cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts)
ISSN : -     EISSN : 23386770     DOI : https://doi.org/10.24821/resital
Core Subject : Humanities, Art,
Resital : Jurnal Seni Pertunjukan merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang seni pertunjukan. Jurnal Resital pertama kali terbit bulan Juni 2005 sebagai perubahan nama dari Jurnal IDEA yang terbit pertama kali tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 3 (2023): December 2023" : 8 Documents clear
Student Centered Learning-Comprehensive Musicianship Through Performance Dalam Pembelajaran Orkestra Fu'adi, Fu'adi; Agustianto, Agustianto; Fitria, Yunike Juniarti; Djahwasi, Herry Rizal
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i3.9346

Abstract

Model pembelajaran merupakan bagian penting untuk mengembangkan kapabilitas musikal peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran musik orkestra berbasis Student-Centered Learning: Comprehensive Musicianship through Performance (SCL-CMP). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Huberman meliputi pengumpulan data, kondensasi data, reduksi data, dan verifikasi/kesimpulan, serta didukung dengan penggunaan software NVivo 12 untuk pengorganisasian data. Hasilnya yang pertama adalah manfaat SCL-CMP dalam pembelajaran orkestra bagi peserta didik meliputi partitur musik orkestra dapat dijelaskan dengan detail, mendorong peserta didik untuk lebih aktif, karakter instrumen musik menjadi lebih mudah dipahami, dan permasalahan teknis dalam memainkan instrumen musik lebih mudah diatasi; kedua, daya tarik SCL-CMP dalam pembelajaran orkestra antara lain peserta didik memiliki waktu lebih banyak untuk berdiskusi, lebih berani berpendapat, dan mendiskusikan partitur musik secara kritis; ketiga , kendala yang dihadapi dalam pembelajaran berbasis SCL-CMP antara lain sikap peserta didik yang malas dan pasif, dan kurangnya kesadaran pendidik terhadap kemajuan peserta didik; dan keempat, optimalisasi SCL-CMP dalam pembelajaran orkestra melalui upaya mengutamakan diskusi dalam pembelajaran, membagi kelompok alat musik menjadi beberapa kelompok, dan mencari solusi dari setiap permasalahan. Permasalahan dalam pembelajaran orkestra dapat dibahas secara mendalam beserta solusinya, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis model Student-Centered Learning-Comprehensive Musicianship Through Performance sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran orkestra.
Teknik Pengembangan Kacapi Siter: Menuju Permainan Kacapi Gaya Baru oleh Yayan Lesmana Amirah Soraya, Dhiya Silmi; Wrahatnala, Bondet; Putra, Randy Geovani
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i3.8563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berkembangnya musik gaya baru dan berbagai faktor yang mempengaruhi dalam mengadaptasi, mengadopsi dan mengkonvensi pola tepakan kendang yang diaplikasikan dalam permainan kacapi siter. Kacapi Siter merupakan salah satu alat musik tradisi Sunda yang berfungsi sebagai pembawa melodi lagu (amardawalagu) pada umumnya. Dalam perkembangannya terjadi sebuah perubahan pada teknik dasar, fungsi dan peran, karena adanya kreativitas yang dilakukan oleh para praktisi seni tradisi. Salah satunya adalah Yayan Lesmana, seorang praktisi yang ahli dalam memainkan kacapi siter. Kreativitas merupakan kata kunci dari praktik bermusik, oleh karena itu, konsep proses kreatif Trustho digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana tepak kendang jaipongan berubah dan dapat diaplikasikan dalam memetik kacapi siter. Konsep tersebut terdiri dari metode mendapatkan bahan: ngrancang, ngentha-entha, nggrambyang, dan metode penciptaan: proses mengubah bentuk dan alih fungsi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan literatur. Penelitian ini menunjukan bahwa faktor internal dan eksternal berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan konsep dari permainan baru kacapi siter yang dikembangkan oleh Yayan Lesmana. Jenis permainan kacapi siter ini kemudian dikenal dengan kacapi jaipongan gaya Yayan Lesmana.
"Grain Gamelan": Adaptation of One More Grain Band's Songs to Gamelan Pelog Slendro Gunawan, Iwan; ZZ, Afdhal Zikri; G, Sailendra Bedantara
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i3.11172

