cover
Contact Name
Tri Wahyu Widodo
Contact Email
notasi3@yahoo.co.id
Phone
+6287839174055
Journal Mail Official
promusika7@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indoneisa Yogyakarta Jl. Parangtritis Km 6,5 Sewon Bantul Yogyakarta Telp: 0274-384108, 375380, fax: 0274-384108/0274-484928 HP: Hp. 087839174055
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik
ISSN : 2338039X     EISSN : 2477538X     DOI : https://doi.org/10.24821/promusika.v1i2
Core Subject : Art,
PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik, focuses on the results of studies in the field of music, that its topics scope encompasses: Western Music Studies; History of music; Music theory/ analysis; Choir; Orchestra/ Ensemble/ Chamber Music; Composition/ Arrangement; Music Pedagogy/ education; Instrumental/ Vocal Studies; Music Technology; Popular/ folk Music; Music Esthetic/ philosophy
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019): April 2019" : 6 Documents clear
Teknik Vokal dan Pembawaan Lagu Keroncong Stambul “Tinggal Kengangan” Ciptaan Budiman BJ oleh Subarjo HS Nadya Rany Sekar Pambajeng; Suryati Suryati; Musmal Musmal
PROMUSIKA Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i1.3166

Abstract

Artikel ini disarikan dari penelitian yang berjudul “Teknik Vokal Dan Pembawaan Lagu Keroncong Stambul “Tinggal Kenangan” Ciptaan Budiman BJ Oleh Subardjo HS”. Ada beberapa permasalahan yang menjadi alasan untuk melakukan penelitian lebih mendalam dan hasilnya dapat digunakan sebagai referensi tambahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif sebagai pendekatan dalam menggali data-data serta tahapantahapan yang harus dilalui sesuai dengan prosedur. Sumber-sumber data diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam meneliti teknik vokal dan pembawaan lagu keroncong stambul “Tinggal Kenangan” ciptaan Budiman BJ, terlebih dahulu menganalisa seputar teknik vokal keroncong, bentuk dan karakter lagu stambul. Setelah melakukan analisis pada teknik vokal dan pembawaan lagu keroncong stambul “Tinggal kenangan” ciptaan Budiman BJ, selanjutnya melakukan wawancara kepada beberapa pelaku musik keroncong, meliputi pelaku yang mempunyai latar belakang akademisi serta pelaku yang memang seorang praktisi musik keroncong. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa teknik dan pembawaan lagu keroncong stambul “Tinggal Kenangan” ciptaan Budiman BJ mempunyai karakter dan ciri khas lagu yang mendayu, dan dibawakan dengan teknik dan improvisasi sesuai dengan pembawaan Subardjo HS. This article is extracted from a study entitled “Vocal Technique And Stylized Keroncong Stambul Song“Tinggal Kenangan” Budiman BJ creation by Subardjo HS”. There are a number of problems that are Reasons for doing more in-depth research and the results can be used as additional references. This sudy uses qualitative descriptive research methods as an approach in exploring the data and the stages that must be passed in accordance with the procedure. Data sources were obtained through observation, interviews, and documentation. In researching vocal technique and stylized keroncong stambul song Tinggal Kenangan Budiman BJ creation, especially first analyzing the keroncong vocal technique, the form and character of the stambul song, after analyzing the vocal technique and stylized keroncong stambul song Tinggal Kenangan Budiman BJ creation, then interviewing some actors keroncong music, including actors with background behind academics and practitioners of keroncong music. From the result of the study, it can be seen that the Vocal Technique And Stylized Keroncong Stambul Song Tinggal Kenangan Budiman BJ creation has the characteristic song and presented with technique and improvisation in accordance with styled by Subardjo HS.Keywords: vocal technique, styled, keroncong stambul
Proses Komposisi Theme Song “A True Friend ” Berdasarkan Komik H2O: Reborn An Epic Trilogy Phase 0.2 Chapter 11 Karya Sweta Kartika M. Fahzar Adha; A.Gathut Bintarto Triprasetyo
PROMUSIKA Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i1.3167

