cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
Kajian Kualitas Air Tanah Dampak Intrusi Di Sebagian Pesisir Kabupaten Tuban Febriarta, Erik
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.24143

Abstract

Wilayah Kabupaten Tuban bagian utara berbatasan langsung dengan Laut Jawa dengan pembangunan terpusat pada daerah pesisir. Salah satu isu permasalahan yang timbul dari pertumbuhan kota pesisir adalah penurunan kualitas air tanah akibat intrusi air laut.  Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas air tanah yang terdapak intrusi air laut. Metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi kualitas air tanah dengan analisis perbandingan dengan nilai baku mutu PermenKes RI No.32 Tahun 2017. Unsur yang dianalisis e.coli, e.coli total, nitrit (N02), nitrat (N03), bau, total zat padat terlarut (TDS), rasa, daya hantar listrik (DHL), besi (Fe), khlorida (Cl), sulfat (S04), kesadahan (CaC03), keasaman (pH), natrium (Na), kalium (K), bikarbonat (HC03), karbonat (C03), kalsium (Ca). Unsur yang melebihi baku mutu antara lain ecoli yang bersumber dari limbah rumah tangga (domestik), nitrat (N03) yang bersumber dari pupuk pertanian, daya hantar litrik (DHL) bersumber dari ion garam terlarut dan kesadahan (CaC03) yang bersumber dari batuan kapur. Sedangkan metode untuk mengetahui dampak intrusi air laut adalah dengan perbandingan ion mayor yaitu Mg2+ dan Ca 2+, dan Cl- dan HC03-. Hasil penelitian menunjukkan 11 dari 12 sampel atau 91% terpengaruh intrusi air laut.
Analisis Komparasi Metode Pemetaan Ekosistem Mangrove Menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Rahma, Isma Yulia
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.24417

Abstract

The use of tools and methods in mapping mangrove ecosystem continues to change.Nowday's trend in mapping is to use remote sensing and digital geographic Information system technology. There are several commonly used methods for mapping the mangrove ecosystem, but we should be aware that choosing the right method of analysis will greatly support the quality of research. The research method is literature review from various books and accredited scientific journals. Subsequently conducted analysis of application methods of mapping mangrove ecosystem of various case studies and research needs. Based on research, there are five methods and analysis used i.e.manual interpretation with Mirror stereoscope, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) as the most common analysis for mangrove distribution mapping. Multivariat PCA (Principal Component Analysis), FCD (Forest Canopy Density) model, and copmpare methods to mapping the extensive changes of mangrove ecosystems. Therefore, this article can be an input for the prospective mangrove ecosystem researchers in determining the preciese method of analysis.  
Persebaran Fenomena Suhu Tinggi melalui Kerapatan Vegetasi dan Pertumbuhan Bangunan serta Distribusi Suhu Permukaan Giofandi, Eggy Arya
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.24486

Abstract

Urban heat island is one of the events where the temperature in the metropolitan area is warmer than the surrounding area. Indonesia is located in a tropical climate making several cities potentially increase in temperature during the dry season. As a representative, the City of Pekanbaru is one of the cities with infrastructure growth that is fast including on the island of Sumatra. Population growth and high enthusiastic of residents to find work in the city made land on the edge of the city built up. This makes the green space less and less with the uneven distribution of green space in the city of Pekanbaru. The number of buildings that exist makes the temperature rise in urban areas with an initial temperature of 29oC to 36oC. temperature increases occurred throughout the year with the hottest peaks of temperatures reaching 37oC on April 15, 2013. Whereas in 2009 there was a decrease in temperature with levels ranging from 27oC. This makes the city of Pekanbaru one of the hottest cities in Indonesia. This study uses Landsat 5 imagery for 2000 and 2009, and Landsat 8 for 2018 with the Land Surface Temperature (LST) method and Normalized Difference Built-up Index (NDBI) which are useful to explain the urban heat island distribution (UHI) in Pekanbaru City
Peran Sosial Media dalam Penyampaian Informasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Covid-19 di Kota Semarang Findayani, Aprillia
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.24506

Abstract

Persebaran covid-19 diseluruh dunia termasuk Indonesia terus meluas sejak kasus pertama di China awal Desember 2019. Di Indonesia, penggunaan sosial media memberikan informasi yang terkadang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran sosial media dalam penyampaian informasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi covid-19. Insidental sampling menggunakan kuesioner digunakan untuk mengambil sampel masyarakat di Kota Semarang. Sebanyak 1421 sampel dianalisis menggunakan tekhnik analisis deskriptif. Hasil analisis kueasioner yang terdiri dari 893 perempuan dan 528 laki-laki menyatakan 94,9 % masyarakat memperoleh informasi tentang covid-19 dari sosial media. Selanjutnya 79% masyarakat menggunakan media sosial sebagai media edukasi dan informasi dalam penyampaian informasi mengenai covid-19 meskipun hanya sekitar 58% diantaranya yang selalu melakukan pengecekan sebelum membagi berita tersebut kepada orang lain. Dari analisis awal, masyarakat merasa pemerintah perlu melakukan penyampaian informasi satu pintu untuk memberikan informasi yang tepat, cepat, akurat serta dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat meminimalisir keresahan masyarakat yang timbul akibat berita hoax.
Perbandingan Metode Koreksi Topografi Pada Citra Satelit Landsat 8 Di Wilayah Gunung Telomoyo, Jawa Tengah Widhaningtyas, Tantri Utami; Putra, Akbar Cahyadhi Pratama; Fariz, Trida Ridho
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.22863

Abstract

Kondisi topografi mempengaruhi perbedaan besarnya energi sinar matahari yang ditangkap, dipantulkan balik dan diterima sensor penginderaan jauh. Hal ini membuat perlu dilakukan koreksi radiometri topografi pada proses pra pengolahan citra. Metode koreksi topografi terhitung banyak sedangkan penelitian terkait koreksi topografi ternilai cukup jarang dilakukan di Indoensia. Tujuan penelitan ini adalah membandingkan metode koreksi topografi. Adapun wilayah studi dalam penelitian ini adalah wilayah Gunung Telomoyo.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Landsat 8 dan DEMNAS. Adapun metode koreksi topografi yang diujikan dalam penelitian ini adalah metode koreksi topografi C Correction dan SCS+C.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa data DEMNAS dapat digunakan sebagai sumber data untuk koreksi radiometrik topografi. Metode koreksi topografi yang paling baik pada penelitian ini adalah metode SCS+C dilihat dari kenampakan visual dan memiliki nilai standar deviasi terendah dibandingkan dengan metode C Correction. Sehingga untuk wilayah dengan dominasi tutupan lahan hutan maka metode SCS+C bisa direkomendasikan. Koreksi topografi berguna dalam peningkatan akurasi perhitungan biomassa dan estimasi karbon di dataran tinggi menggunakan data penginderaan jauh.
Peran Sosial Media dalam Penyampaian Informasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Covid-19 di Kota Semarang Aprillia Findayani
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.24506

Abstract

Persebaran covid-19 diseluruh dunia termasuk Indonesia terus meluas sejak kasus pertama di China awal Desember 2019. Di Indonesia, penggunaan sosial media memberikan informasi yang terkadang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran sosial media dalam penyampaian informasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi covid-19. Insidental sampling menggunakan kuesioner digunakan untuk mengambil sampel masyarakat di Kota Semarang. Sebanyak 1421 sampel dianalisis menggunakan tekhnik analisis deskriptif. Hasil analisis kueasioner yang terdiri dari 893 perempuan dan 528 laki-laki menyatakan 94,9 % masyarakat memperoleh informasi tentang covid-19 dari sosial media. Selanjutnya 79% masyarakat menggunakan media sosial sebagai media edukasi dan informasi dalam penyampaian informasi mengenai covid-19 meskipun hanya sekitar 58% diantaranya yang selalu melakukan pengecekan sebelum membagi berita tersebut kepada orang lain. Dari analisis awal, masyarakat merasa pemerintah perlu melakukan penyampaian informasi satu pintu untuk memberikan informasi yang tepat, cepat, akurat serta dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat meminimalisir keresahan masyarakat yang timbul akibat berita hoax.
Perbandingan Metode Koreksi Topografi Pada Citra Satelit Landsat 8 Di Wilayah Gunung Telomoyo, Jawa Tengah Tantri Utami Widhaningtyas; Akbar Cahyadhi Pratama Putra; Trida Ridho Fariz
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.22863

Abstract

Kondisi topografi mempengaruhi perbedaan besarnya energi sinar matahari yang ditangkap, dipantulkan balik dan diterima sensor penginderaan jauh. Hal ini membuat perlu dilakukan koreksi radiometri topografi pada proses pra pengolahan citra. Metode koreksi topografi terhitung banyak sedangkan penelitian terkait koreksi topografi ternilai cukup jarang dilakukan di Indoensia. Tujuan penelitan ini adalah membandingkan metode koreksi topografi. Adapun wilayah studi dalam penelitian ini adalah wilayah Gunung Telomoyo.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Landsat 8 dan DEMNAS. Adapun metode koreksi topografi yang diujikan dalam penelitian ini adalah metode koreksi topografi C Correction dan SCS+C.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa data DEMNAS dapat digunakan sebagai sumber data untuk koreksi radiometrik topografi. Metode koreksi topografi yang paling baik pada penelitian ini adalah metode SCS+C dilihat dari kenampakan visual dan memiliki nilai standar deviasi terendah dibandingkan dengan metode C Correction. Sehingga untuk wilayah dengan dominasi tutupan lahan hutan maka metode SCS+C bisa direkomendasikan. Koreksi topografi berguna dalam peningkatan akurasi perhitungan biomassa dan estimasi karbon di dataran tinggi menggunakan data penginderaan jauh.
Kajian Kualitas Air Tanah Dampak Intrusi Di Sebagian Pesisir Kabupaten Tuban Erik Febriarta
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.24143

Abstract

Wilayah Kabupaten Tuban bagian utara berbatasan langsung dengan Laut Jawa dengan pembangunan terpusat pada daerah pesisir. Salah satu isu permasalahan yang timbul dari pertumbuhan kota pesisir adalah penurunan kualitas air tanah akibat intrusi air laut.  Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas air tanah yang terdapak intrusi air laut. Metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi kualitas air tanah dengan analisis perbandingan dengan nilai baku mutu PermenKes RI No.32 Tahun 2017. Unsur yang dianalisis e.coli, e.coli total, nitrit (N02), nitrat (N03), bau, total zat padat terlarut (TDS), rasa, daya hantar listrik (DHL), besi (Fe), khlorida (Cl), sulfat (S04), kesadahan (CaC03), keasaman (pH), natrium (Na), kalium (K), bikarbonat (HC03), karbonat (C03), kalsium (Ca). Unsur yang melebihi baku mutu antara lain ecoli yang bersumber dari limbah rumah tangga (domestik), nitrat (N03) yang bersumber dari pupuk pertanian, daya hantar litrik (DHL) bersumber dari ion garam terlarut dan kesadahan (CaC03) yang bersumber dari batuan kapur. Sedangkan metode untuk mengetahui dampak intrusi air laut adalah dengan perbandingan ion mayor yaitu Mg2+ dan Ca 2+, dan Cl- dan HC03-. Hasil penelitian menunjukkan 11 dari 12 sampel atau 91% terpengaruh intrusi air laut.
Analisis Komparasi Metode Pemetaan Ekosistem Mangrove Menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Isma Yulia Rahma
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.24417

Abstract

The use of tools and methods in mapping mangrove ecosystem continues to change.Nowday's trend in mapping is to use remote sensing and digital geographic Information system technology. There are several commonly used methods for mapping the mangrove ecosystem, but we should be aware that choosing the right method of analysis will greatly support the quality of research. The research method is literature review from various books and accredited scientific journals. Subsequently conducted analysis of application methods of mapping mangrove ecosystem of various case studies and research needs. Based on research, there are five methods and analysis used i.e.manual interpretation with Mirror stereoscope, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) as the most common analysis for mangrove distribution mapping. Multivariat PCA (Principal Component Analysis), FCD (Forest Canopy Density) model, and copmpare methods to mapping the extensive changes of mangrove ecosystems. Therefore, this article can be an input for the prospective mangrove ecosystem researchers in determining the preciese method of analysis.  
Persebaran Fenomena Suhu Tinggi melalui Kerapatan Vegetasi dan Pertumbuhan Bangunan serta Distribusi Suhu Permukaan Eggy Arya Giofandi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v17i2.24486

Abstract

Urban heat island is one of the events where the temperature in the metropolitan area is warmer than the surrounding area. Indonesia is located in a tropical climate making several cities potentially increase in temperature during the dry season. As a representative, the City of Pekanbaru is one of the cities with infrastructure growth that is fast including on the island of Sumatra. Population growth and high enthusiastic of residents to find work in the city made land on the edge of the city built up. This makes the green space less and less with the uneven distribution of green space in the city of Pekanbaru. The number of buildings that exist makes the temperature rise in urban areas with an initial temperature of 29oC to 36oC. temperature increases occurred throughout the year with the hottest peaks of temperatures reaching 37oC on April 15, 2013. Whereas in 2009 there was a decrease in temperature with levels ranging from 27oC. This makes the city of Pekanbaru one of the hottest cities in Indonesia. This study uses Landsat 5 imagery for 2000 and 2009, and Landsat 8 for 2018 with the Land Surface Temperature (LST) method and Normalized Difference Built-up Index (NDBI) which are useful to explain the urban heat island distribution (UHI) in Pekanbaru City

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 17, No 1 (2020) Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue