cover
Contact Name
Edi Kurniawan
Contact Email
edikurniawan@mail.unnes.ac.id
Phone
+6224-8508006
Journal Mail Official
foris@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
C7 Building 2nd Floor Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang, 50229, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Forum Ilmu Sosial
ISSN : 1412971X     EISSN : 25490745     DOI : -
Core Subject : Social,
Forum Ilmu Sosial is a peer reviewed journal that covers the fields of scientific knowledge or academic that study social groups and human society. This journal published innovative research encompassed within the social sciences that include to sociology, anthropologhy, political science, history, geography and related disciplines. Contributions are welcome in any suitable form, including critical essays, reviews of significant topics, case studies, theoretical and empirical articles, and statistical analysis. It has been published biannually since 2008 by the Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang with registered number ISSN 1412-971X (print), ISSN 2549-0745 (online). Forum Ilmu Sosial is an open access journal and also available in print.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 44, No 2 (2017): December 2017" : 14 Documents clear
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPS melalui Permainan Petak Umpet pada Siswa Kelas VIIB Semester Genap SMP Negeri 2 Wedarijaksa Tahun Pelajaran 2016/2017
Forum Ilmu Sosial Vol 44, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v44i2.15582

Abstract

Mata Pelajaran IPS mengharuskan siswa belajar secara aktif, kreatif, inovatif, memiliki rasa ingin tahu, bekerja sama dan berkompetisi sehingga siswa mampu memecahkan masalah dan peka terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di lingkungan sekitar siswa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan metode-metode pembelajaran dapat mengaktifkan siswa baik secara fisik maupun psikisnya. Namun kenyataannya keaktifan dan hasil belajar siswa masih rendah karena kurangnya metode pembelajaran yang mampu mewujudkan tujuan tersebut. Hal ini terlihat dari hasil belajar  siswa kelas VII B semester genap SMP Negeri 2 Wedarijaksa terhadap mata pelajaran IPS hanya sebesar 38% siswa yang sudah mencapai ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran permainan petak umpet untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Wedarijaksa. Berdasarkan data awal menunjukkan bahwa hanya ada 38% siswa yang telah mencapai ketuntasan dalam hasil belajar dan setelah diadakan tindakan dengan pembelajaran permainan Petak Umpet, keaktifan dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Jika dilihat nilainya, keaktifan siswa mengalami peningkatan secara berurutan: 71 - 78. Nilai rata-rata hasil belajar mengalami peningkatan berturut-turut: 67, 74 dan 84. Dari ketuntasannya terjadi peningkatan jumlah siswa yang tetah mencapai ketuntasan yaitu secara berurutan 38%, 62%, dan  86% dan  sebaliknya terjadi penurunan jumlah siswa yang belum tuntas berurutan 62%, 38%, dan 14%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran permainan Petak Umpet dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa (2) hasil belajar siswa di SMP Negeri 2 Wedarijaksa pada siswa kelas VII-B tahun pelajaran 2016/2017 dapat ditingkatkan melaluai pembelajaran permainan Petak Umpet.
Media In “Gerakan Cikapundung Bersih”
Forum Ilmu Sosial Vol 44, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v44i1.15544

Abstract

ikapundung is the river that divides Bandung which provide aesthetics function as well as maintain city's stability. This supposedly clean and well-kept river is in fact very dirty and filled with various waste. The accumulation of waste in Cikapundung River resulting siltation threaten the balance of the ecosystems. Flood and waste will be the main problem of the city if this poor situation cannot be overcome. Therefore, the Government has included the river in their priority program of the development plan. The rehabilitation of the river has been proclaimed through Gerakan Cikapundung Bersih (Clean Cikapundung River Movement). As an campaign event, the messages from Gerakan Cikapundung Bersih must be delivered to the audience effectively. Considering this, by using case study descriptive approach, this research sought to reveal the various types of campaign media used in Gerakan Cikapundung Bersih. Data were collected from interviews, observations and literature study. The results showed that media used in Gerakan Cikapundung Bersih are outdoor and alternative media. However, the most effective way to deliver campaign messages is direct communication (interpersonal), especially by Kuya Gaya 15 community through their activities such as kukuyaan and gotong royong. Word of mouth (interpersonal communication) is the method which drive of the success of the campaign.
Pendidikan Karakter berbasis Nilai-Nilai Konservasi Sosial melalui Pembelajaran Mata Kuliah bersama di Fakultas Ilmu Sosial
Forum Ilmu Sosial Vol 44, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v44i2.12082

Abstract

Nilai-nilai konservasi sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia, akan tetapi pada kenyataannya nilai-nilai Pancasila dewasa ini mengalami degradasi, warga negara semakin lupa pada identitas bangsa, terjadi krisis jatidiri, merosotnya kepercayaan kepada pemerintah, masyarakat Indonesia tidak lagi mampu mengenali dirinya sebagai bangsa Indonesia, krisis ideologi, krisis karakter dan  krisis kepercayaan, sikap curiga dan meremehkan orang lain. Permasalahan klasik tentang krisis karakter semakin nampak jelas khususnya krisis karakter pada generasi muda, hal ini disebabkan karena pengaruh arus teknologi dan informasi. Maka dari permasalahan tersebut, pendidikan karakter bagi generasi muda sangat diperlukan untuk mengembalikan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Upaya penumbuhan karakter bagi generasi muda dapat dilakukan secara efektif melalui pembelajaran Mata Kuliah Bersama yang ada di Fakultas Ilmu Sosial dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Penerjemah Dokumen Resmi dan Internasionalisasi Perguruan Tinggi
Forum Ilmu Sosial Vol 44, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v44i2.9915

Abstract

Internasionalisasi perguruan tinggi menimbulkan kebutuhan penerjemahan karena komunikasi global menuntut ketersedian dokumen multilingual, yang salah satunya adalah dokumen resmi berupa ijazah dan transkip nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpsikan pengaruh Internasionalisasi perguruan tinggi terhadap kebutuhan penerjemahan, serta praktik penerjemahan dokumen resmi di UNNES sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi internasionalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi menyebabkan meningkatknya praktik penerjemahan. Praktik-praktik penerjemahan tersebut dilakukan secara individual atau kelompok oleh pihak-pihak yang membutuhkan dan ada pula yang dikoordinir oleh pihak perguruan tinggi. Penerjemahan ijazah dann transkip nilai merupakan salah satu contoh praktik penerjemahan yang dikoordinir oleh perguruan tinggi. Proses penerjemahan ini dilaksanakan oleh tim penerjemah yang dikoordinir oleh perguruan tinggi. Proses penerjemahan ini dilaksanakan oleh tim yang ditunjuk oleh masing-masing fakultas. Tim penerjemah fakultas merupakan dosen bahasa Inggris atau yang dianggap memiliki kemampuan bahasa Inggris. Karena bukan penerjemah professional, alokasi waktu yang disediakan untuk kegiatan menerjemah beragam antara satu penerjemah dengan penerjemah lain, dan lingkungan kerja juga beragam. Hal ini menimbulkan berbagai masalah penerjemahan yang dapat mempengaruhi kualitas terjemahan.

Page 2 of 2 | Total Record : 14