Abstract

"Grain Gamelan": Adaptation of One More Grain Band's Songs to Gamelan Pelog Slendro. Based on a recording project initiated by the label "Yantra" through one of the musicians of the group "one more grain", Daniel Patrick Quinn, the author was asked to adapt songs from their group to gamelan instruments. The songs use Western instruments that use a very different tonal system from gamelan. The phenomenon of the difference in tone system between Western instruments and gamelan is still a dilemma, especially when music creators have the idea to combine the two types of instruments. The purpose of this writing is to reveal the artistic process of working on One More Grain Band songs adapted to gamelan with the pelog slendro tone system. The method used is practice-led research/practice-based research by doing exploration, simulation, and practice. Artistically, the songs of one more grain band have repetitive patterns with a tendency to use only one chord and each pattern played has changes that can be interpreted openly by the musician. Both of these have the same principles as traditional gamelan music. In the composing process, an approach was found using a mixed 10-tone system of pelog and slendro tunings of Javanese gamelan tumbuk nem. Through the use of DAW, the adaptation process can be well organized and measured to produce audio simulations and notations that are ready to be played by musicians directly. In the process of practicing with the musicians, various communication and interpretation problems were encountered in adapting this work. Based on the results achieved, the adaptation of "One More Grain" songs to gamelan has new nuances and perspectives that can enrich the repertoire of gamelan music globally.
Peran Musik dalam Kesenian Montro di Yogyakarta Sukotjo, Sukotjo; Md, Shahanum; Trilaksono, Joko
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i3.9374

Abstract

Montro sebagai salah satu seni pertunjukan merupakan perpaduan dari berbagai media komunikasi yaitu gerak tubuh sebagai garap tari, bunyi dan bahasa sebagai garap iringan, serta rias dan busana sebagai garap seni rupa, yang kesemuanya direalisasikan kemunculannya secara komplementer. Bentuk kompleksitas pertunjukan tari mengarahkan penghayat pada pemahaman yang menyeluruh terhadap unsur-unsur tari yang pada dasarnya tidak bersifat parsial. Hubungan yang terjalin antara unsur musik dengan wiraga, wirasa, dan wirama dalam pertunjukannya membuat kesenian Montro menjadi sebuah fenomena yang menarik untuk diungkap dalam memahami tentang makna yang terkandung di dalamnya. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan  multidisiplin seperti: etnomusikologis, sejarah, antropologis, sosiologis, dan semiotika. Peranan musik dalam kesenian Montro memiliki peranan yang penting dalam memberikan unsur estetis dalam pertunjukannya. Hal ini dapat mengungkap tentang apa yang terkandung dalam makna kesenian tersebut.
Ketokohan dan Nilai-nilai Spritualitas Ajaran Sunan Kalijaga dalam Praktik Kesenian Karawitan di Kabupaten Demak Bagaskara, Akbar; Rokhani, Umilia; Yuliantari, Ans Prawati
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i3.10947

Abstract

Ketokohan dan Nilai-nilai Spritualitas Ajaran Sunan Kalijaga dalam Praktik Kesenian Karawitan di Kabupaten Demak. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengungkapkan ketokohan ataupun pengaruh Nilai-nilai spritualitas ajaran Sunan Kalijaga dalam praktek kesenian di Kabupaten Demak. Hal ini penting dilakukan, mengingat telah menjamurnya tokoh-tokoh dan ajaran atau falsafah barat yang lebih besar eksis di Indonesia, seolah Indonesia tidak mempunyai tokoh yang mewariskan falsafah/ajaran tertentu. Harapannya penelitian ini, bisa menjawab ketimpangan penggunaan falsafah/ajaran barat itu khususnya dalam bidang seni.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif. Dengan teknik pengumpalan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan studi pustaka. Adapun dalam analisis data, menggunakan model Miles & Huberman. Pertama, temuan dalam penelitian ini adalah, karya gending karawitan ciptaan Yusuf Sofyan pengurus Sanggar Seni Mulyo Sari Raras di Kabupaten Demak yang terinspirasi dari kisah hidup Wali sanga khususnya Sunan Kalijaga. Kedua, temuan falsafah murni Sunan Kalijaga dalam menjalani hidup bersosial maupun berkesenian yang diinformasikan oleh keturunan beliau.
Adaptasi Membaca Notasi Viola sebagai Solusi Teknis dalam Mata Kuliah Ansambel Gesek R.M. Surtihadi, R.M. Surtihadi; Yunita, Ayu Tresna; Maulana, Iqbal Harja
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i3.10500

