cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 40, No 1 (2017): April 2017" : 24 Documents clear
Pemanfaatan MOL Limbah Sayur pada Proses Pembuatan Kompos
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v40i1.12455

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fluktuasi harian faktor-faktor lingkungan pada proses pengomposan menggunakan mikorganisme lokal (MOL) limbah sayur dan EM4, mengetahui kualitas fisik kompos menurut penilaian responden dan kualitas kimia kompos berdasarkan analisis laboratorium. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu, terdiri dari dua perlakuan, yakni pengomposan menggunakan bioaktivator MOL limbah sayur dan EM4. Data yang diambil meliputi fluktuasi harian faktor-faktor lingkungan selama proses pengomposan, kualitas fisik (warna, bau dan tekstur) dan kualitas kimia (kadar air, pH, C/N rasio P2O5, dan K2O) setelah kompos matang. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harian faktor lingkungan kompos dengan MOL limbah sayur dan EM4 memberikan gambaran fluktuasi yang cenderung sama. Kualitas fisik kompos menurut penilaian responden masing-masing menunjukkan skor 30 pada aspek warna, bau dan tekstur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa  kualitas fisik kedua perlakuan kompos memiliki kategori warna kehitaman, bau seperti tanah, dan bertekstur halus sesuai kriteria SNI Nomor SNI 19-7030-2004. Namun demikian C/N rasio kompos yang menggunakan limbah sayur lebih baik karena telah memenuhi kriteria yang ditetapkan SNI dibanding kompos dengan menggunakan EM4.The purpose of this research are to know the daily environmental factor fluctuation in the composting process using vegetable waste local microorganism (MOL) and EM4, the compost’s physical quality based on respondent’s evaluation and compost’s chemical quality based on laboratory analysis. This research was conducted for 4 weeks, consisted of two treatments, which were composting using vegetable waste MOL bioactivator and EM4 bioactivator. The data taken including the daily environmental factor fluctatuion during the process, physical quality (colour, smell and texture), and chemical quality (water level, pH, C/N ratio, P2O5 and K2O) after the compost was processed. The data were analysed descriptively. The result of the research showed that the compost’s daily environmental factor fluctuation with vegetable waste MOL and EM4 showed a relatively similar result.  Each compost’s physical quality based on respondent’s evaluation give a result with score 30 in aspect of colour, smell and texture. This research conclude that the physical quality of both treatment showed blackish colour, smell like soil and smooth texture according to SNI 19-7030-2004 criteria. However, the C/N ratio of compost using vegetable waste was better than the EM4 compost, because it’s already meet the criteria determined by SNI.
Pembuatan Carbon Black Berbasis Nanoserbuk Tempurung Biji Karet Menggunakan High Energy Milling
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v40i1.12475

Abstract

Tempurung biji karet merupakan limbah yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi tempurung biji karet adalah diproses menjadi carbon black. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari karbon dan mengolah tempurung biji karet menjadi carbon black berbasis nanoserbuk menggunakan High Energy Milling (HEM). Carbon black dibuat melalui proses karbonisasi dan aktivasi dengan larutan H3PO4, kemudian karbon dilakukan penghalusan menggunakan HEM. Untuk mengetahui kualitas karbon, karakteristik karbon aktif diuji kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arang aktif memenuhi standar SNI 06-3730-1995 yaitu kadar air (2,5%), kadar abu (3,5%), kadar zat menguap (23,5%) dan kadar karbon terikat (73%).Rubber seed shell is a waste that has not been widely utilized. One effort to increase the economic value of rubber seed shell is processed into carbon black. This study aims to determine the characteristics of carbon and treat rubber seed shell into carbon black based nano powder  using High Energy Milling (HEM). Carbon black is made through carbonization and activation process with H3PO4 solution, then carbon is smoothing using HEM. To determine the carbon quality, the characteristics of activated carbon are tested for moisture content, ash content, volatile substance and bound carbon content. The results showed that the characteristics of activated charcoal fulfilled SNI 06-3730-1995 standard were moisture content (2.5%), ash content (3.5%), vapor content (23.5%) and bound carbon content (73% ).
Aplikasi Kendali LQR Diskrit untuk Sistem Pergudangan Barang Susut dengan Peninjauan Berkala pada Radioisotop Fosfor-32
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v40i1.12480

Abstract

Pada penelitian ini dibahas mengenai pengendalian sistem pergudangan untuk barang yang mengalami penyusutan. Teknik kendali yang digunakan adalah kendali regulator linier kuadratik dengan waktu diskrit. Kendali regulator linier kuadratik merupakan kendali optimal dengan fungsi objektif berbentuk kuadratik dan memiliki kendala berbentuk linier. Teknik kendali tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pemesanan kepada pemasok tunggal, karena diasumsikan tidak terjadi kekurangan barang, meskipun terdapat waktu tundaan dalam proses pengiriman barang. Sistem pergudangan yang telah diberikan kendali LQR diaplikasikan untuk mengoptimalkan pemesanan radioisotop fosfor-32 yang memiliki waktu paruh 14,26 hari. Salah satu kegunaan dari radioisotop fosfor-32 adalah untuk mengetahui pola penyebaran pupuk dan efektifitas pupuk pada bidang pertanian. This research discusses about inventory control with periodic review policy for perishable goods. Optimal control linear quadratic regulator in discrete time is used in this research. This optimal control has quadratic equation for objective function and linear equation for the constraint. This control can be used to optimize ordering to single supplier, because lost sales and back order are not permitted, although has a lead time. This LQR control for inventory systems will applied to optimize ordering radioisotope phosphorous-32 which has a half-life 14,26 days. One of the uses of radioisotopes phosphorus-32 is to determine the pattern of spread of fertilizer and effectiveness of fertilizers in agriculture.
Isolasi dan Karakterisasi Mikroorganisme Penghasil Pigmen dari Limbah Kulit Kentang
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v40i1.12456

Abstract

Aplikasi pewarna sintetik sangat digemari dalam berbagai proses industri karena mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Akan tetapi, penggunaan pewarna sintetik secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang serius. Masalah yang muncul akibat penggunaan pewarna sintetik menginduksi ketertarikan dunia industri untuk beralih memanfaatkan pigmen alami. Dalam penelitian ini, dilakukan isolasi dan identifikasi mikroorganisme penghasil pigmen dari limbah kulit kentang. Enam isolat bakteri, jamur benang dan khamir berhasil diperoleh, dengan nama isolat B1, B2, J1, J2, J3, dan K1. Identifikasi secara morfologi pada koloni dan sel menunjukkan bahwa isolat B1 merujuk pada genus Bacillus, sedangkan isolat B2 merujuk pada genus Streptococcus. Isolat J1 memiliki karakteristik yang mirip dengan genus Trichoderma, sedangkan isolat J2 dan J3 memiliki ciri yang hampir sama dengan genus Aspergillus. Terakhir, isolat K1 memiliki karakteristik yang merujuk pada genus Geotrichum. Hasil penelitian ini merupakan referensi untuk penelitian selanjutnya yaitu identifikasi spesies mikroorganisme secara molekuler menggunakan teknik PCR, sekuensing dan pencocokan homologi di database gene bank, serta mengenai karakterisasi dan aplikasi pigmen pada proses pewarnaan batik. Application of synthetic dyes is very popular in many industrial processes because it is easily obtained at an affordable price. However, an excessive use of synthetic dyes in the long period can cause the serious health and environmental problems. Problems arising from the use of synthetic dyes induce the interest in the industrial field come back to utilize the natural pigments. In this study, we conducted the isolation and identification of pigment-producing microorganisms from potato peel. Six isolates of bacteria, fungi and yeasts were successfully acquired, by the name of isolates B1, B2, J1, J2, J3, and K1. Identification of the colony and cell morphology showed that isolates B1 refers to the genus Bacillus, whereas isolates B2 refers to the genus Streptococcus. Isolates J1 has characteristics similar to genus Trichoderma, while isolates J2 and J3 have characteristics similar to genus Aspergillus. Finally, isolates K1 has a characteristic that refers to the genus Geotrichum. The results of this study can be used as a reference for future research, i.e. the identification of species name using sequencing techniques and homology searching at the gene bank database, as well as the characterization and application of pigment in the dyeing process of batik.

Page 3 of 3 | Total Record : 24