cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 1 (2020): June" : 28 Documents clear
E-BRANDING UNTUK PENGUATAN EKSISTENSI KAMPUNG WAYANG KEPUHSARI MANYARAN Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.20390

Abstract

Kampung Kepuhsari telah dideklarasikan oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri sebagai Kampung Wisata Wayang dan menjadi salah satu produk unggulan Wonogiri. Hanya saja, perkembangannya tidak cukup menggembirakan dan justru semakin menurun dilihat dari jumlah pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Sementara itu omset yang dihasilkan juga tidak cukup menjanjikan untuk dijadikan andalan untuk profesi bagi penduduk Kepuhsari. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memperkuat citra/ merk Kepuhsari sebagai Kampung Wisata Wayang, sehingga menarik generasi Z (silent generation) untuk mengunjungi Kepuhsari.  Upaya E-branding perlu dilakukan mengingat kemajuan teknologi informasi sudah sedemikian pesat. Komentar dan rekomendasi dari pertemanan dalam jaringan (online) telah menjadi lebih kuat daripada promosi konvensional. Aktivitas yang dilakukan adalah dengan menyusun konsep e-marketing, memberikan pelatihan digital marketing, dan perancangan tim promosi on line Kampung Wayang Kepuhsari. Hasil dari kegiatan terungkap bahwa persoalan konsep promosi dan branding Kampung Wayang terletak pada lemahnya dukungan dari pihak-pihak terkait (stakeholder).
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap Masyarakat Buta Huruf Masa Pandemi Covid-19 di Dusun Pacinan RT01/RW01 Desa Sedarum kec. Nguling Kab. Pasuruan Indrawatiningsih, Nonik; Mutmainah, Mutmainah
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.26225

Abstract

Covid-19 membawa perubahan besar yang tidak di rencanakan hingga hampir seluruh aspek kehidupan penjuru dunia. Perilaku hidup bersih dan sehat sangat penting masa pandemi covid-19. Pada kenyataannya masih banyak belum mengetahui pentingnya pola hidup yang sehat pada masa pademi Covid-19. Oleh karena itu dilakukannya program KKN penyuluhan edukasi dan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat Dusun Pacinan RT01/RW01, Desa Sedarum, Kec. Nguling, Kab. Pasuruan dengan di bimbing oleh dosen pembimbing lapangan untuk dapat berkontribusi langsung dalam pencegahan Covid-19. Tujuannya agar masyarakat mengerti dan paham akan bahanya Covid-19 untuk menjaga kesehatan dan pemutusan rantai penularan Covid-19. Pelaksanaan kegiatan ini kurang lebih 2 minggu meliputi observasi, analisi masalah, pembuatan sarana yang dibutuhkan dan kegiatan inti penyuluhan. Adapun teknisnya pelaksanaan secara door to door untuk menghindari kerumunan warga yang sesuai dengan ajuran dari pemerintah.  Masyarakat Dusun Pacianan RT01/RW01, Desa Sedarum, Kec. Nguling, Kabupaten Pasuruan orangnya sangat ramah dan langsung menyambut saya dengan baik membuat saya bersemangat dalam pelaksanaan KKN. Kegiatan di akhiri dengan foto dokumentasi dengan masyarakat.
PROTOTIPE AUTOMATIC FEEDER DENGAN MONITORING IoT UNTUK PERIKANAN BIOFLOK LELE MASYARAKAT DUKUH PRAYUNAN Maghfiroh, Hari; Hermanu, Chico; Adriyanto, Feri
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.20636

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 has brought many changes both positive and negative. The positive aspect is that there has been much use of automation and robots in the industrial world so that production can increase rapidly. While the negative angle, more and more human work is replaced by machines so that it reduces job opportunities. The existence of the industrial revolution 4.0 also brought a gap between the technology literacy group and the technology stutterer group (gaptek). Villagers are a large group from the second class. For this reason, a new business opportunity that can be carried out by the village community with secondary education level is urgently needed. Then the catfish bio-floc fisheries program was chosen. A touch of automation technology and the Internet of Things (IoT) is given to increase productivity and make people literate about the technological development of the industrial revolution era 4.0.
Pendampingan Jurus Tunggal Berbasis Digital di Kampung Silat Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor Lubis, Johansyah; Sukur, Abdul; Asmawi, Moch.; Irawan, Astri Ayu
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.17047

