cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2010)" : 38 Documents clear
PENINGKATAN KUALITAS KERJA MELALUI PENYULUHAN BUDAYA KERJA ORGANISASI PEMERINTAHAN DESA DI DESA TREKO KEC. MUNGKID KAB. MAGELANG Martono, S
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan kualitas kerja aparat desa dalam melayani masyarakat dan mengembangkan budaya kerja aparat desa dalam organisasi pemerintah yang terpuji. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi dengan pemberian materi. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah Aparat dan Perangkat Desa Treko Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Metode kegiatan yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Penyuluhan ini berlangsung sesuai dengan yang telah direncanakan dan tujuan dari penyuluhan juga dapat dicapai. Peserta penyuluhan setelah mengikuti penyuluhan dapat memahami pentingnya pengetahuan kualitas kerja aparat untuk menciptakan kepercayaan publik terkait dengan tanggung jawab dan tugas dalam memberikan layanan kepada masyarakat melalui budaya kerja yang positif. Saran dari kegiatan ini adalah (1) Dengan pengetahuan dan pemahaman yang didapat dari penyuluhan, diharapkan aparat dan perangkat desa di Desa Treko Kecamatan Mungkid Kabupaten magelang dapat menjadi dasar dalam menjalankan tugas, fungsi dan tanggungjawab sebagai abdi masyarakat yang lebih baik dan profesional. (2) Dengan pengetahuan dan pemahaman yang sudah dimiliki, disarankan untuk lebih meningkatkannya di bidang pelayanan dalam wujud adanya kepercayaan dan kepuasan masyarakat. (3) Kepada pihak-pihak yang terkait dengan Aparat dan Perangkat Desa, supayan memberikan tindak lanjut pembekalan yang lebih kompleks dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang berkaitan dengan pelayanan dan etika profesi dalam Organisasi Pemerintah. Kata kunci : kualitas kerja, budaya kerja
PENINGKATAN LIFE SKILL PEREMPUAN KURBAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DENGAN PELATIHAN PEMANFAATAN KETELA RAMBAT MENJADI ES KRIM Hartati, Sri
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat sekitar 53 orang kurban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) penduduk Desa Duwet Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, 80 % diantaranya adalah perempuan. Untuk tetap berkontribusi pada pendapatan keluarga dibutuhkan keterampilan lain salah satunnya adalah berwirausaha. Untuk dapat berwirausaha diperlukan peningkatan keterampilan (life skill) dengan memanfaatkan potensi wilayah setempat yang dimiliki. Salah satu potensi wilayah Desa Duwet yang dapat dikembangkan adalah penanganan hasil pertanian yaitu ketela rambat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan (life skill) dan minat para perempuan kurban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Desa Duwet, kecamatan Wonosari kabupaten Klaten dengan memanfaatkan ketela rambat menjadi Es Krim. Bentuk kegiatan berupa pendidikan dan pelatihan kepada para perempuan tersebut tentang pembuatan es krim ketela rambat dan pendampingan wirausaha. Materi pelatihan meliputi teori dan praktek pembuatan es krim ketela rambat. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mencapai 72,62 pada teori dan 98,47 pada praktek. Es krim ketela yang dibuat dalam dua kali praktek mempunyai rata-rata waktu leleh 27,95 mnt/50 gr, serta penilaian panelis terhadap warna aroma dan tekstur masing-masing adalah 4,6, 3,6 dan 4,3 dengan skala 1 tidak disukai dan 5 sangat disukai. Analisis usaha pembuatan es krim ketela rambat selama pendampingan wirausaha menunjukkan BCR 2,07, BEP tercapai jika harga jual Rp. 116.550 per resep, PBP ( Pay Back Periode) 3,453 bulan Kata kunci : es krim, ketela rambat, life skill, perempuan kurban PHK
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU SMA MENGAJAR BIOLOGI DENGAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, INOVATIF, DAN MENYENANGKAN DI MGMP BIOLOGI KABUPATEN DEMAK Iswari, Retno Sri
