cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 20887396     EISSN : 26140039     DOI : 10.12928
Core Subject : Social,
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan [e-ISSN: 2614-0039] publishes articles containing ideas, research results, literature review, and other innovative creations on citizenship, Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education learning models, Pancasila and Civic Education learning media, assessment and evaluation of Pancasila and Civic Education learning, Pancasila and Civic Education research and development, moral/ethical philosophy, state law education, socio-political education of the state, socio-cultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 12 Documents clear
Penguatan karakter bangsa pada masyarakat multikultural: Peran gerakan kepanduan Hizbul Wathan Supriyadi Supriyadi
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.472 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v1i1.9747

Abstract

Bangsa Indonesia yang multikultur memerlukan pendidikan untuk pembentukan karakter bangsa. Karakter bangsa atau kualitas dan kuantitas perilaku kolektif kebangsaan itu, hendaknya dibangun dengan bercirikan kekhasan keindonesiaan, yakni didasarkan pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, keberagaman dan komitmen terhadap NKRI. Nilai-nilai tersebut diupayakan penanamannya ke dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku bermasyarakat berbangsa dan bernegara pada setiap insan Indonesia. Melalui pendidikan, nilai-nilai itu dikembangkan untuk membangun kemampuan diri dalam olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa serta olah raga, baik secara individual maupun kolektif. Sejak awal kelahirannya, pendidikan kepanduan, khususnya kepanduan Hizbul Wathan telah melakukan penanaman nlai-nilai kebangsaan, yakni sebagai gerakan pembela tanah air. Gerakan kepanduan ini berazaskan Islam, untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda menjadi manusia muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa. Program-program pendidikannya melibatkan pengembangan potensi kejiwaan individu dan mengaitkannya dengan aspek sosial kebudayaan. Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan juga menetapkan kriteria persyaratan dalam setiap kenaikan jenjang. Kriteria-kriteria itu menunjukkan pendidikan capaian pendidikan karakter individu dan karakter publik, termasuk di dalamnya adalah karakter bangsa.
Peranan guru PKn dalam mengatasi perilaku siswa broken home di SMP YP Mustika Padalarang Eneng Martini; Crisma Crisma
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.573 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v1i1.9293

Abstract

Tulisan ini membahas secara kualitatif peranan dan upaya guru PKn dalam mengatasi perilaku siswa broken home di sekolah. Siswa yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tua, baik karena tinggal berjauhan dengan orang tua, ditinggal menjadi TKI di luar negeri, maupun karena perceraian orang tua, cenderung memiliki sikap yang negatif. Mereka malas-malasan dalam belajar, menyendiri, agresif, bolos sekolah, menentang guru, merokok, tidak rapi, tidak disiplin waktu, bergabung dengan komunitas yang negatif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada informan terpilih. Hasilnya menunjukkan bahwa peranan dan upaya guru PKn dalam mengatasi perilaku siswa broken home adalah dengan mengembangkan materi, metode, media, sumber dan evaluasi pembelajaran PKn yang dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Selain itu, guru juga menjadi teladan yang baik untuk siswa-siswanya.

Page 2 of 2 | Total Record : 12