Abstract

H2O:Reborn, adalah komik indonesia karya Sweta Kartika yang menceritakan epos Ramayana dalam versi modern dengan bentuk trilogy. H2O:Reborn terbagi menjadi tiga phase dimana pada setiap fase dilengkapi dengan theme song. Dengan adanya theme song, H2O:Reborn menjadi suatu inovasi komik yang memiliki branding dan daya tarik tersendiri dibanding komik pada umumnya. Kemudian inovasi yang di gagas oleh Sweta Kartika ini diwujudkan dengan membuat komposisi musik dan theme song berdasarkan setiap phase dalam komik H2O:Reborn. Pada penelitian ini akan dibahas theme song yang terdapat pada fase 0.2 yang berfokus di chapter 11. Fokus penelitian ini akan mengupas karakter bunyi yang dijalin dalam komposisi A True Friend yang dapat mewakili karakter tokoh Sita dan Ravana. Pembuatan komposisi musik A True Friend melewati proses diskusi dengan Sweta Kartika serta pembuatan sampel musik yang direvisi sesuai dengan storyboard yang dikehendaki komikus. Ilustrasi musik A True Friend dibuat dengan perpaduan instrumen piano, strings, choir, harp dan vocal. Penyusunannya menggunakan gaya musik popular dengan inspirasi berdasarkan teknik komposisi musik Beethoven dan teknik contrapuntal texture dalam proses pembuatan orkestrasi. Kombinasi bunyi dengan alur musik yang sendu menjadi karakter utama theme song yang bertujuan membangkitkan emosi dan sensasi pembaca saat membaca komik H2O: Reborn sembari memutar theme song A True Friend. H2O: Reborn, is an Indonesian comic by Sweta Kartika which tells the Ramayana epics in a modern version with the form of a trilogy. H2O: Reborn is divided into three phases where each phase is equipped with the theme song. With the theme song, H2O: Reborn is an innovative comic that has its own branding and appeal compared to comics in general. Then the innovation proposed by Sweta Kartika was realized by making music compositions and theme songs based on each phase in the comic H2O: Reborn. In this study, the theme song will be discussed in phase 0.2 which focuses on chapter 11. The focus of this study will be to explore the sound character woven in the composition of A True Friend which can represent the characters of Sita and Ravana. The making of musical compositions A True Friend went through the process of discussion with Sweta Kartika and the making of revised music samples in accordance with the storyboard that the comic artists wanted. Music illustration A True Friend is made with a mix of piano instruments, strings, choirs, harps and vocal. The compilers used the style of popular music with inspiration based on Beethoven's musical composition techniques and contrapuntal texture techniques in the process of making orchestration. The combination of sound with a sad flow of music is the main theme song character that aims to arouse the emotions and sensations of readers when reading comics H2O: Reborn while playing the theme song A True Friend..Keywords: Theme song; H2O: Reborn comic; Sweta Kartika; A True Friend
Ketrampilan Memainkan Recorder Melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw Abdul Rozaq Fathin Khusairi; Rully Aprilia Zandra; Ninik Harini
PROMUSIKA Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i1.2659

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Dau Kabupaten Malang pada pembelajaran seni budaya kelas VII. Diketahui hasil belajar dikelas VII-B berada dibawah KKM (75). Jumlah siswa yang tuntas hanya 35,48% pada materi keterampilan memainkan alat musik recorder. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil belajar memainkan alat musik recorder pada kelas VII-B di SMP Negeri 1 Dau melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas, pendekatan yang digunakan kualitatif deskriptif, subjek penelitian berjumlah 31 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dengan prosedur meliputi 4 tahap yaitu Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi,dan tes. Hasil penelitian  siklus I siswa yang nilainya tuntas di atas KKM sejumlah 54,83%, Pada siklus II siswa yang nilainya tuntas di atas KKM sejumlah 90,3%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa hingga mencapai 90,3%. This research was conducted at Dau 1 Malang Middle School in the learning of art class VII culture. It is known that learning outcomes in class VII-B are under the KKM (75). The total number of students who completed it was only 35.48% in the skill of playing a musical instrument recorder. The study aimed to improve the quality of learning outcomes in playing a musical instrument recorder in class VII-B in SMP Negeri 1 Dau through the application of atype cooperative learning model jigsaw. The research method used was Classroom Action Research, the approach used was descriptive qualitative, the research subjects were 31 students. The study was conducted in 2 cycles with the procedure covering four stages, namely planning, action, observation, reflection.Data collection techniques use observation, interview, documentation, and test techniques. The results of the first cycle of students whose grades were completed above the KKM were 54.83%, in the second cycle students whose grades were completed above the KKM amounted to 90.3%. It can be concluded that the application of thetype cooperative learning model jigsaw can improve student learning outcomes up to 90.3%.Keywords: Musical Instrument Recorder Skill, TypeCooperative Learning Model Jigsaw
Penerapan Sistem Komposisi Serial Pada “El Polifemo de Oro” untuk Gitar Karya Reginald Smith Brindle (1917-2003) Malik Hasanudin Aulia; Andre Indrawan
PROMUSIKA Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i1.3168

Abstract

Karya El Polifemo de Oro merupakan salah satu repertoar gitar klasik yang menggunakan penerapan sistem serial pada komposisinya. Karya tersebut diciptakan oleh Reginald Smith Brindle seorang komponis dari Inggris. Penulis menggunakan metode Teoritikal dalam melakukan penelitian, yaitu menggunakan suatu teori untuk menganalisis karya tersebut. Di dalam skripsi ini dituliskan mengenai penerapan sistem serial pada El Polifemo de Oro, teori-teori sistem serial, dan macam-macam sistem serial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa El Polifemo de Oro menggunakan sistem serial campuran atau biasa disebut free serialism sistem. The work of El Polifemo de Oro is one of the classical guitar repertoire which using the serialism in its compotition. The work was created by Reginald Smith Brindle a British composer. The author uses a Theoretical method of research into research, using many of theories to analyze the work. Studies indicate that work was proven to be using “free serialism system”.Keywords: El Polifemo de Oro; Reginald Smith Brindle; Serialism
Pelatihan Pola Ritme Sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Pembalajaran Mata Kuliah Instrumen Gitar di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta Kustap, Kustap; Lubis, Ikhsan
PROMUSIKA Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i1.2473

