cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL FISIKA
ISSN : 20881509     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian konseptual Fisika Teoritik, Fisika Material, Fisika Medik, Fisika Nuklir, Fisika Komputasi dan Fisika Bumi.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2013)" : 17 Documents clear
ANALISIS STATISTIK TEMPORAL ERUPSI GUNUNG MERAPI Desi Kiswiranti; H Kirbani
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3964

Abstract

Merapi adalah gunungapi termuda di selatan Pulau Jawa. Merapi terletak di 7o32'30"LS dan 110o26'30" BT. Gunung Merapi merupakan gunung api strato yang aktif sampai hari ini. Aktivitas gunung Merapi dimulai pada zaman Pleistosen (1,5 juta tahun yang lalu). Gunung Merapi ini memiliki potensi untuk menimbulkan bencana alam dengan intensitas dan kekuatan yang berbeda. Aktivitas vulkanik adalah kejadian alam yang sulit diprediksi dan dapat dianggap sebagai chaotic tanpa bentuk yang jelas. Metode statistik dapat diterapkan untuk menjelaskan pola letusan gunungapi serta membantu ramalan aktifitas letusan gunungapi di masa depan. Dalam penelitian ini, digunakan tiga metode statistik temporal yaitu distribusi eksponensial, distribusi Weibull dan distribusi Log-Logistik. Secara umum, distribusi Log-Logistik memberikan probabilitas tertinggi letusan yang terjadi dalam waktu tertentu di masa depan dengan tingkat kepercayaan 95%. Pada tahun 2013, probabilitas gunung Merapi untuk meletus sebesar 64,04%. Secara kualitatif, letusan terbesar akan mengikuti interval waktu istirahat terpanjang. Besarnya waktu istirahat tidak berpengaruh pada besarnya VEI serta tidak berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya letusan. Ratarata energi potensial pada erupsi gunung Merapi periode 1800-2012 sebesar 9,99039 x1020 ergs dan rata-rata energi termal periode 1800-2012 sebesar 4,31282 x 1022 ergs. Oleh karena itu, energi total letusan gunung Merapi sebesar 4,41272 x 1022 ergs.
DEPOSISI LAPISAN TIPIS FOTO KATALIS SENG OKSIDA (ZnO) BERUKURAN NANO DENGAN TEKNIK PENYEMPROTAN DAN APLIKASINYA UNTUK PENDEGRADASI PEWARNA METHYLENE BLUE Heri Sutanto; Iis Nurhasanah; Eko Hidayanto; Zaenal Arifin
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3969

Abstract

Material seng oksida (ZnO) adalah salah satu semikonduktor oksida dengan celah pita energi 3,2 eV yang bersifat fotokatalis dapat digunakan untuk mendegradasi polutan berwarna seperti metylene blue (MB). Pada penelitian ini telah berhasil dideposisi lapisan tipis ZnO di atas substrat kaca dengan metode sol-gel teknik penyemprotan/spray coating. Gel ZnO 0,5 M disintesis dengan melarutkan Zinc acetate dehydrate ke dalam larutan isopropanol dan monoethanolamine pada temperatur ruang dengan perbandingan molar dari MEA dan ZnAc yaitu 1:1. Kemudian larutan diaduk menggunakan pengaduk magnetik pada temperatur 70oC selama 30 menit hingga didapatkan gel ZnO yang jernih dan homogen. Gel ZnO diletakkan pada spray hole dan disemprotkan pada substrat kaca yang telah dipanasi sampai temperatur 250oC. Lapisan hasil penyemprotan selanjutnya di sintering pada temperatur 400oC selama 1 jam. Hasil deposisi lapisan ZnO bersifat transparan dengan nilai transmitansi sebesar 71,4% dan semakin menurun dengan penurunan panjang gelombang yang dikenakan pada lapisan. Hasil pengujian komposisi dengan energy dispersive of X-Ray (EDX) menunjukkan bahwa komposisi seng (Zn) lebih sedikit daripada oksigen (O) dengan perbandingan Zn:O = 46,13% : 53,87%. Hasil uji citra Scanning electron microscopy (SEM) menunjukkan lapisan tipis ZnO mempunyai permukaan yang halus dan homogen dengan ukuran grain sebesar 57 nm dan ketebalan lapisan sebesar 204 nm. Hasil uji ultra violet visibel (UV Vis) spectrophotometer diperoleh nilai celah pita energi ZnO sebesar 3,01 eV. Dari informasi celah pita energi lapisan ZnO ini digunakan untuk aplikasi pendegradasi pewarna MB 100 ppm. Hasil uji aktifitas fotokatalis menunjukkan bahwa lapisan tipis ZnO telah mampu mendegradasi MB 100 ppm hingga 96,5% (menjadi bening) selama 6 jam dibawah iradiasi sinar matahari.
PENGARUH POSISI STACK TERHADAP FREKUENSI RESONANSI PADA TABUNG RESONATOR TERMOAKUSTIK Sigit Ristanto; Affandi Faisal Kurniawan; Choirul Huda
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3960

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh posisi stack dalam tabung resonator termoakustik terhadap frekuensi resonansi. Posisi stack ditaruh pada jarak 10 cm, 30 cm, dan 50 cm. Data frekuensi diambil menggunakan mikrofon yang dipasang pada ujung resonator. Mikrofon tersebut dihubungkan dengan laptop yang telah terisntall software sound card oscilloscope V1.40. Hasil penelitian menunjukkan variasi posisi stack tidak berpengaruh terhadap frekuensi resonansi, tetapi berpengaruh terhadap amplitudo maksimum pada masing-masing frekuensi resonansi. Amplitudo maksimum frekuensi resonansi terendah terjadi di tengah-tengah tabung resonator sedangkan amplitudo frekuensi resonansi terbesar terjadi pada ujung terjauh dari sumber bunyi.
POLA SEBARAN AKUIFER DI DAERAH PESISIR TANJUNG PANDAN P.BELITUNG D G Pryambodo; M Hasanudin
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3974

Abstract

Penelitian geofisika dengan metode Tahanan Jenis telah dilakukan untuk memetakan sebaran akuifer di daerah pesisir Tanjung Pandan, P. Belitung. Data tahanan jenis di daerah pesisir Tanjung Pandan ditampilkan dalam bentuk 3 penampang tahanan jenis dan digunakan untuk melihat pola sebaran akuifer di daerah penelitian. Pada umumnya akuifer terdapat pada kedalaman 3 – 5 meter dari pemukaan tanah (akuifer dangkal) dengan pola sebaran yang makin menyempit kearah utara mengikuti bentuk garis pantainya yang agak menjorok ke darat.
ANALISIS DATA GEOLISTRIK DAN DATA UJI TANAH UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR BAWAH TANAH DAERAH SKYLAND DISTRIK ABEPURA PAPUA - Virman
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3965

Abstract

Telah dilakukan penelitian geolistrik dan uji tanah untuk pencitraan struktur bawah permukaan di Skyland Distrik Abepura, Jayapura, Papua. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sifat fisis dan sifat teknis dari tanah guna mengevaluasi dan memberikan rekomendasi penyelesaian permasalahan pondasi. Berdasarkan tujuan tersebut maka dilakukan analisis hasil pengukuran geolistrik korelasi terhadap data-data tanah yang meliputi uji laboratorium dan lapangan pada lokasi terpilih di daerah penelitian. Hasil pengujian dengan SPT diperoleh struktur tanah di daerah penelitian pada kedalaman 2 m bersifat sangat tidak padat (N-SPT 50), kepadatan sedang (N-PT 50) pada kedalaman 4 m dan sangat padat (N-SPT 50) pada kedalaman 6 m pada posisi ini kegiatan di stop. Sedangkan hasil uji laboratorium didapatkan komposisi butir tanah pada kedalam ini termasuk bergradasi baik, dan indeks plastisitas (PI) adalah 18 termasuk plastisitas yang tinggi. Batuan dasar pada titik pengukuran ini berada pada kedalaman 56 m dengan tahanan jenis yang paling tinggi yaitu 4103 ohm m.
PENGARUH ORIENTASI AGREGAT SERAT BAMBU TERHADAP MORFOLOGI DAN KUAT LENTUR KOMPOSIT GEOPOLIMER BERBASIS METAKAOLIN - Nurhayati; - Subaer; Nur Fadillah
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3970

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh orientasi agregat serat bambu terhadap morfologi dan kuat lentur komposit geopolimer berbasis metakaolin. Mineral metakaolin diperoleh melalui proses dehidroksilasi kaolin pada suhu 750oC selama 6 jam. Pasta geopolimer disintesis melalui metode aktivasi larutan alkali dan dicuring pada suhu 60oC selama 1 jam. Serat bambu diproduksi secara termo-mekanik dengan panjang sekitar 20,00 mm dan diameter 20 -100 ìm, digunakan sebagai agregat dengan susunan acak atau membanjar searah panjang sampel. Karakterisasi mikro bahan dasar dan material yang dihasilkan dilakukan dengan menggunakan scanning electron microscopy (SEM) yang dilengkapi dengan electron dispersive spectroscopy (EDS). Struktur kristal dan komposisi kimia bahan dasar dan sampel dikarakterisai dengan X-Ray Diffraction (XRD). Sifat termal serat bambu diukur dengan menggunakan differential scanning caloritmetry (DSC) 400 PerkinElmer. Hasil karakterisasi dengan SEM-EDS menunjukkan bahwa matriks geopolimer cukup homogen, namun ikatan antara matriks dengan agregat serat bambu tampak belum sempurna akibat kehadiran celah yang cukup besar pada daerah antar zona antara matriks dengan agregat serat bambu. Hasil karakterisasi dengan XRD memperlihatkan bahwa matriks komposit geopolimer yang dihasilkan bersifat amorf. Uji mekanik berupa three bending points flexural strength dilakukan terhadap 3 sampel untuk setiap jenis sampel memperlihatkan bahwa kehadiran agregat serat bambu, orientasi serat dan suhu curing sangat berpengaruh terhadap kuat lentur komposit geopolimer yang dihasilkan.
IDENTIFIKASI KADAR UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM HEWAN DI SUNGAI GAJAHWONG YOGYAKARTA DENGAN METODE AANC (ANALISIS AKTIVASI NEUTRON CEPAT) Cahaya Rosyidan; - Sunardi; Dwi Yulianti
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3961

Abstract

Sungai Gajahwong merupakan salah satu sungai besar yang ada di Yogyakarta. Sungai Gajahwong sangat rentan sekali tercemar beberapa zat logam berat dikarenakan daerah aliran sungai ini melewati rumah sakit, pabrik- pabrik, hotel, limbah dosmetik bahkan pabrik pewarnaan kulit hewan yang secara kumulatif berdampak pada lingkungan. Pengawasan atau monitoring terhadap sungai Gajahwong diperlukan untuk mendukung program Prokasih ( Program Kali Bersih ) yang telah ditetapkan oleh pemerintah Yogyakarta. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah unsur apa saja yang dapat dideteksi pada sampel hewan, berapa kadarnya dan apakah ada hubungan antar lokasi pengambilan sampel?. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi unsur-unsur yang terkandung pada sampel hewan yang hidup di bantaran sungai Gajahwong kemudian menentukan kadarnya serta menentukan hubungan antar lokasi dengan metode ANOVA. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif untuk menentukan jenis unsur dan analisis kuantitatif untuk menghitung kadarnya. Hasil analisis kualitatif berhasil mengidentifikasi 5 unsur pada sampel hewan di sungai Gajahwong Yogyakarta. Kelima unsur tersebut adalah nitrogen (N), ferrum (Fe), magnesium (Mg), phospor (P), dan klorin (Cl). Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar N adalah 7166 - 105119 ppm, kadar Fe 58 - 301 ppm, kadar Mg 180 - 1209 ppm, kadar P 5293 - 49844 ppm, kadar Cl 772 - 4099 ppm. Penentuan hubungan antar lokasi secara statistik menggunakan ANOVA menunjukan nilai F hitung sebesar 0,866 dengan nilai signifikansi sebesar 0,532.

Page 2 of 2 | Total Record : 17