcode yang terdapat pada Kartu ID discan dan PIN yang dimasukkan sesuai dengan data yang terdapat dalam database.
PERANCANGAN PENGUKUR SWR DIGITAL DAN PENGAMAN TRANSMITER FM 88–108 MHz BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51
Sukma Aji;
Muchlas Muchlas;
Sunardi Sunardi
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1368
Pada sistem saluran transmisi terdapat tegangan gelombang maju dari transmiter ke antena dan tegangan gelombang pantul dari antena ke transmitter. Nilai tegangan gelombang pantul yang tinggi mengakibatkan kerugian dan kerusakan pada transmitter. Perbandingan gelombang maju dan gelombang pantul disebut Standing Wave Ratio (SWR). Semakin kecil nilai tegangan gelombang pantul, nilai SWR semakin kecil dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengukur SWR Digital yang berfungsi membaca nilai SWR dan pengaman transmiter FM dari kerusakan akibat tingginya nilai SWR. Penelitian dilaksanakan dengan eksperimen laboratorium yang dibagi dalam empat tahap: merancang pengukur SWR Digital dan pengaman transmiter FM, merancang perangkat keras penampil nilai SWR berupa 2 digit 7-segmen dan pengaman transmiter FM menggunakan mikrokontroler AT89S51 beserta perangkat lunaknya, menggabungkan hasil rancangan kedua tahap sebelumnya untuk membentuk pengukur SWR Digital dan pengaman transmiter FM dari nilai SWR yang tinggi, dan tahap terakhir menguji alat ukur menggunakan dummy load dengan nilai SWR 1,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SWR Digital dan pengaman transmiter FM 88-108 MHz berbasis mikrokontroler AT89S51 yang dirancang dapat menghitung nilai SWR pada sistem transmiter dan menampilkanya pada 2 digit 7-segmen dan dapat digunakan sebagai pengendali pengaman transmiter FM pada rentang frekuensi 88-108 MHz.
PENGENALAN WAJAH MANUSIA DENGAN METODE PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS (PCA)
Murinto Murinto
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1364
Pengenalan wajah yaitu membandingkan citra masukan dengan suatu database wajah dan menemukan wajah yang paling sesuai dengan masukan citra tersebut. Beberapa pendekatan untuk pengenalan objek dan grafika komputer didasarkan secara langsung pada citra-citra tanpa penggunaan model 3D. Karena dimensi piksel hasil transformasi berukuran besar kemudian dilakukan reduksi dimensi dengan menggunakan analisis komponen utama (Principal Component Analysis) yang juga dikenal dengan metode eigenfaces. Setelah citra pelatihan diolah maka akan dicari nilai rata-ratanya. Dengan penghitungan dari sampel training set akan diperoleh eigenfaces dengan nilai tertinggi. Citra untuk pengujian berupa citra wajah dan bukan wajah yang sebagian merupakan data citra pelatihan, jumlah data uji sebanyak 40 citra yang terdiri dari 35 citra wajah dan 5 citra bukan wajah. Pengukuran jarak euclid (Euclidean Distance) akan menghasilkan nilai maksimum dan minimum, sehingga dapat diperoleh output berupa wajah yang dikenali dan tidak dikenali. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa persentase ketepatan pengenalan wajah pada konfigurasi optimum dari principle component analysis (PCA), menunjukkan hasil yang memuaskan. False positive ratenya menunjukkan angka yang kecil, yakni sebesar 0.125%.
APLIKASI MIKROKONTROLER AT89S52 UNTUK KOMPAS DIGITAL
Bustanul Arifin
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1358
The aim of this research is to design and testing for digital compass with CMPS03 sensor product by Devantech, Ltd, AT89S52 microcontroller, 128x64 pixel LCD Graphic Display. The experiment design to hardware and software. Hardware systems consist several of part, identification system and component choosing. Where as, the design of LCD display and microcontroller programming are software design with SDCC Compiler C language. The result of research showed value 2.30 for accuration and 0.10 for resolution CMPS03 digital compass.