Abstract

Perkembangan olahraga pencak silat sebagai salah satu budaya bangsa Indonesia di dunia, terlihat makin diterimanya oleh masyarakat luas, bahkan Unesco akhir tahun 2019 mengakui sebagai salah satu budaya bukan benda milik Indonesia. Pencak silat juga berkembang sebagai olahraga kompetisi mulai di tingkat multy event SEA Games dan Asian Games, selain kejuaraan Dunia single event yang sudah berjalan 24 kali mulai tahun 1982. Salah satu nomor lomba adalah Jurus tunggal. Jurus tunggal adalah yang mengangkat dari keindahan gerak dari berbagai aliran dan perguruan di Indonesia, Malaysia, brunei dan Singapore. kebutuhan akan kompetensi jurus tunggal sangat dibutuhkan oleh para pelatih dan atlet di Indonesia, mengingat hampir setiap event pencak silat jurus tunggal diperlombakan, baik tingkat pra-remaja, remaja sampai Dewasa, di tingkat O2Sn maupun POPnas dan POMnas. Proses pembelajaran dengan menggunakan Digital menjadi hal penting setelah bergulirnya Revolusi Industri 4.0, dimana hampir semua pelajar memiliki smart phone dan mudah mengakses internet, harapan dengan digital pembelajaran yang benar dari sumber yang terbaik akan membantu pemuda Kampung Silat Jampang, mengingat kampung silat jampang (KSJ) ini menjadi salah satu binaan dari Dompet Dhuafa yang menjadikan kampung ini desa wisata yang terdapat program kampung silatnya. UNJ sebagai salah satu Pembina olahraga silat memiliki kepedulian akan pengembangan jurus tunggal kepada masyarakat kampung Jampang. Metode kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dengan pendampingan, yaitu memberikan pelatihan langsung ke masyarakat selama lebih kurang 1 bulan atau 4 kali seminggu melalui pendampingan pelatih, kemudian diberikan URL youtube jurus tunggal yang sudah disiapkan dan di ambil data melalui google form. Indikator Ketercapaian proses pendampingan dengan angket tentang evaluasi diri. The development of Pencak Silat as one of Indonesia’s cultural heritage can be indicated from its acceptance by international audience. In 2019, UNESCO inscribed Pencak Silat on the Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pencak Silat has also become sport competition in multi-event SEA Games and ASIAN Games, in addition to the single-event world championship which has been running 24 times since 1982. As one of event categories, Jurus Tunggal (Single Stance) showcases artistic moves from variant styles and schools of silat from Indonesia, Malaysia, Brunei, and Singapore. The Jurus Tunggal assistance is highly needed by coaches and athletes of Silat in Indonesia, considering that Jurus Tunggal is contested in almost every Pencak Silat event such as O2SN, POPnas, and POMnas, either in pre-teen, teen, or adult category. Industry 4.0 has made digital learning essential. At this time, almost each student is equipped with smartphones and internet connection. This is expected that the right digital learning from the best sources would help young practitioners of Pencak Silat in Kampung Silat Jampang (KSJ), which is one of tourism assisted villages of Dompet Duafa. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) as one of the assistants of Pencak Silat sports has concern for the development of Jurus Tunggal to the people in Kampung Jampang by carrying out a community service program. This program allowed UNJ to offer assistance in the form of comprehensive training for approximately a month or 4 weeks. Coach’s personal assistance and instructional Youtube video of Jurus Tunggal were employed. After the program finished, the participants were instructed to take part in a survey using Google form.
MODUL TEG (TERMOELECTRIC GENERATOR) KONVERSI PANAS MENJADI LISTRIK UNTUK APLIKASI PANDEBESI arkundato, artoto
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.21248

Abstract

Tungku Pandebesi tempat pemanasan baja tempa menghasilkan panas yang cukup besar. Dengan sumber panas dari pembakaran arang kayu yang dapat mencapai temperatur 1000ºC maka proses pembuatan perkakas pandebesi setiap hari dikerjakan. Namun demikian pandebesi tradisional pada umumnya mempunyai desain tungku terbuka sehingga panas yang diperlukan cenderung tidak efisien karena banyak yang terbuang ke lingkungan. Dilain pihak, di daerah pedesaan listrik mungkin masih menjadi barang yang langka. Artikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian masyarakat di desa Sugerkidul kecamatan Jelbuk kabupaten Jember. Di daerah ini terdapat usaha pandebesi yang masih tradisional dengan sekitar 10-12 kelompok yang masih aktif namun didominasi orang tua. Konsep yang diusung pada kegiatan pemgabdian ini adalah menerapkan modul TEG (termoelectric generator) untuk mengubah panas hasil pembakaran arang kayu yang terbuang dan tidak digunakan dalam proses pemanasan baja tempa menjadi listrik tersimpan. Listrik hasil konversi panas akan disimpan dalam modul penyimpan sampai pekerjaan pandebesi selesai. Listrik yang tersimpan dapat digunakan untuk berbagai keperluan praktis seperti penerangan ruang, charger HP, charger lampu darurat dan sebagainya. Oleh karena itu modul TEG ini dapat dikatakan sumber listrik mandiri skala mikro.
KELAYAKAN BISNIS PADA MISS BITTERBALLEN PONTIANAK DALAM MEWUJUDKAN WIRAUSAHA MAHASISWA Jayanti, Heni Dwi; Hariyanto, Dedi
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.16868

Abstract

Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang diadakan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sedang mengembangakan mahasiswa yang mempunyai wirausaha. Program ini diadakan tahun 2017 yang memberikan dampak positif pada mahasiswa dengan memberikan bantuan dana untuk mendorong wirausaha yang mereka lakukan. Tahun 2018 mahasiswi Universitas Muhammadiyah Pontianak mempunyai usaha dengan nama Miss BitterBallen yang turut serta dalam program KBMI untuk mendapatkan bantuan modal sebagai sarana pengembangan usaha, namun apakah usaha ini layak untuk dapat dijalankan dan mendapatkan dana bantuan tersebut. BitterBallen adalah makanan yang berasal dari negeri kincir angin Belanda yang telah di modifikasi dan inovasi untuk menyesuaikan selera lidah masyarakat Indonesia, berbahan dasar tepung terigu dan kentang, wortel, daun bawang, diisi dengan bebarapa jenis varian kemudian dibaluri dengan telur dan tepung roti selanjutnya digoreng. Berdasarkan aspek keuangan dengan pendekatan ROR, BRP, NPV dan PI usaha Miss Bittterballen ini layak dijalankan (go) dan berhasil mendapatkan bantuan dana dari Kemenristekdikti sebesar Rp .20.000.000,00 Indonesian Students Business Competition (KBMI) held by Ministry of Research, Technology and Higher Education is currently encouraging students to own entrepreneurship business. This program was initiated by 2017 in order to contribute positive impacts in promoting students’ business through fund assistance. A student of Universitas Muhammadiyah Pontianak, with the business known as Miss Bitterballen participated in Indonesian Students Business Competition (KBMI) to obtain fund as a business development facility and to ascertain its business visibility. BitterBallen is a popular deep-fried bar snack from Netherlands. This BitterBallen has been modified with innovation to meet Indonesian taste. It is typically made by flour and potato, mixed with carrot and parsley and filled with kind of variant then battered in a breadcrumb and deeply fried. Based on the financial aspect with ROR, BRP, NPV, and PI approach, Miss BitterBallen has a business visibility and been successful obtaining fund from Ministry of Research, Technology and Higher Education of Rp. 20 Million
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENINGKATAN PEMAHAMAN BUDIDAYA PADI ORGANIK UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI heryadi, dyadi; Rofatin, Betty
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.18489

Abstract

Padi organik SRI (System Rice of Intensification) dapat memberikan produktivitas dan harga yang lebih tinggi dibanding padi yang non-organik. Namun di wilayah lokasi PpM ITGbM perkembangannya belum memenuhi harapan.  Salah satu penyebabnya adalah belum difahaminya teknis budidaya padi organik yang benar oleh para petaninya. Untuk itu diperlukan pemahaman yang lebih baik tentang teknik budidaya padi organik agar harapan para petani dalam peningkatan produktivitas untuk mendapatkan pendapatan yang lebih besar dari sebelumnya akan menjadi kenyataan. Solusinya diperlukan pembinaan yang berkelanjutan diantaranya melalui peningkatan penyebaran informasi, dan penyuluhan dan hal ini dapat dilakukan dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui program ITGbM LP2MP Universitas Siliwangi. Target luaran kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman teknik budidaya padi organik  yang benar sesuai dengan kriteria/syarat sertidikasi dan publikasi ilmiah yang diterbitkan pada jurnal internal. Metode yang dilaksanakan terdiri dari Penyuluhan dan FGD/Focus on Group Discussion. Dilaksanakan sejak Maret 2017 di Kelompok Tani Jembar II dan Jembar Kahuripan Desa Margahayu Kec. Manonjaya Kab.Tasikmalaya. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyuluhan, evaluasi Pelaporan. Simpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman petani tentang teknik budidaya padi organik sesuai dengan yang dipersyaratkan lembaga sertifikasi. Pada akhirnya setelah petani memahami teknik budidaya padi organik akan dapat meningkatkan produktivitasnya dan diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
PERBAIKAN PROSES PRODUKSI DAN KREASI DESAIN GERABAH DI DESA KESILIR KECAMATAN WULUHAN UNTUK MENDUKUNG INDUSTRI KREATIF DI KABUPATEN JEMBER Setyati, Dwi
Jurnal Abdimas Vol 24, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i1.21097

Abstract

Industri kreatif diyakini dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi suatu daerah. Industri kreatif berbasis kebudayaan dan kekayaan budaya lokal dinilai perlu untuk dikembangkan. Salah satu  industri kreatif yang berkembang di   dusun Demangan Babatan- desa Kesilir-kecamatan Wuluhan kabupaten Jember adalah industri kerajinan gerabah, dengan produk utamanya berupa cobek, pot, kendi, gentong, wadah sambal, dan alat untuk membuat serabi. Jumlah pengrajin di dusun Demangan mencapai 40 KK, aktivitas membuat kerajinan tanah liat ini pun telah dilakukan secara turun temurun dan  mampu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat. Kendala internal yang dihadapi pengrajin gerabah di desa tersebut adalah SDM yang masih rendah, design dan alat  pemutar gerabahnya masih sederhana sehingga kualitas dan kuantitas produknya masih belum optimal serta tempat produksi gerabahnya sangat memprihatinkan.  Dalam rangka untuk membantu pengembangan industri kreatif gerabah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produkmaka diperlukan berbagai upaya. Upaya-upaya tersebut adalah melalui perbaikan proses produksi,  dengan  penerapan teknologi tepat guna dan tepat sasaran yang berupa bantuan alat/mesin pemutar gerabah, perbaikan tempat produksi gerabah. Guna meningkatkan kualitas produksi gerabah maka dilakukan upaya pelatihan dan sekaligus pendampingan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi desain gerabah sehingga dapat dihasilkan  produk yang variatif  sehingga lebih diminati oleh konsumen dan laku di pasaran. Selain itu juga dilakukan pendampingan dalam hal pemasaran produk dengan strategi pemasaranberbasis E-Commersee.  Pengembangan industri kreatif gerabah khas desa Kesilir, Wuluhan diharapkan dapat meningkatkan penghasilan pengrajin gerabah,  dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Keberhasilan pengembangan industri kreatif gerabah khas Kabupaten Jember dapat menjadikan Desa Kesilir-Wuluhan sebagai desa percontohan yang dapat sukses berkembang dan mandiri dalam menciptakan industri kreatif.  

Page 3 of 3 | Total Record : 28


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue