cover
Contact Name
Tri Wahyu Widodo
Contact Email
notasi3@yahoo.co.id
Phone
+6287839174055
Journal Mail Official
promusika7@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indoneisa Yogyakarta Jl. Parangtritis Km 6,5 Sewon Bantul Yogyakarta Telp: 0274-384108, 375380, fax: 0274-384108/0274-484928 HP: Hp. 087839174055
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik
ISSN : 2338039X     EISSN : 2477538X     DOI : https://doi.org/10.24821/promusika.v1i2
Core Subject : Art,
PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik, focuses on the results of studies in the field of music, that its topics scope encompasses: Western Music Studies; History of music; Music theory/ analysis; Choir; Orchestra/ Ensemble/ Chamber Music; Composition/ Arrangement; Music Pedagogy/ education; Instrumental/ Vocal Studies; Music Technology; Popular/ folk Music; Music Esthetic/ philosophy
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022): April 2022" : 6 Documents clear
Transmisi Musik Kapata Pelantikan Raja Allang Nelsano A Latupeirissa
PROMUSIKA Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v10i1.6831

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif terhadap objek nyanyian rakyat/folksong atau sering juga disebut Kapata bagi sebagian besar orang-orang di Maluku, khususnya di daerah Maluku Tengah. Kapata atau nyanyian rakyat di daerah Maluku disebut juga nyanyian tanah. Nyanyian ini mengandung pesan-pesan suci dari para leluhur, diwariskan dari generasi ke generasi, dan masih berkembang hingga saat ini. Cara pewarisan seni tradisional inilah yang disebut dengan transmisi musik. Transmisi musik merupakan salah satu aspek penting dalam kontinuitas suatu kebudayaan secara umum, dan seni secara khusus. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses transmisi musik Kapata sebagai bunyi, atau musik yang dimainkan, dipengaruhi oleh konsep yang ada pada masyarakat pemilik musik yang memberikan pengaruh juga pada perilaku masyakat dalam bermusik. Proses transmisi musik ini umumnya terjadi pada kehidupan masyarakat negeri atau Desa Allang, Kabupaten Maluku Tengah di daerah Pulau Ambon, misalnya dalam ritual adat Pelantikan Raja atau pelantikan Kepala Desa.AbstractKapata Music Transmission of The Inauguration of King Allang. This research was conducted using a qualitative descriptive research method on the object of folk songs or often also called Kapata for most people in Province Maluku, especially in the Kabupaten Maluku Tengah. Kapata or folk songs in the Maluku area are also called land songs. This song contains sacred messages from the ancestors, passed down from generation to generation, and is still developing today. This way of inheriting traditional arts is called the transmission of music. The transmission of music is one of the essential aspects of the continuity of culture in general and art in particular. This paper aims to explain the process of transmitting Kapata music as the sound, or music played, is influenced by the concepts in the music owner community. The idea will then affect the community's behavior in making music. This process of transmitting music generally occurs in the life of the people of the country or village of Negeri Allang, Kabupaten Maluku Tengah in the Ambon Island area, for example, in the traditional ritual of the Inauguration of the King or the inauguration of the Village Head.Keywords: Kapata; Music Transmission; King's Inauguration
Pembelajaran Online Piano di Concertino Music School Medan: Kajian Kualitatif Pendidikan Non-Formal pada Masa Pandemik Rachel Yohana Adriana Napitupulu; Andre Indrawan
PROMUSIKA Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v10i1.6839

Abstract

Sejak awal munculnya pandemi Covid 19 di Indonesia, produktivitas kegiatan pembelajaran musik khususnya piano di lembaga nonformal menurun drastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi mengajar guru piano dalam menjalankan profesinya di lembaga tersebut agar siswa dapat bertahan belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi sampel penelitian ini adalah praktisi pendidikan dan partisipannya, khususnya guru dan siswa di Concertino Music School. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif terbatas dengan pendekatan partisipan sebagai observer. Namun, dalam pengamatan ini, seorang guru yang dipilih dan siswanya akan mewakili populasi. Prosedur penelitian meliputi penetapan data, observasi data sebagai pengamat, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran piano online bergantung pada ketersediaan dan kesiapan teknologi informasi dan komunikasi baik guru maupun siswa. Selain jaringan yang tidak stabil, kelemahan pendidikan online dalam proses belajar piano terkendala oleh petunjuk teknis akurasi bermain piano, terutama keterbatasan layar. Kesimpulannya, untuk mengatasi target kurikulum yang tidak dapat terpenuhi seluruhnya pada siswa karena keterbatasan fasilitas teknologi, guru mengintensifkan pengarahan dan pemberian motivasi untuk meningkatkan kemandirian siswa dalam belajar. Proses pembelajaran piano online ini akan berkontribusi pada pengembangan metode pengajaran musik online di lembaga non-formal dan meningkatkan studi pendidikan musik jarak jauh.AbstractOnline Piano Learning at Concertino Music School Medan: A Qualitative Study of Non-Formal Education During the Pandemic. Since the initial rise of the Covid 19 pandemic in Indonesia, the productivity of music learning activities, especially pianos, in non-formal institutions has drastically decreased. This research aims to examine the piano teacher teaching strategies in carrying out their profession in the institution so that students can survive learning. This study utilizes qualitative methods. The sample population of this research encompasses educational practitioners and their participants, especially teachers and students at Concertino Music School. This study collects data through limited participatory observation with the participant's approach as an observer. However, in this observation, a selected teacher and her student will represent the population. The research procedure includes establishing data, observing data as an observer, analyzing data, and drawing conclusions. The results showed that online piano learning relies on information and communication technology availability and readiness in teachers and students. In addition to unstable networks, the weakness of online education in the piano learning process is hindered by technical instructions on piano playing accuracy, especially by screen limitations. In conclusion, to overcome curriculum targets that Canada is fulfilled entirely by the student due to the limitations of technology facilities, teachers increase direction with motivation to improve students' self-independence in learning. This online piano learning process will contribute to the development of online music teaching methods in non-formal institutions and improve distance music education studies.Keywords: non-formal education; qualitative studies; online learning; piano
Komposisi Musik “Impresi Doak” Transformasi Suara Burung Elang Pada Seni Tutur Doak di Desa Aur Cino, Kecamatan VII Koto, Kab Tebo, Jambi Hadaci Sidik; Ferry Herdianto
PROMUSIKA Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v10i1.6965