Abstract

Pada prinsipnya secara struktur anatomi dan teknik memainkan instrumen violin dan viola tidak ada perbedaan yang signifikan. Kedua instrumen gesek tersebut boleh dikatakan serupa tetapi tidak sama. Perbedaan antara kedua instrumen tersebut terletak pada ukuran bodi, dawai yang digunakan, register suara dan notasi musiknya. Urgensi penelitian ini difokuskan pada perbedaan notasi yang digunakan pada kedua instrumen tersebut. Violin menggunakan kunci G (G clef) dan Viola menggunakan kunci C (C clef alto). Perbedaan notasi ini sering menimbulka masalah ketika pemain violin akan memainkan viola dalam sebuah ansambel atau orkestra. Pemain violin yang akan memainkan viola membutuhkan adaptasi membaca notasi ke kunci C alto. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi dalam Mata Kuliah Ansambel Gesek agar sebuah formasi ansambel gesek menjadi lengkap dan standar sesuai kebutuhan aransemen musik yang dimainkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus yang terjadi pada Mata Kuliah Ansambel Gesek dikarenakan jumlah mahasiswa violin banyak dan tidak ada mahasiswa viola, tetapi mahasiswa cello dan kontrabass terpenuhi. Hal ini perlu dicarikan solusi untuk memecahkan masalah tersebut dengan memberi kesempatan kepada para mahasiswa violin untuk memainkan instrumen viola agar dapat mengisi kekosongan pemain viola yang tidak ada. Tentu saja dengan mempelajari membaca notasi viola yang menggunakan kunci C diharapkan pemain violin bisa cepat menyesuaikan dalam bermain ansambel gesek. Hasil penelitian ini yakni formasi ansambel gesek menjadi lengkap dan standar karena posisi pemain viola yang kosong sudah terisi oleh mahasiswa violin yang telah melakukan adaptasi baik teknik permainan maupun teknik membaca notasi viola dengan lancar.
Memahami Hubungan Tarawangsa dan Erhu dalam Perspektif Etnomusikologi Adhimas, Yogi Bagus; Anggoro, Raden Roro Maha Kalyana Mitta; Maulana, Muhammad Ahsin; Yasya, Luthfia Agsita; Deng, Boer
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i3.9396

Abstract

Etnomusikologi merupakan suatu pendekatan yang bisa diterapkan guna menganalisis dua buah atau lebih alat musik dengan cara diperbandingkan. Aspek-aspek yang dikaji juga sangat menyeluruh dari bentuk fisik, teknis tangga nada, hingga sejarah pembentukannya. Hal ini juga yang coba diterapkan pada alat musik yang mirip secara penampilan, namun memiliki asal pemilik bangsa yang tidak berdekatan. Akan tetapi fakta lain menyebutkan bahwa budaya Tiongkok dengan Indonesia sudah ada sejak lama, maka keunikan ini yang coba diuraikan dalam penelitian ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat kemiripan yang tinggi antara tarawangsa dan erhu dalam aspek bentuk fisik dan fungsi, namun kepastian secara sejarah belum bisa dibuktikan secara pasti bahwa erhu memiliki andil dalam terciptanya tarawangsa ataupun sebaliknya.
Ladrang Siyem: The Royal Anthem of Thailand, in Javanese Gamelan Version Jamnongsarn, Surasak; Detkrut, Phunchita; Wangsaptawee, Yotin
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i3.11067

Abstract

Ladrang Siyem: The Royal Anthem of Thailand, in Javanese Gamelan Version. During 19th century, Thailand modernized by associating itself with the "West" or Westernization; consequently, musical concepts from the West were implemented. Sansoen Phra Barami, also known as the Thailand Royal Anthem, is a musical composition composed to pay tribute to the King of Thailand. Therefore, the Western musical style was utilized in the composition. The Thai people should examine Java's prosperity in the areas of transportation, postal and telegraph, railways, military, and irrigation, in addition to European colonial policies and governance styles toward Asian nations. Through the Netherlands, the relationship between Thailand and Java was revealed during the three visits of Thai King Chulalongkorn in 1870, 1896, and 1901, as well as King Prajadhipok in 1929. An item that was performed in homage to His Majesty King Prajadhipok, King Rama VII of Thailand, who arrived at Surakarta palace in 1929 accompanied by the Queen, is Ladrang Siyem, which is the Javanese rendition of the Thai Royal Anthem. This item is mentioned in an archive titled Serat Saking Gotek or Wedhapradangga. The Javanese musicians at the Surakarta Palace adapted the gamelan piece known as "Sansoen Phra Barami" to become known as "Ladrang Siyem." An unmistakable illustration of the manner in which crypto-colonialism is projected through music is provided by the occurrence. In other words, the text takes into consideration political movements that occurred in Southeast Asia during the time of the colonial era.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 26, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 26, No 1 (2025): April 2025 Vol 25, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 25, No 2 (2024): Agustus 2024 Vol 25, No 1 (2024): April 2024 Vol 24, No 3 (2023): December 2023 Vol 24, No 2 (2023): Agustus 2023 Vol 24, No 1 (2023): April 2023 Vol 23, No 3 (2022): Desember 2022 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): April 2022 Vol 22, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): April 2021 Vol 21, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): April 2020 Vol 20, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): April 2019 Vol 19, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): April 2018 Vol 18, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): April 2017 Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): April 2016 Vol 16, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): April 2015 Vol 15, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 15, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 14, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 13, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 12, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 12, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 11, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 11, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2010): Desember Vol 10, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 10, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 9, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 9, No 1 (2008): Juni 2008 More Issue