IMPLEMENTASI KUNCI PINTU ELEKTRONIS BERBASIS PLC OMRON CPM1 20CDR
Sarif Syahrudin;
Tole Sutikno;
Wahyu Sapto Aji
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1365
Penggunaan kunci manual yang beredar di pasaran sudah tidak terlalu aman lagi, karena kunci manual mempunyai beberapa kekurangan, antara lain kunci tidak praktis karena terlalu berat sehingga menjadi mudah hilang, mudah dicuri dan mudah diduplikat. Karena kekurangan tersebut maka penggunaan kunci manual semakin tidak disukai orang dan kembali beralih ke penggunaan kunci yang bekerja secara pintu elektronis. Kelebihan kunci pintu elektronis dibandingkan dengan kunci manual yaitu kunci tidak mudah hilang karena hanya dengan menghafalkan sandinya saja, pengoperasiannya lebih mudah dan lebih halus, kunci tidak bisa dicuri, tidak bisa diduplikat dan tidak mungkin tertinggal disembarang tempat. Berdasarkan perbandingan antara kunci manual dan kunci yang bekerja secara elektronis, maka diambillah topik perancangan kunci pintu yang bekarja secra elektronis terprogram, agar diperoleh sebuah bentuk yang lebih terjamin keamanannya dibandingkan dengan kunci manual. Tipe kunci pintu elektronis yang diterapkan adalah kunci pintu yang menggunakan PLC OMRON CPM1 sebagai basis utamanya.
APLIKASI MIKROKONTROLER AT89S51 PADA SISTEM ANTRIAN DENGAN PENAMPIL DAN SUARA
Deo Roseno;
Muchlas Muchlas;
Tole Sutikno
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1359
Antrian pada pusat-pusat layanan jasa publik memerlukan pengaturan yang baik, sehingga tidak terjadi keributan, kekecewaan dan kejenuhan konsumen yang terlalu lama berdiri, dan terjaminnya konsumen mendapat pelayanan oleh petugas sesuai dengan nomor urut antrian yang diambilnya. Banyak layanan jasa publik yang masih menggunakan nomor urut antrian dengan pemanggilan nomor urut antrian secara manual. Berdasarkan permasalahan tersebut timbul suatu gagasan untuk merancang pengaturan antrian yang mudah digunakan. Pengaturan antrian dengan penampil dan suara berbasis mikrokontroler AT89S51 dipilih sebagai alternatif pilihan untuk menggantikan sistem pengaturan antrian dengan pengendali utama menggunakan komputer yang sudah banyak digunakan. Sistem penampil terdiri dari 3 buah penampil 7-segment untuk tampilan nomor urut antrian dan sebuah penampil 7-segment untuk indikasi nomor loket. Pada rangkaian perekam suara IC ISD 2560 terdapat dua switch yang digunakan untuk proses perekaman dan proses playback pesan suara, semua sistem ini dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S51. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah dapat direalisasikan sistem pengaturan antrian dengan penampil dan suara berbasis mikrokontroler AT89S51 untuk 3 loket antrian.
SIMULASI VIRTUAL REALITY PADA RUMAH SAKIT GRAHA AMERTA SURABAYA
Ahmad Hoirul Basori
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1366
In this research, we would like to present virtual reality application that will visualize Graha Amerta Surabaya hospital into Virtual environment. This 3D simulation is for helping people on remembering hospital area. There 3 different categories: road way around hospital, lobby reception and VIP room for patient. Guidance process involve Dijkstra algorithm for looking shortest path to specific location. The result of simulation still not perfect because of the coordinate of building still not precise. In other ways, there also difficulty of customize the building became look similar with the real, it’s because of the addition on building will increase the number of polygon, there fore memory needs will also increase.
PENGARUH PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS TERHADAP TINGKAT IDENTIFIKASI NEURAL NETWORK PADA SISTEM SENSOR GAS
Muhammad Rivai
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1360
In recently, it has been developed a gas identification system consists of a semiconductor sensor array and Neural Network pattern recognition. In this study, it has been implemented a method of Principle Component Analysis (PCA) as a preprocessing of the Neural Network algorithm. The sensory array is composed of eight commercial semiconductor sensors. Three layer-Neural Network was trained with the back propagation technique within 5000 epochs. PCA could reduce the eight-dimension into three-dimension without any information losses. The identification error rate was lower with the ratio of ~10-4 and the training period was shorter with the ratio of ~0.6. In generally, it can be concluded that the implementation of the PCA method into the Neural Network can enhance the performances of the neural include the identification rate and time consumed in the training phase.