cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 42, No 1 (2019): April 2019" : 16 Documents clear
Pemberian Kompos Daun Jati, Air Kelapa dan Limbah Cair Ampas Tahu Terhadap Hasil Tanaman Temulawak Kusnadi, Kusnadi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak sebagai tanaman obat memiliki banyak khasiat, diantaranya meningkatkan kerja ginjal, anti inflamasi, obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, antikolesterol, antianemia, dan pencegah kanker. Untuk menghasilkan rimpang temulawak berkualitas, perlu upaya pembudidayaan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah menguji pemberian kompos daun jati, air kelapa, dan limbah cair ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil temulawak. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi pemberian kompos daun jati, air kelapa, limbah cair ampas tahu pada konsentrasi 0%, 25%, dan 50% dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), jumlah anakan dan berat kering rimpang (g).Teknik analisis data digunakan analisis varian (anava) satu arah, dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Perlakuan dengan menggunakan air kelapa j1k2t2 dan j2k2t2 menghasilkan tinggi tumbahan dan berat rimpang temulawak yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Sedangkan parameter pertumbuhan yang lainnya relatif sama, kecuali pada perlakuan j0k0t0. Tinggi tanaman temulawak yang dihasilkan dari perlakuan j1k2t2 dan j2k2t2 masing-masing adalah 36,50 cm dan 38,70 cm. Berat rimpang yang dihasilkan dari perlakuan j1k2t2 dan j2k2t2 masing-masing adalah 360, 30 g dan 365,60 g.
Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Alkaloid pada Daun Pepaya Jati, Ninda Kirana; Prasetya, Agung Tri; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi biasanya diatasi dengan menggunakan antibiotik. Antibiotika atau antibakteri dapat diperoleh dari senyawa bahan alam. Di dalam ekstrak daun pepaya terkandung alkaloid karpain yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa kimia apa saja yang terkandung dalam daun pepaya dan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun pepaya dan senyawa alkaloid hasil isolasi sebagai antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan ekstrak daun papaya, uji skrining fitokimia (uji alkaloid, uji flavonoid, uji saponin, uji tanin, dan uji steroid dan triterpenoid), isolasi alkaloid, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya memiliki daya hambat bakteri lebih kuat dibandingkan isolat alkaloid. Pada inkubasi selama 1×24 jam daya hambat bakteri E. coli dari ekstrak etanol daun pepaya lebih kuat dibandingkan alkaloid yaitu 16,1 mm. Pada inkubasi selama 5×24 jam daya hambat bakteri semakin meningkat yaitu 17,1 mm. Senyawa aktif yang terkandung dalam daun pepaya adalah tanin, alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin.
Pengaruh Sulfonasi terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia Membran Polisulfon Lusiana, Retno Ariadi; Saputry, Agriccia Pangestica; Prasetya, Nor Basid Adiwibawa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan material membran diarahkan untuk menghasilkan membran yang memiliki karakteristik antara lain berpori-pori kecil yang seragam, kuat secara mekanik, bersifat hidrofilik, dan mempunyai ketahanan terhadap tekanan tinggi. Penelitian ini mempelajari pengaruh tiga konsentrasi asam sulfat pada proses sulfonasi terhadap membran polisulfon (PSf). Membran dibuat melalui metode inversi fasa dan modifikasi dilakukan melalui pemaduan PEG dan reaksi sulfonasi. Keberhasilan reaksi modifikasi dianalisis menggunakan FT-IR dan derajat sulfonasi (DS). Karakteristik fisika membran dianalisis menggunakan uji serapan air, pengembangan air, porositas, ketahanan pH, dan hidrofilisitas. Hasil spektra FT-IR membran mengindikasikan bahwa modifikasi membran polisulfon dengan PEG dan proses sulfonasi berhasil dilakukan. Semakin tinggi  konsentrasi asam sulfat sebagai agen sulfonasi, derajat sulfonasi, persentase serapan air, daya pengembangan, porositas, dan hidrofilisitas membran meningkat. Secara umum, modifikasi meningkatkan sifat fisiko-kimia membran PSf.
Pemanfaatan Cangkang Kepiting Bakau Dan Plasticizer Gliserol Sebagai Edible Coating Buah Jambu Biji Merah Kinasih, Titisari Henggar; Sumarni, Woro; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan adalah suatu polimer alami sehingga dapat digunakan sebagai edible coating pada makanan. Pembuatan edible coating kitosan memerlukan bahan tambahan berupa plasticizer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal konsentrasi kitosan dan plasticizer gliserol pada pembuatan edible coating yang diaplikasikan pada buah jambu biji merah. Transformasi kitin menjadi kitosan dengan proses deasetilasi cangkang kepiting bakau (Scylla sp) melalui proses demineralisasi dan deproteinasi. Kitin dan kitosan yang diperoleh diuji kadar air, kadar abu, dan nilai derajat deasetilasinya. Dalam pembuatan edible coating, kitosan dilarutkan dalam asam asetat 1% (v/v) dengan konsentrasi variasi 1; 1,5; 2, 2,5; dan 3% (b/v). Pada masing-masing variasi ditambahkan dengan gliserol 1%. Pelapisan buah dilakukan dengan teknik pencelupan selama 1 menit, dikeringkan dan disimpan dalam suhu ruangan. Sebagai kontrol digunakan buah jambu biji segar tanpa pelapisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kitin dan kitosan sebesar 1,96% dan 7,22%, kadar abu 1,84% dan 0,90%, serta derajat deasetilasi 68,61% dan 74,94%. Hasil uji kualitas mutu pada buah jambu biji merah dengan perlakuan K5G1 yaitu dengan kitosan 3% dan gliserol 1% menunjukkan kualitas mutu terbaik dengan nilai susut bobot 0,42%, nilai penurunan vitamin C 4,42%, nilai Total Plate Count (TPC) 17x104 koloni/mL, serta mempertahankan mutu buah selama 3 hari penyimpanan.
MENENTUKAN RUTE TERPENDEK DENGAN MEMANFAATKAN METODE HEURISTIK BERBASIS ALGORITMA A* Taufiq, Mohammad; Suyitno, Amin; Dwijanto, Dwijanto
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang sebuah permasalahan untuk mencari solusi terkait penentuan rute terpendek yang harus ditempuh. Tujuan dari penelitian ini adalah unutk mengetahui dasar-dasar algoritma A* yang berguna untuk meneliti rute pendistribusian bahan baku berupa kacang tanah dari PT. Dua Kelinci ke beberapa daerah di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan bantuan program MATLAB. Data yang dibutuhkan berupa tempat-tempat produksi kacang tanah yang diperoleh dari kantor PT. Dua Kelinci. Selanjutnya, peneliti melakukan pencarian jarak dengan menggunakan bantuan Google Maps. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan penghitungan manual yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil penghitungan yang menggunakan program MATLAB. Dari kedua cara penghitungan data tersebut, jarak terpendek pendistribusian kacang tanah di Kabupaten Pati adalah 218,4 km. Rute nya adalah sebagai berikut: PT. Dua Kelinci – Kecamatan Margorejo – Kecamatan Pati – Kecamatan Tayu – Kecamatan Tlogowungu –Kecamatan Gembong – Kecamatan Tambakkromo – Kecamatan Gunung Wungkal – Kecamatan Trangkil – Kecamatan Puncakwangi – PT. Dua Kelinci. Analisis penghitungan dengan cara manual maupun MATLAB menghasilkan jarak tempuh dan rute yang sama untuk mencapai semua titik dengan jarak minimal. This research studies a problem solution related to the determination of the shortest route to pass. It aims to find out the basics of algorithm A* due to the analysis of the shortest route to distribute peanuts materials from Dua Kelinci Company to the certain subdistricts in Pati Regency. This analysis uses the help of MATLAB program. The collected data is about the places of peanuts production. It was taken from the office of Dua Kelinci Company. After collecting the data, the mileage between the company and the distribution places was taken using Google Maps application. The data is analysed by using manual calculation. The result of it is then compared with the result of MATLAB calculation. The analysis using both ways of calculation shows that the shortest mileage to distribute peanuts materials in Pati Regency is 218,4 km. The route is described as follows: Dua Kelinci Company – Margorejo Subdistrict – Pati Subdistrict – Tayu Subdistrict – Tlogowungu Subdistrict – Gembong Subdistrict – Tambakkromo Subdistrict – Gunung Wungkal Subdistrict – Trangkil Subdistrict – Puncakwangi Subdistrict – Dua Kelinci Company. Both manual and MATLAB calculation result the same mileage and route to reach all points with the minimum distance.
