cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2010)" : 38 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU SMA MENGAJAR BIOLOGI DENGAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, INOVATIF, DAN MENYENANGKAN DI MGMP BIOLOGI KABUPATEN DEMAK Iswari, Retno Sri
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil observasi dan wawancara awal dengan para guru Biologi SMA di Kabupaten Demak, terasa bahwa para guru Biologi SMA sangat menginginkan dapat mengajarkan Biologi yang bermakna, sesuai dengan hakekat Biologi dan mendukung tercapainya makna KTSP. Para guru juga sangat menginginkan dapat mengajarkan Biologi dengan metode penemuan dan mengajarkan biologi dengan metode yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Selama ini para guru merasa kesulitan bagaimana menyampaikan pembelajaran Biologi dengan metode penemuan dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Para guru beranggapan bahwa untuk melaksanakan pembelajaran penemuan dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan harus dengan percobaan. Untuk percobaan butuh alat dan bahan, kedua sarana itulah yang tidak dapat dipenuhi oleh para guru. Sebenarnya untuk melaksanakan pembelajaran penemuan dan metode pembelajaran yang aktif,  kreatif, inovatif dan menyenangkan tidak harus dengan eksperimen (percobaan) tetapi dapat juga dilakukan dengan metode yang lain seperti observasi, diskusi dan simulasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan pemahaman para guru Biologi SMA tentang pendekatan kontekstual, metode penemuan dan metode pembelajaran Biologi yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan; (2) meningkatkan ketrampilan para guru Biologi SMA menerjemahkan kurikulum Biologi ke dalam bentuk sillabi; (3) Meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA membuat rencana pembelajaran dari sillabi; (4) meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA menggunakan alat peraga, alat percobaan dan lingkungan sebagai sumber belajar; dan (5) meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA mengajar Biologi dengan pendekatan kontekstual menggunakan metode penemuan dan metode pembelajaran Biologi yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Sasaran utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para guru Biologi SMA di wilayah Kabupaten Demak baik negeri maupun swasta. Jumlah guru yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 37 orang guru. Ketigapuluh tujuh orang guru tersebut terdiri atas guru pengampu Biologi kelas X, XI dan XII. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2009 sampai 17 September 2009. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru Biologi SMA memperoleh pengetahuan tentang strategi Mengajar Biologi yang tepat dan metode Pembelajaran Biologi dengan metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, cara pembuatan rencana dan pelaksanaan pembelajaran Biologi menggunakan metode Pembelajaran Aktif Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan. Diharapkan para guru Biologi SMA menyabarluaskan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan mengajar dengan metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan yang diperolehnya, di sekolah masing-masing sehingga benar-benar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Biologi di Kabupaten Demak. Kata Kunci: Biologi, Pembelajaran
PELATIHAN ASESMENT DAN EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL BAGI TUTOR KEJAR PAKET B KESETARAAN PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DI KOTA SEMARANG Suryana, Sawa; Fakrudin, Fakrudin; Ustman, Ustman
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelolaan suatu organisissasi ,termasuk didalamnya penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang merupakan salah satu wujud kegiatan pendidikan non formal untuk memenuhi jawaban kebutuhan akan lembaga pendidikan yang setara dengan pendidikan formal. Tuntutan masyarakat yang lebih maju serta keterbatasan management serta kinerja lembaga akan mengakibatkan rendahnya mutu pendidikan ( keluaran pendidikan). Program Kesetaraan, Paket B sebagai salah satu altenatif model pendidikan kesetaraaan non formal yang keberadaaanya saat ini sudah didukung oleh seperangkat peraturan dan perundang-indangan dalam implementasinya masih memiliki beberapa kendala yang antara lain meliputi kurang profesinalan tutor dalam pembelajaran yang bayak disebabkan oleh latar belakang pendidikan yang kurang sesuai yang pada giliranya kemampuan belajarnya rendah ini tercermin dalam hal: (1) dalam membuat rencana pembelajaran, (2) penguasaan metode pembelajaran maupun yang ke (3) dalam mengevaluasi hasil belajar. Dalam kaitan ini evaluasi model penyelenggraaan pendidikan kesetaraan akan menjadi focus pengabdian yang akan dillaksanakan. Kegiatan yang dilakukan adalah melatih para tutor Program Kesetaraan Paket B dalam bidang asesmen dan evaluasi pembelajaran. Model yang digunakan akan bertolak pada pemikiran yang akan selalu terkait dengan seperangkat persyartan ambang tersebut mengikat bagi (1) masukan yang terdiri dari sumber daya (tenaga kependidikan ,tutor dan laboran (2) Proses pendidikan yang penjabaranya meliputi pemanfaatan sumber daya untuk mengenal tujuan yang terdiri dari seperangkat kurikulum, PBM, sarana dan prasarana serta situasi pembelajaran dan yang ke (3) keluaran yang menjadi sasaran hasil evaluasi serta dampaknya. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Memberikan pelatihan kepada Tutor Program Kesetaraan Program Kejar Paket B di PKBM Kota Semarang agar memiliki ketrampilan, pengetahuan dan sikap dalam mengevaluasi program Kejar Paket B, sesuai dengan bidang /materi pembelajaran yang diampunya. Untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan ketrampilan profesional dalam melakukan evaluasi pembelajaran pada program Kejar Paket B di PKBM Kota Semarang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diadakan pelatihan dengan langkah –kegiatan sebagai berikut; (1) Persiapan yakni Melakukan kordinasi dan identifikasi kebutuhan peserta pelatian, (2) persiapan penetapan materi pelatihan dengan cara FGD antara Tim dengan para pakar, tutor, Kasi PNFI Kota Semarang dan teman sejawat, 3 Pelaksanaan kegiatan dan 4 adalah melakukan evaluasi baik secara teori maupun praktek membuat alat evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah (1). Telah terlatih tutor PKBM sebayak 40 tutor Paket B yang mendalamai konsep, teknik, analisis, serta interpretasi test hasil belajar untuk program kejar Paket B, yang terdiri dari 21 pria dan 19 wanita (2) Sebanyak 40 peserta pelatihan telah memiliki kemampuan dalam pembuatan alat evaluasi hasil belajar yang sudah sesuai dengan KTSP. Adapun saran diberikan pada kegiatan ini adalah (1) Perlu diadakan pelatihan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme tutor, mengingat di Kota Semarang tutor yang mengajar Di PKBM sebagian besar belum mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan asesment dan evaluasi. (2) .Untuk meningkatkan kemampuan profesional para tutor dalam mengevaluasi hendaknya lembaga LP2M Unnes ,khususnya Jurusan PLS lebih sering mengadakan monitoring dan pembinaan secara berkelanjutan.   Kata Kunci : Asesmen , Evaluasi, Tutor, Kemampuan profesional.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU-GURU IPS SMP Sunarko, Sunarko; Bonawati, Eva