Abstract

Indonesia memiliki keragaman tradisi yang sangat beragam, sehingga menjadi aset potensial untuk digali dan dikembangkan. Potensi bangsa ini salah satunya dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi atau ide dalam menciptakan komposisi musik. Tiap daerah di Indonesia memiliki tradisinya masing-masing, seperti salah satu tradisi lisan masyarakat DesaAur Cino, Kabupaten Tebo Propinsi Jambi. Di daerah ini dikenal seni tutur Doak yang merupakan wujud seni vokal yang mangandung pesan penuh hikmah, kebijkasanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman d intelegensi. Doak juga merupakan abstraksi dan  interaksi manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitar, yang menggambarkan hubungan manusia dengan kebahagiaan , hubungan manusia dengan kesedihan, dan hubungan manusia dengan cinta kasih. Kesenian doak, terdiri dari tiga bagian yang terangkum dalam sebuah bentuk, yaitu Kelik ¸Merayu meibo dan, Marah. Memelihara tradisi bukanlah sekedar memelihara bentuk, tetapi lebih pada jiwa dan semangat atau nilai-nilai. Jika yang diwarisi nilai-nilai, maka kita akan dengan lebih leluasa bisa melakukan interpretasi dan menciptakannya kembali  dengan sikap kreatif dan imajinasi yang tinggi. Kemampuan menganalisa dan mengadopsi budaya baru, harus disikapi dengan pemahaman nilai-nilai tradisi sendiri dalam upaya pelestarian seni dan tradisi sebagai bentuk kearifan budaya lokal. Penciptaan komposisi musik ini melalui tahapan Identifikasi unsur-unsur musikal, eksplorasi terhadap ide musik, dan eksperimentasi  terhadap interval-interval yang terdapat dalam kebiasaan-kebiasaan masyarakat desa setempat, sehingga menjadi warna baru dalam bentuk komposisi musik ansamble yang memiliki karakter khas salah satu daerah nusantara dan mewakili gambaran seni tutur Doak di desa aur cino, VII Koto, tebo, Jambi.AbstractMusic Composition "Impression of Doak" Transformation of Eagle Voice in Doak Speech Art in Aur Cino Village, District VII Koto, Tebo Regency, Jambi. Indonesia has diverse traditions, so it becomes a potential asset to explore and develop. One of the potentials of this nation can be used as a source of inspiration or ideas in creating musical compositions. Each region in Indonesia has its traditions, such as one of the people's oral traditions of Aur Cino Village, Tebo Regency, Jambi Province. In this area, the art of Doak is known, which is a form of vocal art that contains a message full of wisdom, wisdom, knowledge, skills, experience, and intelligence. Doak is also an abstraction and interaction between humans and humans, humans with the natural environment, which describes the relationship between humans and happiness, human relationships with sadness, and human relationships with love. Doak art consists of three parts summarized in one form, namely Kelik Merayu meibo and Marah. Maintaining tradition is not just supporting the form but also the soul and spirit or values. If values are inherited, we will be able to more freely interpret and recreate them with a creative attitude and high imagination. The creation of this musical composition goes through the stages of identification of musical elements, exploration of musical ideas, and experimentation with intervals contained in the habits of the local village community so that it becomes a new color in the form of musical ensemble compositions that have a distinctive character from one of the regions of the archipelago. And represents a picture of Doak's speech art in the village of Aur Cino, VII Koto, Tebo, Jambi.Keywords: Doak, Kelik, Merayu meibo, Marah
Onêng: Karya Komposisi Karawitan dalam Kisah Dewi Renuka Andhi Sulistya Putra
PROMUSIKA Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v10i1.7159

Abstract

Penelitian ini merupakan representasi kisah perselingkuhan Dewi Renuka ke dalam karya komposisi karawitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menafsirkan struktur dramatik dalam kisah Dewi Renuka dan merepresentasikan kisah perselingkuhan Dewi Renuka yang terdapat dalam serat Arjunasasrabahu ke dalam bentuk musikal yang disusun secara progama, sehingga musik yang diciptakan dapat berdasarkan ide dari unsur di luar musik dimana ide tersebut merangsang penulis untuk merefleksikannya ke dalam bunyi dan memberikan sebuah inovasi serta alternatif dalam dunia komposisi karawitan dan diharapkan dapat memberikan suatu kontribusi bagi masyarakat dengan memberikan sajian pementasan yang menarik, mendidik, dan menambah perbendaharaan serta dapat dijadikan sumber refrensi dalam menggarap komposisi karawitan yang bersumber dari fenomena sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan yaitu pra garap meliputi wawancara dan studi pustaka, kedua garap meliputi penafsiran garap, penotasian karya, latihan, dan revisi. Metode yang ketiga adalah pasca garap meliputi sidang skripsi, revisi, dan evaluasi. Penelitian penciptaan ini menemukan struktur dramatik beserta ketujuh unsur dramatik yang terdapat dalam kisah perselingkuhan Dewi Renuka. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa  penelitian ini merupakan hasil dari menafsirkan struktur dramatik, mendapatkan nilai moral yang terkandung, dan representasi kisah perselingkuhan Dewi Renuka yang diwujudkan ke dalam bentuk musikal yang disusun secara progama melalui komposisi karawitan bertajuk Onêng.                                                                 AbstractOnêng: The Karawitan's Compositional in the Story of Dewi Renuka. This research is a representation of the story of Dewi Renuka's infidelity in the composition of karawitan. The purpose of this study is to interpret the dramatic structure in the story of Dewi Renuka and represent the story of Dewi Renuka's infidelity contained in the Arjunasasrabahu fiber into a musical form that is arranged progmically, so that the music created can be based on ideas from elements outside of music where the idea stimulates the writer. to reflect it into sound and provide an innovation and alternative in the world of musical composition and is expected to be able to make a contribution to society by providing interesting, educational, and treasury performances that can be used as a source of reference in working on musical compositions originating from social phenomena. The method used in this research is divided into three stages, namely pre-work which includes interviews and literature study, second-work includes interpretation of work, notation of works, exercises, and revisions. The third method is post-work, including thesis trial, revision, and evaluation. This creation research finds a dramatic structure along with the seven dramatic elements contained in the story of Dewi Renuka's infidelity. From this statement, it can be concluded that this research is the result of interpreting the dramatic structure, obtaining the moral values contained, and representing the story of Dewi Renuka's infidelity which is manifested in a musical form which is arranged progmically through a musical composition entitled Onêng.Keywords: Karawitan's Work, Arjunasasrabahu Script, Dewi Renuka, Onêng
Pembelajaran Musik Berbasis Kodaly pada Kemampuan Interaksi Sosial Anak Autisme: Studi Literatur Zefanya Lintang Nugrahaningsih
PROMUSIKA Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v10i1.7120

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode Kodaly terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak autisme. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature yang dilakukan melalui pencarian dan pengumpulan referensi teori dan dilanjutkan dengan menganalisisnya. Ada 30 studi terdahulu dari tahun 2010-2022 melalui google scholar yang mendeskripsikan tentang penerapan metode Kodaly bagi anak-anak dan anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemampuan akademik dibidang musik serta meningkatkan kemampuan dalam bidang interaksi sosial. Kesimpulan dari telaah beberapa artikel adalah kemampuan interaksi sosial anak autism meningkat dikarenakan anak dapat belajar bagaimana terlibat dalam pengaturan kelompok melalui kegiatan musik, termasuk kegiatan menyanyi, musik rakyat, dan pembelajaran solfge. Kegiatan menyanyi meliputi menyanyi individu/kelompok, menyanyi dengan gerak, dan menyanyi dengan alat musik. Semua perlakuan ini memotivasi anak-anak untuk belajar tentang kegiatan sosial seperti menyapa, berbagi perhatian/niat, dan berpartisipasi dalam pengaturan kelompok.
Penggunaan Wangsalan dalam Sindhenan Karawitan Jawa Regiana Devi Regiana
PROMUSIKA Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v10i1.7131

Abstract

AbstractThis research was conducted using descriptive analysis research methods on the use of wangsalan in Javanese karawitan sindhenan. Wangsalan in Javanese karawitan functions as a song decoration or gendhing decoration. Wangsalan also has meanings or messages that can be conveyed to listeners, for example, inviting listeners to get rid of doubts in their lives and surrender to God, values of love, values of love for the state, a form of Javanese poetry that contains people's views on life. Java, as well as the requirements for divine teachings, the development of these teachings further takes the form of moral teachings and character. If there is wangsalan, of course there are also perpetrators who bring it. The perpetrator in question is Pesindhen. Sindhen is a woman who can be called a waranggana. Sindhen is someone who sounds wangsalan using a tone or song, and is sung along with gendhing. The form resulting from a mixture of sindhen, wangsalan, and gendhing songs is called sindhenan. Sindhenan is part of the unity with karawitan in order to improve the aesthetic sense or vocals that follow the rhythm of gamelan music with a distinctive voicing technique based on Javanese aesthetic concepts. The purpose of this study is to identify the various forms of wangsalan used in Javanese karawitan sindhenan, the aesthetics contained therein, and the moral message contained in the wangsalan itself.

Page 1 of 1 | Total Record : 6