Articles
123 Documents
Search results for
, issue
"Jurnal Mahasiswa Seni Musik"
:
123 Documents
clear
Komposisi Kitab Kejadian : 7 Hari Penciptaan Untuk Piano Dan Strings
Mahanaim Purba 0811164013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.996
Kitab Kejadian adalah kitab pertama yang bisa ditemukan di dalam Alkitab, kitab suci umat Kristiani. Naskah dalam Kitab Kejadian yang berisikan tujuh hari penciptaan, inilah yang menarik bagi komponis untuk menjadikannya sebagai sebuah ide musikal dalam membuat musik program. Berdasarkan acuan dari pengertian komposisi, maka untuk karya penelitian ini terfokus hanya pada piano dan strings. Pokok permasalahan didalam pembahasan ini adalah upaya komponis mentransformasikan idiom-idiom musik yang terwakili oleh instrumen piano dan strings, dimana kemudian idiom-idiom tersebut dituangkan dalam tujuh gerakan komposisi yang terispirasi dari kisah penciptaan alam semesta pada kitab kejadian. Komposisi tersebut Komponis beri judul “7 hari Penciptaan”. Proses pembuatan komposisi “7 hari Penciptaan” ini terdiri dari empat tahap. Yang meliputi penentuan ide pokok, pemilihan tujuh kisah dalam kitab kejadian, membuat kerangka bentuk musik dan membuat karya musik secara urut dan sistematis dari awal hingga akhir. Dengan segala usaha yang tidak luput dari kekurangan, komponis mampu mewujudkan ide pokok kisah penciptaan dunia berdasar pada kitab kejadian dalam musik program dengan formasi piano dan strings dimana secara naratif 7 kejadian digambarkan melalui alunan musik. Kata kunci : Kitab Kejadian, Transformasi, Komposisi
Pembelajaran Musik Kreatif Di Sd Jurug Sewon Bantul Yogyakarta
Aditya Lutfi Ardhi Utomo 0811242013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.955
Penelitian pembelajaran Musik Kreatif di SDN Jurug Sewon Bantul Yogyakarta, menggunakan metode kualitatif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode penjelasan, metode imitasi, metode latihan, metode discografi, metode demonstrasi. Pembelajaran musik kreatif lebih efektif dan efisien, dalam mengembangkan daya kreativitas dan membangun kepribadian siswa. Pembelajaran musik kreatif, lebih menekankan pada pengembangan kreativitas siswa. Melalui proses pembelajaran yang dilaksanakan, siswa dapat berimprovisasi sederhana dan juga secara sederhana dapat mengembangkan pola ritme materi ajar yang diberikan oleh guru. Dalam Proses Pembelajaran musik kreatif dapat memperlihatkan juga, terbangunnya kepribadian siswa. Hal tersebut terwujud melalui pembelajaran praktek dan latihan-latihan kelompok, yang menuntut adanya kerjasama kedisiplinan, tenggang rasa dan saling menghormati. Kata kunci : pembelajaran, musik kreatif, improvisasi
Siasat Empat Teknik: Kontrol Dinamik Jari Tangan Kanan, Artificial Harmonic, Tremolo Tiga Senar, Rasgueado Pada Repertoar Variation On A Catalan Folksong “Canco Del Lladre” Op. 25 Karya John William Duarte
Henry Yuda Oktadus 1011573013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.987
Karya tulis ini Sebagai laporan Tugas Akhir dalam konsentrasi minat utama Musik Pertunjukan. Penulisan ini membahas apa saja teknik yang digunakan dan juga teknik-teknik yang sulit pada repertoar Variation on a Catalan Folk Song “Canco del Lladre” Op.25. Disamping itu penulisan ini juga membahas cara menyiasati permasalah teknik yang sulit dalam repertoar tersebut dengan menggunakan beberapa cuplikan teknik semacam etude yang telah dipertimbangkan dan disesuaikan, baik yang dibuat sendiri oleh penulis (berdasarkan referensi penulis) maupun cuplikan teknik (etude) yang diambil dari beberapa sumber. Sehingga, pada akhirnya permasalahan teknik tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Kata kunci : eknik, Menyiasati, etude
