cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
Search results for , issue "Jurnal Mahasiswa Seni Musik" : 123 Documents clear
Penerapan Metode Suzuki Pada Proses Pembelajaran Biola Di Sekolah Musik Purnomo Semarang Fajar Dewi Haryanti 1111712013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.979

Abstract

Dalam pembelajaran musik diperlukan metode yang tepat untuk mendukung proses belajar mengajar. Metode Suzuki adalah metode pembelajaran dengan pendekatan bahasa ibu atau bisa disebut ”mother tongue”. Menurut Suzuki pembelajaran bahasa ibu adalah proses belajar musik pada anak dengan pendekatan kasih sayang dan cinta kasih, seperti seorang ibu mengajarkan bahasa kepada anaknya. Dalam pembelajaran biola, pengajar menerapkan Metode Suzuki yang mencakup tentang anatomi memegang biola, cara menggesek, dan memainkan lagu. Penelitian ini membahas tentang “Penerapan metode Suzuki pada proses pembelajaran biola di Kursus Musik Purnomo Semarang. Penelitian ini menerapkan Metode Suzuki pada kursus musik Purnomo dan bagaimana meningkatkan peminat untuk belajar biola serta aktualisasi kualitas pembelajaran pada intrumen biola. Diharapkan dengan diterapkannya Metode Suzuki dapat menambah peminat yang ingin belajar instrumen biola. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif – action research. Data yang diperoleh diinterpretasikan berdasarkan kerangka teori yang sudah dibahas di dalam penelitian. Penelitian ini menyatakan bahwa Metode Suzuki tidak bisa diterapkan di Sekolah Musik Purnomo sehingga kurang terjadi peningkatan kualitas pembelajaran serta tidak mampu meningkatkan peminat instrumen biola. Kata kunci : metode, pembelajaran, musik
Studi Eksploratif Bahan Ajar Cello Berbasis Metode Suzuki Nandya Abror Nurmusabih 0911361013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1252

Abstract

Metode Suzuki merupakan metode pembelajaran musik yang menekankan pentingnya pendidikan bakat musik sedini mungkin untuk anak-anak dengan menggunakan bahasa ibu (mother tongue). Metode ini banyak disalahartikan oleh masyarakat hanya dengan menggunakan kurikulum buku saja, tanpa menerapkan filosofi dari penciptanya, Shinici Suzuki yaitu dididik dengan kasih sayang Nurtured by Love (dididik dengan kasih sayang) dan teorinya yaitu Talent Education (pendidikan bakat). Tujuan eksplorasi Metode Suzuki ini yaitu: (1) untuk memperkaya bahan ajar cello berbasis Metode Suzuki Cello menggunakan metode eksploratif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sesuatu yang belum diketahui, belum dipahami, dan belum dikenali dengan baik, (2)untuk mensosialisasikan Metode Suzuki dalam pembelajaran cello. Kesimpulan yang dapat diambil adalah: (1) pengayaan bahan ajar cello dalam Metode Suzuki menggunakan metode eksploratif, (2) metode eksploratif yang diterapkan pada pengayaan bahan ajar cello sebagai upaya mensosialisasikan Metode Suzuki. Kata kunci : metode, eksplorasi, pembelajaran
Aktivitas Koor Gerejawi Lingkungan Stephanie Keparakan Lor Dalam Ibadat Liturgi Gereja Katolik St. Fransiscus Xaverius Kidul Loji Yogyakarta Theresia Andari 1111643013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1011

Abstract

Sebuah ibadat liturgi mingguan di gereja Katolik hampir selalu dimeriahkan oleh sebuah kelompok koor yang anggotanya berasal dari umat yang tergabung dalam sebuah lingkungan di wilayah gereja tersebut. Di setiap kelompok koor lingkungan, tidak semua anggotanya memiliki kemampuan menyanyi yang baik. Aktivitas koor yang mereka lakukan lebih didasari pada semangat pelayanan untuk gereja, sehingga peran aktif umat untuk bergabung menjadi anggota koor lingkungan menjadi suatu hal yang patut disyukuri. Untuk mencapai fungsi kemeriahan ibadat liturgi, maka sebuah kelompok koor sebagai pendukung ibadat liturgi perlu mempersiapkan diri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas koor gerejawi Lingkungan Stephanie Keparakan Lor Gereja Katolik St. Fransiscus Xaverius Kidul Loji Yogyakarta yaitu proses latihan untuk mempersiapkan tugas ibadat liturgi di Hari Raya Pentakosta tanggal 24 Mei 2015. Penelitian ini memaparkan dampak pemahaman peran aktif anggota koor dalam ibadat liturgi terhadap upaya individu memberikan perhatian pada detil aktivitas musikal yang dipersiapkan untuk mencapai kemeriahan ibadat liturgi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dirigen memegang peran penting untuk mengarahkan anggotanya dalam mempersiapkan ibadat liturgi. Aktivitas musikal yang dilakukan lebih banyak ditentukan oleh pemahaman dirigen terhadap cara mempersiapkan anggotanya untuk memberikan kemampuan bernyanyi koor mereka secara maksimal. Kata kunci : koor, koor lingkungan, pelatih koor
Pembelajaran Ekstrakurikuler Ensambel Musik Di Smp Pangudi Luhir 1 Yogyakarta Daniel Hartanto 0911409013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.970

Abstract

Pembelajaran Ekstrakurikuler Ensambel Musik di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta menjadi sarana pendidikan yang memiliki banyak manfaat bagi siswa antara lain membantu anak menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dapat mengembangkan daya kreatifitas, melatih rasio dan emosi mempertajam konsentrasi, dan menjadi lebih percaya diri. Pembelajaran ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan latihan(drill). Dari hasil pembelajaran Ekstrakurikeuler Ensambel ini siswa belajar banyak mengenai manfaat dari musik, terutama tentang kekompakan, kerja sama, disiplin, dan belajar berbaur dengan teman, oleh karena itu pembelajaran Ekstrakurikuler ini selain bermain musik siswa dapat mengerti tentang tanggung jawab. Kata kunci : Pembelajaran, ensambelmusik, ekstrakurikuler
Perancangan Karya Komposisi Musik Kayu Gadang Di Tangah Koto Untuk Orkestra, Saluang, Bansi Dan Dendang Rahmat Dwi Saputra 0911281013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1002

Abstract

Kayu Gadang di Tangah Koto memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu Kayu Besar Di Tangah Kota yang mempunyai makna sesosok pemimpin dalam suatu suku, untuk itu penulis menjadikan kalimat tersebut menjadi judul pada karya tugas akhir komposisi musik. Datuk yang dalam dialek Minang dilafalkan "Datuak" adalah gelar adat yang diberikan kepada seseorang melalui kesepakatan suatu kaum atau suku yang ada di wilayah Minangkabau. Datuk adalah seorang pemimpin suatu suku di Minang berdasarkan garis keturunan ibu, berbeda dengan suku-suku pada daerah lain di Indonesia maupun dunia yang mengikuti garis keturunan ayah. Karya tugas akhir ini terinspirasi dari salah seorang Datuk di Minang. Karya ini mengisahkan perjalanan Datuk dari mulai pengangkatan sebagai Datuk hingga kematiannya. Kayu Gadang Di Tangah Koto ini memiliki empat bagian yang mempunyai masing-masing judul Pambuko, Angkek Datuk, Waktu Bancano dan Kematian. Kayu Gadang Di Tangah Koto ini dibuat untuk orkestra, alat musik etnis minang seta dendang yang dipadukan dengan sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan dalam sebuah karya musik. Kata kunci : Kayu Gadang Di Tangah Koto, Datuk, komposisi musik
Respons Anak Tunagrahita Ringan Dalam Pembelajaran Musik Kreatif Studi Kasus: Slb Rela Bhakti 1 Gamping Sleman Anna Nindita Gatrani Cudhayanti 1111763013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.961

Abstract

Pada umumnya anak tunagrahita kurang mendapat perhatian khusus dalam pendidikan seni musik. Pendidikan seni musik sangat penting diberikan kepada anak-anak tunagrahita karena musik bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas yang sebenarnya dimiliki oleh anak tunagrahita. Menurut Djohan (2003) Musik disejajarkan dengan disiplin dasar lainnya dan penting dihadirkan dalam pendidikan karena mempunyai alasan antara lain: musik dapat merangsang kreativitas, merupakan sumber kegembiraan, mengembangkan persepsi motor dan menyediakan jalan sukses untuk anak yang mengalami kesulitan bidang lain. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan pendidik dengan tujuan peserta didik mendapatkan ilmu pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan diri. Musik kreatif merupakan model pembelajaran berupa aktivitas-aktivitas bermain musik yang menyenangkan dengan ide atau gagasan baru. Peralatan yang dipergunakan adalah instrumen musik nonkonvensional yang berada di sekitar maupun di luar diri kita. Hasil pembelajaran musik kreatif kepada anak-anak tunagrahita ringan, yang diajarkan dengan tekun dan berulang-ulang membuat subyek mampu bermain musik kreatif. Anak-anak tunagrahita ringan di SLB Rela Bhakti 1 Gamping Sleman yang mendapat pembelajaran musik kreatif menunjukkan respons senang, tertarik, semangat, percaya diri dan bisa kerja sama dengan teman-temannya. Kata kunci : pembelajaran, musik kreatif, tunagrahita
Analisis Sistem Serial Komposisi ”Impromptus” Untuk Gitar Klasik Karya Richard Rodney Bennett Islah Wafdi 0911289013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.993

Abstract

Impromptus adalah karya untuk solo gitar klasik yang diciptakan oleh seorang komposer Inggris Richard Rodney Bennett. karya Impromptus tumbuh dari permintaan Julian Bream,gitaris asal Inggris. Karya Impromptus merupakan salah satu karya untuk gitar klasik yang menggunakan penerapan sistem serial. Dalam penelitian ini dibahas mengenai penerapan sistem serial dapa karya Impromptus untuk gitar klasik, sejarah musik serial, teori serial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Impromptus merupakan karya yang menggunakan penerapan sistem serial. Kata kunci : Impromptus, Gitar klasik, Penerapan sistem serial
Tantu Irma Indriyani 1011293011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1025

Abstract

Karya tari berjudul Tantu, memiliki arti sebuah ikatan. Karya tari tersebut menggambarkan sebuah tekanan batin yang dirasakan oleh masyarakat Baduy Dalam. Ketika sudah banyaknya orang-orang Modern masuk dalam kehidupan masyarakat BaduyDalam, yang secara tidak langsung telah membawa sedikit perubahan secara individual bagi masyarakat Baduy Dalam. Keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman dan rasa ingintahu terhadap sesuatu yang baru membuat tekana tersendiri bagi masyarakat Baduy Dalam, karena ketika mereka ingin melakukan hal tersebut, mereka sudah melanggar ajaran dan kepercayaan yang sudah lama dianut. Tetapi sebesar apapun keinginan untuk keluar dari ajaran dan kepercayaan tersebut masyarakat Baduy Dalam akan tetap kembali dan tidak biasa untuk keluar dari ajaran dan kepercayaan yang sudah dianut sejak dahulu. Karya tari ini digarap melalui pengalaman empiris dan dari hasil eksplorasi selama penelitian berlangsung, dari ragam geraknya pun itu hasil dari pencarian pada saat melakukan penelitian. Karya tari ini juga menggunakan angklung pada akhir adegan karena angklung menjadikan ciri khas Baduy, sehingga dalam penggarapan karya tari ini menggunakan angklung untuk mendukung suasana dalam garapan karya Tantu. Kata kunci : tantu, suku Baduy Dalam, konflik batin,
Analisis Teknik-Teknik Fingerstyle Pada Lagu Cowboy’s Dream Karya Tommy Emmanuel Dalam Instrumen Gitar Akustik Adam Malik 1011541013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.952

Abstract

Fingerstyle adalah teknik memetik dawai gitar menggunakan jari, kuku, atau plektrum yang dipasang pada ibu jari (tumbpick). Teknik ini merupakan perkembangan dari teknik permainan fingerpicking pada gitar klasik. Fingerstyle cukup menarik perhatian para gitaris untuk mempelajarinya lebih dalam serta mengembangkannya hingga ditemukannya teknik-teknik baru dalam permainan fingerstyle gitar akustik. Dalam fingerstyle gitar akustik tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan semua jari-jari tangan kiri maupun jari-jari tangan kanan. Teknik fingerstyle dapat diterapkan pada permainan lagu dengan genre yang beragam, seperti: pop, country, blues, jazz, dll. Lagu Cowboy’s Dream karya Tommy Emmanuel adalah salah satu lagu solo gitar bergenre country yang menerapkan teknik permainan fingerstyle. Lagu ini menerapkan beragam teknik-teknik fingerstyle diantaranya penerapan teknik pola ritme boom chick, travis picking, brushstroke, hammer on, pull off, slide, vibrato, harmonik, double stop, melodi Akor, dan heel dumping. Kata kunci : Fingerstyle, Cowboy’s Dream, Tommy Emmanuel
Metode Pembelajaran Karawitan Pada Anak Di Grup Karawitan Tirta Kencana Pimpinan Saryanto Di Desa Mangir, Bantul, Yogyakarta Ganang Restu Alfiansyah 0911278013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.984

Abstract

Tirta Kencana adalah sebuah grup karawitan yang berasal dari desa Mangir kabupaten Bantul, Yogyakarta. Grup karawitan ini memiliki keunikan karena anggota pemainnya adalah anak-anak. Grup karawitan ini dilatih oleh seorang pengrawit bernama Saryanto. Metode pembelajaran yang diterapkan Saryanto untuk melatih anak-anak didiknya cukup menarik karena mampu membuat anak-anak didiknya menggemari karawitan dan gamelan. Ini adalah salah satu upaya menangkal efek negatif globalisasi yang meredupkan eksistensi seni karawitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif agar dapat mengetahui sistematis fakta dan karakteristik dari grup Tirta Kencana dengan tepat dan apa adanya. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan Saryanto di grup karawitan Tirta Kencana selaras dengan pemaparan Djohan mengenai pendidikan musik dini untuk anak. Metode yang diterapkan Saryanto juga sama dengan metode pembelajaran yang digagas oleh pakar pembelajaran musik Shinichi Suzuki. Metode pembelajaran tersebut mengedepankan proses pengasahan ‘musical ear’ atau ‘telinga musikal’ anakanak sebelum proses belajar membaca notasi. Metode pembelajaran yang diterapkan Saryanto di Tirta Kencana juga menggabungkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid sesuai dengan metode pembelajaran yang dipaparkan oleh David A.Jacobsen, Paul Eggen dan Donald Kauchak. Kata kunci : karawitan, anak, metode pembelajaran

Page 9 of 13 | Total Record : 123