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil observasi dan wawancara awal dengan para guru Biologi SMA di Kabupaten Demak, terasa bahwa para guru Biologi SMA sangat menginginkan dapat mengajarkan Biologi yang bermakna, sesuai dengan hakekat Biologi dan mendukung tercapainya makna KTSP. Para guru juga sangat menginginkan dapat mengajarkan Biologi dengan metode penemuan dan mengajarkan biologi dengan metode yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Selama ini para guru merasa kesulitan bagaimana menyampaikan pembelajaran Biologi dengan metode penemuan dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Para guru beranggapan bahwa untuk melaksanakan pembelajaran penemuan dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan harus dengan percobaan. Untuk percobaan butuh alat dan bahan, kedua sarana itulah yang tidak dapat dipenuhi oleh para guru. Sebenarnya untuk melaksanakan pembelajaran penemuan dan metode pembelajaran yang aktif,  kreatif, inovatif dan menyenangkan tidak harus dengan eksperimen (percobaan) tetapi dapat juga dilakukan dengan metode yang lain seperti observasi, diskusi dan simulasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan pemahaman para guru Biologi SMA tentang pendekatan kontekstual, metode penemuan dan metode pembelajaran Biologi yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan; (2) meningkatkan ketrampilan para guru Biologi SMA menerjemahkan kurikulum Biologi ke dalam bentuk sillabi; (3) Meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA membuat rencana pembelajaran dari sillabi; (4) meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA menggunakan alat peraga, alat percobaan dan lingkungan sebagai sumber belajar; dan (5) meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA mengajar Biologi dengan pendekatan kontekstual menggunakan metode penemuan dan metode pembelajaran Biologi yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Sasaran utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para guru Biologi SMA di wilayah Kabupaten Demak baik negeri maupun swasta. Jumlah guru yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 37 orang guru. Ketigapuluh tujuh orang guru tersebut terdiri atas guru pengampu Biologi kelas X, XI dan XII. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2009 sampai 17 September 2009. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru Biologi SMA memperoleh pengetahuan tentang strategi Mengajar Biologi yang tepat dan metode Pembelajaran Biologi dengan metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, cara pembuatan rencana dan pelaksanaan pembelajaran Biologi menggunakan metode Pembelajaran Aktif Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan. Diharapkan para guru Biologi SMA menyabarluaskan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan mengajar dengan metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan yang diperolehnya, di sekolah masing-masing sehingga benar-benar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Biologi di Kabupaten Demak. Kata Kunci: Biologi, Pembelajaran
PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR HIPOTETIKAL- DEDUKTIF MAHASISWA kurniawan_abdimas, -
Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir hipotetikal-deduktif menggunakan model pembelajaran konstruktivisme problem solving. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Fisika Semester I sebanyak 30 orang. Peningkatan kemampuan berpikir hipotetikal deduktif dianalisis dengan rumus gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran konstruktivisme dapat meningkatkan kemampuan berpikir hipotetikal deduktif  mahasiswa. Besar rata-rata peningkatan kemampuan berpikir hipotetikal deduktif mahasiswa dari awal hingga akhir pembelajaran sebesar 0,67. Kata kunci: hipotetikal-deduktif, gain ternormalisasi
PENINGKATAN KUALITAS KERJA MELALUI PENYULUHAN BUDAYA KERJA ORGANISASI PEMERINTAHAN DESA DI DESA TREKO KEC. MUNGKID KAB. MAGELANG Martono, S