Perkembangan Musik Saluang Dan Musik Rabab Dalam Pertunjukan Sirompak Di Nagari Taeh Baruah, Sumatera Barat
M.Taufiq Alhajj 0911440013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1180
Sirompak adalah salah satu kesenian yang terdapat di Nagari Taeh Baruah,Kecamatan Payakumbuh,Kabupaten Lima puluh Kota.Sirompak berarti dobrak,hancurkan,rampas,rampok, berasal dari kegiatan ritual yang disebut dengan Basirompak.Kegiatan basirompak, kini telah menjadi suatu kesenian pertunjukan di Nagari Taeh Baruah. Basirompak yang telah berkembang menuju seni pertunjukan tidak lagi memperlihatkan sosoknya yang mistis, dalam perkembangannya setiap sarana-sarana yang ada pada kegiatan ritual terdahulu seperti Gasing Tengkorak, Syarat-syarat dan sesaji lainnya kini telah dihilangkan karena semakin berkembangnya manusia. Dalam basirompak juga tidak terlepas dari unsur musik, dendang serta instrumen pendukung pada kesenian basirompakyang menjadi sebuah pertujukan hiburan. Musik Sirompak sebagai salah satu kesenian tradisi akan lebih bisa diterima oleh masyarakat luas khususnya masyarakat taeh baruah. Dimana masyarakat kuhusunya masyarakat taeh baruah akan lebih memberikan kontribusi dalam menjaga dan melestarikannya karena menjadi salah satu warisan kesenian yang berasal dari daerah mereka. Selain itu juga bias menjadi sebagai bahan garapan bagi seniman non literatur atau pun seniman literatur yang selalu memberikan inovasi dan kreatifitas didalam setiap pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mengetahui perkembangan musikSaluang dan rabab dalam lagu Sirompak serta dendang Sirompak yang telah menjadi suatu seni pertunjukan, 2) mengetahui struktur perkembangan musik dan dendang jika ditinjau secara kajian musikologis. Kata kunci : Basirompak,Sirompak,DendangSirompak
Lagu Naik Delman Dan Di Sini Senang Di SanaSenang Sebagai Media MeningkatkanKreativitas Gerak Dan Lagu Siswa Kelas V SDN 3 Jarakan Sewon Bantul Yogyakarta
Emilia Tri Amanda Nasti Dini Fajri Tukan 1111698013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.978
Kreativitas dalam pendidikan sangat berguna untuk mengembangkan potensi anak secara utuh serta dapat memajukan ilmu pengetahuan dan seni budaya. Unsur-unsur musik digunakan sebagai stimulus bagi siswa dalam membuat gerak secara spontan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran lagu Naik delman dan lagu Di sini senang di sana senang dalam meningkatkan kreativitas serta proses siswa dalam membuat gerakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Manfaat musik bagi kehidupan manusia adalah dapat membantu perkembangan otak, sebagai sarana mengungkapkan perasaan, mempermudah pembelajaran anak di kelas, dan lain sebagainya. Pembelajaran berlangsung selama 8 kali pertemuan dan diikuti oleh 22 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksperimen yang dilakukan untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas V SD 3 Jarakan Sewon Bantul dalam membuat gerakan telah berhasil sebagai sebuah eksperimen tingkat awal. Kata kunci : Lagu, Kreativitas, Gerakan
Analisis dan Interpretasi Lagu “While My Guitar Gently Weeps” Karya George Harrison
Teguh Joyo Santiko 0911386013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1010
Lagu While My Guitar Gently Weeps ini menarik untuk dibahas karena terdapat penggunaan progresi akor yang unik. Lagu ini juga pernah ditampilkan oleh beberapa gitaris terkenal seperti Eric Clapton dan Carlos Santana dengan interpretasi yang berbeda. Pembahasan dalam Tugas Akhir ini adalah mengenai analisis bentuk dan interpretasi lagu While My Guitar Gently Weeps karya George Harrison. Pembahasan mengenai analisis bentuk lagu berpusat pada bentuk lagu pokok beserta nada dasar dan progresi akor dan pembahasan mengenai interpretasi lagu berdasar pada interpretasi gaya permainan gitar George Harrison, Eric Clapton, dan Carlos Santana. Lagu While My Guitar Gently Weeps tersebut juga menjadi salah satu repertoar yang ditampilkan dalam pentas resital tugas akhir. Tujuan diadakannya penilitian ini yaitu untuk mengetahui analisis bentuk lagu While My Guitar Gently Weeps dan mengetahui interpretasi menurut George Harrison, Eric Clapton, dan Carlos Santana pada lagu While My Guitar Gently Weeps. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu penelitian komparatif dengan pendekatan musikologis. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah struktur lagu While My Guitar Gently Weeps karya George Harrison mempunyai 2 bagian, yaitu bagian A dan bagian B. Pada bagian A menggunakan tangganada G minor, sedangkan pada bagian B menggunakan tangganada G mayor. Pada lagu While My Guitar Gently Weeps versi asli karya George Harrison bernuansa sendu dan sepi, hal ini dikarenakan musik iringannya yang minimalis yaitu dengan menggunakan gitar tunggal dan terdapat suara akordeon di beberapa bagian lagu. Pada versi The Beatles bersama Eric Clapton adanya iringan pola irama pada drums yang berpadu dengan pola bass dan piano ditambah isian melodi filler Eric Clapton membentuk nuansa yang rancak, dinamis dan lebih hidup. Versi Carlos Santana nuansa keseluruhan lagu cenderung sendu namun adanya instrumen pengiring berupa drum, bass, piano, dan cello membuat suasana tidak sepi. Interpretasi dari beberapa versi tersebut dijadikan penulis sebagai acuan dalam menginterpretasikan lagu While My Guitar Gently Weeps yang kemudian ditampilkan pada saat konser Resital Tugas Akhir penulis. Kata kunci : While My Guitar Gently Weeps, George Harrison, Eric Clapton
Penerapan Modus Dorian Dalam Pembelajaran Improvisasi Dasar Jazz Bagi Gitaris Jazz Pemula Di Komunitas “Geisha Gita`”
Tika Rishanti Putri 1111736013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1209
Improvisasi jazz merupakan hal yang dirasa sulit bagi musisi otodidak seperti para personel komunitas Geisha Gita`. Mereka belum memiliki modal untuk berimprovisasi karena belum mengenal notasi angka maupun notasi balok, tidak dapat membaca tabulasi, belum memahami tangga nada diatonis dan modus. Akan tetapi ketertarikan mereka terhadap salah satu modus yaitu modus dorian sangatlah tinggi, oleh sebab itu penulis ingin memberi pengetahuan dan pembelajaran modus dorian untuk berimprovisasi bagi komunitas mereka. Melalui beberapa metode, yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode imitasi, metode tanya jawab, metode eksperimen dan metode latihan (drill), serta beberapa media seperti media audio visual dari youtube, media cetak dari beberapa modul pembelajaran tangga nada diatonis dan modus dorian, media gambar dan media papan tulis sangat efektif untuk mengajarkan cara berimprovisasi menggunakan modus dorian bagi mereka yang belum bisa membaca notasi dan tabulasi.Dengan metode-metode pembelajaran tersebut maka materi dapat tersampaikan dan mudah dipahami oleh para personel Geisha Gita`, sehingga mereka dapat menggunakan modus dorian yang sederhana dalam berimprovisasi jazz dasar. Kata kunci : Pembelajaran, gitar, dorian
Respons Model Pembelajaran Piano Secara Visual Dan Audiovisual Pada Anak Asperger (Studi Kasus Di Sekolah Musik Indonesia Yogyakarta)
Priskila Chintya Wisnu Kristanti 1011555013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1001
Pentingnya memahami karakter murid dan model pembelajaran yang tepat dalam dunia pendidikan ini sangat dibutuhkan oleh seorang guru. Terlebih disaat harus menghadapi murid berkebutuhan khusus yakni penyandang Asperger. Seperti dalam proses pembelajaran piano yang harus dibutuhkan ketelitian dan fokus yang tinggi ketika harus memainkan sebuah repertoar lagu. Penelitian kali ini berisi tentang respons dan bagaimana cara yang efektif untuk memberikan model pembelajaran kepada penyandang Asperger ketika mengikuti proses pembelajaran piano. Musik dapat menjadi sarana terapi bagi anak berkebutuhan khusus karena mampu meningkatkan multi kecerdasan melalui aktivitas memainkan musik dan berkarya yang terintegrasi dengan gerak serta meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi anak (Milyartini, 2010). Banyak ahli yang mengungkapkan bahwa melatih organ pendengaran anak autis merupakan hal yang penting dalam proses penyembuhan (Reza, 2011). Sehingga dengan menggunakan model pembelajaran secara visual dan audiovisual tentunya dapat memberikan respons yang berbeda bagi anak berkebutuhan khusus, dalam hal ini penyandang Asperger. Maka, dari dua model pembelajaran ini akan terlihat respons model pembelajaran bagi penderita Asperger dalam mengikuti proses pembelajaran piano. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Kesimpulan yang dapat ditarik dari studi ini adalah model pembelajaran audiovisual lebih baik digunakan dalam proses pembelajaran piano bagi subjek penyandang Asperger dalam penelitian ini. Hal ini dapat memberikan hasil yang maksimal bagi subjek tersebut dalam pemahaman dan permainan dalam sebuah repertoar lagu. Kata kunci : Asperger, Pembelajaran Piano, Visual-Audiovisual
Band Sebagai Musik Pengiring Ibadah Di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta
Steven Jacob Hardy 0911280013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1185
Band merupakan salah satu bentuk iringan musik yang digunakan pada saat ibadah di gereja. Band adalah sebuah kelompok musik yang terdiri dari beberapa pemain musik. Peran band di gereja adalah untuk mengiringi jemaat dalam memuji Tuhan, iringan musik band dapat membawa suasana ibadah menjadi lebih meriah dan memberikan semangat kepada seluruh jemaat di gereja. Jemaat dapat termotivasi untuk lebih antusias dalam memuji Tuhan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses terbentuknya band sebagai musik pengiring ibadah di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta. (2) Untuk mengetahui pengaruh band sebagai musik pengiring ibadah terhadap para jemaat di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah band dapat mempengaruhi banyak hal pada kegiatan ibadah di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta. Pengaruh band tersebut adalah pengaruh band bagi jemaat di Gereja Baptis Indonesia Ngadinegaran Yogyakarta. Kata kunci : Band, Musik Pengiring, Pengaruh
Analisis Bentuk Musik “Duet In D For Cello And Doublebass”
Ammar Abdillah Afif 1011480013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.960
Studi analisis bentuk musik berfungsi sebagai media untuk mengetahui struktur musikal sebuah komposisi musik, hal ini berguna dalam memahami setiap frasering musik untuk diinterpretasikan. Repertoar yang akan dianalisis adalah Duet in D for Cello and Doublebass karya Gioacchino Rossini. Komposisi ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pertama allegro, bagian kedua andante molto, dan bagian ketiga allegro yang akan dianalisis secara terpisah. Duet in D for Cello and Doublebass diciptakan oleh Gioacchino Rossini pada tahun 1824 pada zaman romantik. Repertoar tersebut merupakan format duet, format terkecil dari chamber music yang dimainkan oleh dua orang untuk karya instrumental. Repertoar yang telah dianalisis, akan dipentaskan pada ajang resital Tugas Akhir minat Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kata kunci : Analisis Bentuk Musik, Duet in D for Cello, Doublebass