Eksplorasi Keanekaragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera) dan Status Konservasinya di Taman Nasional Gunung Merbabu Jawa Tengah Mukaromah, Afrinda; Lutfiana, Izatul Husna, Khanifa Nafis; Wahyuningsih, Rina
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan hutan Gunung Merbabu merupakan kawasan konservasi dengan nama Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) untuk melindungi seluruh komponen ekosistem, termasuk kupu-kupu. Penelitian dilakukan untuk menganalisis potensi keanekaragaman jenis, kekayaan jenis, kemerataan jenis, dominansi, proporsi dan kelimpahan kupu-kupu endemik Jawa di TNGMb khususnya di wilayah Air Terjun Umbul Songo. Pengambilan sampel melalui metode Garis Transek dengan teknik sweeping menggunakan jaring kupu-kupu, mengikuti garis transek meliputi area DAS (Daerah Aliran Sungai), area lahan terbuka, serta area hutan pinus. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks kekayaan jenis Margalef (DMg), indeks kemerataan jenis (E) dan indeks Dominansi Simpson (D). Hasil analisis data menunjukan bahwa TNGMb memiliki potensi kupu-kupu dengan keanekaragaman jenis sedang (1<H’<3), kemerataan sedang (0,3-0,6), dan dominansi rendah (0,01-0,30). Ditemukan tiga spesies endemik Jawa dengan kategori rare species (individu ditemukan kurang dari 10) yaitu Ypthima nigricans, Mycalesis sudra, dan Cyrestis lutea. Hutan di TNGMb berpotensi untuk mendukung keberadaan spesies kupu-kupu endemik Jawa.
ANALISIS MODEL PREDATOR-PREY ECENG GONDOK DENGAN IKAN GRASS CARP DAN PEMANENAN Ilmiawan, Dwi Fahmi; Kharis, Muhammad; Supriyono, Supriyono
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok merupakan tanaman invasif yang perlu dikontrol. Pengontrolan dapat dilakukan dengan menggunakan ikan Grass carp dan pemanenan. Interaksi pada pengontrolan tersebut dinamakan model predator-prey dengan pemanenan. Artikel ini membahas tentang sistem dinamik model predator-prey pada populasi eceng gondok dengan adanya ikan Grass carp dan pemanenan. Model ini menggunakan fungsi respon Holling tipe III, karena sesuai dengan ikan Grass carp yang cenderung mencari mangsa lain ketika eceng gondok mulai berkurang. Secara analitik, terdapat tiga titik ekuilibrium yakni 𝐸0, 𝐸1, dan 𝐸2 dengan beberapa syarat batas. Kestabilan dari ketiga titik ekuilibrium dalam sembilan kasus yang berbeda merupakan stable node point, stable spiral point, center point, unstable saddle point, unstable node point, dan unstable spiral point. Hasil simulasi numerik menunjukkan sifat yang sama untuk sembilan kasus kestabilan tersebut. Jadi, solusi yang dapat dilakukan untuk mengontrol populasi eceng gondok yakni dengan memusnahkan kedua populasi, memusnahkan populasi ikan Grass carp, dan melestarikan kedua populasi. Water hyacinth is an invasive plant that needs to be controlled. Control can be performed using Grass carp fish and harvesting. Interaction in the control process called predator-prey model with harvesting. This article discussed about the system dynamic of predator-prey model on water hyacinth population with Grass carp fish and harvesting. This model uses Holling response function of type III, because according to the Grass carp fish that tend to seek other prey when water hyacinth began to decrease. Analytically, there are three equilibrium points namely 𝐸0, 𝐸1, and 𝐸2 with some boundary conditions. The stability of the three equilibrium points in nine different cases are stable node point, stable spiral point, center point, unstable saddle point, unstable node point, and unstable spiral point. Numerical simulation results showed the same properties for the stability of the nine cases. So, the solution that can be done to control the water hyacinth population are the eradicate both populations, eradicate of Grass carp fish population, and conserve both populations.
Eksplorasi Keanekaragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera) dan Status Konservasinya di Taman Nasional Gunung Merbabu Jawa Tengah Prasetya, Yulianto Ade; Nisyak, Khoirun; Hisbiyah, A'yunil; Ifititah, Elvina Dhiaul; Srihardiyastuti, Arie
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extended Spectrum Beta Lactamases (ESBLs) merupakan enzim yang mampu menonaktifkan antibiotik golongan beta laktam generasi ketiga dan keempat, serta monobaktam. Escherichia coli merupakan kelompok Enterobacteriaceae yang paling banyak ditemukan menghasilkan enzim ESBLs. Hal tersebut menyebabkan semakin meningkatnya biaya perawatan di rumah sakit, angka kesakitan, dan angka kematian di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas nanokomposit ZnO-Ag dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli penghasil ESBLs. Nanokomposit ZnO-Ag dibuat dengan metode refluks secara one pot synthesis menggunakan minyak cengkeh sebagai reduktor melalui green synthesis. Nanokomposit ZnO-Ag yang terbentuk yakni 73,21 nm kemudian diujikan pada bakteri E.coli penghasil ESBLs dengan metode Kirby-Bauer. Konsentrasi nanokomposit 100 µg/ml merupakan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan E.coli penghasil ESBLs.