Abstract

Pola ritme merupakan elemen musik utama yang berkaitan langsung dengan gerakan waktu dalam musik, di mana waktu selalu bergerak dan mengatur kestabilan rasa musikal. Pola ritme sangat mentukan ketepatan hitungan dalam permainan gitar tunggal, dan bermain anasambel gitar. Pola ritme merukan objek material penelitian sedangkan proses pelatihan pola rime dalam pembelajaran mata kuliah instrumen gitar merupakan objek formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan tindakan kelas dengan teknik pengupulan data triangulasi, sedangkan proses analisis data menggunakan model interaktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah strategi latihan pola ritme yang disesuaikan dengan tanda sukat yang ada pada materi yang berupa lagu yang akan dilatih dengan instrumen gitar. moving and regulating musical stability. Rhythm patterns really determine the accuracy of counts in a single guitar game, and play guitar ensembles. Rhythm patterns are research material objects while the rime training process in learning guitar instrument subjects is a formal object. The method used in this study is a qualitative method and class action with the technique of collecting triangulation data, while the data analysis process uses an interactive model. The results obtained from this study are the rhythmic pattern training strategies that are tailored to the signs of sukat that are in the material in the form of songs that will be trained with guitar instruments.Keywords: Rhythm pattern; training; learning; guitar
Gagasan Ki Hajar Dewantara Tentang Kesenian dan Pendidikan Musik di Tamansiswa Yogyakarta Diah Uswatun Nurhayati
PROMUSIKA Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i1.3165

Abstract

Perjalanan panjang gagasan pendidikan kesenian  yang sudah dilakukan Dewantara, sampai sekarang ternyata belum dapat membuat pendidikan tersebut mampu menarik perhatian para pengembang kurikulum pendidikan di Indonesia. Diawali dengan nama pendidikan kesenian, kemudian menjadi pendidikan seni, kerajinan tangan dan kesenian, saat ini dengan nama  Seni budaya dan ketrampilan, yang ruang lingkupnya terdiri dari seni musik, tari, rupa/lukis, dan teater. Dari riwayat kurikulum pendidikan kesenian ini, dapat diketahui bahwa  sebenarnya Indonesia belum dapat memunculkan ide pendidikan kesenian yang dapat menyentuh aspek cipta, rasa, karsa itu yang bagaimana, dan pendidikan musik yang dapat memenuhi standar kompetensi itu yang seperti apa. Hal-hal semacam inilah yang belum dapat dirumuskan oleh para pengembang pendidikan khususnya seni, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Oleh sebab itu, gagasan tentang kesenian khususnya musik dari Dewantara dapat dijadikan acuan sekaligus pedoman dalam mengembangkan pendidikan seni, kesenian atau seni budaya di Indonesia, karena kedudukan kesenian di dalam kebudayaan di seluruh dunia selalu terpakai sebagai ukuran untuk menetapkan rendah tingginya kebudayaan dari sesuatu bangsa.  Banyak pendapat bahwa kebudayaan adalah kesenian dan kesenian adalah kebudayaan. Kesenian salah satu bagian terpenting dari kebudayaan. Menghargai keluhuran bangsa adalah dengan mempelajari  keseniannya, karena ada kesenian ada penghormatan, tidak ada kesenian tidak ada penghargaan terhadap suatu bangsa. The long journey of the idea of art education that has been done by Dewantara, until now apparently has not been able to make the education able to attract the attention of curriculum developers in Indonesia. Beginning with the name of art education, then became art education, handicraft and art, currently under the name Art culture and skills, the scope of which consists of music, dance, visual / painting, and theater. From the history of this art education curriculum, it can be seen that in fact Indonesia has not been able to come up with an idea of art education that can touch the aspects of creativity, taste, what initiative, and music education that can meet such competency standards. Things like this that have not been able to be formulated by educational developers, especially art, both at the central and regional levels. Therefore, the idea of art, especially music from Dewantara can be used as a reference as well as a guideline in developing arts education, arts or cultural arts in Indonesia, because the position of art in cultures around the world is always used as a measure to determine the low or high culture of a nation. Many opinions that culture is art and art is culture. Art is one of the most important parts of culture. Respecting the nobility of a nation is to study its art, because there is art there is respect, there is no art there is no appreciation for a nation.Keywords: ideas, art, music

Page 1 of 1 | Total Record : 6