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan kualitas kerja aparat desa dalam melayani masyarakat dan mengembangkan budaya kerja aparat desa dalam organisasi pemerintah yang terpuji. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi dengan pemberian materi. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah Aparat dan Perangkat Desa Treko Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Metode kegiatan yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Penyuluhan ini berlangsung sesuai dengan yang telah direncanakan dan tujuan dari penyuluhan juga dapat dicapai. Peserta penyuluhan setelah mengikuti penyuluhan dapat memahami pentingnya pengetahuan kualitas kerja aparat untuk menciptakan kepercayaan publik terkait dengan tanggung jawab dan tugas dalam memberikan layanan kepada masyarakat melalui budaya kerja yang positif. Saran dari kegiatan ini adalah (1) Dengan pengetahuan dan pemahaman yang didapat dari penyuluhan, diharapkan aparat dan perangkat desa di Desa Treko Kecamatan Mungkid Kabupaten magelang dapat menjadi dasar dalam menjalankan tugas, fungsi dan tanggungjawab sebagai abdi masyarakat yang lebih baik dan profesional. (2) Dengan pengetahuan dan pemahaman yang sudah dimiliki, disarankan untuk lebih meningkatkannya di bidang pelayanan dalam wujud adanya kepercayaan dan kepuasan masyarakat. (3) Kepada pihak-pihak yang terkait dengan Aparat dan Perangkat Desa, supayan memberikan tindak lanjut pembekalan yang lebih kompleks dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang berkaitan dengan pelayanan dan etika profesi dalam Organisasi Pemerintah. Kata kunci : kualitas kerja, budaya kerja
PENGENALAN BAHASA ARAB MELALUI NYANYIAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK ISLAM “MUTIARA HATI” Zukhaira, Zukhaira
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan bahasa Arab melalui nyanyian pada anak usia prasekolah di TK Islam Terpadu “Mutiara Hati” Patemon Kecamatan Gunungpati Semarang, dan mengetahui proses belajar mengajar bahasa Arab melalui nyanyian pada anak usia prasekolah di TK Islam Terpadu “Mutiara Hati” Patemon Kecamatan Gunungpati Semarang. Prosesnya kegiatan dilakukan dengan menggunakan beberapa metode seperti bernyanyi sambil bermain dan bernyanyi dengan menggunakan gerakan serta bernyanyi dengan menggunakan media pembelajaran. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah; (1) Melalui nyanyian yang disampaikan dengan metode bermain yaitu menyanyi dengan gerakan, maka anak-anak usia pra sekolah dapat dengan mudah mengenal kosakata-kosakata bahasa Arab, (2) Anak-anak usia pra sekolah memiliki minat yang tinggi dalam mengenal bahasa Arab. Hal ini dapat dilihat dari antusias anak-anak ketika menyanyikan nyanyian-nyanyian berbahasa Arab yang diajarkan, dan (3) Isi nyanyian pendek dan bahasa yang digunakan mudah sehingga siswa dengan mudah mencerna dan mengucapkan kosakata bahasa Arab   Kata kunci : pengenalan, bahasa arab, nyanyian, prasekolah
PEMANFAATAN MUSEUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI PRASEJARAH BAGI GURUGURU SMA KOTA SEMARANG Karyono, Karyono
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang menelaah tentang asal-usul dan perkembangan serta peranan masyarakat di masa lampau berdasarkan metode dan metodologi tertentu. Salah satu materi yang diajarkan dalam pelajaran sejarah adalah materi zaman praejarah. Zaman prasejarah merupakan babakan dalam sejarah yang diberikan kepada suatu periode ketika manusia belum menggunakan tulisan sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu upaya pemahaman zaman prasejarah merupakan hal yang cukup sulit. Hal ini disebabkan rentangan waktu antara zaman prasejarah dengan zaman sekarang mencakup ribuan tahun. Untuk mengatasi kesulitan itu diperlukan suatu cara, salah satunya memanfaatkan koleksi museum. Dalam pelatihan di SMA 1 Semarang pada 3 September 2009 hadir 39 guru anggota MGMP Sejarah. Kegiatan itu menyimpulkan bahwa museum sangat tepat sebagai sarana untuk memperjelas materi prasejarah Indonesia, baik dengan mengunjungi museum maupun ”membawa” museum ke dalam kelas.Kata kunci : museum, belajar, prasejarah.
PENINGKATAN LIFE SKILL PEREMPUAN KURBAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DENGAN PELATIHAN PEMANFAATAN KETELA RAMBAT MENJADI ES KRIM Hartati, Sri
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat sekitar 53 orang kurban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) penduduk Desa Duwet Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, 80 % diantaranya adalah perempuan. Untuk tetap berkontribusi pada pendapatan keluarga dibutuhkan keterampilan lain salah satunnya adalah berwirausaha. Untuk dapat berwirausaha diperlukan peningkatan keterampilan (life skill) dengan memanfaatkan potensi wilayah setempat yang dimiliki. Salah satu potensi wilayah Desa Duwet yang dapat dikembangkan adalah penanganan hasil pertanian yaitu ketela rambat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan (life skill) dan minat para perempuan kurban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Desa Duwet, kecamatan Wonosari kabupaten Klaten dengan memanfaatkan ketela rambat menjadi Es Krim. Bentuk kegiatan berupa pendidikan dan pelatihan kepada para perempuan tersebut tentang pembuatan es krim ketela rambat dan pendampingan wirausaha. Materi pelatihan meliputi teori dan praktek pembuatan es krim ketela rambat. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mencapai 72,62 pada teori dan 98,47 pada praktek. Es krim ketela yang dibuat dalam dua kali praktek mempunyai rata-rata waktu leleh 27,95 mnt/50 gr, serta penilaian panelis terhadap warna aroma dan tekstur masing-masing adalah 4,6, 3,6 dan 4,3 dengan skala 1 tidak disukai dan 5 sangat disukai. Analisis usaha pembuatan es krim ketela rambat selama pendampingan wirausaha menunjukkan BCR 2,07, BEP tercapai jika harga jual Rp. 116.550 per resep, PBP ( Pay Back Periode) 3,453 bulan Kata kunci : es krim, ketela rambat, life skill, perempuan kurban PHK
PENINGKATAN GOOD GOVERNANCE BERDASARKAN UU NO. 32 TAHUN 2004 JO. UU. 12 TAHUN 2008 DI KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG Hidayat, Arif
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan Otonomi Daerah dengan berbagai prinsip diharapkan mampu menjembatani antara kepentingan Pusat dan Daerah. Perubahan penyelenggaraan otonomi ini berkonsekuensi pada perubahan kelembagaan di daerah sesuai dengan sumberdaya dan kebutuhan daerah masing-masing. Idealnya kewenangan daerah tersebut diselenggarakan berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas dan efisiensi sebagai pedoman standar pelayanan minimal. Rendahnya pemahaman organisasi perangkat daerah mengenai urusan pemerintahan yang bersifat pilihan berpotensi pada rendahnya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan sehingga perlu membentuk Organisasi Perangkat Daerah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) sesuai dengan acuan UU No. 32 Tahun 2004 yang telah direvisi dengan UU No. 12 Tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah. Daerah diharapkan mampu menyusun kelembagaan penyelenggaraan otonomi di daerah, termasuk perangkat organisasi Kecamatan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Tugas utama perangkat daerah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah, memberdayakan berbagai sumber di daerah dan melaksanakan program-program pembangunan di daerah. Berdasarkan Tiga tujuan pokok tersebut, maka hal yang harus dicapai oleh Pemerintah Daerah adalah pelayanan yang prima, Masyarakat yang mandiri dan optimalisasi pendapatan asli daerah untuk pelaksanaan pembangunan daerah. Dengan demikian, Pemerintah Daerah dapat mencapai pelayanan prima, masyarakat yang mandiri, dan optimalisasi pendapatan daerah. Kata Kunci : organisasi perangkat kecamatan, pelayanan prima, good governance
PENELUSURAN ARSIP DAN SUMBER LISAN DALAM RANGKA MENYUSUN SEJARAH DESA BAGI PERANGKAT DESA DAN ANGGOTA BPD DESA BOCOR KECAMATAN BULUSPESANTREN KAB. KEBUMEN Romadi, Romadi
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebumen merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di pesisir selatan. Bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Banyumas dan Cilacap, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga, sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Purworejo. Sementara batas selatan Samudera Hindia. Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren terletak 10 km selatan Kota Kebumen. Desa Bocor mempunyai situs-situs sejarah yang selama ini tidak pernah diungkap oleh para sejarawan. Desa ini terletak di kawasan pantai selatan Kebumen dengan wilayah di jalur alternatif Cilacap Yogyakarta. Letak strategis ini ternyata bukan hanya berarti dalam perjalanan masyarakat sekarang, tetapi juga bermakna penting dalam kehidupan masyarakat di masa lalu. Oleh karena itu tokoh asyarakat berencana menyusun sejarah desa. Dalam rangka kegiatan itulah, maka Tim Pengabdian Masyaraat UNNES membekali perangkat desa dan anggota BPD kemampuan untuk menelusuri arsip dan sumber lisan guna menyusun sejarah desa. Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2009 hadir 15 orang, yang akhirnya menjadi panitia penyusun sejarah desa.   Kata Kunci : arsip, sejarah, desa

Page 2 of 4 | Total Record : 38


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue