cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Jurnal Mahasiswa Desain Interior" : 71 Documents clear
Mimbar Dan Mihrab Masjid Jawa Tengah Abad 16-19 Dalam Kajian Ikonografi Titis Hana Sasti
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.643

Abstract

Mihrab dibuat pertama kali pada 708 Masehi, berfungsi sebagai qibla’axis atau petanda arah kiblat. Sedangkan mimbar adalah panggung kecil yang dipakai oleh Rasulullah untuk berpidato di depan umatnya, agar dapat berdiri lebih tinggi dari orang lain, sehingga ia bisa dilihat jelas oleh orang-orang di sekitarnya. Pada masa setelah Nabi, mimbar lebih sering diidentikkan dengan kekuasaan dan mahkota, sehingga mimbar boleh digunakan oleh khalifah atau penguasa. Dalam sebuah bangunan Masjid Jawa Abad 16-19, Mihrab dan Mimbar dianggap sebagai bagian penting. Penelitian ini mengkaji bentuk, fungsi, dan makna dari ornamen Mihrab dan Mimbar Masjid Jawa Tengah Abad 16-19, di tiga kota yakni Masjid Kadilangu Demak, Masjid Mantingan Jepara, dan Masjid Al Makmur Kudus yang menggunakan kajian ikonografi menurut Roelof van Straten. Berdasarkan tahap analisis Ikonografi yang meliputi tahap Pre-Ikonografi, Ikonografi, dan Interpretasi Ikonologi, letak, bentuk, serta ornamen Mihrab dan Mimbar Masjid Jawa Tengah Abad 16-19, menunjukan adanya pengaruh dari budaya terdahulu yakni Hindu dan Cina. Melalui pemaknaannya, diketahui bahwa bentuknya menggambarkan kemegahan yang bertujuan untuk mengagungkan atau menghormati penggunanya yakni para wali, serta sebagai simbol kebanggaan bagi pendiri masjid tersebut. Sedangkan ornamennya berisikan dakwah dan pesan-pesan yang harus diamalkan oleh umat muslim. Hal tersebut, menyatakan bahwa Mihrab dan Mimbar pada masa itu dianggap sebagai bagian penting dari sebuah Bangunan Masjid Jawa Tengah Abad 16-19.Kata kunci: Mihrab, Mimbar, Ikonografi
Kontinuitas dan Perubahan Fungsi dan Makna Ruang pada Rumah Adat Minahasa Eirene Resmalia Ganap
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.644

Abstract

Rumah adat Minahasa dalam perkembangannya telah mengalami berbagai perubahan. Namun, di antara perubahan tersebut tetap ada bagian-bagian yang tidak berubah, melainkan tetap dipertahankan hingga kini. Seiring dengan berkembangnya kehidupan masyarakat Minahasa, arsitektur tradisionalnya rumah adat Minahasa mengalami perubahan yang signifikan. Tujuan penelitian dengan objek rumah adat Minahasa ini adalah menggali informasi perkembangan tentang kontinuitas dan perubahan yang terjadi pada fungsi dan makna ruang rumah adat Minahasa, penyebab kontinuitas dan perubahan pada fungsi dan makna ruang, serta pergeseran makna yang terjadi berkaitan dengan kontinuitas dan perubahan tersebut. Pendekatan sejarah-desain menekankan pada kontinuitas dan perubahan fungsi serta makna ruang terhadap beberapa rumah adat Minahasa berusia tua berlangsung pada tingkat perubahan yang cukup lamban (long duration) dan membutuhkan waktu lebih dari satu abad. Kontinuitas dan perubahan fungsi dan makna ruang yang terjadi pada rumah Minahasa tidak dapat digeneralisasikan karena tidak terjadi secara global. Semakin tua usia rumah, semakin banyak perubahan yang terjadi. Perubahan tersebut disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan akan ruang, peralihan penghuni rumah, berubahnya aktivitas dan mata pencaharian, usia pengguna ruang yang semakin tua. Modernisasi memegang peranan penting dalam terjadinya berbagai perubahan tersebut, karena telah mengubah pola pikir serta gaya hidup masyarakat Minahasa. Kontinuitas dan perubahan tidak hanya menyebabkan terjadinya pergerseran makna pada ruang, tetapi juga hilangnya sejumlah makna dalam rumah adat Minahasa.Kata kunci: Rumah adat, kontinuitas, perubahan
PERANCANGAN INTERIOR KANTOR PT. SUNINDO PRATAMA DI TEBET, JAKARTA Devi Vistawati
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.645

Abstract

Nowadays office is not just a place for people to work but also it has a function to be a brand image of the company. PT Sunindo Pratama is a company that engaged in the oil and mining equipment supply in Indonesia. With the increasing of company employee, PT Sunindo Pratama will occupy a new building and wanted the character and the identity of the company is able to be stand out in the office interior design. The scopes of the design are Lobby Area, Meeting Area, Working Area, and Entertainment Area. The application of industrial theme with modern style has been chosen due to the suitability with the type and characteristic of the company that engaged in the mass industry. Characteristic of the industrial with material exposure and without ornamentation applied to every element of space forming, aesthetics elements, and furniture. The fabrication impression reinforced by the game of heavy material in space elements such as iron pipes, container walls and iron frame which adjusted to the type and space requirements. Keyword: design, interior, office, industrial.
Perancangan Showroom dan Kantor PT Nasmoco Bahana Motor (Nasmoco Bantul) Thomas Antonio Marta Putra
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.650

Abstract

Branding atau citra sebuah merek adalah poin penting untuk beberapa ruang usaha, termasuk showroom.Cara  mengkomunikasikan suatu karakter dan identitas sebuah perusahaan kedalam ruang adalah peran desain interior. Desain interior memiliki tugas dalam mengolahdan mengitepretasikan makna suatu brand kedalam ruangan. Toyota sebagai perusahaan mobil ternama didunia, tentunya memiliki citra dan gayatersendiri untuk mencerminkan interiornya. Demikian juga dengan dealer Toyota di Indonesia, Nasmoco yang sedang mengangkat isu penghijauan kedalam perusahaannya. Dalam hal ini, upaya merancang interior Nasmoco Bantul yang mengangkat citra peduli lingkungan akan menjadi topik dalam kajian ini.
PERANCANGAN INTERIOR EAT & DRINK LOKAL STAY KOTA YOGYAKARTA Endro Arif
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.654

Abstract

Eat & drink LOKAL stay merupakan salah satu restoran yang baru yang ada di Yogyakarta. Keberadaan yang mempengaruhi perkembangan dunia food & beverage juga bisnis yang semakin ketat tentunya memerlukan penanganan yang maksimal. Perkembangan tersebut terlihat pada bentuk perancangan dengan memasukkan unsur buadaya lokal jawa dan unsur modern yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya lokal jawa kepada para wisatawan yang mengunjungi kota Yogyakarta.Dalam Tugas Akhir Karya Desain ini perancangan interior meliputi seluruh ruang dan area yang ada, dengan pembagian area dalam dan luar. Untuk area dalam meliputi ruang restoran, bar, kitchen dan kantor. Sedang area luar untuk area makan dan entertainment stage. Total luas perancangan 800 m².Untuk mencapai suasana yang diinginkan berikut fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang aktifitas di dalamnya, maka dalam perancangan ini dipertimbangkan beberapa faktor antara lain: gaya dan tema, sirkulasi, tata letak, elemen ruang dan estetisnya, tata kondisi dan pemilihan perabot. Sedangkan untuk gaya dipilih gaya eklektik, menyesuaikan bentuk arsitekturnya. Gaya ini akan dipadukan tema “hadirnya nuansa buadaya Jawa di dalam sebuah restoran modern”, yaitu sebuah tema yang diangkat dari kearifan budaya lokal Jawa.Kata kunci : Resto, Eklektik, Tradisional, Modern
PERANCANGAN INTERIOR GEREJA PAROKI SANTA MARIA ASSUMPTA GAMPING Tri Gunawan Arifianto
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.655

Abstract

Pentingnya gereja sebagai sarana ibadah, kegiatan, serta pelayanan keagamaan maka gereja Paroki Santa Maria Assumpta Gamping diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut bagi kehidupan berjemaat. Perancangan interior ini adalah bertujuan untuk memaksimalkan fungsi gereja sebagai rumah ibadah yang mampu memberikan suasana hikmat bagi kegiatan peribadatan jemaatnya.Konsep dari perancangan ini adalah menggunakan tema Maria Assumpta yang diterapkan dengan gaya postmodern. Penggunaan tema ini adalah diharapkan menjadi ciri khas pencitraan gereja ini.Kata kunci : perancangan gereja, Maria Assumpta, postmodern.
PERANCANGAN INTERIORMAINLOBBY, THE SQUARE, BASEMENT CORRIDOR, DAN POOL BAR RESTAURANT NOVOTEL SENTUL CITY RESORT, BOGOR Arik Dadang Kurrniawan
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.656

Abstract

Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terkenal menjadi pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional.Sentul City merupakan sebuah kawasan kota pegunungan di Kabupaten Bogor yang dikembangkan oleh PT Sentul City Tbk. Kawasan ini, dibangun sebagai tempat hunian sekaligus pariwisata. PosisiSentul City yang cukup strategis dan memiliki keindahan alam sering menjadi tujuan wisata masyarakat kota yang penat akan kehidupan metropolitan. Novotel yang merupakan sebuah merek hotel berskala menengah milik grupAccor pada tahun 2015 akan mendirikan resort baru di kawasan Sentul City. Resort ini diharapkan dapat menggairahkan perekonomian dan pariwisata di daerah jawa Barat khususnya Sentul. Pada perancangan Novotel Sentul City Resort, konsep yang diambil adalah natural in agricultural and biological research.Konsep ini dipilih karena adanya brief dari klien yang menginginkan       Resort yang dapat mempresentasikan Kota Bogor sebagai Kota Penelitian Pertanian dan Biologi tetapi tetap masih dalam standar Novotel Resort.Konsep natural in agricultural and biological research sendiri merupakan gabungan antara konsep Standar dari Novotel yaitu “Natural” dan konsep “agricultural and biological research”.Konsep ini nantinya akan dikerucutkan kembali kedalam tema Natural Glass House. Pada perancangan ini menggunakan pendekatan tema combined metaphor. Dari pendekatan tema ini diharapkan tema Natural Glass House tidak hanya dapat dilihat dan dirasakan oleh pengunjung Resort melalui pola dan bentuk tetapi juga melalui sifat, karakteristik, dan suasana bangunan.   Kata kunci        : Novotel Sentul City Resort, natural, agricultural and biological research, natural glass house
Perancangan Interior CIPAirport Lounge di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali Diah Dewani
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.661

Abstract

CIP Airport lounge merupakan salah satu eksekutif lounge yangberada di wilayah bandara internasional Ngurah Rai Bali yang disediakanuntuk CIP (Commercial Important Person) agar mereka mendapat perlakuan istimewa ketika menunggu waktu keberangkatan atau kedatangan di dalam bandara, memiliki fasilitas lengkap yang bisa memberikan kenyamanan yang tidak didapat di ruang tunggu umum biasa.Perancangan interior CIP airport Lounge ini terdiri dari dua lantai yang meliputi : resepsionis, ruang tunggu umum dengan buffet light meal and beverages serta area komputer, ruang tunggu privat, toilet umum, kantor, foot spa lounge, mini bar, praying room, dan kids corner yangmengangkat tema patra punggelornament khas Bali dan menerapkan gaya postmodern, sesuai dengan keinginan klien yangmenginginkan nuansa tradisional Bali namun dikemas secara modern.Perpaduan tema patra punggel dan gayapostmodern ini diharapkan mampu menciptakan desain baru sehingga bisa mencerminkan sebuah lounge yang bertaraf internasional.Kata Kunci :Interior, CIP lounge, Bali, Postmodern.
KARAKTERISTIK VISUAL RUANG PAMERAN SENI KARYA STUDI KASUS EMPAT PAMERAN KARYA EKO NUGROHO TAHUN 2008-2013 Humaira .
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.662

Abstract

Penelitian ini berjudul “Karakteristik Visual Ruang Pameran Seni Studi Kasus Empat Pameran Karya Eko Nugroho Tahun 2008-2013”. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik visual ruang pameran karya Eko Nugroho yang ditinjau dari aspek interior dan latar belakang konsep perancangan. Manfaat penelitian untuk menambah refrensi dalam berkarya, Memberikan pemahaman baru bahwa sebuah interior dapat berhubungan dengan sebuah karya seni dan dapat memberi pencerahan baru bagi setiap orang yang tertarik pada sebuah karya seni pada pameran senidalam aspek interior. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustakawan, internet searching, dan wawancara. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Dengan kriteria tersebut, maka pada penelitian ini sample yang diambil adalah “We Are What We Mask” Singapore, “Temoin Hybride” Perancis, “This Rebublic Need More Semeleh” Indonesia, “ Snobs Behind Ketchup” USA. Analisis dilakukan dengan data studi pustakawan, internet searching, teori dan hasil wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa elemen desain yang sangat penting, terutama elemen garis, warna, tekstur, bentuk, cahaya, ruang dan pola sangat menunjang untuk menunjukan karakteristik visual seorang seniman dalam berkarya. Namun sebuah karakteristik juga merupakan sebuah cerita atau pesan yang ingin disampaikan kepada pengunjung yang menjadi nilai lebih sehingga memiliki unsur kenangan bagi pengunjung.Kata Kunci: Karakteristik Visual, Pameran Seni, Eko Nugroho
PERANCANGAN INTERIOR RESTORAN DAN BAR “BLACK CANYON COFFEE” DI BALI Shella Majid Marjan
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.673

Abstract

Restoran dan Bar Black Canyon Coffee merupakan franchise kopi terbesar berasal dari Thailand, menyajikan kualitas kopi terbaik dan berbagai menu makanan Indonesia dan juga minuman beralkohol maupun non alkohol serta menyediakan makanan sehat Thai International Cuisine dengan harga terjangkau di lokasi yang nyaman. Maksud dari perancangan ini adalah menciptakan desain baru yang estetis, ergonomis, menyediakan pelayanan dan tempat yang memadai agar dapat menciptakan kenyamanan bagi pengunjung serta dapat menunjukkan bahwa Bali merupakan tempat yang dapat menyediakan kebutuhan. Tujuan perancang yaitu merancang interior restoran dan bar “Black Canyon Coffee” dengan menerapkan gaya Post-modern yang mampu menghadirkan tema Coffee sehingga mencitrakan kesan elegan pada pembentukan ruang. Menerapkan motif patra wangga sebagai unsur tradisional Bali serta material dan furnitur yang modern sehingga dapatmenyatu dalam gaya Post Modern. Perancangan Interior Restoran dan Bar Black Canyon Coffee ini meliputi area makan, area makan privat, stage, area santai, teras, lobby, kasir, bar, children playground, dan koridor. Adapun penerapan tema coffee yaitu pada lantai, dinding, elemen estetis dekoratif, sofa, meja bar, meja kasir, dan area lain. Pemilihan konsep diharapkan dapat memenuhi kebutuhan, dan sebagai tempat yang dapat mencitrakan coffee house, serta mengenalkan beberapa masakan dan kopi Thailand di kancah Internasional tanpa meninggalkan unsur tradisional setempat.Kata Kunci : Perancangan, Interior, Restoran, Bar, Black Canyon Coffee