Eksplorasi Keanekaragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera) dan Status Konservasinya di Taman Nasional Gunung Merbabu Jawa Tengah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v42i1.22635

Abstract

Kawasan hutan Gunung Merbabu merupakan kawasan konservasi dengan nama Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) untuk melindungi seluruh komponen ekosistem, termasuk kupu-kupu. Penelitian dilakukan untuk menganalisis potensi keanekaragaman jenis, kekayaan jenis, kemerataan jenis, dominansi, proporsi dan kelimpahan kupu-kupu endemik Jawa di TNGMb khususnya di wilayah Air Terjun Umbul Songo. Pengambilan sampel melalui metode Garis Transek dengan teknik sweeping menggunakan jaring kupu-kupu, mengikuti garis transek meliputi area DAS (Daerah Aliran Sungai), area lahan terbuka, serta area hutan pinus. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks kekayaan jenis Margalef (DMg), indeks kemerataan jenis (E) dan indeks Dominansi Simpson (D). Hasil analisis data menunjukan bahwa TNGMb memiliki potensi kupu-kupu dengan keanekaragaman jenis sedang (1H’3), kemerataan sedang (0,3-0,6), dan dominansi rendah (0,01-0,30). Ditemukan tiga spesies endemik Jawa dengan kategori rare species (individu ditemukan kurang dari 10) yaitu Ypthima nigricans, Mycalesis sudra, dan Cyrestis lutea. Hutan di TNGMb berpotensi untuk mendukung keberadaan spesies kupu-kupu endemik Jawa.
ANALISIS MODEL PREDATOR-PREY ECENG GONDOK DENGAN IKAN GRASS CARP DAN PEMANENAN
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v42i1.22783

Abstract

Eceng gondok merupakan tanaman invasif yang perlu dikontrol. Pengontrolan dapat dilakukan dengan menggunakan ikan Grass carp dan pemanenan. Interaksi pada pengontrolan tersebut dinamakan model predator-prey dengan pemanenan. Artikel ini membahas tentang sistem dinamik model predator-prey pada populasi eceng gondok dengan adanya ikan Grass carp dan pemanenan. Model ini menggunakan fungsi respon Holling tipe III, karena sesuai dengan ikan Grass carp yang cenderung mencari mangsa lain ketika eceng gondok mulai berkurang. Secara analitik, terdapat tiga titik ekuilibrium yakni 𝐸0, 𝐸1, dan 𝐸2 dengan beberapa syarat batas. Kestabilan dari ketiga titik ekuilibrium dalam sembilan kasus yang berbeda merupakan stable node point, stable spiral point, center point, unstable saddle point, unstable node point, dan unstable spiral point. Hasil simulasi numerik menunjukkan sifat yang sama untuk sembilan kasus kestabilan tersebut. Jadi, solusi yang dapat dilakukan untuk mengontrol populasi eceng gondok yakni dengan memusnahkan kedua populasi, memusnahkan populasi ikan Grass carp, dan melestarikan kedua populasi. Water hyacinth is an invasive plant that needs to be controlled. Control can be performed using Grass carp fish and harvesting. Interaction in the control process called predator-prey model with harvesting. This article discussed about the system dynamic of predator-prey model on water hyacinth population with Grass carp fish and harvesting. This model uses Holling response function of type III, because according to the Grass carp fish that tend to seek other prey when water hyacinth began to decrease. Analytically, there are three equilibrium points namely 𝐸0, 𝐸1, and 𝐸2 with some boundary conditions. The stability of the three equilibrium points in nine different cases are stable node point, stable spiral point, center point, unstable saddle point, unstable node point, and unstable spiral point. Numerical simulation results showed the same properties for the stability of the nine cases. So, the solution that can be done to control the water hyacinth population are the eradicate both populations, eradicate of Grass carp fish population, and conserve both populations.

Page 1 of 2 | Total Record : 16