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1). Memberikan pemahaman tentang Penelitian Tindakan Kelas kepada guru-guru IPS SMP/MTs. di Kabupaten Semarang. 2). meningkatkan keterampilan menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas bagi guru-guru IPS SMP di Kabupaten Semarang. 3). memberikan pendampingan pada guru-guru IPS SMP, khususnya yang berkaitan dengan masalah Penelitian Tindakan Kelas.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu memberikan penyuluhan, kerja kelompok dan pelatihan penyusunan proposal penelitian tindakan kelas. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 24 guru yang berasal dari 22 SMP/MTs di Kabupaten Semarang. Hasil pengabdian menunjukkan secara teoritis berhasil, hal ini dilihat dari 24 peserta pelatihan, 74% peserta dapat memahami cara menyusun proposol PTK dengan baik dan bahkan 8% peserta dapat memahami menyusunan. Proposal PTK sangat baik. Namun dilihat dari praktek menyusunan proposal hasilnya belum memuaskan, karena baru 25% peserta yang dapat menyusun proposal PTK dengan baik dan 33% termasuk cukup, sedangkan 42% perserta belum berhasil menyusun proposal PTK.Kata Kunci : Keterampilan, Proposal Penelitian Tindakan Kelas.
PUZZLE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF MATA PELAJARAN IPS BAGI GURU-GURU SD/MI DI KEBUMEN Arsi, Antari Ayuning
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar IPS di sekolah umumnya dianggap tidak menarik, akibatnya banyak anak-anak sekolah yang kurang tertarik untuk mendalami mata pelajaran IPS. Selain itu memang ada anggapan bahwa mata pelajaran IPS tidak begitu penting sehingga siswa dalam proses belajar mengajar tidak begitu serius dalam mengikutinya. Beberapa indikator yang menunjukan bahwa mata pelajaran IPS tidak menarik atau penting adalah nilai-nilai pelajaran IPS tidak begitu tinggi, serta program Ilmu Sosial di SMA dianggap sebagai program nomor dua setelah Ilmu Alam. Oleh karena itu untuk mempercepat pemahaman serta menghindarkan pemahaman yang keliru diperlukan pendekatan-pendekatan dan media-media pembelajaran yang tepat, sesuai dengan tingkat kematangan kejiwaan peserta didik. Pendekatan yang dianjurkan dalam KTSP adalah pendekatan kontekstual termasuk dalam media pembelajarannya. Media pembelajaran tidak hanya mencakup media elektronik melainkan bisa berupa media sederhana yang bisa disiapkan oleh guru. Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan adalah media puzzle. Dalam pelatihan penggunaan media puzzle dalam pembelajaran IPS di SDN Tambakrejo Kebumen, hadir 35 pseserta dari 40 peserta yang mendaftar. Peserta meyakini bahwa media puzzle bersifat sederhana, mudah dibuat dan digunakan serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS.   Kata kunci: media, puzle, belajar mengajar.
PENINGKATKAN KEMANDIRIAN DASA WISMA KELURAHAN SEKARAN DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Wijayanti, Yuni
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memutuskan rantai penularan penyakit demam berdarah dengue, pemberantasan vektor dianggap cara yang paling mamadai saat ini. Kemandirian dasa wisma dapat digunakan untuk mengembangkan pembangunan kesehatan di tingkat kelurahan sebagai persiapan menuju desa siaga. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Sekaran untuk meningkatkan Kewaspadaan terhadap terjadinya penyakit demam berdarah. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk dapat ikut mencegah penyakit demam berdarah di lingkungannya secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melalui komunikasi, informasi, dan edukasi serta pendampingan oleh mahasiswa. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan nilai pretes dari peserta kegiatan sebesar 19,88%, dan peserta dapat menyelesaikan atau memecahkan masalahmasalah penyakit demam berdarah yang diberikan selama kegiatan. Pengetahuan dan pemahaman peserta diharapkan dapat disebarluaskan kepada masyarakat di sekitarnya, sehingga dapat ikut serta dalam rangka pencegahan penyakit demam berdarah dengue.Kata Kunci; demam berdarah dengue, dasa wisma
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEDIA KARTU BELAJAR BAGI GURU SD/MI DI KEC. BULUSPESANTREN KEBUMEN Rossal, Jimmy De
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Belajar Mengajar IPS di sekolah umumnya dianggap tidak menarik, akibatnya banyak anak-anak sekolah yang kurang tertarik untuk mendalami mata pelajaran IPS. Selain itu memang ada anggapan bahwa mata pelajaran IPS tidak begitu penting sehingga siswa dalam proses belajar mengajar tidak begitu serius dalam mengikutinya. Beberapa indikator yang menunjukan bahwa mata pelajaran IPS tidak menarik atau penting adalah nilai-nilai pelajaran IPS tidak begitu tinggi, serta program Ilmu Sosial di SMA dianggap sebagai program nomor dua setelah Ilmu Alam. Oleh karena itu untuk mempercepat pemahaman serta menghindarkan pemahaman yang keliru diperlukan pendekatan-pendekatan dan media-media pengajaran yang tepat, sesuai dengan tingkat kematangan kejiwaan peserta didik. Pendekatan yang dianjurkan dalam KTSP adalah pendekatan kontekstual termasuk dalam medianya. Media pendidikan tidak hanya mencakup media elektronik melainkan bisa berupa media sederhana yang bisa disiapkan oleh guru. Salah satu media belajar yang bisa digunakan adalah kartu belajar. Dalam pelatihan penggunaan media Karu Belajar dalam belajar mengajar IPS di SDN Tambakrejo Kebumen, hadir 35 pseserta dari 40 peserta yang mendaftar. Peserta meyakini bahwa Kartu Belajar bersifat sederhana, mudah dibuat dan digunakan serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS.   Kata kunci: media, kartu, belajar mengajar
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU-GURU IPS SMP Sunarko Sunarko; Eva Bonawati
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v14i1.18

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1). Memberikan pemahaman tentang Penelitian Tindakan Kelas kepada guru-guru IPS SMP/MTs. di Kabupaten Semarang. 2). meningkatkan keterampilan menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas bagi guru-guru IPS SMP di Kabupaten Semarang. 3). memberikan pendampingan pada guru-guru IPS SMP, khususnya yang berkaitan dengan masalah Penelitian Tindakan Kelas.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu memberikan penyuluhan, kerja kelompok dan pelatihan penyusunan proposal penelitian tindakan kelas. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 24 guru yang berasal dari 22 SMP/MTs di Kabupaten Semarang. Hasil pengabdian menunjukkan secara teoritis berhasil, hal ini dilihat dari 24 peserta pelatihan, 74% peserta dapat memahami cara menyusun proposol PTK dengan baik dan bahkan 8% peserta dapat memahami menyusunan. Proposal PTK sangat baik. Namun dilihat dari praktek menyusunan proposal hasilnya belum memuaskan, karena baru 25% peserta yang dapat menyusun proposal PTK dengan baik dan 33% termasuk cukup, sedangkan 42% perserta belum berhasil menyusun proposal PTK.Kata Kunci : Keterampilan, Proposal Penelitian Tindakan Kelas.
PUZZLE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF MATA PELAJARAN IPS BAGI GURU-GURU SD/MI DI KEBUMEN Antari Ayuning Arsi
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v14i1.14

Abstract

Proses belajar mengajar IPS di sekolah umumnya dianggap tidak menarik, akibatnya banyak anak-anak sekolah yang kurang tertarik untuk mendalami mata pelajaran IPS. Selain itu memang ada anggapan bahwa mata pelajaran IPS tidak begitu penting sehingga siswa dalam proses belajar mengajar tidak begitu serius dalam mengikutinya. Beberapa indikator yang menunjukan bahwa mata pelajaran IPS tidak menarik atau penting adalah nilai-nilai pelajaran IPS tidak begitu tinggi, serta program Ilmu Sosial di SMA dianggap sebagai program nomor dua setelah Ilmu Alam. Oleh karena itu untuk mempercepat pemahaman serta menghindarkan pemahaman yang keliru diperlukan pendekatan-pendekatan dan media-media pembelajaran yang tepat, sesuai dengan tingkat kematangan kejiwaan peserta didik. Pendekatan yang dianjurkan dalam KTSP adalah pendekatan kontekstual termasuk dalam media pembelajarannya. Media pembelajaran tidak hanya mencakup media elektronik melainkan bisa berupa media sederhana yang bisa disiapkan oleh guru. Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan adalah media puzzle. Dalam pelatihan penggunaan media puzzle dalam pembelajaran IPS di SDN Tambakrejo Kebumen, hadir 35 pseserta dari 40 peserta yang mendaftar. Peserta meyakini bahwa media puzzle bersifat sederhana, mudah dibuat dan digunakan serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS.   Kata kunci: media, puzle, belajar mengajar.
PENINGKATKAN KEMANDIRIAN DASA WISMA KELURAHAN SEKARAN DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v14i1.19

Abstract

Untuk memutuskan rantai penularan penyakit demam berdarah dengue, pemberantasan vektor dianggap cara yang paling mamadai saat ini. Kemandirian dasa wisma dapat digunakan untuk mengembangkan pembangunan kesehatan di tingkat kelurahan sebagai persiapan menuju desa siaga. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Sekaran untuk meningkatkan Kewaspadaan terhadap terjadinya penyakit demam berdarah. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk dapat ikut mencegah penyakit demam berdarah di lingkungannya secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melalui komunikasi, informasi, dan edukasi serta pendampingan oleh mahasiswa. Hasil yang didapatkan yaitu adanya peningkatan nilai pretes dari peserta kegiatan sebesar 19,88%, dan peserta dapat menyelesaikan atau memecahkan masalahmasalah penyakit demam berdarah yang diberikan selama kegiatan. Pengetahuan dan pemahaman peserta diharapkan dapat disebarluaskan kepada masyarakat di sekitarnya, sehingga dapat ikut serta dalam rangka pencegahan penyakit demam berdarah dengue.Kata Kunci; demam berdarah dengue, dasa wisma
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEDIA KARTU BELAJAR BAGI GURU SD/MI DI KEC. BULUSPESANTREN KEBUMEN Jimmy De Rossal
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v14i1.15

Abstract

Proses Belajar Mengajar IPS di sekolah umumnya dianggap tidak menarik, akibatnya banyak anak-anak sekolah yang kurang tertarik untuk mendalami mata pelajaran IPS. Selain itu memang ada anggapan bahwa mata pelajaran IPS tidak begitu penting sehingga siswa dalam proses belajar mengajar tidak begitu serius dalam mengikutinya. Beberapa indikator yang menunjukan bahwa mata pelajaran IPS tidak menarik atau penting adalah nilai-nilai pelajaran IPS tidak begitu tinggi, serta program Ilmu Sosial di SMA dianggap sebagai program nomor dua setelah Ilmu Alam. Oleh karena itu untuk mempercepat pemahaman serta menghindarkan pemahaman yang keliru diperlukan pendekatan-pendekatan dan media-media pengajaran yang tepat, sesuai dengan tingkat kematangan kejiwaan peserta didik. Pendekatan yang dianjurkan dalam KTSP adalah pendekatan kontekstual termasuk dalam medianya. Media pendidikan tidak hanya mencakup media elektronik melainkan bisa berupa media sederhana yang bisa disiapkan oleh guru. Salah satu media belajar yang bisa digunakan adalah kartu belajar. Dalam pelatihan penggunaan media Karu Belajar dalam belajar mengajar IPS di SDN Tambakrejo Kebumen, hadir 35 pseserta dari 40 peserta yang mendaftar. Peserta meyakini bahwa Kartu Belajar bersifat sederhana, mudah dibuat dan digunakan serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS.   Kata kunci: media, kartu, belajar mengajar

Page 3 of 4 | Total Record : 38


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue